Penasaran Legoland Malaysia Efek Nonton The Lego Movie 2 di Jakarta




Permainan LEGO sudah sangat akrab di telinga tapi jujur saya bukan penganutnya. Beberapa kali di mal ternama di Jakarta juga pernah membangun legoland ala pusat belanja. Namun sekali lagi karena bukan peminat, saya menanggapi biasa saja. Semua berubah ketika akhirnya saya menonton The Lego Movie 2, padahal belum pernah juga menonton film pertamanya.

Nobar The Lego Movie 2 di Jakarta pada Februari 2019, sekaligus menjadi kunjungan Legoland Malaysia Resort  yang membawa kabar terbaru dari Johor Bahru. Banyak wahana baru di Legoland Malaysia Resort. Alhasil, saya merespons semua  hal baru ini dengan hati senang, sambil berharap semoga ada waktu luang dan rejeki untuk mengunjungi Legoland Johor Bahru Malaysia, dan menginap di hotel dalam kawasan Legoland.

Soal film The Lego Movie 2, tak perlu banyak cerita, silakan ke bioskop saja. Kesan yang saya dapati, menyenangkan mencoba hal baru dan betapa kreativitas tingkat tinggi yang dimiliki penggila Lego.

Film ini juga membawa pesan baik untuk keluarga. Lego bisa memisahkan kakak adik beda gender sekaligus bisa mempersatukan jika saja mau berbagi kreasi bersama. Permainan Lego juga terbukti bisa menemani perjalanan kreativitas anak sesuai siklus hidupnya, dari kecil hingga tumbuh dewasa. Alih-alih membangun dunia masing-masing, kenapa tidak membangun bersama, supaya kesempatan bermain tidak dibatasi orangtua lantaran anak-anak egois bermain sendiri bukan bersama-sama.

Loh kok saya jadi cerita film The Lego Movie 2 ya. Semoga tidak spoiler, meski ternyata di luar sana ada loh komunitas pecinta spoiler,  yang jumlahnya memang belum sebanyak mereka pembenci spoiler.




Saya hanya mau bilang, gara-gara nonton film ini saya jadi suka dengan Lego. Baru sebatas suka belum ke tahap sangat ingin memiliki. Lego itu sungguh menantang ya ternyata. Nah, tapi saya malah jadi penasaran dengan Legoland di Malaysia. Kalau permainan Lego saya bikin saya penasaran, apalagi dengan destinasi wisata keluarga dengan lebih dari 70 wahana, pertunjukan, dan atraksi, bernama Legoland Malaysia Resort.

Disebut sebagai destinasi liburan keluarga karena wahana bertemakan LEGO ini memang menyasar anak usia 2-12 tahun. Bagi orang awam seperti saya, coba saya bantu jelaskan apa sih Legoland Malaysia Resort ya.

Jadi, Legoland Malaysia Resort menyatukan Legoland Theme Park, Taman Air dan Hotel dalam satu kawasan. Destinasi wisata ini merupakan bagian dari Merlin Entertainments yang memiliki 15 atraksi di Asia termasuk Maddam Tussaud, dan 109 atraksi di seluruh dunia serta 12 hotel di lokasi hiburan di 23 negara dan 4 benua.

Masih soal Legoland Malaysia Resort, destinasi ini meraih penghargaan Innovative International Theme Park oleh Brandlaureate International  Awards Singapore pada tahun 2018. Penghargaan lain untuk Legoland Malaysia Resort adalah menjadi satu dari 10 taman hiburan terbaik di Asia.  





Dalam kunjungannya ke Indonesia, ke Jakarta tepatnya, Kurt Stocks General Manager Legoland Malaysia Resort mengapresiasi visitor dari Indonesia yang masuk dalam top 5 selama tujuh tahun terakhir. Wow! Hebat ya, Legoland Malaysia sudah menjadi destinasi wisata favorit keluarga Indonesia.

Atraksi Favorit, Pesan Tiket Wahana dan Kamar Hotel



Pada acara yang sama, Andes Wong, Marketing Manager Legoland Malaysia Resort saya tanyakan mengenai atraksi favorit orang Indonesia. Andes bilang pengunjung Indonesia, atau keluarga Indonesia sangat menyukai Ninjago dan Water Park di Legoland Malaysia Resort. Jadi kalau datang ke wahana ini pada liburan sekolah sekitar bulan Juni, siap-siap reuni dengan sesama orang Indonesia di Malaysia ya.

Menurut Andes, waktu terbaik memang Juni karena cuaca juga mendukung.  Lantaran banyak sekali atraksi permainan bertema Lego, biasanya orang Indonesia tinggal di Johor Bahru selama lima hari liburan keluarga. Tiga hari dua malam dihabiskan di hotel kawasan Legoland ini. Efektifitas jadi alasan utama supaya puas main di Legoland. Selanjutnya biasanya keluarga Indonesia mencari hotel di luar dan menjelajah Johor Bahru Malaysia baik wisata alam, kuliner, belanja maupun kebutuhan medis.

Untuk pesan tiket harga terbaiknya bisa pesan di www.legoland.my karena kata Andes, bisa ada diskon hingga 20 persen kalau booking jauh hari. Begitupun penawaran khusus harga kamar hotel  kalau pesan 60 hari sebelumnya. Harga normal Legoland Hotel Malaysia nya Rp 1,8 juta per malam untuk maksimal 5 orang termasuk 5 paket sarapan.

Rute Terbaik



Penasaran ke Legoland Malaysia? Andes menyarankan pilih rute ke Changi Singapura, lalu lanjut naik bus satu jam ke lokasi. Pilihan lainnya penerbangan ke Johor Bahru (Bandara Senai) dan Kuala Lumpur (KLIA). Dari bandara tersebut ada jalan penghubung ke lokasi. Penting dicatat, ketiga bandara ini punya penerbangan ke semua kota besar di Indonesia.

Atraksi Baru




Ini dia kabar terbarunya, Sea Life. Legoland Malaysia bakal hadirkan akuarium terbesar di Legoland dunia April 2019.

Bakal ada 50 akuarium dan wahana lainnya di lahan seluas 2,123 meterpersegi, 11 Habitat Zone, 25 Display Tank. Belum terbayang seperti apa sih, tapi coba deh imajinasikan di kepala segarnya akuarium ini sekaligus bisa jadi wahana liburan keluarga sambil edukasi keluarga tentang bawah laut.

Makin penasaran deh saya sama Legoland.

Siapa pernah ke Legoland Malaysia, boleh cerita dong supaya pemula seperti saya punya gambaran keseruannya di sana seperti apa, bagaimana biar bisa menikmati seluruh wahananya? Share yaaaa, siapa tahu ada rejeki ke Johor Bahru. Aaamiin.




Pijat Refleksi Bikin Rileks Enggak Pakai Lama

AHRA by NEST 

Fokus bekerja kejar deadline di kantor atau beredar dengan mobilitas super tinggi, ini sudah menjadi keniscayaan kekinian. Apalagi sekarang ini pekerjaan makin tinggi bergantung dengan gadget. Semua tuntutan kekinian itu bikin tubuh jadi lebih gampang kaku dan lelah, iya enggak sih? Kalau sudah begini, hak tubuh untuk rileks jadi kebutuhan banget. Pijat refleksi jadi solusi paling jitu. 

Terus ya, percaya enggak, kalau rata-rata kita itu pegang gadget lebih dari 8 jam sehari? Saya mendapati fakta ini di beberapa kelas literasi digital. Rata-rata, peserta kelas literasi digital mengaku kalau setiap harinya mengakses gadget 8 jam. Rasanya enggak pegang gadget untuk cek medsos, email, untuk pekerjaan sampai hiburan itu kok ganjil.

Nah kalau sudah begitu yang bisa kena efeknya adalah anggota tubuh, dari jari sampai punggung hingga mata semua bisa kelelahan. Anggota tubuh kita dipakai untuk menyenangkan hati lewat medsos dan gadget, pun untuk mencari nafkah darinya. 

Dulu kala, sewaktu saya masih menjadi wartawan media online, setiap hari harus menyetor artikel 10 artikel per hari. Setiap hari produksi konten, dari mulai memikirkan ide hingga eksekusi dan hasilkan karya tulisan. Untuk mengimbangi pekerjaan, saya hadiahkan diri sendiri dengan spa sebulan sekali. Pijat dan rileksasi selalu ampuh jadi cara memberikan hak tubuh untuk rileks setiap bulan selepas gajian. 


Belakangan meski sudah enggak lagi kejar target tulisan harian, ternyata mobilitas tetap tinggi dan pakai gadget cek medsos, email, pekerjaan serba online bikin badan kaku. Layanan pijat ke rumah juga makin canggih sekarang tapi saya kok ya enggak memilih itu. Bagi saya latar belakang layanan pijat refleksi dan datang ke tempat yang bikin rileks untuk pijat itu tetap jadi pilihan utama.


Doc AHRA 

Doc AHRA 

AHRA #yourhealthylifestyle Nah, awal Februari 2019 saya kenalan sama AHRA Reflexology by NEST. Saya kenal NEST Family Reflexology & Spa sejak empat tahun lalu, hingga saat ini family reflexology keluarga ini punya 16 cabang di seluruh Indonesia. 

Selain nuansa AHRA yang sejuk dengan warna hijau dan musik bikin rileks dengan gemericik air di ruang treatment, AHRA yang berasal dari bahasa sankserta bikin saya makin cinta. AHRA dalam bahasa sanksekerta artinya tempat nyaman, kalau kepanjangannya Affordable, Healthy, Relax, Ambience kata Fendy Julianto, Direktur PT Telur Emas Anugerah Mandiri (NEST & AHRA). 

AHRA berada di area pusat perbelanjaan modern dan perkantoran, dengan pelayanan dari terapis berpengalaman minimal lima tahun. Tujuan pemilihan lokasi ini memang jadi tujuan AHRA yang ingin jadi oase untuk mereka yang sibuk, rileks di tengah hiruk pikuk kota. 


Doc AHRA


Penasaran coba? Datang aja ke outlet pertamanya mumpung masih ada diskon 50% dengan aplikasi go deals Indonesia (selama masih tersedia), di AHRA Reflexology by NEST Pasaraya Blok M, LG 01 Jakarta Selatan. 

Sebaiknya reservasi dulu, supaya kebagian kamar dari 12 kamar yang tersedia dengan 17 terapis yang siap bikin rileks badan. Kalau pilihan treatment ada massage, reflexy, dry massage, dan face acupressure dengan durasi singkat hanya 45-60 menit. Harganya paling mahal Rp 200.000. Terjangkau kan? Oya konsep AHRA cashless, jadi sebaiknya top up GoPay yaa untuk pembayaran. 

Selain rileks setelah pijat, rileksasi yang lain juga dari minuman hangat dari mesin canggih berisi lemongrass, lemon atau cinnamon, pilih aja mau yang mana. Kalau saya sih suka lemongrass yang hangat dengan ada rasa jahe. 

Soal pijatan, AHRA pilih Javanese Massage, dengan penekanan di titik tertentu selayaknya refleksi dan kekuatan pijatan disesuaikan permintaan kita. Saya sewaktu mencoba perawatan tubuh AHRA minta pijatan sedang dan pas diaplikasikan ke badan. Saking rileksnya sampai tertidur beberapa saat saat pijat, semoga enggak ngorok ya. 


Doc AHRA


Minyak yang digunakan untuk pijat harum lembut tidak lengket, dibuat sendiri oleh NEST SPA, dari minyak kelapa dan zaitun. Ini penting karena namanya juga pijat cepat, tidak ada waktu mandi dan memang tidak ada fasilitas kamar mandi. Kalau ingin lebih segar bisa minta handuk panas untuk lap badan. Kalau butuh pijat sangat singkat dan praktis, pilih dry massage. Nah ini belum saya coba, nanti mau balik lagi ke AHRA. Berhubung lokasinya di mal, jadi jam buka mengikuti jam buka mal ya 09:00 – 22:00 (last order pukul 21:00). 

Apa saja promo grand opening AHRA, cek aja Instagram AHRA
Selamat menghadiahkan diri dengan rileksasi!


BCC Squad www.bloggercrony.com 

Dongeng Seru Aksi CSR Tanam Pohon di Sekolah

CSR Aston Priority Simatupang di SDN Kebagusan 01 Pagi

Anak-anak dan kegiatan mendongeng selalu klop. Storytelling memang terbukti ampuh menjadi cara menanamkan pesan juga nilai, untuk anak hingga dewasa. Membaca tulisan dengan kekuatan storytelling juga terasa mengalir sampai kita menangkap makna dan pesan darinya. 

Tepat sekali cara yang dipilih Hotel Aston Priority Simatupang dalam mengedukasi siswa Sekolah Dasar untuk peduli lingkungan. Salah satu kegiatan CSR perdananya di 2019, hotel bintang empat ini mengajak siswa SD untuk menanam pohon diawali dengan dongeng peduli lingkungan dari Kak Maulana. 

Kegiatan ini berlangsung di bulan Januari 2019, sekaligus menjadi aksi peduli Hari Lingkungan Hidup dan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap Januari. Sebagai bagian dari program CSR, Hotel Aston Priority Simatupang mencari mitra terdekat dari lokasi hotel. 





Terpilihlah SDN Kebagusan 01 Pagi dengan sekitar 900 siswa sebagai mitra kolaborasi. Hotel Aston membawa 25 pohon untuk diberikan kepada pihak sekolah dan ditanam bersama beberapa siswa dan guru, termasuk kepala sekolah. 

Aksi menanam pohon mengakhiri kegiatan CSR Hotel Aston Priority Simatupang di SDN Kebagusan 01 Pagi. Namun, sebelum menanam pohon, justru yang menjadi menarik adalah bagaimana semangat memberi dan peduli lingkungan, ditanamkan melalui kegiatan mendongeng. 

Kalau menanam pohon hanya sekadar seremonial siapa pun bisa melakukan. Namun tidak demikian yang dilakukan General Manager Aston Priority Simatupang, S Aulia Masjhoerdin bersama jajarannya. Penanaman nilai menjadi bagian penting dari aksi CSR Go Green ini, yang memang jadi agenda CSR Archipelago International, grup yang menaungi hotel Aston Priority Simatupang. 






Dongeng Kak Maulana yang atraktif dan edukatif, menjadi bagian seru dan penting dari aksi hijau ini. Kak Maulana bercerita tentang pentingnya menanam pohon dengan berbagai penokohan mulai seorang anak hingga raksasa. Anak-anak siswa SD Kebagusan 01 Pagi pun terhanyut dengan ceritanya. 

Hujan yang turun sejak acara dibuka tak menyurutkan semangat anak-anak mengikuti acara. Terutama pada bagian dongeng kak Maulana. Meski harus menepi duduk di selasar kelas, anak-anak antusias mendengarkan. Interaksi yang dibangun kak Maulana pun sukses menyita perhatian ratusan siswa SD itu. 

Anak-anak menyimak, merespons dan menurut saya mendapatkan pesan yang dititipkan melalui dongeng kak Maulana, tentang pentingnya memelihara pohon. Bukan hanya untuk lingkungan agar tetap hijau namun juga untuk kesehatan karena oksigen segar yang dihasilkan dari pohon. 

Semoga saja terekam pesan hijau di kepala anak-anak itu. Kelak mereka lah yang akan menjaga bumi warisan leluhur yang kini makin gersang. 

Pesan hijau dari dongeng kak Maulana, semakin terasa dengan praktik menanam pohon melibatkan siswa. Kepala sekolah memang hanya memilih siswa kelas tiga karena dianggap sudah mampu merawat pohon. Namun beberapa anak yang tak kebagian peran menanam pohon merasa cemburu, ingin ambil bagian. Semangat menanam pohon setidaknya mulai menular ke siswa. Harapannya, sekolah hijau dan edukasi pentingnya merawat lingkungan dimulai dari anak-anak dan dunia pendidikan. 

Go Green Hotel dan Sekolah 



GM Aston Priority Simatupang mengatakan go green memang menjadi sorotan bagi grup Archipelago International yang menaungi hotelnya. CSR akan dilakukan per tiga bulan mengikuti kalender event umum yang terkait salah satunya Hari Lingkungan Hidup. Selain menanam pohon, yang juga jadi perhatian aksi go green dari hotel dengan peringkat 50 dari 515 hotel di Jakarta ini adalah pengurangan penggunaan plastik. 

Hotel bisnis yang memiliki kapasitas meeting room berjumlah 15 dengan satu ballroom ini berkomitmen untuk melanjutkan aksi CSR. Salah satu syarat terlaksananya CSR adalah juga peduli lingkungan terdekat. Sekolah SD Kebagusan 01 Pagi dipilih karena selain memang masih masuk kawasan yang perlu dijangkau program CSR, juga karena kepedulian penanaman nilai sedari dini. 

Sekolah SD Kebagusan 01 Pagi dengan total 20 kelas untuk 634 murid ini memiliki 34 guru. Lahan sekolah seluas lebih dari 4600 meterpersegi menyisakan banyak ruang untuk penghijauan. Selain memang sekolah juga sudah ditanami pohon besar yang rindang dan lingkungan hijau. 

Aksi tanam pohon di kawasan sekolah ini tepat sasaran menurut saya karena memang lahan tersedia dan penghijauan semakin kentara. Tak hanya sekolah yang hijau, SD Kebagusan 01 Pagi juga memiliki banyak kegiatan untuk siswa. 

Kepala Sekolah, Sulamun, menjelaskan siswa boleh memilih kegiatan menari, qosidah, pencak silat, futsal, angklung, marawis, melukis. Wah, semoga anak-anak tersalurkan minat dan bakatnya ya. Dari total 20 kelas terbagi menjadi 5 kelas untuk Siswa SD kelas satu, 4 kelas untuk Siswa SD kelas dua, 2 kelas untuk siswa SD kelas tiga,3 kelas untuk siswa SD kelas empat, 3 kelas untuk siswa SD kelas lima, dan tiga kelas untuk siswa SD kelas enam. Per kelas diisi oleh 32 siswa. Semoga saja aksi CSR berikutnya bisa membantu siswa mengasah bakat dan minat yang sudah sekolah latih kepada siswanya. 

Sebagai hiburan, dalam aksi CSR Go Green Aston Priority Simatupang, hotel yang berdiri sejak Mei 2015 ini membagikan hadiah. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah merchandise. Anak-anak pun menjadi penasaran dengan hotel yang lokasinya tak jauh (15 menit berkendara) dari sekolahnya. Mereka berharap bisa berkunjung ke hotel bahkan bisa menikmati nyamannya kamar hotel. Hotel ini memiliki 277 kamar dari deluxe room, premiere, executive, junior suite, governor suite yang mewah. Setiap kamar dilengkapi dengan smart TV terkoneksi internet dan sensor digital dari pintu masuk (untuk notifikasi pengganti kertas yang biasanya bertuliskan “do not disturb” atau “make up room”). Sensor di dalam ruangan juga mengatur suhu ruang (AC) dan gerak penghuni kamar. Kalau banyak bergerak maka otomatis kamar akan menyesuaikan suhu supaya tetap sejuk. Meski begitu saat diam pun sensor suhu ruang akan menyesuaikan, kamar tidak terlalu dingin pun hangat. 





Hotel ini juga memiliki tiga pilihan restoran/cafe, Canary sebagai restoran utama, Momiji Restaurant dengan nuansa dan hidangan ala Jepang, dan coffee shop The Lounge di lobby. Meski hotel bisnis, fasilitas yang cocok untuk keluarga seperti kolam renang tersedia untuk anak dan dewasa dengan kedalaman maksimal 140 cm. 

Seru juga ya kalau siswa SD diajak keliling hotel atau berenang, atau unjuk bakat seni tradisi dalam acara khusus di depan para tamu mancanegara yang selalu meramaikan hotel ini di hari kerja untuk urusan bisnis. Latihan yang rajin ya nak, siapa tahu penampilannya dianggap layak tampil di hotel berbintang. 








Film Preman Pensiun Lucu dengan "Ending" Tak Terduga


Serial televisi Preman Pensiun difilmkan, beneran. Saya saksinya dengan menonton langsung film Preman Pensiun saat press screening. Beruntung, masuk dalam barisan awal penonton film Indonesia sebelum Gala Premier dan tayang untuk umum di bioskop mulai 17 Januari 2019.

Meski tidak mengikuti serial televisi Preman Pensiun, saya familiar dan kerap mendengar pamornya. Ketika akhirnya Preman Pensiun tayang di layar lebar, saya sengaja memposisikan diri sebagai penonton yang tidak terpapar latar dan cerita versi serial TV. Saya pun menikmati sebagai penonton film Preman Pensiun bersama mereka fans setia serialnya. 


Tak sulit bagi saya mengikuti alur ceritanya bahkan termasuk ikut tertawa mengikuti dialog, peran kocak para tokohnya, dan bahkan terbawa suasana dengan pesan dan latar cerita preman di Bandung yang "katanya" pensiun dari bisnis hitam sebelumnya. Meski sedikit agak sulit menyesuaikan para fans setia serial TV yang ikut menonton filmnya, karena sepertinya mereka sudah sangat menyelami bahkan sangat terhibur dengan lakon para tokoh Preman Pensiun yang memang mengundang tawa. Tertawa para fans lebih kencang dan penuh makna sepertinya. 

Film produksi MNC Pictures dengan produser Miftha S Yahya dan Reggi Djundjunan ini melibatkan penuh orang kreatif dan pemeran versi serialnya. Sutradara dan penulis naskah Aris Nugraha jelas terlibat penuh dengan tantangan berbeda tentunya, menghadirkan serial menjadi film layar lebar. 




Tokoh utama Preman Pensiun, Muslihat diperankan epik oleh Epy Kusnandar membuat film ini kuat tanpa meninggalkan sosok penting yang telah tiada, di serial juga kehidupan nyata, almarhum Didi Petet (Kang Bahar). 

Epy Kusnandar yang saya ketahui adalah pemain teater tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Saya tak bisa membandingkan dengan versi serial. Namun menyaksikan kang Muslihat diperankan Epy Kusnandar, saya bisa memahami beratnya peran Muslihat yang membawa amanat dari Kang Bahar untuk mempensiunkan preman Bandung yang pernah berjaya dahulu kala. Juga beratnya menjalani kehidupan baru preman yang sudah pensiun, dengan menjaga anak buah juga ikut "bersabar" dengan dunia barunya.

Mengubah mindset dan mengganti pekerjaan demi menjalankan pesan Kang  Bahar untuk pensiun jadi preman bukan perkara mudah. Muslihat sebagai pemimpin Preman Bandung dihadapkan pada tantangan besar menjaga amanah. Menjaga anak buahnya sanggup menjalani kehidupan baru, berniaga atau bekerja, dengan meninggalkan kekuasaan lamanya sebagai preman di Bandung. 


Ujian kepemimpinan Muslihat teruji saat muncul dendam dan keluarga preman mulai terusik dengan berbagai masalah. Kesetiaan teruji dan nostalgia masa kejayaan preman mulai menggoda. 




Film Preman Pensiun bagi saya membawa pesan yang tak menggurui namun bermakna. Sepanjang film banyak sekali adegan yang memancing tawa. 


Film ini terbilang ringan dan bagi yang ingin mencari hiburan, cocok menontonnya bersama keluarga. Namun saran saya ajak anak di atas 13 tahun jangan balita. Juga mulai komunikasikan berbagai persoalan sosial. Judulnya saja Preman, beberapa karakter preman dengan berbagai simbolismenya seperti tato, tindikan, rasanya bisa jadi bahan obrolan di keluarga tanpa labelisasi negatif. Lebih seru lagi kalau nonton film Preman Pensiun bareng komunitas, bisa ketawa bareng seperti bareng Bloggercrony Community nih.





Bagi saya film Preman Pensiun menunjukkan sisi humanis kehidupan mantan preman pun "kekuatan" yang terbentuk dalam dirinya. Sebagai manusia, ketika menghadapi kematian dalam keluarga, akan teruji batas kesabarannya. Pun ketika keluarga mulai terusik dengan kehadiran orang lain yang dianggap mengancam, "kekuatan preman" bisa disalahgunakan bahkan dijadikan cara mengatasi masalah yang membawa masalah baru.

Film Preman Pensiun membawa pesan bahwa dendam dan main hakim sendiri hanya akan membawa masalah baru. Niat baik ingin mengubah hidup meninggalkan dunia kelam kalau tak dibarengi kesabaran dan keteguhan hati untuk meninggalkan "kekuatan preman", takkan membawa hasil baik, atau tidaknya sesuai amanah yang ditinggalkan di pundak Muslihat oleh Kang Bahar.

Bagaimana konflik berakhir di lingkaran mantan preman yang "katanya" pensiun ini sungguh tak terduga. Umumnya film Indonesia berakhir bahagia tapi tidak untuk film Preman Pensium yang akhirnya tanda tanya bagi saya. Saya tidak bilang akhir film ini tidak bahagia. Saya justru jadi bertanya-tanya, akan kah ada kelanjutan film ini dengan kisah lebih dramatis lagi.


Berlanjut atau tidak, di ujung film Preman Pensiun saya tangkap pesannya. Tak mudah memang menjaga amanah pun menjalaninya. Niat baik tak selalu disambut baik atau diterima baik. Film Preman Pensiun sungguh hidup dan mewakili hidup sesungguhnya. Pada akhirnya manusia hanya bisa menerima menjalaninya tanpa selalu bisa sesuai harapan dan rencana. 

Di balik pesan dan karakter kuat dari setiap pelakon film Preman Pensiun, latar lokasi di Bandung menjadi daya tarik lain film ini. Bandung dengan kehangatan juga kesantunan budaya punya sisi lain yang sangar tapi unik dari kehadiran para Preman Pensiun ini. Rasanya di dunia nyata pun begitu, selalu ada sisi gahar dari seorang yang terlihat lembut. Saya sih jadi makin kangen Bandung saat menonton film ini.

Bagi saya, para pemeran Preman Pensiun memiliki kekuatan masing-masing. Baik dari yang paling garang Gobang (Dedi Moch Jamasari), Bohim (Kris Tato), Dikdik (Andra Manihot), juga kocak seperti Ujang (M Fajar Hiyatullah), Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus) tetap kuat menonjol sesuai porsi, tidak tenggelam dan mengimbangi bahkan bisa memposisikan sosok Muslihat yang kerempeng tetap kuat berwibawa sebagai pimpinan. 


Peran perempuan, Esih (Vina Ferina), Kinanti (Tya Arifin), Imas (Soraya Rasyid), di film ini juga muncul seimbang bukan sekadar pemanis. Bagaimana kekeluargaan yang dijaga di kalangan para istri mantan preman membuat film ini makin hangat. 

Jadi, kalau penasaran bagaimana bisa tertawa kecil sampai terbahak-bahak, juga hangatnya keluarga para mantan preman, sampai ending yang tak terduga, beli tiket bioskop mulai 17 Januari 2019, nonton film Preman Pensiun. Dukung terus film Indonesia. 












7 Hari Rekreasi di Bandung ala Duo Raji


Bandung selalu punya tempat spesial di hatiku, entah bagaimana awalnya bisa begitu. Namun kuingat dulu sekali sewaktu kecil, aku beberapa kali diajak orangtua ke Bandung. Untuk apa? Aku tak ingin membahasnya sekarang nanti kalau siap mental kutuliskan ya. Bandung selalu penuh kenangan kehangatan persahabatan, sejak lulus SMA hingga usia matang. 

Dulu, kuingat betul, kuputuskan mengambil langkah berani, lepas jilbab padahal sebelumnya ngotot ingin pakai jilbab sejak SD hingga SMA. Keputusan masa galau ditemani sahabat yang mengerti tanpa menghakimi, Lidia Aryani namanya. Lidia punya tante di Bandung dan kami yang galau dengan perjalanan masing-masing, memutuskan liburan ke Bandung. Penuh cerita kala itu yang masih terekam sampai sekarang.

Begitu masa kuliah, aku juga pernah nekat ke Bandung bareng sahabatku Mila, mengejar impian menjadi pekerja media. Rekrutmen media yang dulu digawangi Wisnutama berlangsung di Bandung. Saat kuliah aku juga pernah ikut pelatihan jurnalistik di Bandung. Ah, banyak sekali cerita tentang Bandung yang makin berkesan setelah lulus putih abu-abu.




Kini, di usia matang, makin sering ke Bandung dan banyak teman bahkan sudah seperti keluarga di Bandung, berkat blogging dan komunitas Bloggercrony Community yang kudirikan sejak 2015. Bolak-balik Bandung urusan pekerjaan sampai dengan rehat ingin menyepi di tempat favorit, Warung Langit, Dago Pakar. 

Bahkan, dua tahun terakhir, liburan akhir tahun yang lebih awal sekitar November - Desember pertengahan, memilih destinasi Bandung.

Kalau 2017 kuajak serta BCN Squad, para pengurus inti BCC serta keluarga. Kini, 2018 kufokuskan bersama dengan para pengawas BCC dan keluarganya. Mereka orang penting dalam perjalanan BCC, Anwari Natari (bang Away) dan Bunda Intan Rosmadewi. 





Tujuh hari di Bandung menyisakan kehangatan di Bandung yang dingin. Enggak bisa move on dan bikin aku jadi punya resolusi 2019 yang baru dibuat, yakni hunting tempat ngopi enak di Jabodetabek. Kenapa? Karena di Bandung, selalu ada sudut cantik ciamik tempat ngopi sambil ngobrol juga kerja kreatif. Enggak heran kalau perjalanan blogging banyak kutemukan dari blogger di Bandung  juga penulis kreatif dari kota sejuk adem hijau yang jadi mood booster hasilkan karya. 

Jadi, ini loh yang #duoraji lakukan 7 hari di Bandung. Catatannya, punya banyak teman baik dan teman tulus yang jadi kayak keluarga. Tanpa teman tak mungkin 7 hari di Bandung bisa kulewati dengan irit berdua suami Satto Raji. Oya, ini pun dengan catatan, perjalanannya merangkap kerja dengan berbagai fasilitasnya seperti hotel dan sarapan.

Menyepi

Memilih destinasi perjalanan, aku tipikal yang lebih suka menyepi dari keramaian. Misal di Bali, alih-alih Kuta atau Seminyak, aku memilih ke Ubud. Lebih nyaman liburan atau rehat di suasana tenang, adem ayem hijau, sejuk segar udara, namun tetap banyak fasilitasnya. 


Desa Wisata Ciburial Dago Pakar Bandung


Di Bandung, aku pilih Dago Pakar. Tepatnya Desa Wisata Ciburial Bandung, lantaran punya teman baik yang seperti keluarga sendiri di Pesantren Al Quran Babussalam. Tebing Keraton jadi destinasi favorit di desa wisata ini, namun aku suka sekali ke Warung Langit melihat Bandung dari atas. Sejuk dingin dan sunyi menenangkan. 

Makanan (camilan) organik di Warung Langit bikin jadi nagih dan berasa makin sehatkan badan. Oksigen murni suasana menenangkan dan makanan organik, nikmat manalagi yang kau dustai? Gorengan pisang tetap ada dan kopi, tapi banyak juga minuman herbal yang bikin nyess hangatnya merasuki badan. 

Banyak lagi tempat menyepi sebenarnya. Di Jalan Cibengang, masih di Ciburial, banyak villa disewakan. Ada Sosis Kraton lengkap dengan kolam renang, yang sebenarnya enggak berani nyebur juga karena bisa beku badan. Juga rumah penginapan khusus tamu pesantren Babussalam yang uang sewanya untuk infaq. Salut dan berdoa untuk si empunya rumah dengan segala kebaikan hatinya. Rumahnya cantik dan ditata apik dengan sentuhan arsitek. Seperti menginap di rumah pohon karena tingginya hampir menyamai tinggi pohon di area perbukitan ini. 




Ada juga penginapan Bupati 91 yang pernah kami sewa untuk BCN Family Squad gathering akhir tahun 2017. Hijau rimbun pohon besar dengan udara dingin. Bikin enak tidur dan makan serta hangat karena inginnya kumpul bersama duduk dalam lingkaran. 

Ah banyak lagi tempat menyepi yang belum sempat kutelusuri satu per satu di Dago Pakar tepatnya Desa Ciburial. Butuh sebulan lamanya tinggal di sana barangkali untuk jelajah satu per satu.

Hangout Hunting Photo Spot 
Kumpul bareng teman, sambil ngopi, ngobrol dan foto-foto tentunya juga kesibukan lain yang enggak pernah membosankan di Bandung. Selalu ada tempat ciamik untuk hangout sekaligus hunting photo spot. 




Baik di Kabupaten sampai Kota Bandung, selalu ada spot menarik. Dari Ciburial di atas perbukitan sampai juga ke atas lagi di Punclut tepatnya Lereng Anteng, berlanjut di Jalan Braga jantung kota Bandung di Asia Afrika. 


Lereng Anteng - Dago Bakery Punclut 


Kopi Djawa yang hits di Braga jadi tempat bertemunya millenial. Kalau mau cari spot yang lebih cocok usia matang banyak pilihannya. Kemarin sih sempat ke Noah Barn dan menyenangkan suasananya, hangout elegan. 


Starbucks tetap jadi destinasi dengan bangunan tua khas Bandung yang terpelihara. Jadi, ada suasana beda meski merek ini sangat lazim di berbagai kota. 




Sepanjang mata memandang selalu ada cafe resto yang nyaman dan bikin ingin mampir. Kata suami, "Bandung beruntung karena udara mendukung, bikin tempat ngopi dan makan jadi rame karena butuh minum hangat atau makan enak".

Alhasil, begitu pulang ke Tangerang (tepatnya perbatasan Tangsel Bintaro BSD dan sekitarnya dengan JakSel dan JakBar), aku jadi keranjingan hunting tempat ngopi ala Bandung.  Ketemu beberapa tapi tetap tak bisa menyamai Bandung. 

Hiburan Seru
Banyak juga destinasi huburan seru di Bandung. Salah satunya Trans Studio Bandung yang enggak pernah membosankan. Sudah tiga kali aku ke sana dan selalu menemukan serunya liburan. Padahal permainan tak banyak yang baru namun konsep dan suasananya selalu seru. Makin seru karena masuk dengan tiket traktiran dari teteh jelita Nchie Hannie. 




Tiga kali ke TSB memang difasilitasi oleh beda orang, Alhamdulillah. Kenangan berkesan dengan anakku almarhum Dahayu bikin kadang melow, tapi segera klik tombol waras supaya gak bablas sedihnya.

Untuk liburan seru di kawasan Trans Mall bisa siapkan anggaran mulai Rp 500.000 per orang, untuk tiket masuk TSB dan makan juga jajan di kawasan ini. 












Destinasi lain bisa melipir ke Lembang dengan Floating Market. Bisa berperahu dan coba aktivitas seru di sana dan banyak tempat lain yang tak sempat kudatangi. Selalu bisa hibur diri di Bandung dengan banyak pilihan destinasi sesuai kata hati. Untuk makan kenyang dan belanja suvenir clutch unik bisa siapkan anggaran mulai Rp 150.000 berdua.

Kalau mau hiburan seru dan murah, jalan kaki telusuri Asia Afrika atau Braga, itu juga menyenangkan. Atau ke Taman Hutan Rakyat bisa jalan kaki sehat dengan biaya hemat.


Makan Enak Nikmat

Nah, ini entah karena faktor udara dingin yang bikin lapar atau memang makanan yang kutemui di Bandung selalu enak. Berkali-kali ke Bandung selalu mampir ke Bancakan di Gedung Sate meski kemarin tak sempat. Berkat teteh jelita Nchie Hannie dan Erry Andriyati, jadi cobain makanan Korea di Bandung, tepatnya di Fat Oppa. Enak dan segar, hangat karena masak ala BBQ. Cocok untuk Bandung yang dingin. 


Fat Oppa Kota Bandung



Floating Market Lembang






Kuliner di Floating Market Lembang juga enak. Banyak pilihan termasuk makanan khas Bandung seperti seblak dan cilok. Aku akhirnya menemukan cilok enak di Floating Market Lembang. 








Soal harga, semua makanan itu bisa dinikmati tanpa rasa menyesal kuras kantong. Selain harganya sesuai, dengan segala kenikmatan ya masakan dan suasana, urusan makan jadi menyenangkan.


Hangatnya Sahabat





Nah, tanpa teman sahabat yang tulus hati, liburan di Bandung barangkali akan standar saja. Bantuan teman yang menemani beri rekomendasi tempat juga tebengan memudahkan segalanya.

Oya, aku dan suami sengaja enggak bawa kendaraan pribadi ke Bandung karena enggak ingin bikin tambah macet. Kami berangkat naik travel dari Bintaro dan pulang naik kereta ke Gambir. Selama di Bandung pilihannya kalau enggak Gojek, Grab Car, Go Car dan tebengan teman baik teteh Nchie Hannie bersama kakak jelita Alaika Abdullah. Hemat dan hangat. 





Selain semua keseruan itu, tujuh hari di Bandung jadi bermakna karena bisa berbagi bersama para guru pesantren. Dua agenda fasilitator pelatihan menulis bersama Kemenkes RI dan BloggerHangout30 bersama Pesantren Al Quran Babussalam, membuat perjalanan jadi tambah bermakna.









Oya, Bandung juga bisa jadi destinasi perawatan diri. Kusempatkan mengunjungi pusat treatment yang berhubungan dengan personal care dan terapi. Salon kecantikan juga terapi sampai meditasi di satu klinik kolaboratif para dokter dan ahli di Lineation kawasan Pasteur. Hanya ada di Bandung meditasi ala bars difasilitasi klinik one stop service.

Kalau di Ciburial, kusempatkan perawatan badan teknik bekam. Juga sempatkan pesan madu langsung dari peternakan lebah. Madu dan bekam, dua cara menyehatkan diri yang diyakini berasal dari ajaran nabi.

Lengkap sudah tujuh hari di Bandung dan pulang dengan hati bahagia. Rasanya ingin hijrah saja ke bumi Parahyangan. Entah kapan, yang pasti ke Bandung aku akan kembali, lagi dan lagi. 


Sambil menunggu waktunya tiba, sudah bisa kupastikan resolusi 2019 aku salah satunya adalah menelusuri cafe asik tempat kerja kreatif yang setidaknya mendekati nyamannya hangout di Bandung. Hari 1-2/365 di 2019 sudah tiga cafe dan coffee shop yang aku dapati dengan suami. Takkan bisa menggantikan Bandung tapi setidaknya aku terhibur, sampai nanti kembali ke kota kesayangan di bumi Parahyangan.