Hangatnya Film Keluarga A Dog's Journey

Premiere A Dog's Journey CGV Grand Indonesia, Jakarta, Juli 2019 

Apa bedanya "purpose" dan "goal"? Misal, life goal atau life purpose? Apakah ada bedanya? Film keluarga Dog's Journey, menurut saya, bisa menjawabnya. Makhluk yang hidup dengan "purpose" punya perjalanan yang "kaya" dan penuh cinta. Ah, baper deh jadinya. 

Saya kesulitan menemukan padanan kata yang tepat dalam Bahasa Indonesia untuk memaknai "purpose" dan "goal". Kalau sekadar menerjemahkan, artinya akan dituliskan sebagai TUJUAN. Namun maknanya berbeda kalau konteksnya tentang HIDUP. Kalau "purpose" lebih kuat kepada alasan hidup sementara "goal" lebih ke tujuan hidup. 

Hidup dengan alasan tertentu bukan sekadar soal mencapai tujuan. Namun ada motivasi kuat yang membuat makhluk hidup menuntaskan perjalannya, karena suatu alasan. Tak terkecuali makhluk hidup hewan peliharaan, anjing dan tuannya, dengan perjalanan hidup sampai tiada.

Ah, saya kok jadi meleleh karena hangatnya pesan cinta, persahabatan dan hidup dengan alasan dari film keluarga A Dog's Journey yang disutradarai oleh Emmy winner Gail Mancuso (TV’s Modern Family). Film ini digarap produser Gavin Polone dengan penulis naskah W. Bruce Cameron & Cathryn Michon, Maya Forbes & Wally Wolodarsky, berdasarkan novel best seller Cameron. Film produksi Amblin Entertainment dan Reliance Entertainment bersama Walden Media dan Alibaba Pictures, didistribusikan oleh Universal Pictures dan Amblin Partners untuk pasar internasional. Tayang 17 Mei di luar negeri dan masuk bioskop Indonesia (CGV) pada 10 Juli 2019.

Bagi yang enggak mengikuti rekam jejak film ini (yang adalah sekuel dari A Dog's Purpose) atau tidak baca novelnya, menurut saya, masih tetap bisa menikmati mengikuti alur ceritanya. Sekilas saja tentang film keluarga A Dog's Journey saya ceritakan, maklum saya termasuk kalangan non spoiler untuk urusan film.
Film keluarga ini bercerita tentang Bailey dan kawanannya, seekor anjing Labrador Retriever kalau kata sahabat saya pecinta dan pemelihara anjing. Bailey adalah peliharaan Ethan (Dennis Quaid) sejak Ethan kecil sampai menjadi kakek. Bailey menua bersama Ethan, hingga akhirnya Bailey meninggalkan tuannya, selamanya. Eits, tunggu dulu, ternyata tidak selamanya, karena Bailey "lahir kembali", dengan alasan.




Bailey kembali lahir ke dunia menjadi Molly (anjing beagle), Big Dog, dan Max (anjing yorkshire). Demi apa? Demi menjaga CJ (Kathryn Prescott) dari belia sampai dewasa, cucu Ethan dan Hannah (Marg Helgenberger). Bahkan perjalanan anjing ini menyatukan cinta CJ dan sahabat masa kecilnya Trent (Henry Lau).



Latar peternakan di Michigan dan kota besar seperti New York membuat cerita perjalanan anjing peliharaan ini menjadi kaya. Belum lagi kisah yang kuat tentang cinta, persahabatan, keluarga, dan kesetiaan. Bagi saya, setiap makhluk yang hidup punya alasan. Tak terkecuali anjing peliharaan keluarga yang melindungi dengan caranya yang ajaib. Perjalanan panjang Bailey mewakili realitas hidup semua makhluk. Hanya butuh yakin dan peka melihat tanda, jalani prosesnya dan nikmati perjalanan sampai akhirnya tugas berakhir dan kembali pulang selamanya. Film keluarga ini layak jadi tontonan siapa saja tanpa kecuali. Siapkan tisu karena ada saatnya haru namun jangan sungkan juga tertawa malu-malu atau silakan tertawa lepas. Kisah Bailey mewakili perjalanan hidup sesungguhnya, ada momen susah, sedih, perih, lucu, manis, sampai haru bahagia.



Hati-hati baper yaaa. Bagi saya, film keluarga ini membantu kita mengasah rasa kalau memang masih punya cinta di hati. Saya jadi ingat anjing hewan peliharaan sahabat. Anna, sahabat saya memelihara anjing yang diadopsinya dengan penuh cinta. Dalton namanya, dan dia makhluk beruntung. Begitupun Anna yang beruntung menjadi pemeliharanya. Saya punya kedekatan tersendiri dengan Anna. Saking terhubungnya, Dalton pun saya yakini seperti mengenali sahabat tuannya.


Jack dan Dalton @elviranna.dalton
Pertama kali bertemu Dalton, saya yang memang tak terbiasa berdekatan dengan anjing, agak grogi. Saya yakin Dalton baik dan patuh dengan tuannya. Benar saja, dia mengendus dan seandainya saya cukup berani, saya akan memeluknya. Anna tak banyak memerintahkan apa-apa, cukup hati kami saja yang bicara. Dalton paham, dia hanya menemani dua sahabat sedang bercengkerama. Entah kenapa, kadang muncul rasa kangen Dalton yang kini punya saudara, Jack namanya. Saya bukan tipikal pemelihara hewan di rumah, apa pun jenis hewannya. Namun saya penggemar serial Dog Whisperer Cesar Millan. Jadi, saya bisa memahami besarnya cinta Dalton dan sahabat saya Anna, dan bagaimana mereka saling berbagi kasih sayang. Rasa inilah yang juga saya temukan di film A Dog's Journey. Selamat menonton di CGV mulai 10 Juli 2019. Ini link trailernya kalau mau intip sekadar meredakan penasaran. Bukan kapasitas saya memberi ranking film. Datang saya ke bioskop! Beri nilai masing-masing. Saya hanya penulis blog yang hobi nonton ke bioskop.
Terima kasih @cinemagsnews @cbipictures untuk hadiah tiket Premiere A Dog's Journey untuk BCC Squad, blogger member komunitas Bloggercrony Community (BCC). Lain kali boleh loh kalau mau Nobar lebih viral bareng BCC.

Diet Sehat Cegah Penyakit Tidak Menular




Bagaimana rasanya baru bertambah usia 38 tahun, tapi badan seperti usia 56 tahun? Gampang letih, enggak fit, tak bertenaga, dan gampang sakit. Itu akibatnya kalau pola makan berantakan dan kurang banyak bergerak. Bergerak loh ya bukan olahraga, aktivitas fisik aja kurang apalagi olahraga rutin.

Saya cerita soal diri sendiri, hadiah ulang tahun yang jadi pengingat terhebat tahun ini. Jelang ulang tahun, justru satu per satu masalah kesehatan muncul. Sungguh usia jelang 40 yang kurang sedap. Semoga pada waktunya nanti 40 tahun, sudah lebih sehat bugar dan lebih fit. Saya masih punya waktu dua tahun (kalau ada umur) memperbaiki pola makan dan aktivitas fisik.

Pola makan dan aktivitas fisik jadi masalah terbesar saya, yang bikin bobot jadi berlebih dan tubuh rapuh. Aktivitas sih segudang, maksudnya aktif bekerja dan berpindah tempat satu ke tempat lainnya. Namun kesibukan bekerja yang terlihat sangat mobile tidak cukup untuk bikin tubuh bugar. Jelas banget, saya kurang olahraga rutin. Bebenah rumah tangga juga tak cukup ternyata untuk aktivitas fisik harian. Sesekali berenang juga tak cukup untuk saya bisa punya tubuh bugar. Harus olahraga yang tepat dan rutin jika mau sehat bugar.

Soal pola makan apalagi. Saking sibuknya dengan pekerjaan, kadang saya lalai dengan makanan. Pokoknya apa aja (yang ada) dimakan malah justru kadang seadanya. Faktor nutrisi udah gak lagi jadi perhatian, yang penting bisa makan hilangkan lapar. Akibatnya? Kacau nutrisi dan isi piringku enggak sehat.

Saya termasuk yang bisa menasehati diri sendiri soal makan. Tahu kalau kolesterol cenderung tinggi, saya berani stop seafood. Sama sekali enggak makan udang, cumi dan teman-temannya. Tapi daging merah, ati ampela, tongseng ayam, rendang, serta beberapa makanan berlemak tinggi belum pantang.

Apa hasilnya? beberapa bulan terakhir dan puncaknya di bulan Mei 2019, kolesterol saya mencapai 250. Sudah terasa badan tak enak dan terasa tegang. Nah, parahnya lagi, karena makanan serba tak terkontrol, asam urat tinggi dan ironisnya gula darah rendah. Sungguh saya bingung harus makan apa dan berencana konsul ke dokter gizi supaya tepat pola makannya.

WORKSHOP BLOGGER KESEHATAN
Menghadiri undangan workshop blogger kesehatan diadakan oleh Kemenkes RI melalui Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes, saya mendapatkan jawaban sekaligus "tamparan".

Dua hari workshop, terpapar terus menerus pesan kesehatan, meski beberapa informasi seperti pengulangan, buat saya menjadi peringatan tegas. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, satu per satu sahabat, kolega, kerabat meninggal mendadak. Saya yakini, penyakit jantung menjadi sebabnya.


Semua menjadi peringatan sekaligus penyemangat bahwa saya harus segera mengubah perilaku. Saya, jika masih dikasih umur, juga ingin menikmati sehat bugar. Usia 40 nanti semoga rasanya seperti usia 35 saja.





Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi topik utama workshop blogger kesehatan yang berlangsung 18-19 Juni 2019.  Workshop ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2019 (biasa diperingati setiap 31 Mei).

Dua pesan kesehatan yang berhasil menggugah saya, PTM dan Tembakau. Sebenarnya bukan isu baru namun selalu ada update terbaru dari Kemenkes terkait penyakit dan dampak juga pengendalian tembakau. Selalu ada hal baru yang bikin melek dan akhirnya mencubit diri sendiri, untuk mengubah perilaku.


Fakta seputar PTM dan faktor risikonya, yang disampaikan oleh Dr Theresia Sandra Diah Ratih, MHA dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, bikin makin melek. Sebenarnya Penyakit Tidak Menular sangat bisa dicegah, faktor risiko bisa dikenali sejak dini, dan perubahan perilaku bisa menjadi pencegahnya. Namun, faktanya Kemenkes RI merilis justru banyak orang Indonesia sakit karena kebiasaan yang keliru. 






Sebenarnya soal PTM dan Tembakau ini diperangi dengan CERDIK dan PATUH. Ini nih kepanjangannya. 






Untuk CERDIK, saya baru menerapkan dua: Cek kesehatan berkala dan Enyahkan asap rokok. Nahhhh, 4 poin lainnya sungguh bukan perkara mudah. Namun harus segera saya mulai kalau tidak, kondisi tubuh tidak akan ada perubahan signifikan apalagi saya setelah dicek oleh dr Rita, kelebihan lemak dan berat badan, harus segera DIET SEHAT.

DIET SEHAT dan OLAHRAGA TEPAT
Di hadapan puluhan peserta workshop kesehatan, Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes tegas mengatakan DIET SALAH ketika ada salah satu zat gizi yang dihilangkan. 


Jadi, tubuh kita butuh zat gizi makro dan mikro. Seluruh zat gizi ini tidak boleh dihilangkan dalam pola makan harian. Apalagi aat gizi makro yang dibutuhkan untuk hasilkan energi. 

Zat gizi makro: karbohidrat, protein, lemak, air. 
Zat gizi mikro: vitamin dan mineral. 

Sampai di sini saya jadi belajar variasi makanan apa saja dengan kandungan gizinya. Boleh saja misal membatasi nasi sebagai karbohidrat yang memang "membahayakan" apalagi bagi orang yang sudah kelebihan berat badan. Namun bukan lantas karbohidrat dihilangkan dari porsi makan harian. Kita bisa mencari sumber karbohidrat lain yang bukan nasi tanpa hilangkan zat gizi ini di pola makan. Misal kentang, atau bahkan dalam sayuran pun ada karbohidrat tinggi misal edamame. Perlu banyak baca dan mencari referensi tepat memang untuk bisa paham jenis makanan dan kandungan gizinya. 

Pesan lain yang juga penting dan semestinya bisa kita terapkan adalah ISI PIRINGKU. Bagi kondisi badan normal, artinya tidak kelebihan berat badan atau obesitas, maka ISI PIRINGKU yang tepat adalah seimbang antara makanan pokok, sayuran, buah, dan lauk pauk. 

Nah, ada pengecualian ISI PIRING bagi orang yang kelebihan berat badan menurut dr Rita. PIRING MAKAN MODEL T lebih tepat untuk orang yang sudah terlanjur gemuk. Caranya, setengah piring isi dengan SAYUR. Setengah piring laginya, dua per tiga untuk karbohidrat dan sepertiganya protein. 

Itu soal pola makan, bagaimana dengan pola latihan fisik? Menurut dr Rita untuk menentukan pola latihan fisik yang tepat, periksakan kondisi badan. Status kebugaran jadi penting untuk menentukan pola latihan apa yang tepat. Jangan sampai niatan olahraga untuk sehat, jadi enggak berdampak karena salah pilih latihan. 

Paling penting memilih jenis olahraga yang memang digemari. Percuma saja misal lari yang belakangan jadi tren, kalau kita sebenarnya enggak begitu suka menjalaninya. Apalagi setelah diperiksa ternyata kelebihan berat badan. Lari untuk mereka yang kegemukan akan menjadi menyiksa karena bisa terkena risiko radang sendi. Saya pernah mengalami ini dan akhirnya malah jadi enggak bisa bahkan dilarang lari oleh dokter. Saya memilih berenang dan memang itu olahraga yang saya suka.

Tapi setelah dr Rita melakukan pemeriksaan body fat, saya justru jadi tahu olahraga yang lebih tepat. Latihan beban dengan tubuh (tidak harus pakai alat) untuk  melatih otot lebih tepat untuk kondisi saya dari hasil pemeriksaan. Lemak yang berlebih bisa dibakar jika otot terlatih baik. Bukan latihan kardio yang saya butuhkan tapi latihan beban atau melatih otot. 

MEDICAL CHECK UP LENGKAP
Mengubah pola makan dan pola aktivitas fisik sudah keharusan kalau untuk saya, jika mau lebih fit loh ya. Satu hal lagi yang sebenarnya juga bikin saya penasaran adalah MCU atau medical check up lengkap. Dulu sewaktu masih bekerja di perusahaan besar, MCU wajib dilakukan berkala sesuai jadwal ditentukan dan dicover oleh kantor. Bagi saya ini benefit yang bermanfaat karena jadi paham kondisi badan dan jadi tahu mesti bagaimana mengatasi kondisi tubuh hasil pemeriksaan lengkap.

Nah sejak menjadi pekerja mandiri, general check up yang paling bisa saya lakukan adalah cek kolesterol, asam urat, tensi, gula darah. Ini rutin saya lakukan demi terkontrol kondisi badan dan mesti diet jika mau sehat.

Beruntung, saat kunjungan blogger difasilitasi Kemenkes RI ke RS Harapan Kita Pusat Jantung Nasional, saya berkesempatan melakukan heartcheck. Semacam pemeriksaan EKG tapi ini lebih sederhana sebagai screening awal. Hanya 30 detik dan screening awal lumayan bikin mikir.

Sudah bisa saya prediksi, pasti ada masalah dengan kolesterol dan ternyata itu terlihat dari pemeriksaan dengan penanda warna merah. Selebihnya pemeriksaan jantung ini menunjukkan hasil baik dengan dominan warna hijau. Tapi bukan lantas bisa abai karena jika pembuluh darah mengalami gangguan risiko stroke dan penyakit jantung sangat tinggi. Stroke dan penyakit jantung merupakan salah dua penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian.

Menurut dr Ade Meidian, Sp. JP (K) penyakit kardiovaskular terdiri  (penyakit jantung dan stroke), kanker, diabetes dan asma. 

Faktanya (disampaikan dr Ade RS Harapan Kita):
- PTM membunuh 41 juta orang per tahun atau 71 persen dari kematian global

- Penyakit jantung dan stroke: penderita 17.9 juta orang setiap tahun
- Kanker penderitanya 9 juta orang setiap tahun
- Pernafasan penderitanya 3,9 juta orang setiap tahun
- Diabetes penderitanya 1,6 juta orang setiap tahun

- Faktor risiko dari seluruh penyakit ini: merokok, diet salah, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik

Data fakta ini, bagi saya, tamparan. Seperti saya tuliskan di awal, dalam sebulan saya kehilangan orang kesayangan secara mendadak. Saya yakini itu adalah penyakit jantung, yang barangkali kurang terdeteksi sejak awal. Saya sendiri pun punya kecenderungan kolesterol tinggi, salah satu faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular.

Lagi-lagi, PTM bisa dicegah dengan CERDIK dan PATUH. Menurut dr Ade perubahan perilaku menjadi jalan untuk sehat.

Tak mudah memang mengubah perilaku. Kadang kita harus dibenturkan pada kondisi SAKIT atau mengalami kesedihan karena orang kesayangan meninggal karena SAKIT (salah satunya penyakit kardiovaskular yang makin banyak dialami kalangan usia muda pun).


Setiap orang punya titik balik. Semoga kita menemukan cara mengubah perilaku hidup sehat, tanpa harus mengalami segala SAKIT terlebih dahulu. Salah satu caranya lebih peduli mencari informasi valid. 

Info seputar PTM bisa didapati di situs resmi P2PTM Kemenkes RI

Ikuti update minkes di akun berikut juga bisa jadi cara lain untuk mindset sehat
Instagram P2PTM
Twitter P2PTM



Kalau cara saya mengubah mindset sehat bisa dilihat di Instagram @wawaraji
Semoga istiqomah mengubah pola makan dan pola latihan fisik. Amin. 






Level Life Goals



Life goals. Setiap orang umumnya punya life goals yang tak harus sama dan kecenderungannya berbeda. Tidak juga bisa komparasi life goals seseorang lebih rendah atau lebih tinggi, bukankah perjalanan hidup setiap insan beragam?

Bahkan, bisa jadi apa yang menjadi life goals si A, ternyata sudah tercapai oleh si B karena perjalanan hidupnya sudah membawanya ke titik tersebut. Tak heran, kalau seseorang baru mencapai satu titik tertentu, sebenarnya bagi sebagian lainnya itu sudah menjadi masa lalu, atau bukan lagi pencapaian baginya.

Bagi saya, berhadapan dengan banyak orang dengan berbagai level life goalsnya menjadi pelajaran sekaligus tantangan. Melihat segalanya dari "helicopter view" akan membuat perjalanan memahami perilaku manusia menjadi lebih terang dan tenang.

Contohnya, kalau ada seseorang yang baru mencapai level bekerja di perusahaan bergengsi (menurutnya), berada di zona nyaman, dan dia menikmatinya. Orang lain yang melihat akan merespons berbeda tergantung berada di level mana life goalsnya. Bagi yang belum pernah dan memang mendambakan posisi yang sama, barangkali akan meresponsnya negatif (kalau sudut pandangnya negatif). Namun bagi mereka yang sudah melewati level itu, kalau berpikirnya positif, justru akan melihat itu bukan lagi jadi life goals dirinya dan tak terusik dengan hal itu.

Level live goals juga akan menentukan bagaimana kita menerjemahkan kesuksesan, menurut saya. Juga bergantung dari sudut padang mana yang lebih dominan di kepala, positif atau negatif.

Kalau seseorang sudah pada level life goals, hidup bukan untuk dirinya, memikirkan bekal pulang, merasa kiamat makin dekat, dan hidupnya fokus berbuat kebaikan (akhlak kharimah) berharap husnul khotimah, tak ada yang salah dengan life goals ini. Tak semestinya memandangnya aneh karena memang level life goalsnya sudah berbeda, bukan lagi urusan tahta dunia.

Tak ada yang berhak merasa lebih baik untuk life goals satu dan lainnya, karena memang perjalanan hidupnya berbeda dan levelnya pun tak sama. Cukup merespons baik dan positif saja. Tenang dan tidak perlu menjadi gelisah karenanya.

Kalau merasa iri dan tidak sadar kalau perasaan itu salah, justru menurut saya ada yang salah dengan dirinya sendiri. Cukup sadari, itu bukan tujuan saya, dan itu menjadi tujuan dia, sah saja. Fokus pada life goal diri sendiri dan panggil semesta mendukungnya.

Fokus pada hari ini dan apa yang menjadi tujuan masa depan, menurut saya cara menikmati umur dan waktu. Bagi saya, bagaimana kita merespon pencapaian-pencapaian yang orang lain lakukan itu akan menentukan siapa kita sebenarnya. Bisa jadi ada yang salah dengan diri kita kalau melihat buruk pencapaian orang lain yang dijalani dengan cara baik. Pun baik dan buruk kadang bias, semua orang bisa saja punya level kebenarannya masing-masing. Kadang, merasa sedikit salah dengan apa yang kita anggap benar ada baiknya, supaya tetap menginjakkan kaki di tanah.

Pada akhirnya, ridha dan mengatasi amarah, menjadi jawabnya. Utamanya, bersyukur dengan apa yang dimiliki bukan mencari apa yang belum dimiliki. Mengenali diri dengan bertanya kepada diri sendiri menjadi langkah awalnya. Apakah saya kurang bersyukur? Apakah saya marah dengan ketentuanNya? Apakah saya punya dendam masa lalu?

Menjawabnya butuh waktu takkan bisa juga memburu waktu. Kadang cukup sadari dan sempatkan sesekali menjawab diri sendiri yang kadang diliputi ego. Bagi saya, yang penting hidup di akhir zaman saat ini adalah jalani apa yang digariskan untukmu pada level apa pun itu, dengan cara baik. Tak harus mencari riuhnya tepuk tangan dan "panggung", dengan berbagai cara yang kadang melampaui batas etika. Bagaimana berdamai dengan diri, tanpa merespons life goals "kesuksesan" orang lain dengan ketidaknyamanan, itu jadi tantangan nyata setiap harinya.

Ini pendapatku, sekaligus catatan untuk diri saya sendiri, karena tantangan itu selalu datang setiap hari.  Kamu, punya pandangan lain soal ini?



 

Menyikapi Kematian





Cara menyikapi kematian. Ide ini muncul begitu saja di kepala saat sedang mencuci piring di rumah, setelah beberapa hari dalam sebulan, menerima kabar duka dari sahabat, teman, komunitas, dan guru agama di tanah kelahiranku.

Saya berani menulis soal ini lantaran saya dan suami sudah diberikan waktu belajar yang sangat berharga dari anak semata wayang kami, yang sudah berpulang mendahului orangtuanya. Izinkan kami berbagi apa yang kami rasakan dari lubuk hati yang paling dalam.

Saya sendiri belum pernah merasakan kehilangan orangtua tapi pernah mengalami kehilangan mendalam atas berpulangnya dua anak. Rasanya barangkali akan berbeda dengan apa yang suami saya rasakan, karena dia kehilangan ibu. Rasa kehilangan semakin berat bagi kami berdua, karena awal 2019, kami kehilangan sahabat yang sangat dekat.

Rasa kehilangan takkan bisa dibandingkan. Saya tak pernah berani bilang, berpisah selamanya dengan anak semata wayang lebih menyedihkan daripada berpisah selamanya dengan orangtua atau sahabat. Kesedihan karena takdir kematian bukan untuk dibandingkan.

Anak meninggal dunia menyisakan rasa 
campur aduk yang sulit sekali dituliskan rasanya. Apalagi jika melihat perjalanan saya dan suami berjuang mendapatkan amanah anak. Namun ketika kematian datang, tiada daya, sungguh manusia selemah-lemahnya makhluk. Kalau boleh saya kilas balik, saya dan suami mengalami tiga kali momen yang sangat menggetarkan hati, menyikapi mati.

Pertama, ketika anak satu-satunya, berusia 3,5 tahun divonis kritis dan koma. Momen ini menghubungkan saya dan suami sangat terkoneksi khusus dengan Allah. Sekitar pukul tiga dini hari, kami hanya berpegangan tangan dan berdoa meminta tolong, memohon Allah kuatkan. Kami berserah mana yang terbaik menurutNya, maka kuatkan kami. Jika memang yang terbaik adalah Dahayu pulang kembali bersamamu maka aliri kekuatan sekuat-kuatnya iman, beri petunjuk ke jalan yang baik jadikan kami orang-orang yang Allah rahmati. Kalau yang terbaik adalah Dahayu kembali bersama kami dengan kondisi yang mungkin serba tidak sempurna, kami meminta Allah rahmati dengan iman.

Momen kedua adalah ketika semua selang ICU sudah dilepas dan hanya ada pompa suster masih memaksimalkan bantuan nafas ke Dayu. Saat kritis yang sebenarnya sudah tak ada kuasa manusia, saya masih berikhtiar untuk meyakinkan diri sendiri. Saya masih mencari kebenaran, apakah sebagai orangtua sudah maksimal usaha yang kami lakukan? Saya putuskan menelepon dokter syaraf Dahayu, beruntung beliau menjawab. Saya benar-benar memastikan di depan Dayu yang sudah sebenarnya mungkin sudah tidak bernyawa. Saya memastikan dokter ini memberikan pernyataannya tentang ikhtiar bersama dalam perawatan Dahayu di ruang ICU. Melalui sambungan telepon, dokter menjelaskan secara medis dan dokter hanya bilang "Sabar ya Bu". Saya tutup teleponnya dan melihat sekeliling Dahayu ditemani suami dan ayah juga adikku. 


Momen ketiga adalah ketika akhirnya saya mengikhlaskan dan mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun di hadapan Dahayu. Ketika suster sudah tidak memompakan atas perintah saya, kaku rasanya mulut untuk mengucapkan kalimat keberserahan diri. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Jelas saya menangis. Mengingat Allah dan berkali-kali minta tolong, berucap "Ya Allah ini yang terbaik menurutMu tolong kuatkan saya". 
Sungguh manusia tiada daya ketika kematian datang.

Koneksikan diri ke Tuhan hanya menjadi satu-satunya jalan tetap waras. Hanya 
Tuhan yang bisa membantu dalam kondisi terpuruk. Tuhan menjawab doa saya. DIA kuatkan saya dan suami, sampai selesai proses pemakaman. Saya dikuatkan memangku jenazah sepanjang perjalanan dari RS ke rumah duka. Kami dikuatkan memandikan jenazah dipandu ahlinya. Suami dikuatkan menggendong jenazah dari masjid ke makam. Kami dikuatkan menyaksikan hingga di liang lahat, menuntaskan urusan Dahayu di dunia. 

Kami dikuatkan Allah masih bisa menerima tamu yang datang memberikan doa duka. Sesekali senyum tipis, berapa kali pecah tangisan, tetapi kami bisa bilang kami di kuatkan dan Tuhan menjawab doa itu berhari-hari setelah pemakaman. Tuhan menjawab doa kami kami masih waras meski tak berkegiatan dua minggu lamanya.  

Jangan tanya apa rasanya ketika sendiri. Ketika datang waktu malam atau ketika sepi, tangis pecah dan tidak ada yang tahu kecuali saya suami dan Tuhan. Bahkan orangtua pun tidak tahu betapa pedihnya kami menjalani pascakematian anak. Tak perlu juga kami bagi duka kepada orang lain. Cukup isi hari dengan keluarga dan doa-doa, tak berbagi rasa. 

Tak ingin keluar rumah rasanya, cukup doa dan doa bersama keluarga. Perlahan saya dan suami putuskan keluar rumah dan melakukan perjalanan pertama ke Pandeglang. Dalam perjalanan, niat hati membeli buku bacaan mengisi pikiran. Buku sejarah nabi tentang bagaimana para nabi menghadapi masalahnya, dan buku tentang kematian tulisan Quraish Shihab, adalah dua buku yang saya beli di Rest Area menuju Pandeglang.

Meneladani nabi bagaimana sulitnya hidup dan mengalami juga menyikapi kesedihan, juga membaca buku Nikmatnya Kematian yang menggambarkan kematian bukan untuk ditakuti, menjadi bekal mengisi pikiran. Sejak itu fokus utama adalah loading pikiran dengan selalu ingat kepada Allah. 


Jangan melihat kematian sebagai sesuatu yang teramat menyedihkan dan membuat kita menjadi lupa bahwa mati sudah digariskan. Mengingatkan diri bahwa akan ada kehidupan setelah kehidupan dunia fana akan ada kehidupan di alam barzakh sebelum akhirnya nanti kita pertemukan kembali atas rahmat Allah. Hidup mati sudah menjadi siklus pasti, bukan sesuatu yang yang menakutkan.  

Saya belajar bagaimana menyikapi kematian. Sedih namun tetap waras untuk terus bersabar karena terpisah jarak yang tak bisa dijangkau manusia. Belajar bahwa kita tiada daya. Kematian semestinya menyadarkan betapa manusia ini sangat kecil tidak berdaya. 

Tak layak manusia menyombongkan diri karena sungguh tiada daya. Ketika Tuhan bilang mati lah kamu kembali lah kamu, selesai sudah, takkan ada yang bisa kita lakukan, sedikitpun. Kematian semestinya mengingatkan kita untuk merendah serendah rendahnya, berbuat sebaik-baiknya, karena pada waktunya tiba sebisa mungkin kita sibuk dalam kebaikan, meninggalkan sesuatu yang dzolim apalagi berbuat dzolim. Banyak caranya dan tetap istiqomah menjalankannya sungguh bukan perkara mudah. Hidup di akhir zaman menyulitkan kita menemukan kebenaran. Namun dengan rahmatNya, petunjuk dan cahaya akan selalu menemani perjalanan. 
Bagaimana menyikapi kematian akan membantu kita hidup lebih baik menurut saya. Siapa pun yang telah lebih dahulu berpulang, bagaimana kita menyikapinya dengan semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah, itu membawa kebaikan. Allah penuhi janjiNya untuk yang ikhlas dan bersabar.  Bahkan, Allah berikan banyak hadiah dalam kehidupan yang sungguh di luar nalar. 


Selalu terucap dalam doa, semoga kita selalu diberikan petunjuk baik, berkumpul dalam barisan orang baik, orang-orang yang beriman kepada Allah dan kita bisa menyikapi takdirNya, dengan baik. Menyikapi kematian dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah, lalu dikuatkanNya melanjutkan sisa hidup sambil menunggu giliran untuk pulang.

Selain itu, tiada cara lain yang lebih baik, menurut saya, untuk menyikapi kematian. 

Kopdar 100 Blogger BloggerDay 2019 Trans Studio Bandung Berlanjut di Hotel Bintang Lima



Dua hari satu malam, 100 blogger plus panitia yang seluruhnya blogger, main, belajar, makan dan bawa pulang oleh-oleh khas bandung, semua GRATIS! Kopdar blogger lintas kota ini terjadi di BloggerDay 2019, dalam rangka perayaan hari jadi keempat Bloggercrony Community (BCC). 

BCC lahir 24 Februari 2015 dibidani saya sendiri, didampingi para perawat yang selalu menjaga setia sampai kini, Anesa Nisa dan Satto Raji. Empat tahun berdiri, BCC terus berbenah dengan merombak kepengurusan, yang kini total berjumlah 12 orang. Jadi, BCC menjadi komunitas yang dirawat oleh 15 blogger termasuk founder. Mereka punya peran masing-masing, dari menjadi mentor dengan berbagai kepiawaiannya seperti kak Yayat (influencer twitter), Zata Ligouw (influencer Instagram), Suci Santy Risalah (berprestasi dengan blognya) dan Digital Talent kreatif millenials yang setia: Fawwaz Ibrahim, Akbar Muhibar, Anjar Setyoko, Bowo Susilo, Clara Agustin, Syafdiani, Nurul Dwi Larasati, Wiwid Wadmira, Djaryati. 





Vektor oleh Anjar Setyoko IG @pupil_mata 



BloggerDay selalu menjadi agenda tahunan BCC untuk silaturahim kopdar. Kami, bahkan pengurus komunitas yang sebagian terpisah jarak dan waktu, biasanya aktif online, akhirnya bisa bertemu setidaknya setahun sekali dalam perayaan hari jadi. BloggerDay menjadi ajang kumpul dan saling kenal lebih hangat dengan seluruh member BCC yang menjadi pesertanya. 

Tahun 2019 adalah tahun ketiga perayaan hari jadi BCC, untuk merayakan ulang tahun komunitas yang berusia empat. Kami mulai event tahunan ini pada 2017 dengan sponsor tunggal SoMan di Bogor. Lalu berlanjut di Jakarta pada 2018 dan akhirnya ke Bandung dengan dukungan Blogger Bandung Nchie Hannie dan Bang Aswi. Semua terjadi berkat kolaborasi. Dan ini cerita serunya! 




HARI PERTAMA 2 Maret 2019

Pagi, pukul 06:00 rombongan peserta Jabodetabek kumpul di pusat kota Jakarta kawasan Gatot Subroto. Ada kak Yayat PIC peserta mengatur segalanya dengan dukungan Blue Bird sebagai penyedia bus BIG BIRD menuju Bandung dan kembali ke Jakarta di hari kedua. Dua bus siap mengantarkan 50 peserta blogger Jabodetabek. 

Siang pukul 13:00 peserta mulai tiba di lokasi pertama perayaan BloggerDay 2019, wahana permainan terbesar di Bandung, Trans Studio Bandung siap menyambut 100++ blogger untuk BloggerDay 2019. Sebanyak 115 tiket disediakan untuk peserta dan panitia, mencoba berbagai wahana dari yang bikin merinding, deg-deg-an, sampai panas dingin pun yang menambah wawasan. Tepat pukul 14:00 tiket mulai dibagikan dan seluruh peserta bebas menjelajah Destinasi Wisata Terbaik Kota Bandung 2018 ini. 

Bagi yang belum pernah ke TSB, boleh catat ya. Jadi, salah satu indoor theme park terbesar di dunia ini terbagi menjadi 3 Zona: Zona Studio Central bertema gemerlap dunia layar lebar dengan berbagai wahana yang cukup menguji adrenalin seperti Racing Coaster, Pemburu Badai, Vertigo dan Giant Swing. Zona Lost City bertema pedalaman hutan Amazon dengan wahana Jelajah dan Pirate Ship yang bisa dinaiki mengelilingi area Trans Studio Bandung dari ketinggian. Zona Magic Corner yakni wahana Dunia Lain dan Softplay Captain Black Heart Ship. 

Yang selalu seru adalah tradisi ritual TSB. Kalau pagi pengunjung akan disambut dengan “Opening Dance” yang dilakukan oleh seluruh karyawan Trans Studio Bandung. Setelah tarian selesai, pengunjung masuk melewati karpet merah, disambut oleh para Zoo Crew dan hujan gelembung sabun serta confetti yang akan membuat mereka merasa seperti seorang artis ternama. Kemeriahan ini dilanjutkan dengan penampilan dari “Vintage Band” di depan wahana Vertigo yang membawakan lagu medley mashup dari lagu yang sedang hits. Sama seperti Opening Dance, pertunjukan Vintage Band juga merupakan penyambutan untuk pengunjung yang baru datang. Nah setiap jam 4 ada parade penuh warna-warni dan berbagai karakter juga mobil hias akan melewati sepanjang jalan di dalam studio. Pertunjukkan penutup setiap harinya ini selalu menyenangkan dan bakal jadi pengalaman tak terlupakan untuk anak-anak. 

Siapkan anggaran untuk liburan keluarga pun bareng teman juga bakal seru. Harga tiket masuk Trans Studio Bandung dibanderol dengan harga Rp. 180,000 untuk hari Senin – Kamis, Rp. 200,000 untuk hari Jumat dan Rp. 280,000 untuk hari Sabtu dan Minggu serta hari ibur nasional. Harga tersebut sudah termasuk bermain di semua wahana dan menyaksikan semua pertunjukan. Sedangkan jam operasional Trans Studio Bandung adalah jam 10.00 – 18.00 untuk hari Senin – Jumat dan jam 10.00 – 19.00 untuk akhir pekan dan hari libur nasional. Ada promo apa di TSB? http://www.transstudiobandung.com/Home/Event/Promo_TSB cek aja ya. 


Keseruan BloggerDay 2019 Day One berakhir sebelum maghrib. Puas bermain bersama sambil kopdar, tentu foto-foto dong ya, seluruh peserta dari luar kota Bandung menuju penginapan. Selanjutnya free time, seluruh peserta bebas wisata kuliner atau ingin bersantai di kamar hotel, bebas kopdar tambah akrab dan kenal satu dengan lainnya.

HARI KEDUA 3 Maret 2019



Desain grafis oleh Akbar Muhibar IG @akbarmuhibar



Pukul 08:00 panitia sudah mulai tiba di lokasi, kali ini untuk agenda berbeda di Crowne Plaza Bandung. Banyak kejutan yang tentunya sudah disiapkan panitia untuk seluruh peserta. Ya, bukan hanya hadiah untuk beberapa yang beruntung tapi seluruh peserta 100 blogger dapat kejutan spesial. Tentu saja ini semua terjadi berkat sponsor BloggerDay 2019. 

Sponsor utama: Trans Studio Bandung, Crowne Plaza Bandung, Lineation. Bloggerday 2019 di Bandung 2-3 Maret 2019 didukung oleh Blue Bird Group, Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM, AHRA Reflexology by Nest, Bimas Islam Kemenag RI, BloggerPreneur Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Bloggercrony Network (BCN) dan BCN Executive (pengurus harian BCC) yang bekerja keras untuk mewujudkan kopdar terbesar blogger anggota BCC. 





Tepat pukul 09:00 peserta dari Bandung dan kota lainnya berdatangan dan registrasi untuk mengikuti kegiatan hari kedua BloggerDay 2019 di hotel bintang lima di Bandung yang adalah bagian dari InterContinental Hotel Group (IHG). Sejak memasuki lobi Crowne Plaza Bandung telah terasa standar tertinggi dalam fasilitas dan layanan premium untuk memanjakan tamu bisnis modern. Begitupun memasuki ruang Lembong Crowne Plaza Bandung untuk pelaksanaan BloggerDay 2019 hari kedua. Sajian coffee break juga istimewa, sehat dengan buah dan aneka snacks gabungan makanan lokal hingga internasional. Kopi juga tersedia yang konvensional hingga menggunakan mesin kopi. Nikmat, lengkap, mewah sungguh ini rejeki berlipat ganda untuk BloggerDay 2019. 

Hotel bintang lima di pusat kota Bandung ini memiliki 270 kamar tamu eksklusif dengan 8 jenis tipe kamar Deluxe Room, Club Room, Premier Club, Junior Suite, Executive Suite, Grand Suite, Family Suite, dan Pajajaran Suite, dengan jangkauan harga mulai dari Rp.1.400.000++. Kalau berniat meeting di hotel bintang 5 di Bandung tinggal pilih room berukuran luas dengan area voyage yang nyaman seperti: Braga Ballroom, Dago Meeting Room, Pasteur Meeting Room, Lembong Meeting Room, dan Business Center. 

Lokasi Crowne Plaza Bandung juga strategis, di tengah jantung Kota Bandung, 5-10 menit dari Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Merdeka. Tamu hotel bisa menjelajah destinasi favorit di Bandung yang memadukan sejarah, hiburan, perjalanan kuliner, dan kehidupan malam di satu tempat. Namun sebenarnya tanpa perlu keluar hotel pun, tamu bisa nyaman menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berbagai fasilitas yang memanjakan. Mulai kolam renang, pusat kebugaran 24 jam, Spa Uluwatu Bali, Mosaic All Day Dining, Connexions Lobby Lounge, Mountain View Poolside Bar, dan juga Kids Club. Untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi +62 (022) 3000 2500 atau email rsvn.bdocp@ihg.com atau website www.bandung.crowneplaza.com

Hari kedua BloggerDay 2019, seratus blogger habiskan waktu untuk menggali ilmu dan menguji keberuntungan dengan bagi-bagi hadiah dari BCC. Semua program BCC berjalan dalam sehari: BloggerHangout, BloggerCare, BloggerView, BloggerPreneur. Sesi awal setelah bagi hadiah dilanjutkan dengan BloggerCare. BCC memberikan kesempatan kepada salah satu member, Urmila, yang sedang menjalankan project sosial EUFORIA 2019. BCC mengajak blogger berdonasi sebagai bentuk peduli. Sementara untuk BloggerPreneur, BCC melibatkan blogger yang memiliki ragam usaha terlibat dalam penyediaan hadiah untuk blogger. Tentu saja BCC membeli hadiah dari BloggerPreneur namun dengan harga sangat spesial. Seperti Boneka Icon Blogger ala Ayko oleh Waya Komala, Lettering dari Winda Emak Gaoel, Snack Bucket dari Sreehandmade by Yayat & Sister, juga kontribusi dari Naturlove sabun organik dari Ruth serta coffee machine hadiah lomba blog dari Kebab Dewi Nuryanti. 




Nah, yang enggak kalah seru adalah BloggerView bersama Lineation by dr David dan BloggerHangout bersama Anwari Natari. Kedua sesi ini seperti memberikan suntikan ilmu sekaligus semangat untuk para peserta. Pulang dari ruangan Lembong Crowne Plaza Bandung, blogger mendapatkan pencerahan baik untuk spiritual diri hingga ilmu menulis.

BloggerView bersama Lineation dibawakan langsung oleh sang pemilik klinik dr. David Budi Wartono. Sesi ini membuka seluruh energi baik positif peserta untuk menghilangkan energi negatif. Mengubah cara berpikir untuk selalu positif dan bahagia menjadi cara dr David untuk mengoptimalkan potensi diri.

Berangkat dari nama DF Clinic sejak 2008, klinik ini bertransformasi menjadi Lineation Aesthetic & Health Care pada tahun 2017. Klinik bernuansa Korea ini menambah banyak layanan, mulai dari layanan kesehatan umum, gigi, apotek, fisioterapi, akupunktur, layanan kecantikan seperti skin care, botox, filler, thread lift hingga bedah plastik, layanan untuk ibu dan anak, layanan salon seperti make up, bridal dan hair treatment, medical check up lengkap, hingga layanan stress management.

Lineation Aesthetic & Health Care memiliki 6 dokter, 2 Tenaga Ahli (Fisioterapis & Akupunktur), serta beautician dan nurse untuk mendukung operasional. Lokasinya di Jl. Leumah Nendeut No.10, Sarijadi, Bandung, 5 menit dari gerbang tol Pasteur.

Menyadari cepatnya perubahan perkembangan zaman dan tingkat kesibukan yang tinggi, Lineation percaya kesehatan raga dan kecantikan tak cukup menjadi prioritas utama. Namun, kesehatan jiwa pun harus mendukung kedua aspek tersebut. Happy-Healthy-Beauty, slogan yang diusung Lineation menjadi dasar bertransformasi.

Di BloggerDay 2019, Lineation mengenalkan Stress Management dengan Access Bars kepada puluhan blogger yang mendapat giliran terapi. Jika ingin mencobanya langsung, segera ke Bandung, cari tahu layanan terpadu di Lineation Aesthetic & Health Care melalui website di www.lineation.id, instagram melalui @lineation.id, atau melalui telepon di 0812-2190-6850.

Lengkap sudah BloggerDay 2019, nikmat jiwa raga dan asah otak dengan materi pelatihan menulis bersama trainer sekaligus pengawas BCC, Anwari Natari. Bekal ilmu menulis sudah di genggaman, tinggal bagaimana mempraktikkannya di blog juga medsos. Pulang bawa banyak kesan dan oleh-oleh khas Bandung Bolu Susu Lembang sebagai kejutan, karena setiap peserta mendapatkan masing-masing dua pax. Seru! 





Semoga tahun depan berjumpa lagi dengan 100 blogger di BloggerDay 2020, hari jadi BCC ke-5. Jika Tuhan izinkan. Terima kasih BCC SQUAD Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Blogger Bandung!