Rompis, Cinta LDR Remaja yang Enggak Picisan





Selalu senang ketika film Indonesia muncul di bioskop dengan berbagai genre dan cerita. Film tentang cinta remaja memang selalu sukses bikin nostalgia untuk penonton yang tak lagi berusia muda. Namun bagi anak muda tetap jadi tontonan menyenangkan kekinian yang semoga sih mewakili usianya.

MNC Pictures kembali hadir dengan film remaja terbaru yang bisa jadi tontonan untuk anak usia 13 tahun ke atas. Film remaja yang menyegarkan ini garapan sutradara Monty Tiwa, penulis Haqi Achmad dengan Production Executive Valencia Tanoedoedibjo serta jajaran produser Toha Essa, Lukman Sardi, Ferry Ardian juga Didi Ardiansyah.


Kenapa menyegarkan? Bintang muda aktor aktrisnya memainkan peran dengan mulus, natural dan tetap menjaga realitas remaja kekinian. Namun kalau soal jatuh cinta, polanya sama saja dari zaman dahulu kala. Sulit mengungkapkan rasa dan tanpa ada ucapan tetapi rasa terjaga sampai harus terpisah benua sekalipun. Urusan hati dan cemburu selalu sukses jadi bumbunya. Perihal cinta, rasanya takkan pernah berubah ceritanya.

Bagaimana pemeran utama film ini membawa cerita Rompis menjadi seru menyenangkan dan menyentuh tanpa berlebihan, itu istimewanya.

Saya sendiri yang sudah lebih layak disebut "tante" bagi seluruh pemain utama film ini masih bisa menikmati percikan cinta remaja dalam cerita Rompis. Lewat film ini, sebagai "tante" saya jadi menyimak gaya anak muda kekinian dan cara mereka berkomunikasi ala millenials. Kalau bagaimana opini millenials bisa baca ulasan Rizki Doel dan Egi Sukma nih.

Menurut saya, bintang muda Arbani Yasiz (Roman), Adinda Azani (Wulan), Umay Shahab (Sam), Cut Beby Tshabina (Meira) sukses bikin film remaja ini terasa ringan, romantis tapi enggak picisan, diselingi humor yang enggak garing.


Satu hal yang juga kuat dari film ini adalah inspirasi berpuisi. Senang rasanya ketika puisi diperkenalkan lagi kepada remaja melalui film. Saya selalu menikmati lomba puisi di kalangan remaja. Kemampuan merangkai kata dan mengucapkannya lantang dengan berirama dan ekspresif adalah bakat yang pastinya akan berguna nantinya. 




Cerita film yang disadur dari novel best seller memang selalu kuat. Film ini juga berangkat dari novel Roman Picisan karya Eddy D Iskandar setelah sebelumnya juga dibuatkan versi serial drama di RCTI pada 2017. 

Eits, jangan dikira film ini bakal jadi kayak sinetron. Saya bukan penonton sinetron meski masih menyimak sekadar ingin tahu. Kalau kata saya sih, film ini enggak terasa seperti sinetron. 

Selain cerita dan pemeran yang kuat, latar negeri Belanda pun melengkapi film ini. Memang ya nuansa beda selalu berhasil membangkitkan suasana. Meski begitu latar film di negeri asing bukan jadi andalannya. Bagi saya cerita dan pembawaan pemeran film yang bikin sukses. 

Menyenangkan juga ketika tahu kalau film ini masih bertengger di layar bioskop dalam negeri. Maklum, film asing masih tetap jadi andalan di negeri sendiri. Tapi kalau saya sih, penggemar dan pendukung Film Indonesia yang selalu rela beli tiket bioskop. Jadi, kalau lihat beberapa film Indonesia bertengger lama di bioskop itu rasanya menyenangkan. 







Film Rompis masih bisa ditonton di sejumlah bioskop di Jakarta sejak rilis 16 Agustus 2018 lalu. Di luar kota juga ada seperti di Bandung.

Yuk ah nonton di bioskop. Dukung terus film Indonesia. 



Si Doel Sukses Bikin Girang dan Gregetan



Official Trailer Si Doel The Movie - Falcon Pictures Youtube Channel 

Tontonan yang mengajak bernostalgia selalu sukses bikin bahagia. Apalagi jika merasa punya kedekatan cerita atau latar peristiwa. Seperti sinetron Si Doel yang jadi teman setia masa sekolah dahulu kala, saat TV Swasta pun masih terbatas pilihannya, hanya RCTI saja.

Bertahun-tahun cerita anak Betawi Si Doel melekat dan merasa jadi bagian darinya. Jadi, ketika serial di layar kaca ini diangkat di layar lebar, saya tak sudi melewatkan. Bayangkan sejak tayang pertama tahun 1994, kemudian kisahnya beberapa kali ditayangkan ulang, akhirnya dibikin versi kekinian.

Sudah niat mau nonton ke bioskop bareng mantan pacar yang sudah 10 tahun jadi suami, dasar rejeki, malah kebagian nobar bareng tokoh film festival Sandec Sahetapy. Bersama Bloggercrony Community, saya ikuti keseruan bernostalgia Si Doel bersama enam komunitas lainnya. Serunya lagi, baru pertama kali ini saya ke bioskop pakai baju kebaya dan batik, karena memang dresscodenya "Betawi Punya Gaye".






Girang dan "Gregetan"
Satu hal yang enggak berubah dari Si Doel adalah konsisten dengan sikapnya, yang katanya sih berprinsip, tapi di sisi lain seperti banyak pertimbangan untuk bersikap, malah cenderung terkesan kurang tegas. Tapi itulah Doel atau Kasdullah nama pemberian ayahnya, Sabeni (alm. Benyamin Sueb) dan Mak Nyak (Aminah Cendrakasih).

Ciri khas ini dipertahankan dalam film layar lebar Si Doel. Jadi, kalau berharap Doel berubah menjadi sosok pria matang mapan kekinian yang berbeda dengan karakter masa lalunya, penonton pasti kecewa. 

Kalau saya sih menikmati saja Doel apa adanya dia. Malah justru ceritanya realistis karena Mak Nyak (sesuai kondisi di dunia nyata) sudah lumpuh dan buta karena menderita glaukoma. Kondisi Mak Nyak ditampilkan apa adanya. Saya sih bisa paham sebagai anak yang ingin membahagiakan orangtua sepuh yang lumpuh, tinggal bersama ibu di rumah orangtua, dan memilih bekerja mandiri bukan mengejar karier, adalah pilihan hidup. 


Official Trailer Si Doel The Movie - Falcon Pictures Youtube Channel 


Pilihan hidup ini yang saya lihat dari Doel, di balik kegagalan pernikahannya. Jadi, cerita di film Si Doel ini memang melanjutkan akhir kisah di sinetron. Tahu dong, kalau Doel menikah dengan Sarah (Cornelia Agatha)? Nah, akibat peristiwa yang lagi-lagi melibatkan Zaenab (Maudy Kusnaedi), mereka berpisah 14 tahun lamanya. Tepatnya Doel ditinggalkan Sarah ke Belanda. 

Cerita di layar kaca maupun layar lebar sama-sama bikin "gregetan". Tetep dong, konflik utamanya ya apalagi kalau bukan pilih Zaenab atau Sarah? 

Sebenarnya sih bukan lagi soal memilih siapa. Toh Doel akhirnya menikah dengan Zaenab setelah ditinggalkan Sarah. Eh, ini spoiler ya? 



Official Trailer Si Doel The Movie - Falcon Pictures Youtube Channel 


Namun kisah cinta Doel yang kompleks dengan Sarah dan Zaenab ini sepertinya jadi misteri sepanjang masa. Bagaimana enggak gregetan dibuatnya coba? Akhirnya memang jadi ada kubu, hayo siapa kubu Zaenab? Siapa kubu Sarah?

Kalau saya sih memilih enggak berkubu, tapi sukses dibikin gemes dengan sikap patuh tapi miris ala Zaenab. Sama gemesnya dengan sikap berani, penuh tantangan, dan berisiko ala Sarah. Keduanya mewakili sekali perempuan Indonesia. Perempuan lugu seperti Zaenab masih ada loh di nusantara. Pun perempuan yang tak takut bersikap seperti Sarah rasanya semakin banyak.

Jadi, saya bisa bilang film Si Doel ini realistis sekali. Pun ketika Doel diundang Hans ke Belanda mengajak Mandra. Sah saja teman baik memberi hadiah liburan ke luar negeri. Saya punya teman yang pernah merasakan kenikmatan seperti itu kok.

Nah, di Belanda inilah konflik kembali terjadi. Campur aduk rasanya perjalanan Doel di Belanda. Ada sedih, haru, lucu, gemes, dan mengejutkan.

Kalau soal lucu, tetap juaranya adalah sosok Mandra. Rasa yang sama, lucu campur gregetan karena noraknya Mandra enggak berubah. Mandra yang bikin suasana jadi girang sumringah. Penonton berhasil dibuat senyum sampai terbahak-bahak karena kelakuannya.






Celetukan Atun (Suti Karno) yang masih aja lugu meski sudah beranak satu dari pernikahan dengan Karyo (Basuki-almarhum), juga mengundang tawa.

"Rela tapi mewek" celetukan Atun untuk Zaenab, yang kesannya tak berperasaan ini memang apa adanya ala adiknya Doel. Apa adanya yang bikin cerita Si Doel The Movie jadi makin mantul alias mantap betul bernostalgia. 


Tadi saya dah bilang kalau film ini memang bikin girang bernostalgia. Rupanya bukan hanya saya yang merasa begitu. Buktinya apa? Nih, di hari ke-20 penayangan di bioskop, layar Si Doel masih bertahan dan penontonnya mencapai 1 juta 681 ribu. 




Saya paling senang kalau film Indonesia bertengger lama di bioskop yang mendominasi se-Indonesia raya itu. Artinya, peluang bersaing layar dengan film luar makin kompetitif. Seperti Si Doel The Movie yang masih tayang pada 22 Agustus 2018, sejak rilis di bioskop 2 Agustus 2018.

Yuk ah nonton film garapan Falcon Pictures dan Karnos Film ini, mumpung masih ada di bioskop. Beda loh sensasinya nonton film yang aman untuk remaja mulai usia 13 tahun, bareng kesayangan di bioskop. Eh, kesayangan itu banyak maksud loh ya, bisa jadi teman baik, sahabat, kerabat. Asal jangan bingung memilih aja, macam Si Doel yang lagi-lagi harus bersikap antara Sarah atau Zaenab.





ASEAN Car Free Day, Virus CFD dari Indonesia Menular ke Asia Tenggara



Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN kini beranggotakan 10 negara, dengan Kamboja yang terakhir bergabung pada tahun 1999. Indonesia punya andil besar atas pendirian ASEAN pada 8 Agustus 1967. Sejak awal pendirian ASEAN, Indonesia terlibat aktif dengan tokoh Menteri Luar Negeri Adam Malik menjadi bagian penting dalam catatan sejarah.


Jadi ketika pada 5 Agustus 2018, di Jakarta, berlangsung peluncuran ASEAN Car Free Day (ASEAN CFD) tak mengherankan jika Indonesia kembali berkiprah. 

Lagi-lagi, Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan ASEAN. Kali ini terkait dengan upaya promotif kesehatan. Bicara kesehatan banyak pihak semakin fokus pada preventif dan promotif, alih-alih kuratif. Mencegah jauh lebih baik dan efisien daripada mengobati, itu sudah pasti. 

Nah, untuk mewujudkan hidup sehat, para Menteri Kesehatan negara anggota ASEAN sepakat berkomitmen mengajak warga lintas bangsa bergaya hidup sehat. Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau akrab disebut CFD menjadi salah satu caranya. 

www.wawaraji.com


Berikut kutipan rilis resmi ASEAN: 

Para Menteri Kesehatan ASEAN pada pertemuan dua tahunan (ASEAN Health Ministers Meeting/AHMM) pada bulan September 2017 di Brunei Darussalam membahas inisiatif untuk memperkuat komitmen Sektor Kesehatan ASEAN dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan mengatasi ancaman yang utamanya ditimbulkan oleh penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular dan pernapasan, melalui ASEAN Car Free Day. Diharapkan ASEAN Car Free Day juga dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat serta berbagai sektor dan pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan yang terkait, termasuk pengendalian polusi, promosi olahraga, keterlibatan pemuda dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berwawasan kesehatan sangat diperlukan untuk menyehatkan masyarakat. 





Komitmen lintas negara ASEAN ini sejalan dengan program pemerintah kita untuk mengajak warga hidup sehat melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). 

Kembali ke ASEAN CFD, Indonesia bukan hanya jadi tuan rumah atau host country untuk peluncuran ASEAN CFD. Dengan bangga, saya bisa sampaikan, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang menjalankan CFD pada 2002. CFD di Indonesia diadopsi oleh Brunei Darussalam 2-3 tahun terakhir, menyusul Malaysia dan pada 27 Juli 2018 lalu Singapura juga mulai menjalankan CFD versinya. 


www.wawaraji.com 


Peluncuran ASEAN CFD ini menjadi satu lagi catatan sejarah kiprah Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Kegiatan ini sekaligus merayakan hari jadi ASEAN ke-51, berbarengan dengan pemecahan Rekor MURI untuk Tari Poco-Poco Terbesar berlangsung di Jakarta. Ada sekitar 65.000 peserta terlibat dalam pemecahan Rekor MURI Tari Poco-Poco ini.


www.wawaraji.com

Hadir meresmikan ASEAN CFD di Ruang Heritage Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK): Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM (K) , Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK RI dr Sigit Priohutomo, MPH, Secretary General of ASEAN HE Dato Lim Jock Hoi, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes RI Acep Soemantri, SIP, MBA. 


Menularkan “Virus CFD”

Sejak awal kemunculan CFD di Jakarta, saya sebagai warga Tangerang yang tinggal di perbatasan Jakarta, menyambut suka cita. Akhirnya, Jakarta tempat saya mencari nafkah, yang padat kendaraan, bisa bebas lega bernafas satu hari dalam sebulan. Warga Jakarta Raya seperti mendapat rejeki angin segar. Setidaknya sekali dalam sebulan bisa melenggang lega di jalan utama Sudirman-Thamrin, jantung kota Jakarta. 

Di CFD, warga berlari, jalan kaki, bersepeda berkumpul dengan tujuan sama, olahraga. Meski pada praktiknya, makin ke sini makin banyak tukang jualan dan jajanan, yang sebenarnya “merusak” makna olahraga dan hidup sehat. CFD di Jakarta pun akhirnya berlangsung seminggu sekali dan menular ke kota besar lain. 

Ternyata, menularnya "virus CFD" ini tak hanya di dalam negeri. Melalui ASEAN, pemerintah Indonesia juga mempelopori CFD di tingkat Asia Tenggara. 

Menkes RI Nila F Moeloek menyatakan tegas bahwa Indonesia yang pertama menjalankan CFD dan diadopsi negara lain seperti Brunei. 

Perwakilan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Thailand juga mengakui CFD sebagai salah satu contoh aktivitas gaya hidup sehat yang bisa diterapkan di negaranya. Ini disampaikan saat peluncuran ASEAN CFD di Jakarta.

Selain sebagai wadah olahraga, CFD juga bisa menjadi ajang temu budaya. Peluncuran ASEAN CFD ditandai dengan pelaksanaan Tari Poco-poco yang bikin semangat dan mewakili budaya nusantara. 

Ke depan, kata Menkes RI, bisa jadi ASEAN CFD bisa dipadukan dengan tarian lintas bangsa negara anggota ASEAN. Wah, kebayang bakalan seru, ASEAN CFD bukan hanya jadi ajang olahraga tapi pertemuan budaya lintas bangsa Asia Tenggara.

Blogger Indonesia siap dukung? Yuk, kita bisa berkontribusi merekam jejak digital lewat konten positif di blog dan media sosial. 


Foto: Ono 

Mengenal Aset Digital Bitcoin Lewat Luno

 



Teknologi finansial atau Fintech makin canggih. Perkembangan fintech bukan lagi tentang uang atau transaksi elektronik dengan barcode misal, atau aktivitas cashless lainnya. Investasi pun sekarang sudah mengarah pada aset digital. Satu di antaranya adalah cryptocurrency yang sedang naik daun, Bitcoin. 

Kalau bicara investasi, umumnya masyarakat yang sudah melek investasi akan memilih sesuai tingkat risikonya. Investasi dengan risiko tertinggi atau high risk adalah saham. Sementara untuk investasi berisiko lebih rendah pilihannya reksadana, deposito, logam mulia, emas. 

Saya pribadi sudah pernah menjalankan investasi reksadana dan logam mulia, yang lainnya belum berani. Semakin tinggi risiko investasi biasanya akan memberikan high return atau keuntungan yang juga tinggi, namun sekali lagi risikonya pun tinggi. 

Nah, di era digital, investasi makin canggih lagi. Bentuknya bukan lagi bicara mata uang konvensional namun sudah digital atau digital currency. 

sumber: www.wawaraji.com 


Sistem dan perangkat teknologi yang makin canggih, dioperasikan oleh operator yang juga melek teknologi, menghasilkan pilihan investasi kekinian yang serba digital. Sasarannya tentu saja kalangan muda millennial yang gadget savvy. 

Ketika ponsel sudah menjadi benda kesayangan yang tak lepas dari genggaman, di situlah aplikasi jadi serba memudahkan. Cashless society makin kentara di kalangan millennial. Isi dompetnya bisa jadi kosong, namun semua uang tersimpan rapi di berbagai jenis aplikasi keuangan dan layanan digital. Celah inilah yang ingin digarap penyedia investasi digital currency termasuk Bitcoin yang mendunia.

LUNO 






Lewat Influencer Class yang diadakan Luno di Jakarta, saya jadi lebih mengenal bitcoin. Jujur, sesungguhnya saya awalnya menaruh curiga karena peraturan Bank Indonesia melarang Bitcoin untuk transaksi pembelian. Namun, setelah mempelajarinya bersama Vijay Ayyar, General Manager Luno dan Claristy, Operations/Growth Lead Luno Indonesia, wawasan saya tentang Bitcoin, sebagai salah satu digital aset, jadi bertambah. 

Bank Indonesia sebagai regulator keuangan resmi di Indonesia jelas melarang digital currency sebagai alat beli. Semua mematuhi ini dan pelaku investasi cyptocurrency pun memahaminya dan menghormati kebijakan ini. Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menegaskan tidak ada larangan di Indonesia yang membatasi orang untuk investasi cryptocurrency, sebagai instrumen investasi. Artinya bebas saja ke pilihan masing-masing individu jika ingin mencoba investasi Bitcoin. Sekali lagi sebagai instrumen investasi bukan sebagai alat beli. 




Pada praktiknya, setiap negara memang menerapkan aturan atau kebijakan berbeda terkait Bitcoin. Kalau Indonesia melarang Bitcoin sebagai alat beli kopi misalnya di warung kopi, beda kondisinya dengan di Jepang misalnya yang membolehkan Bitcoin sebagai alat bayar. Setiap negara punya pertimbangan masing-masing, jadi tugas sebagai warga negara ya mematuhi ketentuan regulator saja. 

Nah, kalau berani investasi Bitcoin, Luno dengan aplikasinya bisa membantu. Saya sendiri sudah mencoba register dan akses aplikasi Luno. Interface nya memudahkan pengguna pemula seperti saya. Aplikasikanya mudah digunakan, user friendly, dan bisa dengan mudah memahami informasi di dalamnya. 

Luno adalah perusahaan global di bidang aset digital dengan dua juta pelanggan di 40 negara di dunia, dengan tim lebih dari 100 orang, berbasis di London dan memiliki kantor regional di Singapura dan Cape Town. Lewat Luno, pelanggannya bisa membeli, menyimpan, mempelajari aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Dua aset digital ini paling populer se-dunia. 

Sejak awal 2016, Luno resmi menghadirkan layanannya di Indonesia. Dulu, namanya BitX kemudian berganti atau re-branding menjadi Luno. Pada 18 Januari 2018, Luno mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia, dengan tujuan menjadi wadah pelaku industri yang membangun kemitraan dengan pemerintah, untuk sukseskan era industri 4.0 melalui regulasi, inovasi, dan kolaborasi. 

Mengetahui bahwa ada perusahaan yang menaungi investasi aset digital di Indonesia, setidaknya menambah kepercayaan diri calon investor. Pasalnya, aset digital ini masih hal baru meski di negara maju sudah menjadi pilihan investasi era digital. 

Nah, kalau sudah merasa nyaman lantaran ada perusahaan penyedia layanan dan asosiasinya, sebagai calon investor wajib juga memahami apa itu Bitcoin. Saya sendiri masih terus belajar tentang Bitcoin, dan baru sekali ikut kelas edukasinya. 

Penjelasan dari Vijay Ayyar yang paling mengena di Influencer Class by Luno adalah investasi Bitcoin mirip seperti investasi logam mulia versi digital. Kalau pernah investasi logam mulia, tentu tahu ya, kita membeli logam mulia dengan jumlah gram tergantung dana investasi, dan harga per gram logam mulia bisa berubah, naik atau turun, banyak faktornya. Namun, investasi logam mulia dianggap dan dipercaya paling aman dan minim risiko karena tidak terlalu fluktuatif seperti saham atau investasi high risk lain. Menjual kembali logam mulia dengan harga yang menguntungkan juga sangat mungkin dilakukan. Syaratnya, sabar dan jadikan investasi logam mulia sebagai investasi jangka panjang.

Investasi Bitcoin mirip dengan logam mulia namun bentuknya tidak berwujud seperti emas batangan. Kalau saya menafsirkan, Bitcoin bentuknya data, big data, semua serba digital dan terkomputerisasi. Nilai investasi Bitcoin per 1 Bitcoin memang sangat tinggi, sekarang nilainya bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta. Namun, investor pemula bisa membeli Bitcoin mulai Rp 100.000 atau 0,0001 Bitcoin. 

Sekali lagi, jika berani investasi Bitcoin, ini adalah bentuk investasi jangka panjang. Jadi jangan berharap untung maksimal dalam waktu dekat. Sebaiknya, gunakan dana khusus untuk investasi, bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari jika ingin investasi Bitcoin. Harga Bitcoin sangat fluktuatif karena termasuk high risk high return investment. Harga Bitcoin sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Jika berani investasi Bitcoin, perhatikan beberapa hal ini: 
1. Pilih perusahaan aset digital yang terpercaya.
2. Kenali tim di perusahaan aset digital apakah cukup handal.
3. Perhatikan sistem keamanan dari perusahaan aset digital tersebut, cari tahu seperti apa sistem pengamanannya.
4. Pastikan platform yang digunakan mudah dan user friendly, informatif dan mudah dipahami. 





Jika penasaran dengan Bitcoin bisa cari tahu tentang Satoshi Nakamoto, yang menjadi pelopor Bitcoin. Informasinya bisa didapatkan di www.bitcoin.org 

Itu dia yang saya pahami tentang aset digital, Bitcoin dan Luno sebagai penyedia layanan investasi aset digital. Kalau kamu punya informasi tambahan bisa share di komentar, seberapa kenal kamu dengan aset digital? Sekali lagi aset digital sebatas untuk investasi bukan alat tukar.

Krim Wajah Sakura Collagen Samarkan Kerutan




Menyadari pentingnya merawat kulit dengan skincare takkan bisa memberi hasil baik kalau tidak konsisten menjalankan. Itu sebab saya sangat percaya kalau perawatan kulit itu butuh waktu dan proses.

Sejak lama saya sudah menyadari pentingnya merawat kulit. Bahkan sejak remaja, saya berkali-kali mencoba produk perawatan kulit. Mulai dari yang paling sederhana yakni pelembab. Makin dewasa saya makin sadar pentingnya merawat diri. Pelembab wajah hingga penggunaan kosmetik dekoratif jadi perhatian berikutnya.

Ada masa ketika saya bermasalah dengan kulit berjerawat yang sangat parah. Bahkan harus berpindah dokter kulit untuk mendapatkan perawatan terbaik. Sampai akhirnya saya hamil dan melahirkan semua masalah kulit wajah saya menghilang begitu saja. Namun bekas jerawat takkan bisa hilang kecuali saya melakukan perawatan lebih ekstra.

Menggunakan pelembab wajah selalu jadi perawatan kulit paling sederhana yang saya lakukan terus menerus. Bahkan bedak wajah saja saya tidak terlalu jadikan pilihan namun urusan pelembab itu paling utama buat saya.

Krim pelembab wajah menjadi perawatan kulit paling dasar yang menurut saya mesti dilakoni setiap perempuan. Sahabat saya, Make Up Artist, Mila namanya selalu menjadi pengingat terhebat. Mila selalu bilang jangan lupa pakai pelembab karena bisa memproteksi kulit dari paparan polusi dan semacam menjadi proteksi dari kotoran seperti debu langsung terkena kulit wajah.

Saya selalu mengikuti anjurannya dan krim pelembab wajah tak pernah lewat dari ritual perawatan kulit harian. Benar saja, pelembab memang jadi penangkal paling ampuh kalau diaplikasikan rutin ke wajah dan tentu saja dibarengi kelola stres yang baik ya kalau mau bebas kerutan. Maklum, pekerjaan dengan mobilitas dan tantangan tinggi bisa bikin stres bukan hanya pikiran tapi juga kulit. Belum lagi efek dari terpapar radiasi dari gadget yang jadi "senjata" pekerjaan saya. Kulit wajah butuh proteksi dan yang paling mudah adalah rutin dan rajin mengoles krim pelembab setiap hari. 



Nah, pilihan berikutnya yang harus saya perhatikan adalah produknya. Sebulan terakhir saya mencoba produk skincare, krim anti-aging yang membantu menyamarkan kerutan. Namanya Cream Anti Age’s Sakura Collagen dengan tekstur lembut, wangi natural, dan warna merah muda terinspirasi Sakura, sesuai namanya.

Sejak membuka kemasan Sakura Collagen saya kepincut dengan tekstur dan warna lembutnya. Wanginya pun tak menusuk hidung, ini penting buat saya karena jadi merasa nyaman mengaplikasikannya ke wajah. Kalau krim perawatan kulit terlalu menusuk aromanya saya merasa agak ngeri menggunakannya ke wajah. Memang saya butuh samarkan kerutan yang mulai muncul di usia hampir 40 tahun ini, namun bukan berarti saya asal pakai skincare. Kerutan harus tersamarkan namun produk skincare juga bikin nyaman hati senang.

Kandungan kolagen dan ekstrak sakura pada krim pelembab ini, bagi saya, terbukti meremajakan kulit. Setelah sebulan pemakaian tidak ada keluhan sama sekali dan beberapa kali berjerawat karena kurang tidur, kulit saya seperti meregenerasi lebih baik. Tidak lantas menghilangkan jerawat namun kulit jadi seperti memperbaiki dirinya lebih baik. 



Soal kerutan, ini saya harus membuktikannya lebih lama. Semoga makin tersamarkan yaa kerutan yang makin nampak itu. Namun yang pasti saya percaya kalau konsisten merawat kulit dengan krim wajah, pasti akan ada hasil dan efeknya.

Kalau kulit wajah lebih sehat, jadi percaya diri tampil tanda dan dengan riasan. Saya percaya, sebagus apa pun aplikasi make up dekoratif kalau kulit kurang terawat hasilnya jadi kurang maksimal. Saya sih masih harus lebih rutin merawat kulit karena kadang masih suka malas berlama-lama dengan ritual perawatan kulit wajah. Namun dengan rutin menggunakan krim pelembab Sakura Collagen bikin saya tenang karena kulit tetap cerah.



Produk krim wajah anti-aging dari PT Meiji Indonesia ini bisa didapatkan di Ranch Market & Farmers Market, juga di mal ternama. Kalau mau praktis bisa juga belanja online di Lazada. Harganya Rp 160.000 untuk ukuran 10gr dan Rp 400.000 untuk ukuran 30gr. 

Kalau beruntung, kamu juga bisa dapati harga promo, sering-sering saja pantau akun resmi Sakura Collagen di @sakura_collagen_id

Nah, kalau sudah coba bagi deh ceritanya. Buktikan kalau  rutin merawat kulit bukan hanya wajah jadi cerah alami tapi kerutan jadi tak datang lebih dini.