Kompilasi Lagu Lawas Bikin Baper Sekaligus Mood Booster



Wah gini yah rasanya. Punya mood booster tapi tetap bikin baper ambyarr.

Campur aduk rasa flashback bongkar folder memori lama di kepala dan terkejut sendiri dengan efeknya. Itu rasanya saat pagi hari dengerin playlist Spotify yang isinya kompilasi lagu lawas (90-an) bercampur dengan sedikit lagu milenial (mulai 2000-an). Ini terjadi satu jam setelah temani pasangan sahur, berusaha istirahat sebentar, antara enggak ingin tidur karena takut kesiangan kontrol dokter, tapi ingin rebahan. Akhirnya malah ambyar, gagal rebahan malah terjaga dengan kombinasi rasa sendu haru campur syukur bahagia.



Di rumah kontrak sederhana tapi terasa nyaman bagiku itu, sengaja buka jendela supaya cahaya pagi sendu masuk leluasa. Setelah beberes ruang utama, rebahan di sofa, matikan lampu, lalu pasang Spotify. Niatnya rebahan istirahat tipis aja karena jam 8 harus berangkat ke RS ambil obat bapak, lalu lanjut siang kontrol dokter paru saya. Yang ada bukan istirahat tapi iringan lagu-lagu lawas era 90-an malah bikin saya galau sendu. Efek lagu-lagu itu langsung mengaktifkan otak saya untuk membongkar folder lama di kepala. Lalu terbayang masa-masa 10-15 tahun lalu, bahkan sekilas masa remaja pun terbayang nyata. Arrggggg antara sendu mendayu, senyum-senyum sendiri, ambyaarrr semua rasa.

Seperti Buka dan Baca Diary
Bagi yang pernah punya buku diary alias buku curhatan galau saat lagi merasa sendirian, mungkin bakal paham yang saya maksud ini. Jadi, lagu-lagu yang diputarkan aplikasi musik ini bikin saya seperti sedang membuka diary yang enggak sengaja terbuka lagi di depan mata, lalu pelan-pelan dibuka dan dibaca isinya.

Sambil dengarkan lagu-lagu dari playlist aplikasi itu, saya coba ingat-ingat, lagu itu pernah saya dengar kapan dan sedang merasakan apa? Saya penggemar musik tapi bukan penikmat musik sejati yang kapan di mana aja enggak lepas dari earphone untuk menikmati lagu dalam perjalanan atau ketika sendirian. Saya suka musik dan tidak mengharamkan musik. Bahkan saya tumbuh bersama musik. Dahulu kala, saat masih anak-anak, saya terpapar musik dari kakak-kakak yang semuanya lelaki. Mereka punya sound system besar, ada mic juga, dan mereka fans musisi Indonesia lawas seperti Iwan Fals dan Benyamin. Pun terkadang terpapar juga dengan lagu barat yang "viral" saat itu. Lalu, efeknya saya jadi suka dan bahkan bersahabat setia dengan radio. Sejak remaja, radio jadi sahabat kesendirian saya. Tapi ya itu tadi, saya enggak selalu dengar musik apalagi saat berkarier sebagai jurnalis, mengurus anak sampai terpisah selamanya dengan anak, lalu masa-masa berduka hingga saat menulis ini, mendengarkan musik yaa secukupnya enggak tiap saat juga. Bahkan saat membaca buku saja, enggak selalu pasang musik. Saya cukup bisa menikmati keheningan atau fokus dengan satu kegiatan tanpa iringan lagu dan musik. Percaya atau enggak, ponsel pintar saya bahkan enggak ada playlist musik. Ajaib ya. Dulu, sejak punya ponsel pertama kali, saya lebih suka dengar radio lewat ponsel ketimbang punya playlist musik di ponsel.

Namun, sejak pandemi Covid19, ketika semua aktivitas terhenti dan kita patuh di rumah saja, saya mulai terhubung lagi dengan musik, pasang playlist lagu jadi salah satu rutinitas di rumah. Bahkan akhirnya memutuskan langganan Spotify. Ditambah lagi, jauh hari sebelum pandemi, pasangan membelikan speaker mini JBLyang memang bikin semangat dengerin musik. Makin jadi rutinitas menyenangkan ini.



Sampai akhirnya pada hari saya menulis ini, musik bikin ambyar rasa karena playlistnya membawa saya kembali ke belasan tahun lalu dengan rollercoaster perjalanannya.

Saya terkejut sendiri dengan efek kompilasi lagu ini. Setiap lagu itu seperti punya kenangan. Jadi langsung terhubung dengan rasa dan peristiwa yang pernah dialami bertahun-tahun lalu lamanya. Rasanya kuat sekali dan benar-benar teringat bagaimana lagu-lagu itu menemani setiap rasa dan peristiwa sepanjang dikasih nafas, dari nafas lega, terengah-engah, sesak nafas sampai akhirnya bernafas lega lagi.

Makin diresapi makin ambyarrr. Ada beberapa detik rasanya, saya merasa enggak kuat dengan efeknya. Karena seperti membongkar luka lama yang berusaha disembuhkan sepanjang hidup. Bukan, ini bukan soal mantan atau luka hati karena perlakukan semena-mena orang-orang yang pernah jadi cerita dalam perjalanan menjadi Wawa sekarang ini. Ini akumulasi rasa. Yang pasti lagu-lagu itu menemani masa remaja dengan cinta pertama yang berujung kekecewaan karena merasa diperlakukan tidak adil. Lalu beranjak ke masa perlawanan pun pergulatan batin masa putih abu-abu sampai lulus kuliah. Lagu-lagu yang juga menemani di masa sulit mencari pekerjaan yang layak, masa ketika bekerja di perusahaan rintisan dan tidak dibayar, masa berjuang dengan karier jurnalis, sampai akhirnya di titik berhenti berkarier dan memutuskan menjadi pekerja mandiri untuk bisa membagi waktu mengurus anak. Masa tersulitnya adalah ketika mengurus anak, mengurus rumah yang akhirnya bisa dibeli dari jerih payah berdua pasangan, sampai akhirnya menjual rumah meninggalkan kenangan indah sepeninggal Dahayu, anakku.

Playlist lagu itu bikin luka batin tergores lagi, perih. Sadar diri enggak ingin meratapi masa lalu, akhirnya saya bangkit dari rebahan. Gagal istirahat tipis, bangun dari sofa, setting keyboard dan akhirnya menulis ini. Writing for healing, release feeling. Berhasil? Lumayan, karena saya jadi enggak terbawa perasaan mengingat luka batin dari semua peristiwa yang pernah dialami dalam perjalanan sampai setua sekarang ini. Lalu saya seperti diingatkan, ya, saya sudah menua. Banyak perjalanan cerita dari lagu-lagu yang menyertai di setiap fase.

Lalu yang muncul kemudian adalah rasa syukur, begitu banyak rasa, peristiwa, pengalaman. Bersyukur, semesta berikan kesempatan meresapi makna dan hikmah dari setiap cerita, bukan dengan menyesali, meratapi, mencari kesalahan atau bahkan menyalahkan keadaan. Terima kasih semesta untuk itu.

Saat saya tuntas menulis ini, berikut daftar lagu yang menemani. Di setiap alunan lagunya, masih kuat membawa saya ke masa dan fase yang berbeda. Saya tiba-tiba merasa kaya. Kaya rasa dengan berbagai pergulatan, susah senang, sedih bahagia, khawatir, takut, bersemangat, berenergi, dan saya bahagia karena masih punya rasa syukur atas apa pun yang saat ini dipunya, berusaha berjuang untuk enggak lemah atau merasa lemah atas apa yang tidak/belum dipunya.

Efek song list yang ajaib. Ohya, lagu-lagu ini juga mengingatkan saya tentang indahnya perjalanan menelusuri Nusantara. Satu tempat yang selalu muncul di kepala adalah Bali. Membayangkan nanti setelah semua pandemi ini berakhir, jika ada umur, ingin lagi ke Bali, merasakan udara alam terbuka, angin pantai, sejuknya perbukitan dengan alunan gending Bali dan membiarkan wajah saya tertampar angin saat berkendara, menikmati pemandangan sambil mendengarkan musik lewat earphone yang menempel setia di telinga. Indahnya mengingat memori itu, lebih indah lagi jika bisa mengulangi bahkan menambah memori dengan rasa baru, rasa syukur berbahagia.





Random Song List
I Love You Always Forever - Donna Lewis
I Don't Want to Miss a Thing - Aerosmith
Everything I Do (I Do It For You) - Bryan Adam
Truly Madly Deeply - Savage Garden
Love Me Like You Do - Ellie Goulding
Hey There Delilah - Plain White
All of Me - John Legend
Senorita - Shawn Mendes
Right Here Waiting - Richard Marx
Marry You - Bruno Mars
Love is All Around - Wet Wet Wet
This Love - Maroon 5
Can't Stop The Feeling - Justin Timberlake
Let Me Love You - DJ Snake
A Thousand Miles - Vanessa Carlton
Hey, Soul Sister - Train




Belanja Online Hunting Diskon Aksesoris Bermerek di Mapemall




Enam bulan sudah swa karantina di rumah. Loh kok enam bulan? Bukannya kebijakan di rumah saja dan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB semasa pandemi Covid19 berlaku bertahap mulai Maret-Mei 2020? Sebagian besar orang bertahan beraktivitas di rumah selama sekitar 2-3 bulan terakhir.

Ya, kasus pribadi saya memang berbeda. Saya harus berdiam di rumah karena penyakit paru. Beraktivitas di rumah akan lebih aman dari saya terpapar asap rokok dan polusi, juga lebih banyak adaptasi dengan pola baru. Kemudian bersama warga dunia lainnya bersama berjuang bertahan beradaptasi di rumah semasa pandemi.

Nah, salah satu kegiatan selama di rumah adalah belanja online. Jujur, saya jadi sering cuci mata lewat situs belanja. Jadi, saat semua orang harus di rumah dan PSBB berlaku, makin jadi hobi belanja online ini. Kadang hanya memantau update situs belanja online, kadang jika memang membutuhkan barang atau sedang ada promosi barang di troli belanja, ya langsung beli. Selain memang belanja online memudahkan karena cukup klik lalu barang pilihan diantar ke rumah, sesuai dengan anjuran jaga jarak fisik dan sosial di masa pandemi ini.



Meski sebenarnya belanja online sudah menjadi rutinitas untuk memenuhi kebutuhan utama juga lifestyle, namun tetap ada satu kebiasaan lama yang bikin kangen. Saya kangen ke mal termasuk ke toko yang menjual barang original. Datang ke toko, lihat tren kekinian, jika memang sesuai budget dan kebutuhan, langsung hunting authentic brand ke mal ternama.

Namun, masa pandemi membuat hampir seluruh mal ternama di Jabodetabek, tutup. Kebiasaan hangout di mal atau kadang bekerja di mal pun berhenti seketika. Apalagi hunting pakaian atau aksesori oroginal di toko yang memberikan sensasi khas, tidak bisa lagi dilakukan beberapa bulan terakhir.

Saya termasuk tipe pebelanja yang agak teliti kalau soal pakaian dan aksesoris. Biasanya saya belanja online hanya untuk kebutuhan rumah tangga misal bahan pokok atau kebutuhan interior rumah. Tapi kalau soal fashion beberapa kali agak kecewa belanja online. Jadi saya hanya merasa nyaman kalau belanja fashion dan aksesoris dengan datang langsung ke toko atau beli langsung dari desainer lokal atau pebisnis fashion yang saya kenal baik.

Hasil berselancar internet selama di rumah, saya akhirnya punya solusi untuk belanja online barang original terutama fashion dan aksesori. Tahu dong produk MAP? Soal orisinalitas authentic brand, enggak diragukan lagi. Tanpa harus datang ke mal, kita bisa belanja melalui MAP online Indonesia. Jadi, barang original bisa didapati melalui mapemall.com yakni situs belanja online pertama dengan teknologi O2O (Online to Offline). Jadi, kita bisa belanja melalui online dan mengambil barang langsung di toko offline) untuk produk-produk authentic. Belanja lewat situs atau aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung atau pick up in store dan bisa juga pilih home delivery. Solusi banget kan, easy shopping 2020 bisa dibilang.




Ada apa saja di Mapemall?
Kunjungi situs belanja mapemall.com atau bisa juga melalui aplikasinya. Hampir semua kategori kebutuhan yang biasa kita lihat di mal, tersedia. Mulai fashion wanita, pria, anak-anak, beauty, sports, home& living, travel, mainan anak-anak, stationaries, aksesori, elektronik dan gadget. Nahh, saya penasaran dengan kategori aksesori, ini hasil perburuan saya.



Belakangan, saya mulai suka koleksi kacamata, dan punya wish list koleksi jam tangan dan perhiasan. Beberapa kali jelajah internet, saya suka intip produk-produk wish list itu di beberapa akun medsos dan situs belanja. Enggak bisa dipungkiri, kualitas dan reputasi brand memang berpengaruh. Alhasil, beberapa kali belanja online saya agak kecewa dengan hasilnya. Membuka situs Mapemall bikin saya sumringah, karena produk kacamata, jam tangan, perhiasan harganya tidak berbeda jauh dengan yang selama ini saya lihat di situs lain. Bedanya, di Mapemall saya merasa aman dan nyaman karena bisa dipastikan barang original.

Ditambah lagi dengan beberapa fitur yang bikin nyaman belanja online seperti fitur size accuracy untuk fashion (memberikan gambaran size yang sesuai pilihan kita). Fitur Just for You juga menarik, jadi ada style advisor sesuai karateristik pembeli. Ada lagi fitur “Milla” sebagai personal stylist. Nah fitur Pay & Pick (sebelumnya namanya Click & Collect) ini buat kamu yang ingin ambil barang langsung di toko.

Makin seru karena saat ini ada promo khusus pembelanjaan Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk Ramadan dan Idul Fitri menghadiahkan diri sendiri dan kesayangan dengan belanja online barang originial. Masih dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri, ada juga Midnight Sale, Buy 1 Get 1,  sampai dengan 24 Mei 2020.

Bagi pemilik kartu membership MAPCLUB,  juga bisa menukarkan poin dengan voucher belanja atau Gift Voucher. Nah saat reedem MAPCLUB Poin ini bisa mendapatkan benefit Super Double Bonus, artinya nilai poin berlaku ganda, yakni akan mendapatkan dua kali lipatnya. Program promo ini berlangsung hingga akhir juni 2020. Jadi, buruan manfaatkan penawaran membahagiakan hati ini.

Bisa belanja apa saja? Ada lebih dari 160 merek internasional, Authentic Brand di Indonesia seperti Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo, dll.

Kalau saya sih berhasil masukkan beberapa aksesoris pilihan, dengan diskon menggiurkan, ke troli belanja. Diskon Ramadan & Idul Fitri Deals nya bikin bahagia. Penghibur saat mulai mati gaya di masa pandemi ini. Asyik banget bisa tetap belanja barang original di rumah.



Daripada penasaran, langsung saja intip Instagramnya dan untuk mempermudah download juga aplikasinya.
@mapemall_com
@mapemall_shop
#MapYourStyle
#AtHomeWithUs




Transaksi Online di Showroom Digital Auto2000 Digiroom


Transaksi di dealer resmi Toyota, Auto2000, mulai 2020 lebih praktis cukup klik bisa belanja online lewat ponsel pintar dari rumah. Pas banget saat harus jaga social distancing melawan Covid19, terobosan ini solutif buat keluarga. Kalau bingung, tenang ada Tasia yang bakal online siap bantu transaksi. 





Auto Family, begitu sebutan Auto2000 untuk pelanggan setianya, mulai Maret 2020 bisa akses website resmi www.auto2000.co.id yang berganti menjadi e-commerce website, Auto2000 Digiroom. Jadi dengan klik website e-commerce ini, kita bisa transaksi beli mobil baru, suku cadang, layanan servis kendaraan dan aksesoris resmi Toyota di Indonesia. Cocok nih buat kondisi saat ini, pun dalam kondisi normal cocok buat yang serba sibuk.Digiroom diklaim sebagai digital showroom Toyota pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bukan hanya belanja otomotif secara online, platform ini berikan promo sesuai lokasi, bisa pilih metode pembayaran transfer, kartu kredit, atau leasing. Untuk proses administrasi, cukup pakai digital signature untuk tanda pemesanan kendaraan, bahkan bisa kirim dokumen via online. Serba digital banget kan. Proses transaksi juga pakai teknologi Optical Character Recognition. Jadi begitu registrasi pakai akun Google atau Facebook, dengan upload KTP maka form otomatis terisi. 




Kalau beli mobil lewat e-commerce ini, kita bisa tracking online, termasuk approval pengajuan kredit. Servis kendaraan juga bisa klik aja dari rumah, nah ini penting buat saya yang punya mobil tapi enggak bisa nyetir (alias selalu disetirin suami ke mana-mana). Untuk booking servis berkala di bengkel Auto2000 bisa pilih lokasi bengkel. Jadi sistem langsung cek mana bengkel yang siap terima permintaan layanan servis. Canggih kan Auto2000 Digiroom?

Untuk layanan THS-Auto2000 Home Service, pelanggan Toyota bisa servis kendaraan #DiRumahSaja. Bahkan lewat website bisa tracking posisi teknisi THS, status pekerjaan bengkel, THS, dan body repair, termasuk notifikasi begitu order sudah selesai. Lewat showroom digital ini, kita bisa juga booking layanan perbaikan bodi kendaraan Toyota. Buat yang hobi modifikasi kendaraan, pembelian suku cadang atau aksesoris sampai atur jadwal pemasangan di cabang Auto2000 juga bisa transaksi via www.auto2000.co.id. 

Dengan semua layanan ini, perawatan mobil keluarga jadi lebih mudah semua bisa dipesan dari rumah aja sambil work from home. Sebagai pengguna Toyota, saya kebantu banget meski belum trial layanannya tapi kabar baik ini dah bikin sumringah. Sudah waktunya servis berkala soalnya, dan biasanya hanya andalkan suami aja bawa mobil ke showroom. Sekarang semua bisa dikerjain mandiri tinggal klik aja di ponsel akses Auto2000 Digiroom.



Bagi yang mau beli mobil baru mencoba transaksi online lewat website Auto2000, ini ya tahapannya:

1. Masuk ke website Auto2000.co.id
2. Login menggunakan akun Facebook atau Google.
3. Melakukan window shoping dan memilih mobil yang tepat sesuai dengan kebutuhan
Andy.
4. Simulasi kredit lewat perusahaan leasing yang berkolaborasi dengan Auto2000 sehingga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki.
5. Memasukkan kode promo untuk memperoleh keuntungan dari program promo yang
ditawarkan.
6. Submit dan upload dokumen yang dibutuhkan untuk syarat pembelian mobil baru Toyota, di antaranya KTP 
7. Memilih sistem pembayaran, dengan opsi transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing.
8. Jika ingin test drive, bisa memilih opsi Test Drive dan menentukan waktu dan lokasi.
9. Sales Advisor Auto2000 terdekat dari lokasi yang ditentukan akan memproses transaksi lebih lanjut.
10. Bisa tracking status pembelian lewat situs Auto2000.co.id ini sehingga bisa mengatur waktu saat proses delivery.
11. Memberikan rating dan review setelah proses pembelian mobil selesai.





Oya banyak promo juga nih di e-commerce Auto2000 Digiroom, dan bisa beli mobil bekas berkualitas juga. Tanya Tasia aja kalau ada yang bikin penasaran yaa. Itu loh, chatbot otomotif pertama di Indonesia yang dirilis Auto2000 pada 2019 lalu. Tasia online terus buat bantu transaksi.


Harlah 7 Tahun Dahayu


Hari lahir. Bukan jadi tradisi di keluarga saya dan suami, pun keluarga kecil kami, merayakan hari lahir. Hanya karena anak semata wayang, Dahayu Hadiya Raji yang lahir 28 Februari 2013, keluarga kecil kami merayakan hari lahir spesial putri kesayangan. Meski begitu, Tuhan memberi waktu perayaan sampai usia 3 tahun. Pada 28 Februari 2016, dengan sangat sederhana, kami mensyukuri harlah Dahayu, kala itu.

Saya dan suami tak pernah menyesali. Oh, seandainya saat itu kita buat perayaan besar yang berkesan, akan jadi kenangan indah bersamanya. Tidak! kami menolak berkata seandainya. Pun dari kajian yang pernah kutemukan saat ngaji online, mengucapkan seandainya itu justru mengingkari ketentuanNYA. 

Perayaan kecil harlah Dahayu 3 tahun kala itu justru penuh makna. Saya, suami dan keluarganya, bapak mertua, adik ipar berkumpul di resto cepat saji di Sarinah Thamrin. Sebenarnya saya, Dahayu dan ayahnya sedang menghadiri kegiatan sosial, kampanye publik penyakit langka di area CFD Sudirman Thamrin Jakarta. Sungguh bermakna, karena justru di hari lahir Dahayu, kami mencerna kebaikan dari para pejuang kehidupan. Kesulitan tumbuh kembang yang Dahayu alami, pun kesusahan yang #duoraji rasakan, seperti tidak ada artinya. Harlah Dahayu selalu memberi makna mendalam. Pun di hari yang sama, kami sekeluarga bertemu teman kantor lama. Kami berkumpul sederhana saja, berbagi bahagia, tanpa sekat. Kebersamaan yang utama, itu saja seakan pesan Dahayu hari itu.

Tuhan beri waktu 3,5 tahun bersama malaikatku Dahayu. Di tahun yang sama, tepatnya 6 Agustus 2016, Dahayu meninggal dunia, berpulang kepada pemiliknya. 



Saya tidak pernah tahu rasanya merayakan harlah anak 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun dan tak terasa, pada 2020 Dahayu 7 tahun jika masih hidup bersama di dunia fana. Saya pun tak tahu rasanya anak bersekolah TK dan SD. Dahayu belum bersekolah formal, namun ayah ibunya semoga sudah menjadi madrasah di rumah untuknya. Semoga Dahayu masih menghapal surat pendek setelah kami beri bekal hapalan Al Fatihah. Dahayu fasih sekali membaca 7 ayat Al Fatihah. 

Kadang, saya dan suami bersenda gurau. Dahayu sedang apa di sana yaa? Dia sekolah enggak yaa? Tanyaku. Suami biasanya menjawab, "Sekolah lah, dia bebas pilih sekolah apa aja, belajar sama siapa aja." Baiklah, mari imani itu, biar waras bahagia meski kami beda dunia. 

Dahayu sering datang lewat mimpi. Pelukan hangat seringkali kudapati darinya. Rasanya bahagia dan bikin hariku biasanya jadi ceria setiap kali Dahayu datang lewat bunga tidur malam harinya. Kalau sedang gundah dan rindu tak tertahankan, ziarah makam Dahayu jadi penghibur hati. Meski tetap terasa perih namun lega rasanya, karena Tuhan kembali ingatkan, Hey, manusia lemah tiada daya, berserahlah dan pikirkan kematian akan datang kapan saja, tak kuasa manusia mencegahnya, ingatlah kepada Tuhanmu hey manusia, jangan sombong, jangan sibuk dengan urusan dunia yang membawamu ke dalam kemunduran adab. Mendekatlah kepada Tuhanmu hey manusia, selagi masih ada nafas dan panjang usia. Berbuat baiklah dan terus perbaiki diri, jangan sibuk kejar dunia fana.

Itu hebatnya Dahayu, malaikatku. Setiap kali kunjungi makamnya, rasa dan pikiran itu yang kudapati. Mengisi jiwa, menata hati, bertahan dan terus berjuang untuk hidup baik dalam ridhaNya, sampai waktunya berkumpul kembali, semoga, nanti.

DAHAYU BERSAMA KAKEK NENEK, AYAH IBU, PENGASUH MBOK TETEH, OM 


Harlah 7 tahun Dahayu, masih dengan rasa yang sama. Masih dengan pengharapan sama. Masih dengan pedih dan rindu yang sama. Imbang sudah, pada 2020 ini, 3,5 tahun sudah kami tidak bersama setelah sebelumnya 3,5 tahun hidup di dunia bersama dengan perjuangan hebat dan perjalanan indah. 

Tuhan Maha Baik
Tuhan Maha Adil

Dahayu datang, pun pergi, membawa pesan mulia, tentang mendekatNYA, memperbaiki diri. Lihatlah, harlah 7 tahun Dahayu, ibunya dibimbingNYA menulis ini. Teruslah mengiringi ayah dan ibumu, Dahayu, bantu kami mendekatNYA, berakhir baik, husnul khotimah dan menjadi keluarga kembali di surgaNYA. Semoga. 

#CeritaIbu


Menyikapi Penyakit


Jujur, saya masih belajar soal menyikapi apa pun yang datang dalam kehidupan saya pribadi. Perihal kehidupan orang lain, apa yang terjadi pada hidup orang lain, jika saya mendengarnya sengaja atau tidak sengaja, cukup jadi pembelajaran sambil berusaha tidak menghakimi. 

Jujur, batasan sombong manusia itu tipis sekali, ketika mengomentari sesuatu atau menyikapi sesuatu dengan menuliskannya atau membicarakannya, bisa terlihat kadar sombong manusia. Bisa sangat terukur apakah dia seakan maha tahu paling benar, baik tersirat maupun jelas tersurat. Jadi, sebisa mungkin tidak menghakimi dan atau hati-hati bicara, menulis, berkomentar, buat saya, penting!

Kenapa urusan berhati-hati dalam menyikapi sesuatu jadi sangat serius buat saya? Barangkali karena orientasi hidup saya berbeda. Begini rasanya kalau separuh jiwamu sudah pergi berpulang mendahuluimu, bertemu Allah SWT sang pencipta. Saya berusaha kuat dalam iman, meyakini saya tidak berhak marah dan sedih berlebihan dengan kepergian Dahayu, anak semata wayang. Saya berusaha kuat dalam iman meyakini, Dahayu milik Allah, anak itu titipan bukan? Ketika pemiliknya mengambilnya, apa hak saya untuk marah atau sedih tak berkesudahan? Apakah saya tidak sedih? Tentu sedih, pada waktunya, dan hanya saya dan suami yang paham rasanya dan kapan itu terjadi, tak perlu jadi konsumsi publik. 

Barangkali, karena saya yakini dalam iman, anak saya bersama Allah di surga, saya jadi punya orientasi baru, hidup untuk mendapat berkahNya, hidup sesuai apa yang disukainya (ini pun terus berusaha memaknai apa dan bagaimana cara mengetahui bahwa Allah suka dan ridha atas apa yang saya lakukan di bumiNYA). Hidup meninggalkan kebaikan dan hal baik, sebisa mungkin menghindari konflik dan permusuhan. Kalau pun saya dimusuhi, berusaha menerima dan memaafkan.  Berusaha sekuat iman untuk tidak marah dan bermusuhan, dan atau membenci yang membuat Allah marah dengan sikap saya yang tidak mencerminkan akhlak terbaik ajaran Nabi Muhammad. 

Seserius itu ya dalam bersikap? Iya. Saya ingin hidup berakhir husnul khotimah, dan itu butuh usaha. Berusaha tidak terbawa arus netizen yang kadang bikin amarah dan benci membuncah, berusaha sabar dan tidak berbawa arus post truth saat informasi banyak sekali terdistorsi. Berusaha kuat dalam iman tidak terjebak dalam debat kusir dan atau perselisihan asumsi dan perang persepsi di dunia maya, adalah cara-cara yang saya pilih dalam rangka mencapai ridhaNya, supaya Allah ridha atas saya, dan doa saya bertemu kesayangan di surga, dikabulkannya. Jadi saya pamrih? Sebisa mungkin semua dijalani ikhlas, namun rindu menggebu saya kepada anak yang pernah dititipkan, menjadi motivasi tersendiri. Coba berpikir baik, bahwa inilah cara Allah membalikkan hati, untuk saya terus berusaha sekuat iman berbuat baik dan atau berpikir baik atas apa pun yang terjadi dalam hidup saya. 




Sampai di sini, harusnya sudah jelas kenapa saya suka sekali menulis isi pikiran yang berusaha positif dan memaknai segalanya dengan mencari hikmah kebaikan dari apa pun yang saya jalani. Mungkin sebagian orang berpikir, saya sok suci atau berlagak baik positif. Sesuai nilai hidup saya, pikiran seperti itu saya abaikan. Terus berusaha berpikir baik atas apa pun persepsi orang. Saya percaya, tulisan yang dibuat dengan hati, punya roh dan semangatnya akan sampai kepada pembacanya. 

Saya cuma mau bilang, saya sedang melatih diri untuk selalu berpikir baik atas apa pun yang terjadi dalam hidup. Dengan begitu, saya hidup waras, setelah berpisah selamanya dengan anak semata wayang. 

Termasuk berpikir baik tentang penyakit. Sebelumnya saya pernah menulis Menyikapi Kematian. Bahwa kematian adalah bagian dari hidup dan sudah menjadi takdir yang harus diimani. Beruntung saya terpapar ilmu dari para guru yang membuat kehidupan beragama saya sangat menyenangkan. Setelah buku Nikmatnya Kematian oleh Prof Dr Quraish Shihab, saya terpapar ilmu Gus Baha dari Youtube yang juga menyikapi kematian dengan sangat ramah. Bahwa hidup dan mati sudah diurus diatur oleh Allah. Kita bisa hidup karena Allah. Lalu kita mati ya kenapa harus khawatir, semua sudah diatur dan diurus oleh Allah. Kenapa harus khawatir bagaimana keluarga nanti kalau kita mati? Lha wong hidup susah senang saja sudah diurus Allah kok, lha kalau kita mati, ada Allah yang akan mengatur segalanya untuk kita dan keluarga yang ditinggalkan. Sulit untuk memahaminya kalau tidak belajar konteks penuh. Intinya, mati itu pasti dan untuk apa khawatir mati? 

Lantas apa saya tidak takut mati? Saya takut mati kalau bekal saya belum cukup dan dosa saya belum sepenuhnya diampuni. Pun dengan ketakutan itu, saya berserah, kalau pun Allah tentukan saya mati, ya sudah, terima. Lha sudah mati kok, ya mau apa, tiada daya.  Serahkan segalanya kepada Allah yang Maha Tahu. 

Terkait mati, ada hubungannya dengan penyakit? Saya selalu meyakini meninggalnya Dahayu, anakku semata wayang, melalui sakit dan perawatan RS 6 hari, adalah cara Allah mengambil milikNya. Kalau tiba-tiba mati, mungkin saya akan lebih shock. Melalui penyakit dan sakit beberapa hari, yang sebenarnya terbilang tiba-tiba saja sakit, dan meninggal dengan proses yang sangat mengiris hati jika mengingatnya, ya memang sudah takdir dan jalan Allah demikian adanya, tiada daya. 

Sejak itu, saya melihat penyakit dengan perspektif berbeda. Penyakit (sama seperti musibah) bukan hukuman, tapi maknai dengan penggugur dosa. Yakini bahwa sakit dan penyakit yang datang itu, jika diterima dengan sabar, tiada daya, serahkan urusan kepadaNya sambil terus berusaha sembuh dengan perantara dokter dan obat, adalah bagian dari penggugur dosa. Keyakinan ini membuat hati saya senang pikiran tenang. Kenapa?


Saya sangat sadar diri, dosa masa lalu saya teramat banyak. Entah bagaimana cara mengetahui bahwa Allah sudah mengampuni. Berusaha sabar atas musibah, atas penyakit, atas masalah yang datang menghantam, berusaha memaaafkan orang yang menyakiti dan berusaha membangun relasi positif, semoga menjadi cara penghapusan dosa. 

Namun tentu saja, penyakit adalah peringatan bahwa ada sikap lalai dari manusia atas tubuhnya. Kurang baik dalam memelihara badan dan kesehatan. Kurang memberi hak tubuh untuk beristirahat, makan, dan ketidakmampuan mengelola stres yang menganggu pikiran sehingga akhirnya menggerogoti kesehatan fisik. Ini jelas peringatan untuk diperbaiki bukan disesali dan atau dijadikan penyesalan yang hanya akan memperburuk kondisi mental. Penyakit juga harus dipahami faktor risikonya, sekaligus jadi peringatan. Bahwa ada faktor eksternal yang menyebabkan penyakit itu datang menjadi ketentuanNya atas kita. Bisa karena genetik, bisa karena faktor risiko dari lingkungan yang tidak sehat dan ini semestinya menjadi perhatian bersama untuk hidup sehat secara komunal. Penyakit datang selain karena ketentuanNya, tentu banyak faktor risikonya. Kenali, pahami, dan perbaiki. Sekali lagi perbaiki, bukan untuk menyalahkan kondisi dan menyesalinya. 

Penyakit utamanya adalah ujian kesabaran. Kalau bersabar dengan penyakit yang ditentukan terjadi pada kita, bersabarlah. Menerima dan bersabar dengan prosesnya, dengan pengobatannya, dengan ikhtiar sembuh lewat perantara medis. Juga menjadi kesempatan istirahat dan menjalin lagi hubungan batin kepadaNya. 

Jadi, kalau ada yang mengaitkan penyakit sebagai "hukuman" atau "bayaran semesta" karena kesalahan yang diperbuat dalam urusannya dengan relasi manusia (padahal bisa jadi orang sakit itu sudah berbuat sebaiknya kepada sesama), karena kita bekerja dengan perhitungan dan atau tidak melakukan pekerjaan dengan dedikasi tinggi, ikhlas maksimal (padahal bisa jadi orang sakit itu sudah sangat maksimal yang akhirnya jadi sakit). Alihkan saja pikiran, bukankah penyakit juga ditentukan oleh Tuhan terjadi atas seseorang dengan banyak tujuan? Kalau ada pernyataan seperti ini, sikapi baik saja. Jangan menyalahkan diri sendiri karena sakit itu sendiri sudah butuh kekuatan sabar luar biasa menjalaninya, jangan tambahkan dengan menyalahkan atau menyesali diri. Ambil baiknya saja, agar tidak menjadi manusia sombong yang merasa sudah berbuat baik, sudah bekerja baik, tidak punya kesalahan, tidak punya dosa. 

Sakit dan penyakit sungguh membawa ujian kesabaran maha dahsyat. Belum lagi harus bersabar dengan penyakit dan pengobatannya. Orang sakit juga harus bersabar dengan banyak persepsi manusia lain yang menyertai, bahkan membaca, mendengar, bahkan menerima langsung pernyataan-pernyataan dan atau nasihat-nasihat, yang seakan menuduhkan kesalahan pada si sakit. 

Bersabar dalam sakit sungguh ujian kehidupan sebenarnya. Bersabar bukan hanya dengan penyakit dan pengobatannya, tapi bersabar dengan respons orang-orang yang kadang merasa paling benar dan ucapannya adalah yang paling tepat disampaikan, di hadapan orang sakit sekali pun. 

Empati boleh jadi makin mati. Namun tak perlu menyesali kondisi pun menyalahkan orang lain. Biarkan dan maklumi, jadikan respons manusia sebagai ujian sabar saat sakit. Ketika lolos dengan kesabaran maha dahsyat ini, semoga harapan Allah ridha atas kita, terkabul. Harapannya, berakhir dalam keadaan baik, berpikir baik, menerima dengan baik, kembali kepadaNya dengan cara baik. Bukankah itu makna husnul khotimah? Karena sakit dan penyakit, bisa saja menjadi jalan menuju Nya. Bagaimana menyikapi sakit dan penyakit, akan mementukan akhir perjalanan hidup kita. 

Jadi, terima kasih kepada siapa pun yang menguji kesabaran lewat perkataan. Melalui ucapan-ucapan dan sikap itulah, ujian kesabaran sakit menjadi semakin besar. Jika mampu melampaui, dengan keberserahan dan berpikir baik atas apa pun yang Allah datangkan kepada kita, semoga penyakit membawa faedah terbaik. 

Jika penyakit menjadi jalan menuju kematian, maka dengan bersabar dan berpikir baik atas ketentuan Allah atas kita lewat penyakit, apa pun itu, semoga doa husnul khotimah, dikabulkanNya. Berakhir baik lewat penyakit yang Tuhan berikan sebagai ketentuanNya, karena bersabar dan menyerahkan urusan dengan terus berusaha berpikir baik dan positif, serta berprasangka baik terhadap siapa pun termasuk kepada Allah yang menentukan seseorang sakit dengan apa pun penyakitnya, dan berakhir untuk berpulang lewat sakitnya. 

Jika sembuh, maka penyakit akan menjadikan kita manusia yang naik kelas lagi. Allah yang mengangkat penyakit sekaligus derajat si orang sakit, karena bersabar, berpikir dan berprasangka baik, serta menyerahkan segala urusan kepadaNya dengan tetap ikhtiar tentunya.