Sinergi Pentahelix Kalahkan Kusta

04.50.00 wawaraji 0 Comments




Indonesia jadi satu dari tiga negara tropis di dunia, dengan kasus kusta tertinggi, setelah India dan Brasil. Ini bukan prestasi untuk dipertahankan tentunya. Bersama warga dunia lainnya, dalam peringatan Hari Kusta Sedunia yang diperingati 28 Januari bertema global "Beat Leprosy", bukan waktunya lagi bergerak sendiri-sendiri. 

Upaya kolaboratif dengan pendekatan pentahelix atau multipihak yang mencakup unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media jadi kunci jika ingin eliminasi kusta di Indonesia. Perlu diketahui juga penyakit kusta yang disebabkan bakteri bernama Mycobacterium leprae ini menjadi masalah dunia. WHO mencatatkan penyakit kusta ditemui di lebih dari 120 negara di dunia dan setiap tahunnya ada lebih dari 200.000 kasus baru. 

sumber: https://www.who.int/news-room/events/detail/2024/01/28/default-calendar/world-leprosy-day-2024


WHO merilis strategi zero global leprosy 2021-2030, menyerukan dunia fokus pada tiga hal yakni Zero Transmisi, Zero Disabilitas, Zero Stigma. Dalam talk show Ruang Publik KBR bersama NLR Indonesia yang disiarkan Live Streaming di saluran Youtube Berita KBR dua narasumber yang hadir virtual menjelaskan implementasi mencapai dunia bebas kusta pada tahun 2040 nanti. Hadir sebagai narasumber dalam program SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta) oleh NLR Indonesia Agus Wijayanto MMID - Direktur Eksekutif NLR Indonesia dan Hana Krismawati, M. Sc - Pegiat Kusta dan Analis Kebijakan (Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan-Minister Office).


Kalahkan Kusta

Penyakit kusta bisa sembuh dan tidak semudah itu menular. Layanan kesehatan untuk pasien kusta saat ini juga lebih dekat sudah dirawat di puskesmas terdekat. Seseorang bisa tertular kusta hanya jika transmisi bakteri terjadi melalui kontak intens dari droplets melalui hidung dan mulut pasien yang tidak memeriksakan diri, atau tidak dalam perawatan. 


“Kusta tidak semudah itu menular, harus terjadi kontak intens dengan pasien paling tidak 8 bulan, serumah, tinggal bersama 8 jam setiap harinya,” jelas Hana. 


Namun begitu sudah terdiagnosa kusta, perilaku utama yang harus dilakukan adalah jujur tanpa rasa malu melaporkan kepada petugas kesehatan, selain jujur kepada keluarga sebagai support system. Pasien kusta memerlukan perawatan jangka panjang dengan multidrug therapy (MDT). Orang dengan imun rendah, kurang nutrisi dan memiliki sejumlah faktor kerentanan lainnya dapat terinfeksi bakteri, termasuk penyakit kusta.



Stigma Kusta Tidak Relevan


Menurut Hana, tidaklah lagi relevan stigmatisasi kusta dan mengaitkan kusta dengan penyakit keturunan. Studi di China menunjukkan kerentanan kusta dipengaruhi juga faktor genetik namun bukan penyakit keturunan. Penularan kusta di luar faktor genetik sangat bisa dikendalikan. 

Bukti-bukti ilmiah sudah membuktikan sehingga stigma kusta tidak relevan, kata Hana. Justru saat ini dibutuhkan lebih banyak peran akademisi untuk melakukan riset mengenai kusta di Indonesia. 

Akademisi merupakan salah satu unsur pentahelix yang berperan penting untuk kalahkan kusta terutama stigma terhadap pasien dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). Tentunya peran pemerintah termasuk pemerintah daerah, sinergi pusat dan daerah penting untuk kesehatan adil dan merata. Unsur yang juga berperan penting adalah media. Kolaborasi pentahelix perlu lebih massive dijalankan untuk eliminasi kusta di Indonesia.


Upaya Massive dan Kolaborasi Pentahelix


Agus, Direktur NLR Indonesia, menegaskan upaya terintegrasi bersama masyarakat penting untuk eliminasi kusta selain peran utama pemerintah. Bahkan dalam roadmap eliminasi kusta, komunitas mendapatkan peran krusial untuk mencapai tujuan zero kusta. Lintas lembaga pun harus terlibat bukan hanya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota namun juga Dinas Sosial. Ada OYPMK yang harus mendapatkan layanan dasarnya. 

"Perlu upaya lebih massive untuk menemukan kasus baru. Potensi penularan tinggi kalau masih ada stigma dan menyembunyikan kasus," kata Agus.

Sebagai organisasi nirlaba berbadan hukum yayasan yang berafiliasi dengan organisasi dunia di enam negara berfokus pada eliminasi kusta, NLR Indonesia berkomitmen melanjutkan upaya kolaboratif. 

Selama lima tahun ke depan, NLR Indonesia menargetkan advokasi kebijakan daerah eliminasi kusta baik program dan anggaran. Selain mengalokasikan sumber daya untuk mendukung upaya pencegahan secara masif termasuk pendampingan petugas kusta di Puskesmas serta meningkatkan kapasitas nakes. OYPMK juga menjadi perhatian dengan lebih menyuarakan lagi kepentingannya kepada pengambil kebijakan. 

Berjejaring mengupayakan gerakan masyarakat sipil, pegiat kusta, pegiat disabilitas, mendorong inklusi perlu dilakukan lebih masif untuk menyuarakan zero kusta. 



Kolaborasi Ruang Publik KBR bersama NLR Indonesia dan komunitas



You Might Also Like

0 comments: