Biografi Idrus Paturusi: Pengabdian Dokter di Medan Lara



Belakangan, setiap kali mendengar dan atau membaca berita bencana juga pengabdian tenaga medis dan kesehatan yang terjun di berbagai kondisi darurat untuk merawat dan mengobati pasien, saya teringat sosok dokter tokoh teladan Prof. Dr. dr Idrus Andi Paturusi. Memori saya merekam bagaimana pengabdian dokter yang teguh dengan misi kemanusiaan sesuai janji setianya sebagai tenaga medis, dari sebuah buku biografi. 

Membaca buku biografi Rektor Universitas Hasanudin (Periode 2006-2014), Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, Sp.B, Sp.OT ini seperti mengulas sejarah negeri. Buku biografi berjudul "Dokter di Medan Lara" ini ditulis oleh Sili Suli, mantan wartawan Harian Ujungpandang Ekspres dan Hurri Hasan, penulis novel. 

Lewat buku biografi ini saya semakin meyakini Prof. Idrus memiliki banyak penerus. Tenaga medis yang memegang teguh janji setianya untuk kemanusiaan, bekerja dengan integritas dan dedikasi tinggi, seperti dicontohkan Prof Idrus sejak menjadi aktivis mahasiswa kedokteran tahun 1973, memulai misi kemanusiaan sebagai Tim Medis Sulsel bantuan Pemprov Sulsel, UNHAS, Kodam VII Wirabuana untuk Tsunami di Pulau Flores pada 1992.  Berlanjut tahun ke tahun menjalani tugas kemanusiaan dalam dan luar negeri dengan Prof Idrus sebagai pemimpin tim medis dan crisis centre di daerah bencana. 

Alhasil, ketika saya saat ini menyaksikan lewat berita televisi dan internet, banyak dokter yang bekerja keras mengatasi Covid 19 bahkan wafat di "Medan Lara Pandemi", saya teringat kembali perjalanan dan perjuangan Prof Idrus. Pengalaman personal ini saya dapati dari mengisi waktu di masa pandemi dengan membaca buku "Dokter di Medan Lara" seberat 2 kg setebal 353 halaman. 

Buku ini memang tidak diperjualbelikan untuk umum, namun pemberitaan di media dan ulasan di media sosial sempat membuatnya viral. Saya beruntung, berkat teman blogger yang baik di Kalimantan, Putri Santoso, saya bisa memiliki buku bersejarah ini. Buku biografi ini sengaja diterbitkan secara mandiri oleh Prof Idrus A Paturisi sebagai bentuk terima kasih dan apresiasinya terhadap pengabdian tenaga medis Indonesia. 

Membaca buku ini bukan sekadar berisi perjalanan karier dan pengabdian sosok utamanya. Justru buku ini mengungkapkan banyak kisah bagian dari sejarah negeri tercinta, Indonesia, dari sisi dunia kesehatan.

Saya, warga biasa yang belum berbuat apa-apa, merasa tercerahkan bahkan bertambah kuat harapan, bahwa dalam perjalanannya, sejarah membuktikan, Indonesia punya banyak anak bangsa yang peduli sesama, mengabdi dengan keilmuannya, sesuai kompetensi berkontribusi untuk negara. 

Perjalanan pengabdian Prof Idrus A Paturisi menggambarkan kesan ini. Ditambah lagi, mengikuti pemberitaan dokter yang wafat menghadapi pandemi Covid-19, terdepan merawat pasien Covid-19, saya semakin terkuatkan, bahwa dunia medis kita punya banyak pejuang kemanusiaan. 

Misi kemanusiaan dalam dunia kesehatan yang sudah dilakukan Prof Idrus di medan bencana, menjadi buktinya sekaligus contoh pelopor. Tak heran jika kemudian banyak dokter muda yang mengikuti jejak dan setia dengan janji kemanusiaan tenaga medis, untuk terjun langsung di medan lara. Kompetensi para tenaga medis sungguh menjadi harapan warga biasa yang membutuhkan perawatan untuk menyelamatkan nyawa saat bencana alam maupun pandemi Covid-19. 

Butuh waktu bagi saya untuk mencerna keseluruhan cerita buku biografi bersejarah ini. Banyak sekali kisah perjuangan tenaga medis yang disampaikan dengan rinci oleh Prof Idrus. Saya memiliki satu lagi buku yang menambah khasanah sejarah negeri tercinta. Semakin bersejarah ketika saya mendapati berita dokter Idrus telah sembuh dari Covid-19. Ya, dokter Idrus menjadi salah satu dokter yang terpapar coronavirus dan sembuh. 



Sosok Berkarakter Teguh Hati 

Buku biografi ini tentu saja menceritakan perjalanan pribadi dan karier sosok utamanya, dr Idrus A Paturisi dari Makassar, putra Hajjar Siti Hasnah dan Andi Hamzah Paturisi. Membaca halaman per halaman perjalanan hidup tokoh Health Heroes yang lahir 31 Agustus 1950 ini, seperti sedang menyaksikan film gabungan dokumenter, drama, dan sejarah. Saya menikmati cerita perjalanan tokoh kesehatan yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia tahun 2005. 

Perjalanan penuh liku, tantangan, pun prestasi hasil kerja keras seorang pria Makassar ini berakar dari latar belakang keluarga yang menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas. Bukan sekadar keluarga yang mendukung pendidikan anak, tetapi juga membebaskan anak membuat pilihan untuk masa depannya. 

Bagaimana pendidikan di dalam keluarga membentuk karakter kuat dalam diri Prof Idrus, tergambarkan jelas dari buku ini. Tak heran jika kemudian keberanian dan kekuatan hatinya mendorong dirinya melakukan berbagai aksi nyata, baik sejak kecil hingga menjadi aktivis kampus. Termasuk dedikasinya berjuang di medan bencana sebagai tenaga medis, pun berkarier sebagai rektor UNHAS 

Satu hal lagi latar keluarga yang terekam kuat ketika membaca buku biografi ini adalah, seberapa pun kuatnya keinginan pribadi mengejar impian, menuruti ibu dan membuat senang hati ibu, menjadi bakti seorang anak yang pada akhirnya membawa kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Inilah pelajaran penting yang juga terekam kuat dalam biografi ini. 

Keteguhan hati menjalankan misi kemanusiaan menjadi karakter kuat melekat dalam sosok dr Idrus. Dokter Bencana, begitu publik mengenal sosoknya. Aksi nyata dan usaha keras yang dilakukan atas nama kemanusiaan, pertanggungjawaban moral dan keilmuan, membuatnya tak pernah berhenti dan menyerah menghadapi apa pun tantangan menjalankan misi kemanusiaan di medan lara. 

Gempa tektonik dan tsunami di Pulau Flores (Misi Kemanusiaan di Ende) tahun 1992 
Gempa Selat Makassar di Tolitoli Sulawesi Tengah tahun 1996
Tim Medis UNHAS di konflik Ambon, 1999
Brigade Siaga Bencana Indonesia Timur (BSBIT) di Timor-Timor dan Ternate
Tim Medis Indonesia di Pakistan tahun 2001, Gempa Iran 2003
BSBIT Tsunami Aceh 2004, Gempa Jogja (2006), Gempa Padang (2009)
AMDA Indonesia Gempa Jepang 2011

Lebih dari dua dekade terjun di pelbagai misi kemanusiaan di bidang kesehatan, menjadi catatan keteladanan penting untuk para penerusnya. Lebih dari 13 penghargaan atas kerja kemanusiaan diraih oleh suami dari Dra. Rushanti A Beso, ayah dari tiga anak (dua di antaranya bergelar dokter). Dosen teladan UNHAS tahun 1986 ini adalah juga peraih penghargaan dari KPU & IDI sebagai anggota Tim Pengarah Pemeriksaan Kesehatan Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019. Dalam setiap perjalanan kariernya, ada catatan penghargaan yang menjadi buah kerja tulus dalam misi kemanusiaan.

Selaras dengan pesan yang Prof Idrus sampaikan kepada keluarganya, di halaman pembuka buku biografi ini, tentang sabar dan ketulusan. Dengan senang hati saya menuliskan kembali kutipan inspiratif Prof Idrus:



Maka lakukanlah segala kebaikan sekecil apapun, karena kamu tidak tahu kebaikan mana yang menghantarkanmu menuju ke syurga. 

Sabar itu pahit, jujur itu pahit, dan ikhlas itu sangat pahit, namun semua yang pahit menyembuhkan segala macam penyakit.

Apapun masalahmu jangan pernah menyerah, apapun rintangan tetap bertahan, badai akan berlalu mentari akan bersinar. Masih ada Allah yang kuasa. 

Jangan pernah menghitung apa yang telah kau berikan, tapi ingatlah apa yang kau terima.

Jalan Tuhan belum tentu yang tercepat, bukan juga yang termudah, tapi sudah pasti yang terbaik.


Pada akhirnya, saya hanya mampu bersyukur dan berterima kasih atas keteladanan Bapak Prof Idrus A Paturisi. Doa menyertai, semoga selalu sehat dan menginspirasi, berkah usia untuk dr Idrus di usianya ke-70 pada 31 Agustus 2020 lalu. 




Kuliner Baru di Serang Khas Pasundan Siliwangi Bolu Kukus


Jujur, sebagai warga Banten yang lahir dan tinggal di Tangerang, saya justru enggak begitu hapal destinasi kuliner di Banten. Kalau menyebut kota Serang, Banten misalnya, yang teringat hanya pecak Bandeng.  Bahkan kalau menyebut Kota Tangerang, saya pun hanya bisa paham kawasan tekstil Cipadu-Kreo tempat saya tinggal kembali pulang, setelah hampir 20 tahun berkelana di luar kandang. Saya selalu suka kulineran berlatar muatan lokal. Ini saya temukan saat kulineran Siliwangi Bolu Kukus, dalam pembukaan toko resmi kelimanya, di Pakupatan, Serang, 26 Juli 2020. 


Meski enggak jago kandang, saya mengikuti update informasi tanah kelahiran dari internet. Bahkan sebelum Pandemi, saya dan suami sempat nekat ingin membeli rumah di Serang. Jaraknya tak jauh, hanya satu jam berkendara lewat tol, dari rumah orangtua. 


Bertualang selalu jadi jiwa saya dan suami sepertinya, namun belakangan tak ingin jauh dari kampung halaman. Keinginan menyusuri Banten sudah lama ada dalam agenda kami, satu persatu mulai kesampaian. Setidaknya mulai dengan menetap tinggal di wilayah yang dulunya masih bagian Jawa Barat lalu mandiri menjadi Banten. 


Bersuku Betawi aseli dari Tangerang, namun bagi saya, tanah Pasundan - Siliwangi memang kuat terasa di Banten ini. Perpaduan multikultur terasa di tanah kelahiran saya ini. Makin penasaran menelusurinya, termasuk kulinernya. Di masa new normal dengan segala protokol kesehatan dan tatanan baru, saya malah jadi lebih berkesempatan menelusuri Banten. Saya suka sejarah dan belajar sejarah silsilah selalu menyenangkan. Lantaran punya banyak waktu bersama orangtua, saya jadi belajar banyak tentang tanah kelahiran. Ditambah lagi, datang kesempatan kulineran di Serang. Singgah ke toko bolu kukus bernama Siliwangi, dengan filosofinya yang kuat tentang oleh-oleh khas Pasundan. 


Meski Banten bukan lagi bagian dari Jawa Barat, namun tanah Pasundan tak lepas darinya. Suasana Pasundan juga saya rasakan sendiri kalau berkunjung ke kerabat di Serang, Banten. Ya bahasa, adat istiadat, dan makanannya.Ini hasil penelusuran singkat saya kulineran di Serang, berawal dari Siliwangi Bolu Kukus.Toko dan Varian Baru Siliwangi Bolu Kukus, dari namanya saja sudah mewakili slogan oleh-oleh khas Pasundan. 


Penamaan merek terinspirasi tokoh penting dalam sejarah, seperti ingin menegaskan kepemimpinan. Memimpin usaha kuliner di tanah Pasundan.Satu persatu dibuktikan oleh Siliwangi Bolu Kukus. Dalam setahun mulai 2019, ada 5 toko resmi di Bogor, Cibinong, Bandung dan Serang. Saya penasaran kenapa memilih Banten. Ternyata ada filosofinya, dan lepas dari itu, fakta di lapangan, reseller dan mitra bisnis Siliwangi Bolu Kukus sudah berjalan baik di Banten. 


Fans bolu kukus buatan pabrikan di Bogor ini tersebar di provinsi Banten, termasuk Kota Serang.Itu sebab pembukaan toko resmi di Pakupatan Serang sukses, laris 1000 pembeli pertama yang mendapatkan promo beli Rp 30.000 dapat 3 pax. Padahal harga satuannya per varian mulai Rp 27.500 - 29.500.  


Banyak fans loyal yang membeli, selain harganya menarik rasanya pun bikin ingin makan lagi dan lagi. Sepotong bolu kukus saja enggak akan cukup, nagih colek lagi. Belum lagi varian rasanya yang banyak, bikin penasaran ingin mencoba setiap variannya.Sukses menggaet saya sebagai pembeli, ada 5 varian saya bawa pulang dari toko resmi di Serang. 


Saya beli varian terbaru Martabak Kacang, lalu varian lainnya Susu Lembang, Madu Odeng, Mangga Indramayu, Alpukat Mentega.Rasanya? Konsisten kelembutan tekstur bolu kukus, manisnya enggak berlebihan (kecuali varian Madu Odeng agak lebih manis diibandingkan yang lain), aromanya khas dan yang uniknya, setiap varian kuat citarasa sesuai nama variannya tanpa meninggalkan karakter utama bolu kukus.Misal, varian terbaru Martabak Kacang, meski sebagai topping saja, sensasi makan martabak tetap terasa saat menggigit bolu kukus ini. Bolu Kukus Martabak Kacang, coba bayangkan rasanya. Kalau enggak sanggup, ya sudah pesan saja. Bagi yang beruntung menikmati promo opening store 26 Juli 2020, atau promo varian baru pembelian 27 Juli beli 2 gratis 3 (sekitar Rp 50.000 ++ bisa dapat 3 pax) , selamat karena bisa berburu rasa.


Jangan sedih bagi yang enggak sempat ikutan atau kebagian promo. Beli harga normal saja, bisa diantar enggak perlu ke toko, FREE DELIVERY. Serius? Yah, enggak percaya? Saya sih sudah tanyakan langsung ke Pak Irfan, Head of Promotion & IT Siliwangi Bolu Kukus. Beneran bisa diantar GRATIS ke wilayah Tangerang, pun Jabodetabek. Tapi, harganya lebih dari beli di toko, wajar dong. Beli online dengan FREE ONGKIR harga per pax-nya ditambah Rp 2500 dari harga produk (beda varian ada yang beda harga).


Ada satu lagi varian baru, Talas Oren, talas berpadu dengan jeruk. Namun saya enggak kebagian varian baru yang ini karena ludes di 2 jam pertama promosi pembukaan toko. Dari penampakannya menyegarkan. Terbayang rasa segar dari jeruk bercampur talas, dalam sajian bolu kukus. Akhirnya saya bisa menikmati varian baru Talas Oren Siliwangi Bolu Kukus, rasa dan aromanya segar. Kelembutan tekstur bolu kukus khas SBK tetap setia. Rasa talasnya kuat berpadu mesra dengan jeruk. Manis segar dan warnanya ungu berpadu kuning makin menambah selera makan. Lengkap kombinasi rasanya untuk teman seruput teh panas. 




Varian lainnya enggak kalah bikin nagih. Saya suka Alpukat Mentega, rasa alpukatnya kuat terasa berpadu manis pas di lidah saya dengan bolu kukus yang lembut. Taburan keju di atasnya pun tak berlebihan namun bukan sekadar jadi pemanis. Saya yang enggak suka keju lahap menyantap Siliwangi Bolu Kukus Alpukat Mentega. 


Varian lainnya? Banyak variannya, semua ingin coba. Untuk Madu Odeng yang namanya khas Pasundan, agak lebih manis dari Susu Lembang. Saya enggak begitu suka roti/kue yang terlalu manis. Meski begitu, semua varian manisnya engga kebangetan.


Siliwangi Bolu Kukus memadukan buah-buahan sebagai topping dan makanan khas nusantara lainnya. Ada juga yang belum lama rilis, Mangga Indramayu, terasa aroma dan rasa mangganya. Saya baru cobain lima dari 14 varian Siliwangi Bolu Kukus. Enggak sabar mau pesan dikirim ke rumah. Cocok untuk sarapan dan teman ngeteh.


Khas Pasundan


Filosofi merek usaha buat saya penting untuk menjadi pembeda. Siliwangi Bolu Kukus ini punya latar histori dari penamaan merek dan slogannya. Konon, 'Serang' berupa hamparan sawah yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Banten. Sultan Banten kerap melakukan seserangan atau mengontrol sawah-sawah ini. Hasil sawah di 'Serang' itu tentu saja untuk memenuhi kebutuhan istana atau sewaktu-waktu dijual untuk menyeimbangkan harga beras di pasaran.


Kini 'Serang' telah menjadi kota persinggahan sebelum bertualang berkeliling Banten atau menyeberang ke Pulau Sumatera. Serang yang memiliki ruh Kesultanan Banten merupakan bagian dari Bumi Pasundan. Meski sudah lepas dari Provinsi Jawa Barat, adat istiadatnya tidak jauh berbeda. Bahkan kasepuhan adat yang ada di Sukabumi masih menginduk pada kasepuhan adat yang ada di Banten. Itulah mengapa akhirnya Siliwangi Bolu Kukus (SBK) membuka store kelimanya di Serang.


Muhammad Faizal selaku Direktur CV Boga Karya Siliwangi mengatakan, Store PP (Pakupatan) adalah store resmi ke-5 Siliwangi Bolu Kukus yang telah tersebar lebih dahulu hadir di Bogor, Bandung, dan Cibinong. "Ini adalah salah satu upaya kami untuk terus berkarya dalam bingkai pelestarian khasanah makanan nusantara khususnya di Bumi Pasundan." tutupnya.





Testimoni saya juga bisa dilihat di Instagram ya. 


Untuk pemesanan online FREE DELIVERY (harga pemesanan online per pax ditambah Rp 2500) silakan hubungi Layanan Pelanggan Siliwangi Bolu Kukus 
CALL CENTER 1500 556
CHAT CENTER (Whatsapp & Telegram) 0811 825 0044


Ikuti update Siliwangi Bolu Kukus di Line, Youtube dan akun media sosial klik saja https://linktr.ee/siliwangibolukukus


Kompilasi Lagu Lawas Bikin Baper Sekaligus Mood Booster



Wah gini yah rasanya. Punya mood booster tapi tetap bikin baper ambyarr.

Campur aduk rasa flashback bongkar folder memori lama di kepala dan terkejut sendiri dengan efeknya. Itu rasanya saat pagi hari dengerin playlist Spotify yang isinya kompilasi lagu lawas (90-an) bercampur dengan sedikit lagu milenial (mulai 2000-an). Ini terjadi satu jam setelah temani pasangan sahur, berusaha istirahat sebentar, antara enggak ingin tidur karena takut kesiangan kontrol dokter, tapi ingin rebahan. Akhirnya malah ambyar, gagal rebahan malah terjaga dengan kombinasi rasa sendu haru campur syukur bahagia.



Di rumah kontrak sederhana tapi terasa nyaman bagiku itu, sengaja buka jendela supaya cahaya pagi sendu masuk leluasa. Setelah beberes ruang utama, rebahan di sofa, matikan lampu, lalu pasang Spotify. Niatnya rebahan istirahat tipis aja karena jam 8 harus berangkat ke RS ambil obat bapak, lalu lanjut siang kontrol dokter paru saya. Yang ada bukan istirahat tapi iringan lagu-lagu lawas era 90-an malah bikin saya galau sendu. Efek lagu-lagu itu langsung mengaktifkan otak saya untuk membongkar folder lama di kepala. Lalu terbayang masa-masa 10-15 tahun lalu, bahkan sekilas masa remaja pun terbayang nyata. Arrggggg antara sendu mendayu, senyum-senyum sendiri, ambyaarrr semua rasa.

Seperti Buka dan Baca Diary
Bagi yang pernah punya buku diary alias buku curhatan galau saat lagi merasa sendirian, mungkin bakal paham yang saya maksud ini. Jadi, lagu-lagu yang diputarkan aplikasi musik ini bikin saya seperti sedang membuka diary yang enggak sengaja terbuka lagi di depan mata, lalu pelan-pelan dibuka dan dibaca isinya.

Sambil dengarkan lagu-lagu dari playlist aplikasi itu, saya coba ingat-ingat, lagu itu pernah saya dengar kapan dan sedang merasakan apa? Saya penggemar musik tapi bukan penikmat musik sejati yang kapan di mana aja enggak lepas dari earphone untuk menikmati lagu dalam perjalanan atau ketika sendirian. Saya suka musik dan tidak mengharamkan musik. Bahkan saya tumbuh bersama musik. Dahulu kala, saat masih anak-anak, saya terpapar musik dari kakak-kakak yang semuanya lelaki. Mereka punya sound system besar, ada mic juga, dan mereka fans musisi Indonesia lawas seperti Iwan Fals dan Benyamin. Pun terkadang terpapar juga dengan lagu barat yang "viral" saat itu. Lalu, efeknya saya jadi suka dan bahkan bersahabat setia dengan radio. Sejak remaja, radio jadi sahabat kesendirian saya. Tapi ya itu tadi, saya enggak selalu dengar musik apalagi saat berkarier sebagai jurnalis, mengurus anak sampai terpisah selamanya dengan anak, lalu masa-masa berduka hingga saat menulis ini, mendengarkan musik yaa secukupnya enggak tiap saat juga. Bahkan saat membaca buku saja, enggak selalu pasang musik. Saya cukup bisa menikmati keheningan atau fokus dengan satu kegiatan tanpa iringan lagu dan musik. Percaya atau enggak, ponsel pintar saya bahkan enggak ada playlist musik. Ajaib ya. Dulu, sejak punya ponsel pertama kali, saya lebih suka dengar radio lewat ponsel ketimbang punya playlist musik di ponsel.

Namun, sejak pandemi Covid19, ketika semua aktivitas terhenti dan kita patuh di rumah saja, saya mulai terhubung lagi dengan musik, pasang playlist lagu jadi salah satu rutinitas di rumah. Bahkan akhirnya memutuskan langganan Spotify. Ditambah lagi, jauh hari sebelum pandemi, pasangan membelikan speaker mini JBLyang memang bikin semangat dengerin musik. Makin jadi rutinitas menyenangkan ini.



Sampai akhirnya pada hari saya menulis ini, musik bikin ambyar rasa karena playlistnya membawa saya kembali ke belasan tahun lalu dengan rollercoaster perjalanannya.

Saya terkejut sendiri dengan efek kompilasi lagu ini. Setiap lagu itu seperti punya kenangan. Jadi langsung terhubung dengan rasa dan peristiwa yang pernah dialami bertahun-tahun lalu lamanya. Rasanya kuat sekali dan benar-benar teringat bagaimana lagu-lagu itu menemani setiap rasa dan peristiwa sepanjang dikasih nafas, dari nafas lega, terengah-engah, sesak nafas sampai akhirnya bernafas lega lagi.

Makin diresapi makin ambyarrr. Ada beberapa detik rasanya, saya merasa enggak kuat dengan efeknya. Karena seperti membongkar luka lama yang berusaha disembuhkan sepanjang hidup. Bukan, ini bukan soal mantan atau luka hati karena perlakukan semena-mena orang-orang yang pernah jadi cerita dalam perjalanan menjadi Wawa sekarang ini. Ini akumulasi rasa. Yang pasti lagu-lagu itu menemani masa remaja dengan cinta pertama yang berujung kekecewaan karena merasa diperlakukan tidak adil. Lalu beranjak ke masa perlawanan pun pergulatan batin masa putih abu-abu sampai lulus kuliah. Lagu-lagu yang juga menemani di masa sulit mencari pekerjaan yang layak, masa ketika bekerja di perusahaan rintisan dan tidak dibayar, masa berjuang dengan karier jurnalis, sampai akhirnya di titik berhenti berkarier dan memutuskan menjadi pekerja mandiri untuk bisa membagi waktu mengurus anak. Masa tersulitnya adalah ketika mengurus anak, mengurus rumah yang akhirnya bisa dibeli dari jerih payah berdua pasangan, sampai akhirnya menjual rumah meninggalkan kenangan indah sepeninggal Dahayu, anakku.

Playlist lagu itu bikin luka batin tergores lagi, perih. Sadar diri enggak ingin meratapi masa lalu, akhirnya saya bangkit dari rebahan. Gagal istirahat tipis, bangun dari sofa, setting keyboard dan akhirnya menulis ini. Writing for healing, release feeling. Berhasil? Lumayan, karena saya jadi enggak terbawa perasaan mengingat luka batin dari semua peristiwa yang pernah dialami dalam perjalanan sampai setua sekarang ini. Lalu saya seperti diingatkan, ya, saya sudah menua. Banyak perjalanan cerita dari lagu-lagu yang menyertai di setiap fase.

Lalu yang muncul kemudian adalah rasa syukur, begitu banyak rasa, peristiwa, pengalaman. Bersyukur, semesta berikan kesempatan meresapi makna dan hikmah dari setiap cerita, bukan dengan menyesali, meratapi, mencari kesalahan atau bahkan menyalahkan keadaan. Terima kasih semesta untuk itu.

Saat saya tuntas menulis ini, berikut daftar lagu yang menemani. Di setiap alunan lagunya, masih kuat membawa saya ke masa dan fase yang berbeda. Saya tiba-tiba merasa kaya. Kaya rasa dengan berbagai pergulatan, susah senang, sedih bahagia, khawatir, takut, bersemangat, berenergi, dan saya bahagia karena masih punya rasa syukur atas apa pun yang saat ini dipunya, berusaha berjuang untuk enggak lemah atau merasa lemah atas apa yang tidak/belum dipunya.

Efek song list yang ajaib. Ohya, lagu-lagu ini juga mengingatkan saya tentang indahnya perjalanan menelusuri Nusantara. Satu tempat yang selalu muncul di kepala adalah Bali. Membayangkan nanti setelah semua pandemi ini berakhir, jika ada umur, ingin lagi ke Bali, merasakan udara alam terbuka, angin pantai, sejuknya perbukitan dengan alunan gending Bali dan membiarkan wajah saya tertampar angin saat berkendara, menikmati pemandangan sambil mendengarkan musik lewat earphone yang menempel setia di telinga. Indahnya mengingat memori itu, lebih indah lagi jika bisa mengulangi bahkan menambah memori dengan rasa baru, rasa syukur berbahagia.





Random Song List
I Love You Always Forever - Donna Lewis
I Don't Want to Miss a Thing - Aerosmith
Everything I Do (I Do It For You) - Bryan Adam
Truly Madly Deeply - Savage Garden
Love Me Like You Do - Ellie Goulding
Hey There Delilah - Plain White
All of Me - John Legend
Senorita - Shawn Mendes
Right Here Waiting - Richard Marx
Marry You - Bruno Mars
Love is All Around - Wet Wet Wet
This Love - Maroon 5
Can't Stop The Feeling - Justin Timberlake
Let Me Love You - DJ Snake
A Thousand Miles - Vanessa Carlton
Hey, Soul Sister - Train




Belanja Online Hunting Diskon Aksesoris Bermerek di Mapemall




Enam bulan sudah swa karantina di rumah. Loh kok enam bulan? Bukannya kebijakan di rumah saja dan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB semasa pandemi Covid19 berlaku bertahap mulai Maret-Mei 2020? Sebagian besar orang bertahan beraktivitas di rumah selama sekitar 2-3 bulan terakhir.

Ya, kasus pribadi saya memang berbeda. Saya harus berdiam di rumah karena penyakit paru. Beraktivitas di rumah akan lebih aman dari saya terpapar asap rokok dan polusi, juga lebih banyak adaptasi dengan pola baru. Kemudian bersama warga dunia lainnya bersama berjuang bertahan beradaptasi di rumah semasa pandemi.

Nah, salah satu kegiatan selama di rumah adalah belanja online. Jujur, saya jadi sering cuci mata lewat situs belanja. Jadi, saat semua orang harus di rumah dan PSBB berlaku, makin jadi hobi belanja online ini. Kadang hanya memantau update situs belanja online, kadang jika memang membutuhkan barang atau sedang ada promosi barang di troli belanja, ya langsung beli. Selain memang belanja online memudahkan karena cukup klik lalu barang pilihan diantar ke rumah, sesuai dengan anjuran jaga jarak fisik dan sosial di masa pandemi ini.



Meski sebenarnya belanja online sudah menjadi rutinitas untuk memenuhi kebutuhan utama juga lifestyle, namun tetap ada satu kebiasaan lama yang bikin kangen. Saya kangen ke mal termasuk ke toko yang menjual barang original. Datang ke toko, lihat tren kekinian, jika memang sesuai budget dan kebutuhan, langsung hunting authentic brand ke mal ternama.

Namun, masa pandemi membuat hampir seluruh mal ternama di Jabodetabek, tutup. Kebiasaan hangout di mal atau kadang bekerja di mal pun berhenti seketika. Apalagi hunting pakaian atau aksesori oroginal di toko yang memberikan sensasi khas, tidak bisa lagi dilakukan beberapa bulan terakhir.

Saya termasuk tipe pebelanja yang agak teliti kalau soal pakaian dan aksesoris. Biasanya saya belanja online hanya untuk kebutuhan rumah tangga misal bahan pokok atau kebutuhan interior rumah. Tapi kalau soal fashion beberapa kali agak kecewa belanja online. Jadi saya hanya merasa nyaman kalau belanja fashion dan aksesoris dengan datang langsung ke toko atau beli langsung dari desainer lokal atau pebisnis fashion yang saya kenal baik.

Hasil berselancar internet selama di rumah, saya akhirnya punya solusi untuk belanja online barang original terutama fashion dan aksesori. Tahu dong produk MAP? Soal orisinalitas authentic brand, enggak diragukan lagi. Tanpa harus datang ke mal, kita bisa belanja melalui MAP online Indonesia. Jadi, barang original bisa didapati melalui mapemall.com yakni situs belanja online pertama dengan teknologi O2O (Online to Offline). Jadi, kita bisa belanja melalui online dan mengambil barang langsung di toko offline) untuk produk-produk authentic. Belanja lewat situs atau aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung atau pick up in store dan bisa juga pilih home delivery. Solusi banget kan, easy shopping 2020 bisa dibilang.




Ada apa saja di Mapemall?
Kunjungi situs belanja mapemall.com atau bisa juga melalui aplikasinya. Hampir semua kategori kebutuhan yang biasa kita lihat di mal, tersedia. Mulai fashion wanita, pria, anak-anak, beauty, sports, home& living, travel, mainan anak-anak, stationaries, aksesori, elektronik dan gadget. Nahh, saya penasaran dengan kategori aksesori, ini hasil perburuan saya.



Belakangan, saya mulai suka koleksi kacamata, dan punya wish list koleksi jam tangan dan perhiasan. Beberapa kali jelajah internet, saya suka intip produk-produk wish list itu di beberapa akun medsos dan situs belanja. Enggak bisa dipungkiri, kualitas dan reputasi brand memang berpengaruh. Alhasil, beberapa kali belanja online saya agak kecewa dengan hasilnya. Membuka situs Mapemall bikin saya sumringah, karena produk kacamata, jam tangan, perhiasan harganya tidak berbeda jauh dengan yang selama ini saya lihat di situs lain. Bedanya, di Mapemall saya merasa aman dan nyaman karena bisa dipastikan barang original.

Ditambah lagi dengan beberapa fitur yang bikin nyaman belanja online seperti fitur size accuracy untuk fashion (memberikan gambaran size yang sesuai pilihan kita). Fitur Just for You juga menarik, jadi ada style advisor sesuai karateristik pembeli. Ada lagi fitur “Milla” sebagai personal stylist. Nah fitur Pay & Pick (sebelumnya namanya Click & Collect) ini buat kamu yang ingin ambil barang langsung di toko.

Makin seru karena saat ini ada promo khusus pembelanjaan Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk Ramadan dan Idul Fitri menghadiahkan diri sendiri dan kesayangan dengan belanja online barang originial. Masih dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri, ada juga Midnight Sale, Buy 1 Get 1,  sampai dengan 24 Mei 2020.

Bagi pemilik kartu membership MAPCLUB,  juga bisa menukarkan poin dengan voucher belanja atau Gift Voucher. Nah saat reedem MAPCLUB Poin ini bisa mendapatkan benefit Super Double Bonus, artinya nilai poin berlaku ganda, yakni akan mendapatkan dua kali lipatnya. Program promo ini berlangsung hingga akhir juni 2020. Jadi, buruan manfaatkan penawaran membahagiakan hati ini.

Bisa belanja apa saja? Ada lebih dari 160 merek internasional, Authentic Brand di Indonesia seperti Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo, dll.

Kalau saya sih berhasil masukkan beberapa aksesoris pilihan, dengan diskon menggiurkan, ke troli belanja. Diskon Ramadan & Idul Fitri Deals nya bikin bahagia. Penghibur saat mulai mati gaya di masa pandemi ini. Asyik banget bisa tetap belanja barang original di rumah.



Daripada penasaran, langsung saja intip Instagramnya dan untuk mempermudah download juga aplikasinya.
@mapemall_com
@mapemall_shop
#MapYourStyle
#AtHomeWithUs




Transaksi Online di Showroom Digital Auto2000 Digiroom


Transaksi di dealer resmi Toyota, Auto2000, mulai 2020 lebih praktis cukup klik bisa belanja online lewat ponsel pintar dari rumah. Pas banget saat harus jaga social distancing melawan Covid19, terobosan ini solutif buat keluarga. Kalau bingung, tenang ada Tasia yang bakal online siap bantu transaksi. 





Auto Family, begitu sebutan Auto2000 untuk pelanggan setianya, mulai Maret 2020 bisa akses website resmi www.auto2000.co.id yang berganti menjadi e-commerce website, Auto2000 Digiroom. Jadi dengan klik website e-commerce ini, kita bisa transaksi beli mobil baru, suku cadang, layanan servis kendaraan dan aksesoris resmi Toyota di Indonesia. Cocok nih buat kondisi saat ini, pun dalam kondisi normal cocok buat yang serba sibuk.Digiroom diklaim sebagai digital showroom Toyota pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bukan hanya belanja otomotif secara online, platform ini berikan promo sesuai lokasi, bisa pilih metode pembayaran transfer, kartu kredit, atau leasing. Untuk proses administrasi, cukup pakai digital signature untuk tanda pemesanan kendaraan, bahkan bisa kirim dokumen via online. Serba digital banget kan. Proses transaksi juga pakai teknologi Optical Character Recognition. Jadi begitu registrasi pakai akun Google atau Facebook, dengan upload KTP maka form otomatis terisi. 




Kalau beli mobil lewat e-commerce ini, kita bisa tracking online, termasuk approval pengajuan kredit. Servis kendaraan juga bisa klik aja dari rumah, nah ini penting buat saya yang punya mobil tapi enggak bisa nyetir (alias selalu disetirin suami ke mana-mana). Untuk booking servis berkala di bengkel Auto2000 bisa pilih lokasi bengkel. Jadi sistem langsung cek mana bengkel yang siap terima permintaan layanan servis. Canggih kan Auto2000 Digiroom?

Untuk layanan THS-Auto2000 Home Service, pelanggan Toyota bisa servis kendaraan #DiRumahSaja. Bahkan lewat website bisa tracking posisi teknisi THS, status pekerjaan bengkel, THS, dan body repair, termasuk notifikasi begitu order sudah selesai. Lewat showroom digital ini, kita bisa juga booking layanan perbaikan bodi kendaraan Toyota. Buat yang hobi modifikasi kendaraan, pembelian suku cadang atau aksesoris sampai atur jadwal pemasangan di cabang Auto2000 juga bisa transaksi via www.auto2000.co.id. 

Dengan semua layanan ini, perawatan mobil keluarga jadi lebih mudah semua bisa dipesan dari rumah aja sambil work from home. Sebagai pengguna Toyota, saya kebantu banget meski belum trial layanannya tapi kabar baik ini dah bikin sumringah. Sudah waktunya servis berkala soalnya, dan biasanya hanya andalkan suami aja bawa mobil ke showroom. Sekarang semua bisa dikerjain mandiri tinggal klik aja di ponsel akses Auto2000 Digiroom.



Bagi yang mau beli mobil baru mencoba transaksi online lewat website Auto2000, ini ya tahapannya:

1. Masuk ke website Auto2000.co.id
2. Login menggunakan akun Facebook atau Google.
3. Melakukan window shoping dan memilih mobil yang tepat sesuai dengan kebutuhan
Andy.
4. Simulasi kredit lewat perusahaan leasing yang berkolaborasi dengan Auto2000 sehingga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki.
5. Memasukkan kode promo untuk memperoleh keuntungan dari program promo yang
ditawarkan.
6. Submit dan upload dokumen yang dibutuhkan untuk syarat pembelian mobil baru Toyota, di antaranya KTP 
7. Memilih sistem pembayaran, dengan opsi transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing.
8. Jika ingin test drive, bisa memilih opsi Test Drive dan menentukan waktu dan lokasi.
9. Sales Advisor Auto2000 terdekat dari lokasi yang ditentukan akan memproses transaksi lebih lanjut.
10. Bisa tracking status pembelian lewat situs Auto2000.co.id ini sehingga bisa mengatur waktu saat proses delivery.
11. Memberikan rating dan review setelah proses pembelian mobil selesai.





Oya banyak promo juga nih di e-commerce Auto2000 Digiroom, dan bisa beli mobil bekas berkualitas juga. Tanya Tasia aja kalau ada yang bikin penasaran yaa. Itu loh, chatbot otomotif pertama di Indonesia yang dirilis Auto2000 pada 2019 lalu. Tasia online terus buat bantu transaksi.