Darurat Kabut Asap, Sesak Nafas Saat Terpapar di Palembang



Entah bagaimana bisa bertahan beraktivitas keseharian di kota dengan status udara buruk Darurat Kabut Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (kahutla). Saya tak berani untuk sekadar membayangkannya saja. Bayi dan anak, orangtua lansia, juga mereka yang memiliki riwayat penyakit pernafasan, entah apa jadinya. Ini nyata, cerita versi saya, terkena serangan asma mendadak sesak nafas, setelah terpapar asap di ruang terbuka sekitar 2-3 jam selagi bertugas urusan pekerjaan di Palembang. 

Ya! Palembang. Saya tidak sedang berada di Riau, Pekanbaru yang terkena dampak langsung Darurat Kabut Asap akibat kahutla. Kota Palembang terpapar kabut asap yang tak hanya membuat langitnya terlihat putih tanpa awan biru, tapi juga udara yang terhirup berbau tajam. Bahkan Kompas.com menuliskan status kualitas udara di Palembang masuk kategori bahaya. Status ini tercatat satu hari (15/9) setelah saya terkena serangan asma saat sedang bertugas di Palembang. 

Kondisi udara buruk sudah menjadi kekhawatiran warga setempat. Obrolan dengan beberapa pengemudi taksi memberikan saya banyak fakta, tentang bagaimana warga Palembang bertahan terpapar asap. Melihat teman-teman saya di Palembang sehat dan semangat beraktivitas, awalnya saya tidak melihat kekhawatiran bagaimana dampak kabut asap. Namun saya sempat sekadar bertanya ke teman saya, Nina, kenapa belum banyak yang pakai masker? Saya pun tidak memakai masker saat berada di ruang terbuka sekitar pukul 15:00 – 17:00 pada 13 September 2019. 

Sebenarnya tanda awal udara buruk sudah muncul saat penerbangan keberangkatan dari Soekarno-Hatta ke Palembang tertunda satu jam. Jarak pandang hanya 500 meter, kurang dari standar minimal 1000 meter untuk maskapai Citilink. Kabut asap jadi penyebab berkurangnya jarak pandang yang membuat penerbangan tertunda. 

Ketika akhirnya mendarat di Palembang, saya juga belum melihat tanda-tanda serius. Hanya saja cuaca memang terasa panas, lebih karena musim kemarau panjang, katanya. Pengemudi taksi yang saya tumpangi sempat membuka jendela mobil untuk mencontohkan kepada saya bau asap tajam. Saya tak punya kekhawatiran apa pun. Meski memang lelah belum tidur lantaran saya sengaja mengambil jam terbang paling pagi pukul 06:00 WIB. Semua berjalan normal-normal saja. 

Aktivitas saya di Palembang pun lebih banyak di dalam ruangan, dan atau di dalam kendaraan, semuanya ber-AC. Sampai pada waktunya saya bersama teman baik, Nina, menyempatkan ke ruang terbuka. Saya minta ditemani menelusuri river side dekat jembatan Ampera, mengambil foto dengan latar jembatan Ampera, lalu ke ikon Palembang terbaru ikan Belida, juga museum sultan Mahmud Badaruddin, setelah sebelumnya mampir berpose di depan tugu nol kilometer dan masjid agung. 




Saya hitung, sekitar 2-3 jam berada di ruang terbuka tanpa masker namun kacamata selalu saya pakai. Entah, saya tak ingin melepas kacamata saya. Selanjutnya saya kembali beraktivitas di dalam ruangan dan di hotel. Keesokan paginya pun dari hotel menuju venue event, saya menggunakan mobil nyaris tidak terpapar udara terbuka. Semua berjalan normal, baik-baik, fisik saya juga baik meski mungkin tidak terlalu fit karena lelah saja bukan karena sedang sakit. 

Selesai urusan pekerjaan, saya dan seorang rekan kerja, mbak Astri, makan siang di restoran dekat bandara, lagi-lagi di ruang tertutup ber-AC. Semua baik, bahkan kami lahap menikmati makan pindang Belida. Kami kenyang dan memang terasa mengantuk.

SHOCK SESAK NAFAS
Saya memutuskan berlama-lama di bandara pada 14 September 2019, sejak pukul 15:00 sampai jadwal penerbangan saya pukul 20:00, untuk (rencananya) bekerja. Namun yang terjadi justru tak pernah saya bayangkan, shock dan berusaha menenangkan diri, sampai saya pasrah. 

Sekitar pukul 15:30 saat saya dan rekan kerja menunggu waktu check in di ruang tunggu, tiba-tiba saya merasa kurang sehat. Rasanya seperti masuk angin terasa tak nyaman di punggung bagian tengah, saya mulai bersin, pilek, tiba-tiba hidung tersumbat. Terasa seperti masuk angin, saya coba atasi dengan minum jamu tolak angin cair. Biasanya badan terasa hangat dan agak baikan, namun kali ini gagal. Tiba-tiba terasa pilek dan hidung tersumbat, saya pamit ke rekan kerja untuk ke toilet membuang cairan seperti pilek. Namun di dalam toilet yang terasa adalah hidung makin tersumbat, saya sulit nafas. Kepala mulai berat dan pusing. Saya berjalan dari toilet sambil berpikir, saya harus ke klinik bandara. Sepanjang berjalan kaki, saya mulai bernafas dari mulut, sambil memastikan di mana lokasi poliklinik bandara dan meminta bantuan untuk informasikan ke rekan kerja saya kalau saya di klinik bandara. 

Sambil menjelaskan kondisi saya kepada petugas kesehatan klinik bandara, saya meminta pertolongan pertama, pemasangan oksigen. Setelah menjelaskan bahwa saya terkena sesak nafas, asma kambuh, saya memang punya riwayat asma namun sejak kecil sampai usia 38 tahun baru sekali (setahun lalu) saya terkena serangan dan mendapatkan perawatan nebulizer. Ini adalah kali kedua saya menerima perawatan oksigen dan nebu akibat serangan asma mendadak. Saat terapi nebu, dua kali saya muntah. Saya masih kesulitan bernafas dari hidung, sumbatan terasa sangat kuat. 

Saya bernafas dari mulut sampai akhirnya terapi nebu selesai, dan saya dirujuk ke UGD RS Myria, rumah sakit terdekat dari bandara untuk pengobatan lanjutan. Sebelum proses terapi oksigen dan nebu, petugas kesehatan memeriksakan detak jantung. Detak jantung per menit saya sempat melemah, dari 80 menjadi 97 setelah terapi nebu. Mata saya pun bengkak, ini salah satu ciri kalau saya terpapar debu. Mata saya sangat sensitif dan jika terinfeksi langsung membengkak. Namun ini hanya terjadi pada mata kanan saya. Bisa jadi kalau tidak melindungi dengan kacamata sebelumnya, bisa lebih parah dampaknya. 

Itu kronologisnya, namun yang saya rasakan sesungguhnya saat itu adalah PASRAH. Saya sudah menyerahkan urusan kepadaNYA. Sungguh serangan asma dengan sesak nafas tiba-tiba, dan saya ditemani rekan kerja dan petugas kesehatan, saat sedang di bandara, adalah situasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya PASRAH, menenangkan diri sambil terapi obat lewat nebulizer. PASRAH sambil berdoa, apa pun yang terjadi saya serahkan sepenuhnya kepada Allah, sesak nafas saya, bagaimana saya jadinya saat sedang jauh dari keluarga. Barangkali terkesan drama, namun sungguh saya harus menenangkan diri dengan kondisi yang tak disangka, sesak nafas dengan serangan asma mendadak dan nyaris gagal terbang pulang. 



PERAWATAN IGD
Keterbatasan perawatan di klinik bandara membawa saya akhirnya ke IGD RS, rumah sakit terdekat yang jaraknya lebih dari 2 km dari bandara. Pertolongan teman blogger di Palembang, Bimo, atas perintah suami saya, memudahkan segalanya. 

Setelah sesak nafas teratasi dengan nebulizer di klinik bandara, saya menuju RS dengan taksi. Setibanya di rumah sakit, saya jelaskan kondisi dan situasinya. Dokter sigap menanggapi dan saya dirawat dengan suntik dexa, termasuk pemeriksaan jantung. 

Dokter Romi RS Myria menjelaskan gamblang kondisi saya. Dia menyatakan saya aman terbang dan asma telah teratasi. Dokter meresepkan obat dan memeriksakan ulang atas permintaan saya, untuk memastikan semua baik dan saya bisa terbang pulang. Dokter Romi berpesan, di Jakarta sebaiknya saya periksakan ulang ke dokter spesialis penyakit dalam. 

Semua urusan perawatan di IGD, saya tak berdaya tanpa bantuan Bimo yang mengurusnya, termasuk pengambilan obat. Selain saya masih pusing dan lemas, saya masih berusaha menenangkan diri dan tidak beranjak dari ranjang perawatan IGD di rumah sakit. Semua administrasi selesai dengan BPJS. Saya tidak mengeluarkan uang apa pun lagi kecuali biaya taksi dan gojek. 

Saya memilih naik gojek ke bandara untuk mengejar waktu. Boarding 19:40 sementara 18:30 saya masih di rumah sakit. Barang-barang saya yang dititip di klinik bandara masih harus dibereskan. Tiba di bandara dengan status sudah check in awal (sebelum ke rumah sakit saya menjelaskan ke petugas check in situasinya agar bisa check in lebih cepat). Saya akhirnya bisa naik pesawat dan terbang pulang. 

Dua hari di Jakarta setelah serangan asma mendadak di Palembang, masih menyisakan kekhawatiran. Saya jalankan saran dr Romi untuk mendatangi dokter spesialis penyakit dalam. Dengan keluhan sakit pinggang luar biasa dan terkadang masih susah bernafas, akhirnya dokter berikan terapi obat. Paru saya dinyatakan aman, bersih. Asma juga tidak ada masalah serius. Hanya maag yang kambuh menjadi pemicu lainnya. Saya tidak perlu jalani rontgen atau terapi lainnya, cukup terapi obat saja dan kontrol seminggu ke depan (jika ada keluhan).

DAYA TAHAN TUBUH Kejadian serangan asma mendadak di Palembang lantaran terpapar kabut asap menyisakan banyak pertanyaan di kepala saya. Kenapa terjadi begitu tiba-tiba? Apa yang terjadi dengan tubuh saya? Segitu lemahnya kah atau memang situasinya sudah memburuk? 

Sisi lainnya, saya bersyukur teman-teman di Palembang sehat kuat menghadapi kabut asap seperti itu. Sementara saya, seorang pendatang yang hanya terpapar 2-3 jam saja sudah terkena dampak udara buruk akibat kabut asap. Bisa jadi tubuh saya sedang tidak siap dengan kondisi kabut asap pekat. Seseorang dengan riwayat penyakit pernafasan bisa sangat berisiko berada di kondisi seperti Palembang saat itu. 

Sambil pemulihan didampingi suami di rumah, satu per satu pertanyaan saya terjawab dari pemberitaan media televisi. Status udara buruk akibat kabut asap memang makin meluas. Riau, Pekanbaru paling parah terkena dampak langsung akibat kebakaran hutan dan lahan. Lalu kota lain mulai terpapar kabut asap seperti Jambi, Palembang, bahkan laporan dari teman-teman komunitas blogger BCC Nusantara, paparan kabut asap terasa di Kalimantan Timur, Sumatera Barat juga terpapar asap. 

Saya tak sanggup membayangkan warga setempat bertahan dengan udara buruk. Saya hanya bisa berdoa untuk kesehatan dan keselamatan mereka. Namun, saya juga tak bisa diam. Mencari tahu bagaimana risiko kesehatan dan bagaimana menjaga daya tahan tubuh menjadi perhatian. Kemudian, satu tayangan berita TV tentang peliputan dampak kabut asap di Pekanbaru menjawabnya. 

Wawancara reporter TV dengan salah seorang dokter spesialis paru di Pekanbaru menjawab penasaran saya. Bagaimana risiko kesehatan efek kabut asap? Bagaimana pola makan dan pola aktivitas yang dianjurkan? Semata karena saya peduli dengan mereka yang tinggal di sana, tak pantas membandingkan dengan diri sendiri yang terkena paparan sebentar saja sudah nyaris tak bisa bernafas. 

Dokter spesialis paru di Pekanbaru menyampaikan beberapa catatan penting untuk warga yang terkena dampak dan atau terpapar kabut asap. Menurutnya, asap ini terdiri dari gas dan partikel. Kandungan gas dalam asap menjadi racun bagi saluran nafas yang merusak sistem pertahanan paru. Ini bisa menimbulkan banyak penyakit. Sesak hebat, batuk hebat, hingga penyakit paru. Air yang tercemar asap juga bisa menimbulkan diare. Jadi jika tanda infeksi mulai terlihat segera berobat ke dokter. Sebagai antisipasi lakukan beberapa hal ini untuk warga yang terpapar apalagi yang terkena dampak langsung kabut asap:
  1. Gunakan masker N95 bukan masker hijau biasa saja.
  2. Pastikan cukup istirahat jangan bergadang.
  3. Minum air putih minimal 8 gelas sehari, ini wajib, dengan kondisi udara buruk
  4. Terus jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan baik, banyak buah dan jangan kurangi makan.
  5. Pastikan perputaran udara di rumah bagus, pasang terus kipas angin dan atau AC, pastikan sirkulasi udara baik.

KAHUTLA
Saya sebenarnya tak ingin banyak komentar (karena minim fakta dan data) soal KAHUTLA dan atau hubungannya dengan perusahaan SAWIT yang tidak menjalankan TATA KELOLA DENGAN BAIK. Hanya saja, jangan juga menutup mata bahwa kabut asap jelas dihasilkan dari pembakaran hutan untuk kebutuhan pembukaan lahan. Lingkaran setan membahas soal ini sebenarnya, para pihak akan merasa punya pembenaran. Saya sepakat SAWIT BAIK dan perusahaan SAWIT ada juga yang BAIK dan sudah terbukti menafkahi atau menjadi pencarian atau mensejahterakan banyak orang. Namun, melihat dari satu sisi saja takkan adil. Bahwa ada para pihak yang TIDAK MENJALANKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT DENGAN BAIK, ini patut dikritisi.

Saya juga tak ingin terjebak dalam lingkaran para pihak yang hanya menyalahkan pemerintah. Saya tidak dalam posisi membela pemerintah juga. Buang energi mencari salah siapa. Lalu mencari pembenaran atas persepsi personal. Saya tak mau terjebak dalam lingkaran kebencian itu.

Saya menuliskan ini semata ingin bercerita, lihatlah dampak kabut asap ini. Saya yang hanya terpapar sebentar, bisa jadi karena SAYA LEMAH, jadi mudah terkena penyakit. Bagaimana dengan saudara kita di sana? Sungguh saya tak sanggup membayangkannya. Saya cuma berdoa semoga mereka lebih kuat dari saya. Namun, doa saya dijawab fakta berbeda. Saat saya menuliskan ini, satu berita muncul di layar TV, seorang bayi meninggal dunia karena sesak nafas di Banyuasin, Sumatera Selatan. Saya dan dia menjadi korban asap, di daerah yang terapar kabut asap. Saya masih diberikan kesempatan hidup, sementara bayi mungil itu, dia sudah kembali pulang kepada pemiliknya. 

KAHUTLA semoga segera teratasi. Mohon para pihak sigap mengatasi. Semoga tak menjadi ISU YANG DIGORENG TERUS MENERUS, sampai lupa, bahwa KITA BISA melakukan sesuatu untuk saudara sebangsa. Saya (saat menulis ini) masih menunggu respons dari inisiatif ini, apakah komunitas bisa bergerak bersama? Namun rasanya tak perlu menunggu lagi. Lakukan apa yang KITA BISA. DONASI dan atau lakukan penggalangan dana, lewat saluran yang bisa kita percaya, bantu sebisanya. BloggerCare mode on! Mau bergerak bersama saya?!






Cari Solusi Finansial di 6 Booth Astra Financial GIIAS 2019

BOOTH ASTRA FINANCIAL GIIAS 2019 

Siapa punya tujuan finansial? Rencana sah saja tapi bagaimana mencapainya itu yang selalu jadi pertanyaan berikutnya. Solusi finansial seperti apa yang paling memudahkan dan sama-sama bikin nyaman? Mesti tambah wawasan biar enggak kudet (kurang update) untuk menjawabnya. Salah satu caranya bisa datang tambah literasi finansial pameran Astra Financial di 6 booth yang tersebar di pameran otomotif kenamaan, Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 di ICE BSD City 18 -28 Juli 2019. 

Soal perencanaan dan solusi keuangan saya jadi ingat kelas literasi finansial yang pernah saya ikuti saat menjadi karyawan korporasi 2008 silam. Financial coach ternama saat itu meminta setiap peserta menuliskan 10 list tujuan finansial dalam jangka pendek hingga panjang. Tujuan menuliskan daftar tujuan finansial ini saya yakini sebagai cara memanggil semesta membantu kita mewujudkannya. Tentu saja dengan banyak cara ikhtiar maksimal lewat bekerja atau berbisnis. 

Benar saja, dari daftar tujuan finansial itu, dalam lima tahun sebagian tercapai. Salah satu daftarnya adalah memiliki rumah. Saya dan suami akhirnya bisa memenuhinya pada tahun 2012. Kemudian beli mobil baru, ternyata bisa terpenuhi pada 2016. Saya dan suami tidak punya cukup uang apalagi tabungan untuk membeli semuanya secara tunai. Solusi keuangan yang paling nyaman menurut kami adalah dengan kredit mobil murah. 

Khusus untuk mobil, kami memilih membeli sesuai kemampuan, kredit mobil Toyota Agya melalui pembiayaan TAF. Sisa setahun lagi kami membayar cicilan mobil kesayangan dan mobil pertama di keluarga saya. Bagi saya dan suami selama memudahkan dan sama-sama senang, semuanya jadi nyaman. Meski tak selalu mudah dalam membayar cicilan namun semua masih dalam kendali. Bayangkan, dengan solusi keuangan dengan kemudahan ini, saya dan suami bisa sangat produktif mencari nafkah dengan kendaraan kami. 

Solusi finansial lain yang juga memudahkan dan melegakan hati adalah asuransi mobil. Sejak awal membeli mobil dengan kredit kami masukkan item asuransi Garda Oto. Satu hal yang saya pikirkan adalah mobilitas kami sangat tinggi. Jalan raya bisa sangat ramah pun sebaliknya, kejam dan ketika datang waktunya keberuntungan sedang menjauh, apa saja bisa terjadi. Benar saja, sekian tahun berkendara baru sekali akhirnya di tahun 2019, mobil kesayangan yang kami sebut SI AYANG DAYU, ditabrak. Asuransi Garda Oto memudahkan klaim dan mobil yang remuk bagian depan ditangani baik keluar bengkel Auto 2000 jadi lebih cantik. 

6 BOOTH ASTRA FINANCIAL GIIAS 2019 
Pengalaman saya itu membuat saya jadi makin yakin kalau perencanaan dan solusi finansial sungguh membantu. Nah berhubung perkembangan solusi finansial juga ikuti era digital, mesti update terus informasinya. Ini dia yang bikin penasaran dengan booth Astra Financial di GIIAS 2019. 

Opening booth Astra Financial GIIAS 2019 ICE BSD CITY 


Astra Financial sudah dua tahun menjadi sponsor utama GIIAS. Hari pertama GIIAS 2019, Astra Financial meresmikan booth dengan acara meriah bersama MC Dian Sastro. Seluruh jajaran direktur hadir bahkan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Turut hadir dalam pembukaan booth Astra Financial GIIAS 2019, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, Wakil Presiden Direktur Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro, Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin, juga hadir enam presiden direktur lembaga jasa keuangan (LJK) Astra Financial yang mendukung penuh event GIIAS 2019 ini, yaitu Ridha DM Wirakusumah - Presiden Direktur PermataBank; Siswadi - Chief Executive Officer (CEO) ACC; Margono Tanuwijaya – CEO FIFGROUP; Agus Prayitno - Presiden Direktur TAF; Rudy Chen – CEO Asuransi Astra; Auddie Wiranata - Presiden Direktur Astra Life. 

Jajaran Direktur Astra Financial 


Dalam sambutannya, Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin, mengatakan solusi finansial Astra Financial terutama di booth GIIAS serba digital. Bukan hanya games digital berhadiah menarik sepanjang GIIAS 2019 di main booth Astra Financial Hall 2, tapi juga layanan solusi finansial Astra Financial serba digital dengan aplikasi. 

Tak kenal maka tak sayang, Astra Financial merupakan Divisi Jasa Keuangan PT. Astra International Tbk dengan misi to be partner for Indonesian prosperity. Saat ini Astra Financial memiliki beragam lembaga jasa keuangan di bidang: Pembiayaan Otomotif, Pembiayaan Alat Berat, Perbankan, Asuransi Umum, Asuransi Jiwa, Modal Ventura, Dana Pensiun, dan Teknologi Keuangan.

Astra Financial terdiri dari 11 lembaga jasa keuangan: PermataBank, Astra Credit Companies (ACC), Federal International Finance (FIFGROUP), Toyota Astra Finance (TAF) , Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance, Asuransi Astra (asuransi umum), Astra Life (asuransi jiwa), Astra Ventura, Astra Welab Digital Arta dan Dana Pensiun Astra.

Masih ada waktu untuk mencari solusi finansial di GIIAS 2019 apalagi pameran mobil baru ini memberikan banyak penawaran seru. Datang saja ke 6 booth Astra Financial yang tersebar di GIIAS 2019. Berburu kemudahan solusi pembiayaan, perbankan dan asuransi, siapa tahu ada penawaran Cicilan 0% dan Kredit mobil 0% juga. 

INI DIA PENAWARAN KHUSUS GIIAS dari ASTRA FINANCIAL: 




Hall 2 GIIAS: Main Booth Astra Financial
Banyak permainan seru di main booth Astra Financial di GIIAS 2019. Bagi yang beruntung bisa mendapatkan merchandise eksklusif dari Astra Financial. 

Menariknya lagi, Astra Financial di GIIAS 2019 bikin kegiatan seru I Care, I Share di main booth Astra Financial di GIIAS. Putra bungsu Presiden RI, Kaesang sudah ikutan loh “menulis” financial goals lewat games digital. Dari setiap goal yang pemain sampaikan akan dikonversikan dalam bentuk donasi untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat Tangerang.

Nusantara Hall GIIAS: Booth ACC dan TAF Nah selama GIIAS 2019, TAF dan ACC berikan program Bunga Spesial mulai dari 0% (Khusus tenor 1 tahun, DP 25% ADDM – Angsuran-Pertama dibayar di muka) dan hadiah langsung (iPhone XS, Apple Watch, Car Trunk) untuk setiap SPK Kendaraan. Potongan Rp 1 juta Biaya Admin juga tersedia. 

ACC sudah berpengalaman dalam layanan pembiayaan otomotif (mobil baru dan bekas) sejak 1982, dengan 75 kantor cabang di Indonesia. Sedangkan TAF melayani kredit mobil sejak 2006. Bagi yang mau beli mobil Toyota, Daihatsu dan Lexus, pembiayaan investasi dan modal kerja, bisa cari informasinya di booth TAF atau di 36 kantor cabangnya.

Hall 9 GIIAS: Booth FIFGROUP Di GIIAS, buat yang mau kredit motor, datang aja ke booth FIFGROUP. Selama GIIAS 2019, ada program Bunga 0% (tenor setahun) dan DP mulai dari 20% (berlaku hanya untuk Vario dan Beat Series) serta hemat angsuran hingga Rp 3,5 juta. Pengajuan Big Bike (melalui FIF) juga bisa dapatkan hadiah langsung iPhone XS, Apple Watch, dan hadiah lainnya. Lucky Draw Helm & Jaket keren ada di booth FIFGROUP.


Hall 7 GIIAS: Booth PermataBank Permata Tabungan Bebas
• Cashback 10% hingga Rp 500,000 per bulan
• Cashback 100% untuk transaksi pertama
• Gratis Tarik tunai di semua ATM Bank mana saja

Astra World PermataCard
• Cashback 10% di SPBU
• Cashback hingga Rp 500rb untuk aplikasi yang disetujui dan telah bertransaksi

Hall 10 GIIAS: Booth Asuransi Astra Gratis Gift Set untuk 150 pembeli tunai pertama asuransi komprehensif Garda Oto. Sebagai informasi, produk Asuransi Astra meliputi Garda Oto, Garda Motor, Garda Medika, HappyOne.id, asuransi komersil dan syariah.


Hall 2 GIIAS: Booth Astra Life Astra Life yang hadirkan Hamish Daud di GIIAS 2019 berikan special cash back program untuk pembelian asuransi jiwa individu, dan perlindungan jiwa untuk kredit kendaraan khusus nasabah TAF dan ACC. Special Cashback dan Customer rewards untuk pembelian produk Asuransi Jiwa.





Penasaran sama hadiah dan penawaran khusus sepanjang GIIAS? Intip infonya di Instagram Astra Financial karena siapa tahu kamu jadi pemenang harian yang selfie di main booth. Kalau selfie dan posting di Instagram jangan lupa hashtagnya ya.
#SenyumAstraFinancial
#AstraFinancial
#GIIASJAKARTA
#GIIAS2019

Pengalaman Paylater GOJEK Pinjol Darurat 100K


Ilustrasi Paylater Gojek by @wawaraji


Sebagai pengguna aplikasi GOJEK, kamu udah pernah pengalaman pakai paylater GOJEK belum? Atau belum tahu? Harusnya sih udah ya karena iklannya beredar kok.
Nah ini pengalaman paylater Gojek versi saya. Bisa dibilang paylater Gojek itu fitur yang terbilang baru. Pilihan payment yang biasanya hanya CASH atau GOPAY sekarang bertambah satu dengan PAYLATER. 

Bagi saya, PAYLATER GOJEK ini semacam pinjaman online atau pinjol dari GOJEK yang sebaiknya hanya dipakai dalam keadaan darurat, untuk user yang punya reputasi baik dalam urusan pinjam meminjam atau bukan penunggak. Kalau enggak begitu, fitur yang sebenarnya bisa memudahkan dalam keadaan terdesak ini bisa jadi membahayakan atau bahkan bumerang buat user atau Gojek sendiri. 

Meskipun power Gojek masih sangat kuat. Kalau ada penunggak yang enggak melakukan REPAYMENT, bisa aja Gojek tarik otomatis dari Gopay atau cara lainnya demi menagih si pengguna paylater. Eh tapi tenang, Paylater Gojek ini sudah terdaftar di OJK, jadi aman. 


Meski saya sudah melihat iklan televisi fitur paylater GOJEK ini sebelumnya, saya tidak berminat menggunakan. Sampai akhirnya datanglah situasi urgensi membuat saya punya pengalaman paylater Gojek.

Jadi ceritanya, suatu pagi hari saat saya harus mengurus event, berangkat sendirian dari rumah membawa dua tas besar untuk konsumsi peserta event, tanpa kendaraan pribadi menuju lokasi acara di BSD City. Bisa dibilang lumayan ribet sendiri dengan bawaan dan sambil harus tektokan memikirkan juga teknis pelaksanaan event. Sebenarnya semua sudah dipersiapkan sejak H-1 jadi bisa dikatakan cukup well-prepared.

Saya sudah merencanakan akan pesan Go Car untuk perjalanan 45 menit dari rumah ke Ice BSD City. Rencananya saya akan bayar cash saja layanan Go Car ini karena saldo Gopay nol. Lalu saat lihat isi dompet, jumlahnya terbatas, sementara saya sudah perhitungkan untuk tol dan jaga-jaga keperluan cash mendadak saat event. Berhubung berkejaran waktu, tak sempat ke ATM, mobile banking juga masih bermasalah gagal terus mau aktifkan (enggak usah tanya banknya apa yaaa), saya inginnya sayang-sayang uang cash untuk keperluan mendadak nanti.

Nah, saat buka aplikasi GOJEK ketemu lah dengan fitur payment paylater. Penasaran saya klik fitur itu dan transaksi pun berjalan. Saya bisa pesan Go Car, dengan ada saldo (balance) tertera 100K untuk paylater saya. Saat tertera ongkos kendaraan Rp 59K, saat perjalanan selesai, saldo paylater 100K berkurang menjadi sisa Rp 41K.  

Saya pikir ini jadi semacam pinjol 100K untuk saya dari GOJEK. Saya pikir oke juga untuk keperluan mendadak dan perlu sekali dicatat, HANYA DIPAKAI SAAT MEMANG URGENT dan punya kesanggupan bayar di belakang. 

Jadi, kalau pengalaman saya, nilai transaksi yang bisa saya lakukan hanya dengan saldo paylater maksimal 100K. Misalnya, kamu mau beli pulsa 100 ribu dengan GO-PULSA menggunakan fitur Paylater. Ini tidak akan bisa transaksi karena pembelian pulsa total 101.000 (termasuk biaya administrasi). Paling tidak kamu hanya beli pulsa 50K saja. Kebayang kan ya? 

Oya, kalau kasus saya, khusus untuk pemakaian Juli, transaksi dengan paylater maksimal saldo 100K ini tanpa dikenakan fee. Entah kalau pemakaian bulan lain ya dan apakah saldo akan bertambah atau tidak. Dari cerita beberapa teman sih saldo paylater di aplikasi Gojek ini berbeda setiap akunnya. Entah bagaimana pengaturannya oleh Gojek. Ada bagusnya kalau saya hanya mendapatkan saldo paylater Rp 100.000, supaya tidak tergiur juga beli ini itu dengan penundaan pembayaran. 

Saya pernah sekilas membaca, fitur paylater ini berlaku dalam sebulan. Dalam pemahaman saya, artinya dalam sebulan harus diselesaikan pembayaran "pinjol" tersebut. Kalau kasus saya sih, uang Rp59K yang harusnya untuk bayar GO CAR, jadi saya gunakan untuk urusan lain yang memang hanya bisa pakai cash. Event lancar, pulang malam dengan tenang karena semua beres, dan istirahat. Lalu esok harinya, pagi saya ke ATM isi GO PAY, langsung saja transaksi REPAYMENT pinjol saya, dan tuntas sudah utang ke GOJEK yang memudahkan di situasi darurat.





Pikir saya, fitur paylater ini memudahkan sekali untuk kondisi darurat. Apalagi sekarang semua serba cashless, kalau pas saldo gopay lagi kosong, waktu tak cukup untuk ke ATM, atau terkendala pakai mobile banking untuk transfer uang, paylater jadi solusi menurut saya. 

Urusan yang paling tinggi urgensinya dan bisa tertolong dengan paylater adalah transportasi, pulsa, listrik (bagi rumah tangga). Hanya saja penggunaan paylater ini juga enggak semestinya dijadikan alasan berutang.

Hati-hati juga segala kemudahan berkat teknologi jadi bikin mempermudah berutang, dan jangan sampai terlilit utang ya. Bayar dengan klik REPAYMENT dengan cukup mengisi saldo Gopay. Ingat! jangan jadi alasan berutang yaa. 




CSR Mowilex Bukan Sekadar Revitalisasi Panti Tuna Ganda Netra Rawinala

TERIMA KASIH MOWILEX dan Karyawan yang peduli berbagi di RAWINALA #CSRMOWILEX


Setiap warna punya makna bahkan fungsi, termasuk sebagai mood booster. Itu sebab urusan cat rumah, selain pertimbangan selera, biasanya si empunya rumah butuh sentuhan warna tertentu dengan berbagai tujuannya.  Bahkan pemilihan warna yang tepat bisa membantu aktivitas lebih maksimal apalagi di panti tunanetra. 

Inilah yang diwujudkan produsen cat Mowilex Indonesia melalui program CSR di Rawinala School, sebuah Yayasan Pendidikan Dwituna di Kramat Jati, Jakarta. Rawinala mendidik 52 multisidisable children/dwituna/tuna ganda netra untuk membantu mereka mandiri. Panti yang ramah dan layak untuk penyandang dua catat atau lebih, harapannya bisa membantu siswa Rawinala dalam beraktivitas. Anak didik Rawinala sebagian besar memiliki gangguan penglihatan atau low vision.

CSR MOWILEX RAWINALA foto: www.sattoraji.com 


Melalui kegiatan ini saya jadi belajar bagaimana warna memiliki peran besar untuk penyandang tuna ganda netra dengan low vision. Awalnya saya pikir CSR Mowilex melalui pengecatan panti Rawinala sebatas mempercantik sekolah atau revitalisasi. Setelah mendengarkan langsung penjelasan Kepala CSR Mowilex Indonesia, Suratman bersama Kepala Yayasan Rawinala Dwihardjo Sutarto, juga Presiden Direktur Mowilex Indonesia, Niko Safavi, saya menemukan harapan penuh warna berarti.  


Itu sebab, kata Suratman, tema kegiatan CSR Mowilex yang berlangsung Sabtu, 20 Juli 2019 di Rawinala, berjudul "Mewarnai Harapan". Kegiatan sosial perusahaan ini melibatkan kepedulian dan kerelawanan karyawan Mowilex. Sebanyak 120 karyawan sukarela mengecat panti Rawinala. Sabtu pagi yang seharusnya mereka berlibur bersama keluarga, justru waktu dan tenaga mereka sumbangkan untuk membantu panti. 

Presiden Direktur Mowilex Indonesia, Niko Safavi


Dalam sambutannya, Presiden Direktur Mowilex, Niko ikut merasa terharu dan berterima kasih kepada karyawannya. Saya menyaksikan sendiri bagaimana para relawan ini bekerja sukacita penuh semangat. Iringan musik menemani mereka mengecat hampir seluruh dinding hingga pagar panti. Hebatnya, musik pengiring berupa live band dimainkan oleh para difabel dari Rawinala. Saya takjub dari sejak pembukaan acara, empat difabel bertalenta memainkan alat musik seperti drum, gitar, keyboard dan vokal yang luar biasa profesional.

CSR MOWILEX RAWINALA 


Soal warna cat yang dipilih atas permintaan Rawinala adalah krem, merah dan putih. Suratman mengatakan tiga warna tersebut disiapkan oleh Mowilex atas permintaan Rawinala untuk membantu para difabel bisa beraktivitas mandiri. Harapannya, warna-warna terang ini bukan hanya mempercantik panti tapi juga memberi terang siswa yang memiliki gangguan penglihatan.

Selayaknya program CSR, kegiatan sosial ini berkelanjutan bukan hanya sesaat saja. Ini bukan pertama kali Mowilex memberikan bantuan untuk panti dengan reputasi tinggi seperti Rawinala. Namun kali ini bantuan yang diberikan lebih dari sekadar donasi. Sebelumnya, dengan juga melibatkan karyawan, Mowilex memberikan donasi untuk kebutuhan operasional panti. Nah, kali ini bantuan yang diberikan selain 500 liter cat untuk 90 persen ruangan dari total area 4000 meter persegi, Mowilex juga memberikan total donasi Rp 28 juta, termasuk donasi dari para karyawannya. 


TUNA GANDA NETRA 
CSR MOWILEX Foto www.sattoraji.com 


Kegiatan CSR yang berkelanjutan menjadi komitmen Mowilex sebagai perusahaan yang usianya sudah sangat matang, hampir 50 tahun. Kegiatan pengecatan panti dan pemberian donasi berawal di Rawinala dan berlanjut di panti lain sampai dengan pertengahan Agustus 2019. Setelah Rawinala, kegiatan CSR ini akan berlangsung di empat panti lain yang mendidik multiple disable children di Malang, Semarang, Bali dan Jogja.

Bagi saya, Rawinala dan empat panti lainnya yang tersebar di berbagai kota adalah penyelamat anak tunanetra dengan disabilitas lainnya. Tanpa keberadaan sekolah atau panti seperti ini, penyandang tunanetra akan sulit untuk bisa hidup mandiri. 


Sekolah seperti Rawinala ini mendidik tuna ganda netra sampai dengan usia 20, sebagai bekal untuk mandiri di kehidupan yang tentunya tak mudah untuk difabel. Bagaimana Rawinala yang bertahan untuk memberikan harapan hidup maksimal bagi tunanetra sejak 45 tahun silam, bagi saya, adalah anugerah.

Kepala Yayasan Rawinala, Dwihardjo menyebutkan dari 300 multidisable children di Indonesia, hanya satu persen yang bersekolah. Dari lima panti dwituna di Indonesia, hanya Rawinala yang bisa menampung 52 orang usia 2 sd 20 tahun, juga asrama tambahan untuk 11 alumni. Lokasi asrama alumni terpisah dari sekolah Rawinala karena daya tampung tak lagi mencukupi. Empat panti dwituna lainnya di berbagai kota baru bisa menampung 4-9 anak didik. Kalau di Rawinala ada puluhan anak didik dengan 14 guru dan 17 pendamping asrama.

Rawinala mengasuh 20 anak di asrama dengan pendamping yang bekerja 24 jam dengan pembagian shift. Sementara untuk anak didik lainnya yang tidak menginap di asrama, datang ke sekolah pukul 07:00 sd 13:00 Senin sampai Jumat. Anak didik di Rawinala yang berasal dari Jadobodetabek, fokus belajar bina diri, melatih kemandirian, keterampilan termasuk bermusik. 

Keterbatasan daya tampung dan pengajar membuat Rawinala terpaksa harus membuat daftar tunggu untuk anak didik. Para difabel yang masuk dalam daftar tunggu harus bersabar menunggu giliran masuk sekolah. Anak didik yang sudah mencapai usia 20 tahun dianggap sudah bisa mandiri dan selesai bersekolah. Jika ada anak didik yang keluar, difabel yang masuk dalam daftar tunggu bisa bersekolah di Rawinala.

Sampai di sini saya merasa perhatian besar dari perusahaan besar sungguh berarti. Saya mengamini kata Presdir Mowilex yang mengatakan bahwa tak mudah memang untuk mempertemukan semua kepentingan dalam program seperti ini. Menurutnya CSR Mowilex menjadi momen yang mempertemukan semua kepentingan baik konsumen, karyawan dan para pemegang saham. Karyawan bangga bisa berkontribusi, konsumen senang dengan aktivitas sosial, dan perusahaan senang karena keterikatan dengan komunitas menjadi lebih kuat. Lebih senang lagi karena amanat para pendiri perusahaan tersampaikan, yakni menjalankan aksi sosial yang sudah menjadi tradisi sejak Mowilex berdiri 1970. 

CSR MOWILEX RAWINALA


Saya yang bukan siapa-siapa pun bersyukur menjadi bagian dari kegiatan ini. Bukan perkara mudah membantu difabel untuk memaksimalkan hidupnya dengan kemandirian. Ketika bantuan datang, sungguh ini menjadi perjalanan yayasan dan anak didiknya menjadi lebih berwarna. Terlebih lagi untuk penyandang Multiple Disability with Visual impairment (MDVI).

Berdasarkan referensi yang saya dapati, MDVI adalah mereka yang memiliki hambatan penglihatan disertai dengan hambatan lain baik pendengaran, intelektiial, fisik, emosi dan lain sebagainya. Dampak dari disabilitas ini antara lain kesulitan menerima informasi yang kemudian berdampak pada perkembangan di beberapa area utama, yaitu komunikasi, gerak, kognitif, sosial dan emosi, konsep dan citra diri. Butuh intervensi khusus untuk mengembangakan konsep, komunikasi dan gerakan pada anak dengan MDVI, misalnya tunanetra dan disabilitas intelektual, tunanetra dan hambatan konsentrasi, tunanetra dan hambatan perilaku, dan sebagainya. Mereka seumur hidup butuh pendampingan dari keluarga dan lingkungan. 

Rawinala dan empat panti lainnya di Indonesia, beserta guru dan pendamping sudah memberikan darmanya untuk membantu mereka yang terlahir sebagai difabel. Semoga selalu ada jalan bagi kita meninggalkan kebaikan untuk membantu sesama, seperti mereka. 





Hangatnya Film Keluarga A Dog's Journey

Premiere A Dog's Journey CGV Grand Indonesia, Jakarta, Juli 2019 

Apa bedanya "purpose" dan "goal"? Misal, life goal atau life purpose? Apakah ada bedanya? Film keluarga Dog's Journey, menurut saya, bisa menjawabnya. Makhluk yang hidup dengan "purpose" punya perjalanan yang "kaya" dan penuh cinta. Ah, baper deh jadinya. 

Saya kesulitan menemukan padanan kata yang tepat dalam Bahasa Indonesia untuk memaknai "purpose" dan "goal". Kalau sekadar menerjemahkan, artinya akan dituliskan sebagai TUJUAN. Namun maknanya berbeda kalau konteksnya tentang HIDUP. Kalau "purpose" lebih kuat kepada alasan hidup sementara "goal" lebih ke tujuan hidup. 

Hidup dengan alasan tertentu bukan sekadar soal mencapai tujuan. Namun ada motivasi kuat yang membuat makhluk hidup menuntaskan perjalannya, karena suatu alasan. Tak terkecuali makhluk hidup hewan peliharaan, anjing dan tuannya, dengan perjalanan hidup sampai tiada.

Ah, saya kok jadi meleleh karena hangatnya pesan cinta, persahabatan dan hidup dengan alasan dari film keluarga A Dog's Journey yang disutradarai oleh Emmy winner Gail Mancuso (TV’s Modern Family). Film ini digarap produser Gavin Polone dengan penulis naskah W. Bruce Cameron & Cathryn Michon, Maya Forbes & Wally Wolodarsky, berdasarkan novel best seller Cameron. Film produksi Amblin Entertainment dan Reliance Entertainment bersama Walden Media dan Alibaba Pictures, didistribusikan oleh Universal Pictures dan Amblin Partners untuk pasar internasional. Tayang 17 Mei di luar negeri dan masuk bioskop Indonesia (CGV) pada 10 Juli 2019.

Bagi yang enggak mengikuti rekam jejak film ini (yang adalah sekuel dari A Dog's Purpose) atau tidak baca novelnya, menurut saya, masih tetap bisa menikmati mengikuti alur ceritanya. Sekilas saja tentang film keluarga A Dog's Journey saya ceritakan, maklum saya termasuk kalangan non spoiler untuk urusan film.
Film keluarga ini bercerita tentang Bailey dan kawanannya, seekor anjing Labrador Retriever kalau kata sahabat saya pecinta dan pemelihara anjing. Bailey adalah peliharaan Ethan (Dennis Quaid) sejak Ethan kecil sampai menjadi kakek. Bailey menua bersama Ethan, hingga akhirnya Bailey meninggalkan tuannya, selamanya. Eits, tunggu dulu, ternyata tidak selamanya, karena Bailey "lahir kembali", dengan alasan.




Bailey kembali lahir ke dunia menjadi Molly (anjing beagle), Big Dog, dan Max (anjing yorkshire). Demi apa? Demi menjaga CJ (Kathryn Prescott) dari belia sampai dewasa, cucu Ethan dan Hannah (Marg Helgenberger). Bahkan perjalanan anjing ini menyatukan cinta CJ dan sahabat masa kecilnya Trent (Henry Lau).



Latar peternakan di Michigan dan kota besar seperti New York membuat cerita perjalanan anjing peliharaan ini menjadi kaya. Belum lagi kisah yang kuat tentang cinta, persahabatan, keluarga, dan kesetiaan. Bagi saya, setiap makhluk yang hidup punya alasan. Tak terkecuali anjing peliharaan keluarga yang melindungi dengan caranya yang ajaib. Perjalanan panjang Bailey mewakili realitas hidup semua makhluk. Hanya butuh yakin dan peka melihat tanda, jalani prosesnya dan nikmati perjalanan sampai akhirnya tugas berakhir dan kembali pulang selamanya. Film keluarga ini layak jadi tontonan siapa saja tanpa kecuali. Siapkan tisu karena ada saatnya haru namun jangan sungkan juga tertawa malu-malu atau silakan tertawa lepas. Kisah Bailey mewakili perjalanan hidup sesungguhnya, ada momen susah, sedih, perih, lucu, manis, sampai haru bahagia.



Hati-hati baper yaaa. Bagi saya, film keluarga ini membantu kita mengasah rasa kalau memang masih punya cinta di hati. Saya jadi ingat anjing hewan peliharaan sahabat. Anna, sahabat saya memelihara anjing yang diadopsinya dengan penuh cinta. Dalton namanya, dan dia makhluk beruntung. Begitupun Anna yang beruntung menjadi pemeliharanya. Saya punya kedekatan tersendiri dengan Anna. Saking terhubungnya, Dalton pun saya yakini seperti mengenali sahabat tuannya.


Jack dan Dalton @elviranna.dalton
Pertama kali bertemu Dalton, saya yang memang tak terbiasa berdekatan dengan anjing, agak grogi. Saya yakin Dalton baik dan patuh dengan tuannya. Benar saja, dia mengendus dan seandainya saya cukup berani, saya akan memeluknya. Anna tak banyak memerintahkan apa-apa, cukup hati kami saja yang bicara. Dalton paham, dia hanya menemani dua sahabat sedang bercengkerama. Entah kenapa, kadang muncul rasa kangen Dalton yang kini punya saudara, Jack namanya. Saya bukan tipikal pemelihara hewan di rumah, apa pun jenis hewannya. Namun saya penggemar serial Dog Whisperer Cesar Millan. Jadi, saya bisa memahami besarnya cinta Dalton dan sahabat saya Anna, dan bagaimana mereka saling berbagi kasih sayang. Rasa inilah yang juga saya temukan di film A Dog's Journey. Selamat menonton di CGV mulai 10 Juli 2019. Ini link trailernya kalau mau intip sekadar meredakan penasaran. Bukan kapasitas saya memberi ranking film. Datang saya ke bioskop! Beri nilai masing-masing. Saya hanya penulis blog yang hobi nonton ke bioskop.
Terima kasih @cinemagsnews @cbipictures untuk hadiah tiket Premiere A Dog's Journey untuk BCC Squad, blogger member komunitas Bloggercrony Community (BCC). Lain kali boleh loh kalau mau Nobar lebih viral bareng BCC.