Film Preman Pensiun Lucu dengan "Ending" Tak Terduga


Serial televisi Preman Pensiun difilmkan, beneran. Saya saksinya dengan menonton langsung film Preman Pensiun saat press screening. Beruntung, masuk dalam barisan awal penonton film Indonesia sebelum Gala Premier dan tayang untuk umum di bioskop mulai 17 Januari 2019.

Meski tidak mengikuti serial televisi Preman Pensiun, saya familiar dan kerap mendengar pamornya. Ketika akhirnya Preman Pensiun tayang di layar lebar, saya sengaja memposisikan diri sebagai penonton yang tidak terpapar latar dan cerita versi serial TV. Saya pun menikmati sebagai penonton film Preman Pensiun bersama mereka fans setia serialnya. 


Tak sulit bagi saya mengikuti alur ceritanya bahkan termasuk ikut tertawa mengikuti dialog, peran kocak para tokohnya, dan bahkan terbawa suasana dengan pesan dan latar cerita preman di Bandung yang "katanya" pensiun dari bisnis hitam sebelumnya. Meski sedikit agak sulit menyesuaikan para fans setia serial TV yang ikut menonton filmnya, karena sepertinya mereka sudah sangat menyelami bahkan sangat terhibur dengan lakon para tokoh Preman Pensiun yang memang mengundang tawa. Tertawa para fans lebih kencang dan penuh makna sepertinya. 

Film produksi MNC Pictures dengan produser Miftha S Yahya dan Reggi Djundjunan ini melibatkan penuh orang kreatif dan pemeran versi serialnya. Sutradara dan penulis naskah Aris Nugraha jelas terlibat penuh dengan tantangan berbeda tentunya, menghadirkan serial menjadi film layar lebar. 




Tokoh utama Preman Pensiun, Muslihat diperankan epik oleh Epy Kusnandar membuat film ini kuat tanpa meninggalkan sosok penting yang telah tiada, di serial juga kehidupan nyata, almarhum Didi Petet (Kang Bahar). 

Epy Kusnandar yang saya ketahui adalah pemain teater tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Saya tak bisa membandingkan dengan versi serial. Namun menyaksikan kang Muslihat diperankan Epy Kusnandar, saya bisa memahami beratnya peran Muslihat yang membawa amanat dari Kang Bahar untuk mempensiunkan preman Bandung yang pernah berjaya dahulu kala. Juga beratnya menjalani kehidupan baru preman yang sudah pensiun, dengan menjaga anak buah juga ikut "bersabar" dengan dunia barunya.

Mengubah mindset dan mengganti pekerjaan demi menjalankan pesan Kang  Bahar untuk pensiun jadi preman bukan perkara mudah. Muslihat sebagai pemimpin Preman Bandung dihadapkan pada tantangan besar menjaga amanah. Menjaga anak buahnya sanggup menjalani kehidupan baru, berniaga atau bekerja, dengan meninggalkan kekuasaan lamanya sebagai preman di Bandung. 


Ujian kepemimpinan Muslihat teruji saat muncul dendam dan keluarga preman mulai terusik dengan berbagai masalah. Kesetiaan teruji dan nostalgia masa kejayaan preman mulai menggoda. 




Film Preman Pensiun bagi saya membawa pesan yang tak menggurui namun bermakna. Sepanjang film banyak sekali adegan yang memancing tawa. 


Film ini terbilang ringan dan bagi yang ingin mencari hiburan, cocok menontonnya bersama keluarga. Namun saran saya ajak anak di atas 13 tahun jangan balita. Juga mulai komunikasikan berbagai persoalan sosial. Judulnya saja Preman, beberapa karakter preman dengan berbagai simbolismenya seperti tato, tindikan, rasanya bisa jadi bahan obrolan di keluarga tanpa labelisasi negatif. Lebih seru lagi kalau nonton film Preman Pensiun bareng komunitas, bisa ketawa bareng seperti bareng Bloggercrony Community nih.





Bagi saya film Preman Pensiun menunjukkan sisi humanis kehidupan mantan preman pun "kekuatan" yang terbentuk dalam dirinya. Sebagai manusia, ketika menghadapi kematian dalam keluarga, akan teruji batas kesabarannya. Pun ketika keluarga mulai terusik dengan kehadiran orang lain yang dianggap mengancam, "kekuatan preman" bisa disalahgunakan bahkan dijadikan cara mengatasi masalah yang membawa masalah baru.

Film Preman Pensiun membawa pesan bahwa dendam dan main hakim sendiri hanya akan membawa masalah baru. Niat baik ingin mengubah hidup meninggalkan dunia kelam kalau tak dibarengi kesabaran dan keteguhan hati untuk meninggalkan "kekuatan preman", takkan membawa hasil baik, atau tidaknya sesuai amanah yang ditinggalkan di pundak Muslihat oleh Kang Bahar.

Bagaimana konflik berakhir di lingkaran mantan preman yang "katanya" pensiun ini sungguh tak terduga. Umumnya film Indonesia berakhir bahagia tapi tidak untuk film Preman Pensium yang akhirnya tanda tanya bagi saya. Saya tidak bilang akhir film ini tidak bahagia. Saya justru jadi bertanya-tanya, akan kah ada kelanjutan film ini dengan kisah lebih dramatis lagi.


Berlanjut atau tidak, di ujung film Preman Pensiun saya tangkap pesannya. Tak mudah memang menjaga amanah pun menjalaninya. Niat baik tak selalu disambut baik atau diterima baik. Film Preman Pensiun sungguh hidup dan mewakili hidup sesungguhnya. Pada akhirnya manusia hanya bisa menerima menjalaninya tanpa selalu bisa sesuai harapan dan rencana. 

Di balik pesan dan karakter kuat dari setiap pelakon film Preman Pensiun, latar lokasi di Bandung menjadi daya tarik lain film ini. Bandung dengan kehangatan juga kesantunan budaya punya sisi lain yang sangar tapi unik dari kehadiran para Preman Pensiun ini. Rasanya di dunia nyata pun begitu, selalu ada sisi gahar dari seorang yang terlihat lembut. Saya sih jadi makin kangen Bandung saat menonton film ini.

Bagi saya, para pemeran Preman Pensiun memiliki kekuatan masing-masing. Baik dari yang paling garang Gobang (Dedi Moch Jamasari), Bohim (Kris Tato), Dikdik (Andra Manihot), juga kocak seperti Ujang (M Fajar Hiyatullah), Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus) tetap kuat menonjol sesuai porsi, tidak tenggelam dan mengimbangi bahkan bisa memposisikan sosok Muslihat yang kerempeng tetap kuat berwibawa sebagai pimpinan. 


Peran perempuan, Esih (Vina Ferina), Kinanti (Tya Arifin), Imas (Soraya Rasyid), di film ini juga muncul seimbang bukan sekadar pemanis. Bagaimana kekeluargaan yang dijaga di kalangan para istri mantan preman membuat film ini makin hangat. 

Jadi, kalau penasaran bagaimana bisa tertawa kecil sampai terbahak-bahak, juga hangatnya keluarga para mantan preman, sampai ending yang tak terduga, beli tiket bioskop mulai 17 Januari 2019, nonton film Preman Pensiun. Dukung terus film Indonesia. 












7 Hari Rekreasi di Bandung ala Duo Raji


Bandung selalu punya tempat spesial di hatiku, entah bagaimana awalnya bisa begitu. Namun kuingat dulu sekali sewaktu kecil, aku beberapa kali diajak orangtua ke Bandung. Untuk apa? Aku tak ingin membahasnya sekarang nanti kalau siap mental kutuliskan ya. Bandung selalu penuh kenangan kehangatan persahabatan, sejak lulus SMA hingga usia matang. 

Dulu, kuingat betul, kuputuskan mengambil langkah berani, lepas jilbab padahal sebelumnya ngotot ingin pakai jilbab sejak SD hingga SMA. Keputusan masa galau ditemani sahabat yang mengerti tanpa menghakimi, Lidia Aryani namanya. Lidia punya tante di Bandung dan kami yang galau dengan perjalanan masing-masing, memutuskan liburan ke Bandung. Penuh cerita kala itu yang masih terekam sampai sekarang.

Begitu masa kuliah, aku juga pernah nekat ke Bandung bareng sahabatku Mila, mengejar impian menjadi pekerja media. Rekrutmen media yang dulu digawangi Wisnutama berlangsung di Bandung. Saat kuliah aku juga pernah ikut pelatihan jurnalistik di Bandung. Ah, banyak sekali cerita tentang Bandung yang makin berkesan setelah lulus putih abu-abu.




Kini, di usia matang, makin sering ke Bandung dan banyak teman bahkan sudah seperti keluarga di Bandung, berkat blogging dan komunitas Bloggercrony Community yang kudirikan sejak 2015. Bolak-balik Bandung urusan pekerjaan sampai dengan rehat ingin menyepi di tempat favorit, Warung Langit, Dago Pakar. 

Bahkan, dua tahun terakhir, liburan akhir tahun yang lebih awal sekitar November - Desember pertengahan, memilih destinasi Bandung.

Kalau 2017 kuajak serta BCN Squad, para pengurus inti BCC serta keluarga. Kini, 2018 kufokuskan bersama dengan para pengawas BCC dan keluarganya. Mereka orang penting dalam perjalanan BCC, Anwari Natari (bang Away) dan Bunda Intan Rosmadewi. 





Tujuh hari di Bandung menyisakan kehangatan di Bandung yang dingin. Enggak bisa move on dan bikin aku jadi punya resolusi 2019 yang baru dibuat, yakni hunting tempat ngopi enak di Jabodetabek. Kenapa? Karena di Bandung, selalu ada sudut cantik ciamik tempat ngopi sambil ngobrol juga kerja kreatif. Enggak heran kalau perjalanan blogging banyak kutemukan dari blogger di Bandung  juga penulis kreatif dari kota sejuk adem hijau yang jadi mood booster hasilkan karya. 

Jadi, ini loh yang #duoraji lakukan 7 hari di Bandung. Catatannya, punya banyak teman baik dan teman tulus yang jadi kayak keluarga. Tanpa teman tak mungkin 7 hari di Bandung bisa kulewati dengan irit berdua suami Satto Raji. Oya, ini pun dengan catatan, perjalanannya merangkap kerja dengan berbagai fasilitasnya seperti hotel dan sarapan.

Menyepi

Memilih destinasi perjalanan, aku tipikal yang lebih suka menyepi dari keramaian. Misal di Bali, alih-alih Kuta atau Seminyak, aku memilih ke Ubud. Lebih nyaman liburan atau rehat di suasana tenang, adem ayem hijau, sejuk segar udara, namun tetap banyak fasilitasnya. 


Desa Wisata Ciburial Dago Pakar Bandung


Di Bandung, aku pilih Dago Pakar. Tepatnya Desa Wisata Ciburial Bandung, lantaran punya teman baik yang seperti keluarga sendiri di Pesantren Al Quran Babussalam. Tebing Keraton jadi destinasi favorit di desa wisata ini, namun aku suka sekali ke Warung Langit melihat Bandung dari atas. Sejuk dingin dan sunyi menenangkan. 

Makanan (camilan) organik di Warung Langit bikin jadi nagih dan berasa makin sehatkan badan. Oksigen murni suasana menenangkan dan makanan organik, nikmat manalagi yang kau dustai? Gorengan pisang tetap ada dan kopi, tapi banyak juga minuman herbal yang bikin nyess hangatnya merasuki badan. 

Banyak lagi tempat menyepi sebenarnya. Di Jalan Cibengang, masih di Ciburial, banyak villa disewakan. Ada Sosis Kraton lengkap dengan kolam renang, yang sebenarnya enggak berani nyebur juga karena bisa beku badan. Juga rumah penginapan khusus tamu pesantren Babussalam yang uang sewanya untuk infaq. Salut dan berdoa untuk si empunya rumah dengan segala kebaikan hatinya. Rumahnya cantik dan ditata apik dengan sentuhan arsitek. Seperti menginap di rumah pohon karena tingginya hampir menyamai tinggi pohon di area perbukitan ini. 




Ada juga penginapan Bupati 91 yang pernah kami sewa untuk BCN Family Squad gathering akhir tahun 2017. Hijau rimbun pohon besar dengan udara dingin. Bikin enak tidur dan makan serta hangat karena inginnya kumpul bersama duduk dalam lingkaran. 

Ah banyak lagi tempat menyepi yang belum sempat kutelusuri satu per satu di Dago Pakar tepatnya Desa Ciburial. Butuh sebulan lamanya tinggal di sana barangkali untuk jelajah satu per satu.

Hangout Hunting Photo Spot 
Kumpul bareng teman, sambil ngopi, ngobrol dan foto-foto tentunya juga kesibukan lain yang enggak pernah membosankan di Bandung. Selalu ada tempat ciamik untuk hangout sekaligus hunting photo spot. 




Baik di Kabupaten sampai Kota Bandung, selalu ada spot menarik. Dari Ciburial di atas perbukitan sampai juga ke atas lagi di Punclut tepatnya Lereng Anteng, berlanjut di Jalan Braga jantung kota Bandung di Asia Afrika. 


Lereng Anteng - Dago Bakery Punclut 


Kopi Djawa yang hits di Braga jadi tempat bertemunya millenial. Kalau mau cari spot yang lebih cocok usia matang banyak pilihannya. Kemarin sih sempat ke Noah Barn dan menyenangkan suasananya, hangout elegan. 


Starbucks tetap jadi destinasi dengan bangunan tua khas Bandung yang terpelihara. Jadi, ada suasana beda meski merek ini sangat lazim di berbagai kota. 




Sepanjang mata memandang selalu ada cafe resto yang nyaman dan bikin ingin mampir. Kata suami, "Bandung beruntung karena udara mendukung, bikin tempat ngopi dan makan jadi rame karena butuh minum hangat atau makan enak".

Alhasil, begitu pulang ke Tangerang (tepatnya perbatasan Tangsel Bintaro BSD dan sekitarnya dengan JakSel dan JakBar), aku jadi keranjingan hunting tempat ngopi ala Bandung.  Ketemu beberapa tapi tetap tak bisa menyamai Bandung. 

Hiburan Seru
Banyak juga destinasi huburan seru di Bandung. Salah satunya Trans Studio Bandung yang enggak pernah membosankan. Sudah tiga kali aku ke sana dan selalu menemukan serunya liburan. Padahal permainan tak banyak yang baru namun konsep dan suasananya selalu seru. Makin seru karena masuk dengan tiket traktiran dari teteh jelita Nchie Hannie. 




Tiga kali ke TSB memang difasilitasi oleh beda orang, Alhamdulillah. Kenangan berkesan dengan anakku almarhum Dahayu bikin kadang melow, tapi segera klik tombol waras supaya gak bablas sedihnya.

Untuk liburan seru di kawasan Trans Mall bisa siapkan anggaran mulai Rp 500.000 per orang, untuk tiket masuk TSB dan makan juga jajan di kawasan ini. 












Destinasi lain bisa melipir ke Lembang dengan Floating Market. Bisa berperahu dan coba aktivitas seru di sana dan banyak tempat lain yang tak sempat kudatangi. Selalu bisa hibur diri di Bandung dengan banyak pilihan destinasi sesuai kata hati. Untuk makan kenyang dan belanja suvenir clutch unik bisa siapkan anggaran mulai Rp 150.000 berdua.

Kalau mau hiburan seru dan murah, jalan kaki telusuri Asia Afrika atau Braga, itu juga menyenangkan. Atau ke Taman Hutan Rakyat bisa jalan kaki sehat dengan biaya hemat.


Makan Enak Nikmat

Nah, ini entah karena faktor udara dingin yang bikin lapar atau memang makanan yang kutemui di Bandung selalu enak. Berkali-kali ke Bandung selalu mampir ke Bancakan di Gedung Sate meski kemarin tak sempat. Berkat teteh jelita Nchie Hannie dan Erry Andriyati, jadi cobain makanan Korea di Bandung, tepatnya di Fat Oppa. Enak dan segar, hangat karena masak ala BBQ. Cocok untuk Bandung yang dingin. 


Fat Oppa Kota Bandung



Floating Market Lembang






Kuliner di Floating Market Lembang juga enak. Banyak pilihan termasuk makanan khas Bandung seperti seblak dan cilok. Aku akhirnya menemukan cilok enak di Floating Market Lembang. 








Soal harga, semua makanan itu bisa dinikmati tanpa rasa menyesal kuras kantong. Selain harganya sesuai, dengan segala kenikmatan ya masakan dan suasana, urusan makan jadi menyenangkan.


Hangatnya Sahabat





Nah, tanpa teman sahabat yang tulus hati, liburan di Bandung barangkali akan standar saja. Bantuan teman yang menemani beri rekomendasi tempat juga tebengan memudahkan segalanya.

Oya, aku dan suami sengaja enggak bawa kendaraan pribadi ke Bandung karena enggak ingin bikin tambah macet. Kami berangkat naik travel dari Bintaro dan pulang naik kereta ke Gambir. Selama di Bandung pilihannya kalau enggak Gojek, Grab Car, Go Car dan tebengan teman baik teteh Nchie Hannie bersama kakak jelita Alaika Abdullah. Hemat dan hangat. 





Selain semua keseruan itu, tujuh hari di Bandung jadi bermakna karena bisa berbagi bersama para guru pesantren. Dua agenda fasilitator pelatihan menulis bersama Kemenkes RI dan BloggerHangout30 bersama Pesantren Al Quran Babussalam, membuat perjalanan jadi tambah bermakna.









Oya, Bandung juga bisa jadi destinasi perawatan diri. Kusempatkan mengunjungi pusat treatment yang berhubungan dengan personal care dan terapi. Salon kecantikan juga terapi sampai meditasi di satu klinik kolaboratif para dokter dan ahli di Lineation kawasan Pasteur. Hanya ada di Bandung meditasi ala bars difasilitasi klinik one stop service.

Kalau di Ciburial, kusempatkan perawatan badan teknik bekam. Juga sempatkan pesan madu langsung dari peternakan lebah. Madu dan bekam, dua cara menyehatkan diri yang diyakini berasal dari ajaran nabi.

Lengkap sudah tujuh hari di Bandung dan pulang dengan hati bahagia. Rasanya ingin hijrah saja ke bumi Parahyangan. Entah kapan, yang pasti ke Bandung aku akan kembali, lagi dan lagi. 


Sambil menunggu waktunya tiba, sudah bisa kupastikan resolusi 2019 aku salah satunya adalah menelusuri cafe asik tempat kerja kreatif yang setidaknya mendekati nyamannya hangout di Bandung. Hari 1-2/365 di 2019 sudah tiga cafe dan coffee shop yang aku dapati dengan suami. Takkan bisa menggantikan Bandung tapi setidaknya aku terhibur, sampai nanti kembali ke kota kesayangan di bumi Parahyangan.




Kuliner Serpong Gurih Pedas Khas Bebek Bentu




Suka berburu bebek? Eh, maksudnya makan daging bebek. Tak mudah mendapatkan masakan bebek yang nikmat karena kalau dimasak dengan cara kurang tepat, rasanya kurang enak.  Saya dan suami suka banget mencari olahan bebek yang enak. Biasanya olahan bebek yang bikin selera makan meningkat itu kalau dagingnya empuk, tidak amis, dan sambal pedasnya bikin nagih.



Tempat makan bebek memang ada banyak, termasuk bebek khas Madura dengan bumbu rempah. Namun buat saya, tempat makan selain masakannya enak, suasana sebisa mungkin nyaman, bersih, hommy dan harganya terjangkau.

Jalan-jalan ke Serpong Jaya, saya jadi punya tempat baru makan bebek yang enak, gurih dan pedas. Sebenarnya saya enggak terlalu suka pedas sejak menikahi lelaki yang senangnya makan manis. Tetapi khusus bebek kami bisa tuh makan bebek sensasi pedas. Tak terlalu banyak habiskan sambal tapi tetap bisa menikmati makan bebek.

Kuliner Serpong yang saya maksud tadi ada di Bebek Bentu. Lokasi tepatnya di Ruko Orlin Arcade No.8 Perum Serpong Jaya, Jl Puspitek Raya Serpong – Tangerang Selatan.

Bebek Bentu Serpong Jaya ini merupakan cabang kelima setelah sebelumnya di Cempaka Putih, Jatiasih-Bekasi, Bintaro, Bogor.  Bebek Bentu pertama kali hadir di Cempaka Putih, lahir dari pasangan penggemar kuliner. Bapak Bangkit dan ibu Zulfa adalah pasangan suami-istri yang kompak membangun usaha kuliner berawal dari usaha rumahan. Perlahan keduanya mengembangkan restoran di Jabodetabek dengan mencari lokasi yang cocok untuk Bebek Bentu. Baik lokasi dekat perumahan pun mengincar lokasi baik di sekitar perkantoran. Namun menurut pak Bangkit, Bebek Bentu belum menemukan lokasi tepat di perkantoran untuk usaha kulinernya.

Nuansa resto di Serpong Jaya yang saya dapati sesuai dengan segmen yakni keluarga. Seperti saya bilang, kalau cari tempat makan selain bersih, yang saya cari itu suasana nyaman. Kalau banyak spot foto itu bonusnya. Bebek Bentu Serpong Jaya memenuhi kriteria saya ini. Makin lengkap dengan ada musolah karena bisa nyaman ibadah. 






Selera Nusantara
Saya bisa bilang Bebek Bentu itu destinasi kuliner bagi penyuka selera nusantara atau lidah orang Indonesia. Kebanyakan olahannya memanjakan para penggemar pedas. Aneka bebek dan ayam geprek lengkap dengan sambal dan olahan rempah bercitarasa pedas. 


Tapi tenang bagi yang enggak suka pedas, ada juga pilihan makanan manis gurih. Seperti menu bebek, ada yang pedas contohnya Bebek Kecombrang dan Bebek Cemeng, mantul pedasnya. Eh ini untuk selera lidah saya yang memang enggak begitu tahan pedas loh ya. Pilihan lainnya yang lebih cocok buat saya adalah bebek goreng dan bakar yang gurih, empuk dan tidak amis.

Meski begitu, saya sih suka sensasi pedas Bebek Kecombrang. Sesuai namanya Bentu artinya nagih, saya sih jadi ketagihan cicipi aneka masakan di restoran ini. Apalagi sayuran segarnya alias lalapan gratis tak kena biaya lagi. Sayuran lainnya seperti tumis kangkung dan capcay seafood juga ada, lengkap makanan rumahan di resto ini.








Nah, selain bebek ada menu lain yang enggak kalah mantul. Ayam geprek yang lagi hits itu ada juga di Bebek Bentu. Ayam geprek keju buat saya layak dicoba. Saya enggak terlalu suka keju namun campuran keju di ayam geprek Bebek Bensu ini bikin lidah saya tergoda melahap menu yang satu ini. 





Nah, ini menu favorit saya untuk seimbangkan pola makan, ikan. Suka banget olahan gurame hantu petir dan gurame saus asam manis. Ikan dan bumbunya segar, olahan matang sempurna dan tidak amis. Saya lahap makan gurame asam manis di Bebek Bentu saat mencobanya di Serpong Jaya.




Dengan semua pilihan makanan itu, tentu butuh pendamping yang segar. Aneka minuman tersedia termasuk jus segar dari buah. Cobain deh jus kedondong, belimbing, dan jus jeruk perasnya pun segar. 



Menu lain yang bisa jadi pilihan terutama untuk anak-anak adalah nasi goreng. Nah untuk pilihan nasi goreng pilih Nasi Goreng Surabaya yang tidak terlalu pedas dibandingkan Nasi Goreng Bebek dan Seafood. 

Aneka menu western food juga tersedia karena selain resto Bebek Bentu, usaha kuliner ini juga punya diversifikasi bisnis Huk Family Resto yang segmennya lebih kepada makanan internasional.

Olahan pizza Huk Family Resto saya bilang enak, begitu pun dengan spageti dan aneka roti maryam yang tidak terlalu tebal dan rasanya pas di lidah.











Datang dan coba langsung saja aneka hidangan nusantara di Bebek Bentu. Suasana hommy bikin betah berlama-lama dan yang suka fotografi pasti penasaran cari spot foto menarik deh seperti saya nih yang suka dengan outdoor corner ini. 

Kalau sempat bertemu dengan pemiliknya, Pak Bangkit, asik ngobrol dengan pak dosen ini. Apalagi soal tips usaha kuliner.  Sarannya, kalau mau mulai usaha, segera lakukan jangan sebatas ide dan mimpi. Action! Karena begitulah awalnya Bebek Bentu dimulai sehingga terus berkembang sampai sekarang. 

Selamat makan! Pilih Bebek, Ayam, atau Ikan? Semua ada, tinggal variasikan saja menu harian kita. 





Ganti Tahun Family Staycation Candy Land Aston Priority Simatupang

Candy Land Aston Priority Simatupang

Tahun 2018 akan berakhir dalam hitungan hari. Punya kenangan seru apa tahun ini? Pastinya selalu ada perjalanan naik turun juga seru semacam rollercoaster ya, namanya juga hidup. 

Percaya enggak, dengan ragam perjalanan setahun ini pada akhirnya kita akan kembali kepada keluarga. Bisa keluarga sedarah maupun yang bukan namun sudah seperti bagian tak terpisahkan dari kita. Momen bersama keluarga ini enggak bisa ditunggu tapi harus diciptakan. Saya selalu percaya itu karena butuh usaha untuk bahagia, setuju enggak? 

Saya sendiri sudah merencanakan beberapa momen bersama kesayangan. Bersama sahabat yang selalu menguatkan ketika lelah hati. Juga bersama suami yang jadi teman hidup semoga ya dunia akhirat. Pun dengan partner sister yang paham banget impian saya membangun komunitas. Memang sih baru sebatas rencana, ya siapa tahu rejeki semua bisa dimudahkan. 

Rencananya mulai ingin sewa villa di kawasan Puncak sekadar untuk mengambil momen liburan akhir tahun. Hingga staycation di hotel bintang empat seperti Aston Priority Simatupang nih yang bikin baper dengan penawaran tahun barunya. 







Family Staycation
Hotel Aston Priority Simatupang itu lokasinya di area bisnis atau perkantoran, di sisi jalan tol TB Simatupang. Kawasan ini lebih banyak kantor perusahaan multinasional dan pusat bisnis. Jadi memang segmen hotel ini sehari-harinya adalah bisnis, total ada 15 ruang rapat dan ballroom terpakai per harinya pun kamar selalu full booked di hari kerja.

Nah, setiap akhir pekan bisnis mereda karena sebagian besar orang akan kembali ke rumah, kepada keluarga. Sebisa mungkin habiskan waktu dan ciptakan momen bersama keluarga. Sebenarnya sih salah satu cara keluarga kekinian ciptakan momen dengan keluarga itu ya dengan staycation. 




Saya ingat betul ketika bertugas mengajar kelas Literasi Digital bersama Gapura Digital di Depok, saya sengaja sambil staycation bersama suami. Maklum kami tinggal berduaan saja, jadi sebisa mungkin selalu cari cara biar makin hangat bersama. Lalu, yang saya temui adalah di sebuah hotel banyak sekali keluarga menikmati sarapan bersama. Yup! Mereka sedang family staycation.

Saya dan suami lalu berhitung dan menganalisa, ini salah satu hobi kami sekaligus ciptakan momen komunikasi sih biar enggak fokus gadget. Benar juga! Family staycation itu lebih efisien sebenarnya. Kita bisa menciptakan momen kebersamaan di kamar. Di luar kamar, dengan fasilitas hotel yang family friendly tentunya, bisa bersenang-senang. Misal, bermain air sampai olahraga di kolam renang. Atau olahraga bareng di gym. Banyak lagi aktivitas yang bisa diciptakan di hotel sebenarnya. 




Candy Land NYE
Hotel Aston Priority Simatupang memahami kebutuhan keluarga kekinian ini. Itu sebab di akhir pekan family staycation menjadi incaran hotel bintang empat ini. Begitu pun jelang tahun baru, paket menginap yang ditawarkan sangat family friendly, bertemakan Candy Land untuk 2018. 











Selain memang hotel ini menyediakan 5 pilihan kamar yang bisa jadi opsi sesuai budget keluarga. Kolam renang Hotel Aston Priority Simatupang terbilang besar dan terbagi dua, untuk anak dan dewasa. Permainan air di area kolam renang semakin melengkapi fasilitas ini. Pilihan kamar ada Deluxe, Premier, Junior Suite, Executive Suite, Governor Suite, yang dilengkapi TV berbasis internet, sensor gerak untuk kontrol AC .

Buat ayah-ibu, ada spa untuk memanjakan diri atau jika mau ke gym fasilitasnya pun lengkap. Fasilitas rekreasi lengkap kalau mau ngopi ada dua pilihan café yakni La Lounge dan Canary Coffee Shop. Buat keluarga, ada Momiji Japanese Restaurant yang dikenal dengan sushi segar nikmat.

Khusus akhir tahun jelang malam tahun baru ada penawaran seru nih. Pemesanan hingga 14 Desember 2018, bisa family staycation akhir tahun mulai Rp 1,3 juta termasuk sarapan dan makan malam tahun baru (buffet) untuk dua orang.

Jadi, tahun baru bertema Candy Land di Aston Priority Simatupang ini memang menyasar keluarga. Banyak aktivitas seru untuk anak jadi enggak usah khawatir anak bakal bosan di hotel. Sesuai anak-anak jaman now ada digital games seperti WII Virtual Boxing, Virtual Reality, XD Fun Panahan. Permainan lainnya untuk anak-anak ada coloring competition, mini golf, car riding, playing sand dan pilihan lainnya.

Suasana tahun baru makin seru dengan pertunjukan musik, fun magic, cabaret show, photobooth, dan tentunya fireworks. Ada doorprize juga untuk tamu Candy Land selain food festival di Canary dengan berbagai pilihan makanan internasional.

Khusus paket tahun baru juga ada pilihan food festival di Canary untuk paket single dan double. Hanya dengan Rp 200.000 untuk paket single bisa dapatkan 2 pilihan makanan dan minuman. Sedangkan paket double Rp 300.000 bisa dapatkan 3 pilihan makanan dan minuman.

Jadi, mau berapa pun anggota keluarga, kalau dihitung-hitung, liburan tahun baru di Aston Priority Simatupang cukup efisien. Tak perlu jauh dan kena macet melelahkan di jalan, bisa asik berenang dan aktivitas anak-anak lainnya di kids corner. Kalau ingin melengkapi liburan keluarga bisa main ke destinasi wisata bisa kenalkan budaya lokal di Setu Babakan atau bisa ke TMII dan Snow Bay, tak terlalu jauh dari hotel.

Kalau cocok dengan anggaran liburan akhir tahun keluarga, langsung aja booking sebelum 14 Desember 2018. Langsung aja ya reservasi di 021-78838777.

Info detil ikuti media sosial @astonsimatupang dan https://www.astonhotelsinternational.com