ASEAN Car Free Day, "Virus CFD" dari Indonesia Menular ke Asia Tenggara



Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN kini beranggotakan 10 negara, dengan Kamboja yang terakhir bergabung pada tahun 1999. Indonesia punya andil besar atas pendirian ASEAN pada 8 Agustus 1967. Sejak awal pendirian ASEAN, Indonesia terlibat aktif dengan tokoh Menteri Luar Negeri Adam Malik menjadi bagian penting dalam catatan sejarah.

Jadi ketika pada 5 Agustus 2018, di Jakarta, berlangsung peluncuran ASEAN Car Free Day (ASEAN CFD) tak mengherankan jika Indonesia kembali berkiprah. 

Lagi-lagi, Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan ASEAN. Kali ini terkait dengan upaya promotif kesehatan. Bicara kesehatan banyak pihak semakin fokus pada preventif dan promotif, alih-alih kuratif. Mencegah jauh lebih baik dan efisien daripada mengobati, itu sudah pasti. 

Nah, untuk mewujudkan hidup sehat, para Menteri Kesehatan negara anggota ASEAN sepakat berkomitmen mengajak warga lintas bangsa bergaya hidup sehat. Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau akrab disebut CFD menjadi salah satu caranya. 

www.wawaraji.com


Berikut kutipan rilis resmi ASEAN: 
Para Menteri Kesehatan ASEAN pada pertemuan dua tahunan (ASEAN Health Ministers Meeting/AHMM) pada bulan September 2017 di Brunei Darussalam membahas inisiatif untuk memperkuat komitmen Sektor Kesehatan ASEAN dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan mengatasi ancaman yang utamanya ditimbulkan oleh penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular dan pernapasan, melalui ASEAN Car Free Day. Diharapkan ASEAN Car Free Day juga dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat serta berbagai sektor dan pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan yang terkait, termasuk pengendalian polusi, promosi olahraga, keterlibatan pemuda dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berwawasan kesehatan sangat diperlukan untuk menyehatkan masyarakat. 





Komitmen lintas negara ASEAN ini sejalan dengan program pemerintah kita untuk mengajak warga hidup sehat melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). 

Kembali ke ASEAN CFD, Indonesia bukan hanya jadi tuan rumah atau host country untuk peluncuran ASEAN CFD. Dengan bangga, saya bisa sampaikan, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang menjalankan CFD pada 2002. CFD di Indonesia diadopsi oleh Brunei Darussalam 2-3 tahun terakhir, menyusul Malaysia dan pada 27 Juli 2018 lalu Singapura juga mulai menjalankan CFD versinya. 


www.wawaraji.com 


Peluncuran ASEAN CFD ini menjadi satu lagi catatan sejarah kiprah Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Kegiatan ini sekaligus merayakan hari jadi ASEAN ke-51, berbarengan dengan pemecahan Rekor MURI untuk Tari Poco-Poco Terbesar berlangsung di Jakarta. Ada sekitar 65.000 peserta terlibat dalam pemecahan Rekor MURI Tari Poco-Poco ini.


www.wawaraji.com

Hadir meresmikan ASEAN CFD di Ruang Heritage Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK): Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM (K) , Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK RI dr Sigit Priohutomo, MPH, Secretary General of ASEAN HE Dato Lim Jock Hoi, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes RI Acep Soemantri, SIP, MBA. 


Menularkan “Virus CFD”

Sejak awal kemunculan CFD di Jakarta, saya sebagai warga Tangerang yang tinggal di perbatasan Jakarta, menyambut suka cita. Akhirnya, Jakarta tempat saya mencari nafkah, yang padat kendaraan, bisa bebas lega bernafas satu hari dalam sebulan. Warga Jakarta Raya seperti mendapat rejeki angin segar. Setidaknya sekali dalam sebulan bisa melenggang lega di jalan utama Sudirman-Thamrin, jantung kota Jakarta. 

Di CFD, warga berlari, jalan kaki, bersepeda berkumpul dengan tujuan sama, olahraga. Meski pada praktiknya, makin ke sini makin banyak tukang jualan dan jajanan, yang sebenarnya “merusak” makna olahraga dan hidup sehat. CFD di Jakarta pun akhirnya berlangsung seminggu sekali dan menular ke kota besar lain. 

Ternyata, menularnya "virus CFD" ini tak hanya di dalam negeri. Melalui ASEAN, pemerintah Indonesia juga mempelopori CFD di tingkat Asia Tenggara. 

Menkes RI Nila F Moeloek menyatakan tegas bahwa Indonesia yang pertama menjalankan CFD dan diadopsi negara lain seperti Brunei. 

Perwakilan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Thailand juga mengakui CFD sebagai salah satu contoh aktivitas gaya hidup sehat yang bisa diterapkan di negaranya. Ini disampaikan saat peluncuran ASEAN CFD di Jakarta.

Selain sebagai wadah olahraga, CFD juga bisa menjadi ajang temu budaya. Peluncuran ASEAN CFD ditandai dengan pelaksanaan Tari Poco-poco yang bikin semangat dan mewakili budaya nusantara. 

Ke depan, kata Menkes RI, bisa jadi ASEAN CFD bisa dipadukan dengan tarian lintas bangsa negara anggota ASEAN. Wah, kebayang bakalan seru, ASEAN CFD bukan hanya jadi ajang olahraga tapi pertemuan budaya lintas bangsa Asia Tenggara.

Blogger Indonesia siap dukung? Yuk, kita bisa berkontribusi merekam jejak digital lewat konten positif di blog dan media sosial. 


Foto: Ono 

Mengenal Aset Digital Bitcoin Lewat Luno

 



Teknologi finansial atau Fintech makin canggih. Perkembangan fintech bukan lagi tentang uang atau transaksi elektronik dengan barcode misal, atau aktivitas cashless lainnya. Investasi pun sekarang sudah mengarah pada aset digital. Satu di antaranya adalah cryptocurrency yang sedang naik daun, Bitcoin. 

Kalau bicara investasi, umumnya masyarakat yang sudah melek investasi akan memilih sesuai tingkat risikonya. Investasi dengan risiko tertinggi atau high risk adalah saham. Sementara untuk investasi berisiko lebih rendah pilihannya reksadana, deposito, logam mulia, emas. 

Saya pribadi sudah pernah menjalankan investasi reksadana dan logam mulia, yang lainnya belum berani. Semakin tinggi risiko investasi biasanya akan memberikan high return atau keuntungan yang juga tinggi, namun sekali lagi risikonya pun tinggi. 

Nah, di era digital, investasi makin canggih lagi. Bentuknya bukan lagi bicara mata uang konvensional namun sudah digital atau digital currency. 

sumber: www.wawaraji.com 


Sistem dan perangkat teknologi yang makin canggih, dioperasikan oleh operator yang juga melek teknologi, menghasilkan pilihan investasi kekinian yang serba digital. Sasarannya tentu saja kalangan muda millennial yang gadget savvy. 

Ketika ponsel sudah menjadi benda kesayangan yang tak lepas dari genggaman, di situlah aplikasi jadi serba memudahkan. Cashless society makin kentara di kalangan millennial. Isi dompetnya bisa jadi kosong, namun semua uang tersimpan rapi di berbagai jenis aplikasi keuangan dan layanan digital. Celah inilah yang ingin digarap penyedia investasi digital currency termasuk Bitcoin yang mendunia.

LUNO 






Lewat Influencer Class yang diadakan Luno di Jakarta, saya jadi lebih mengenal bitcoin. Jujur, sesungguhnya saya awalnya menaruh curiga karena peraturan Bank Indonesia melarang Bitcoin untuk transaksi pembelian. Namun, setelah mempelajarinya bersama Vijay Ayyar, General Manager Luno dan Claristy, Operations/Growth Lead Luno Indonesia, wawasan saya tentang Bitcoin, sebagai salah satu digital aset, jadi bertambah. 

Bank Indonesia sebagai regulator keuangan resmi di Indonesia jelas melarang digital currency sebagai alat beli. Semua mematuhi ini dan pelaku investasi cyptocurrency pun memahaminya dan menghormati kebijakan ini. Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menegaskan tidak ada larangan di Indonesia yang membatasi orang untuk investasi cryptocurrency, sebagai instrumen investasi. Artinya bebas saja ke pilihan masing-masing individu jika ingin mencoba investasi Bitcoin. Sekali lagi sebagai instrumen investasi bukan sebagai alat beli. 




Pada praktiknya, setiap negara memang menerapkan aturan atau kebijakan berbeda terkait Bitcoin. Kalau Indonesia melarang Bitcoin sebagai alat beli kopi misalnya di warung kopi, beda kondisinya dengan di Jepang misalnya yang membolehkan Bitcoin sebagai alat bayar. Setiap negara punya pertimbangan masing-masing, jadi tugas sebagai warga negara ya mematuhi ketentuan regulator saja. 

Nah, kalau berani investasi Bitcoin, Luno dengan aplikasinya bisa membantu. Saya sendiri sudah mencoba register dan akses aplikasi Luno. Interface nya memudahkan pengguna pemula seperti saya. Aplikasikanya mudah digunakan, user friendly, dan bisa dengan mudah memahami informasi di dalamnya. 

Luno adalah perusahaan global di bidang aset digital dengan dua juta pelanggan di 40 negara di dunia, dengan tim lebih dari 100 orang, berbasis di London dan memiliki kantor regional di Singapura dan Cape Town. Lewat Luno, pelanggannya bisa membeli, menyimpan, mempelajari aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Dua aset digital ini paling populer se-dunia. 

Sejak awal 2016, Luno resmi menghadirkan layanannya di Indonesia. Dulu, namanya BitX kemudian berganti atau re-branding menjadi Luno. Pada 18 Januari 2018, Luno mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia, dengan tujuan menjadi wadah pelaku industri yang membangun kemitraan dengan pemerintah, untuk sukseskan era industri 4.0 melalui regulasi, inovasi, dan kolaborasi. 

Mengetahui bahwa ada perusahaan yang menaungi investasi aset digital di Indonesia, setidaknya menambah kepercayaan diri calon investor. Pasalnya, aset digital ini masih hal baru meski di negara maju sudah menjadi pilihan investasi era digital. 

Nah, kalau sudah merasa nyaman lantaran ada perusahaan penyedia layanan dan asosiasinya, sebagai calon investor wajib juga memahami apa itu Bitcoin. Saya sendiri masih terus belajar tentang Bitcoin, dan baru sekali ikut kelas edukasinya. 

Penjelasan dari Vijay Ayyar yang paling mengena di Influencer Class by Luno adalah investasi Bitcoin mirip seperti investasi logam mulia versi digital. Kalau pernah investasi logam mulia, tentu tahu ya, kita membeli logam mulia dengan jumlah gram tergantung dana investasi, dan harga per gram logam mulia bisa berubah, naik atau turun, banyak faktornya. Namun, investasi logam mulia dianggap dan dipercaya paling aman dan minim risiko karena tidak terlalu fluktuatif seperti saham atau investasi high risk lain. Menjual kembali logam mulia dengan harga yang menguntungkan juga sangat mungkin dilakukan. Syaratnya, sabar dan jadikan investasi logam mulia sebagai investasi jangka panjang.

Investasi Bitcoin mirip dengan logam mulia namun bentuknya tidak berwujud seperti emas batangan. Kalau saya menafsirkan, Bitcoin bentuknya data, big data, semua serba digital dan terkomputerisasi. Nilai investasi Bitcoin per 1 Bitcoin memang sangat tinggi, sekarang nilainya bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta. Namun, investor pemula bisa membeli Bitcoin mulai Rp 100.000 atau 0,0001 Bitcoin. 

Sekali lagi, jika berani investasi Bitcoin, ini adalah bentuk investasi jangka panjang. Jadi jangan berharap untung maksimal dalam waktu dekat. Sebaiknya, gunakan dana khusus untuk investasi, bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari jika ingin investasi Bitcoin. Harga Bitcoin sangat fluktuatif karena termasuk high risk high return investment. Harga Bitcoin sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Jika berani investasi Bitcoin, perhatikan beberapa hal ini: 
1. Pilih perusahaan aset digital yang terpercaya.
2. Kenali tim di perusahaan aset digital apakah cukup handal.
3. Perhatikan sistem keamanan dari perusahaan aset digital tersebut, cari tahu seperti apa sistem pengamanannya.
4. Pastikan platform yang digunakan mudah dan user friendly, informatif dan mudah dipahami. 





Jika penasaran dengan Bitcoin bisa cari tahu tentang Satoshi Nakamoto, yang menjadi pelopor Bitcoin. Informasinya bisa didapatkan di www.bitcoin.org 

Itu dia yang saya pahami tentang aset digital, Bitcoin dan Luno sebagai penyedia layanan investasi aset digital. Kalau kamu punya informasi tambahan bisa share di komentar, seberapa kenal kamu dengan aset digital? Sekali lagi aset digital sebatas untuk investasi bukan alat tukar.

Krim Wajah Sakura Collagen Samarkan Kerutan




Menyadari pentingnya merawat kulit dengan skincare takkan bisa memberi hasil baik kalau tidak konsisten menjalankan. Itu sebab saya sangat percaya kalau perawatan kulit itu butuh waktu dan proses.

Sejak lama saya sudah menyadari pentingnya merawat kulit. Bahkan sejak remaja, saya berkali-kali mencoba produk perawatan kulit. Mulai dari yang paling sederhana yakni pelembab. Makin dewasa saya makin sadar pentingnya merawat diri. Pelembab wajah hingga penggunaan kosmetik dekoratif jadi perhatian berikutnya.

Ada masa ketika saya bermasalah dengan kulit berjerawat yang sangat parah. Bahkan harus berpindah dokter kulit untuk mendapatkan perawatan terbaik. Sampai akhirnya saya hamil dan melahirkan semua masalah kulit wajah saya menghilang begitu saja. Namun bekas jerawat takkan bisa hilang kecuali saya melakukan perawatan lebih ekstra.

Menggunakan pelembab wajah selalu jadi perawatan kulit paling sederhana yang saya lakukan terus menerus. Bahkan bedak wajah saja saya tidak terlalu jadikan pilihan namun urusan pelembab itu paling utama buat saya.

Krim pelembab wajah menjadi perawatan kulit paling dasar yang menurut saya mesti dilakoni setiap perempuan. Sahabat saya, Make Up Artist, Mila namanya selalu menjadi pengingat terhebat. Mila selalu bilang jangan lupa pakai pelembab karena bisa memproteksi kulit dari paparan polusi dan semacam menjadi proteksi dari kotoran seperti debu langsung terkena kulit wajah.

Saya selalu mengikuti anjurannya dan krim pelembab wajah tak pernah lewat dari ritual perawatan kulit harian. Benar saja, pelembab memang jadi penangkal paling ampuh kalau diaplikasikan rutin ke wajah dan tentu saja dibarengi kelola stres yang baik ya kalau mau bebas kerutan. Maklum, pekerjaan dengan mobilitas dan tantangan tinggi bisa bikin stres bukan hanya pikiran tapi juga kulit. Belum lagi efek dari terpapar radiasi dari gadget yang jadi "senjata" pekerjaan saya. Kulit wajah butuh proteksi dan yang paling mudah adalah rutin dan rajin mengoles krim pelembab setiap hari. 



Nah, pilihan berikutnya yang harus saya perhatikan adalah produknya. Sebulan terakhir saya mencoba produk skincare, krim anti-aging yang membantu menyamarkan kerutan. Namanya Cream Anti Age’s Sakura Collagen dengan tekstur lembut, wangi natural, dan warna merah muda terinspirasi Sakura, sesuai namanya.

Sejak membuka kemasan Sakura Collagen saya kepincut dengan tekstur dan warna lembutnya. Wanginya pun tak menusuk hidung, ini penting buat saya karena jadi merasa nyaman mengaplikasikannya ke wajah. Kalau krim perawatan kulit terlalu menusuk aromanya saya merasa agak ngeri menggunakannya ke wajah. Memang saya butuh samarkan kerutan yang mulai muncul di usia hampir 40 tahun ini, namun bukan berarti saya asal pakai skincare. Kerutan harus tersamarkan namun produk skincare juga bikin nyaman hati senang.

Kandungan kolagen dan ekstrak sakura pada krim pelembab ini, bagi saya, terbukti meremajakan kulit. Setelah sebulan pemakaian tidak ada keluhan sama sekali dan beberapa kali berjerawat karena kurang tidur, kulit saya seperti meregenerasi lebih baik. Tidak lantas menghilangkan jerawat namun kulit jadi seperti memperbaiki dirinya lebih baik. 



Soal kerutan, ini saya harus membuktikannya lebih lama. Semoga makin tersamarkan yaa kerutan yang makin nampak itu. Namun yang pasti saya percaya kalau konsisten merawat kulit dengan krim wajah, pasti akan ada hasil dan efeknya.

Kalau kulit wajah lebih sehat, jadi percaya diri tampil tanda dan dengan riasan. Saya percaya, sebagus apa pun aplikasi make up dekoratif kalau kulit kurang terawat hasilnya jadi kurang maksimal. Saya sih masih harus lebih rutin merawat kulit karena kadang masih suka malas berlama-lama dengan ritual perawatan kulit wajah. Namun dengan rutin menggunakan krim pelembab Sakura Collagen bikin saya tenang karena kulit tetap cerah.



Produk krim wajah anti-aging dari PT Meiji Indonesia ini bisa didapatkan di Ranch Market & Farmers Market, juga di mal ternama. Kalau mau praktis bisa juga belanja online di Lazada. Harganya Rp 160.000 untuk ukuran 10gr dan Rp 400.000 untuk ukuran 30gr. 

Kalau beruntung, kamu juga bisa dapati harga promo, sering-sering saja pantau akun resmi Sakura Collagen di @sakura_collagen_id

Nah, kalau sudah coba bagi deh ceritanya. Buktikan kalau  rutin merawat kulit bukan hanya wajah jadi cerah alami tapi kerutan jadi tak datang lebih dini.

Film Koki-Koki Cilik Jadi “Mood Booster” di Penghujung Liburan Sekolah



Film anak selalu dirindukan orangtua, dan tetap menjadi pilihan anak-anak. Sayangnya tak banyak pilihan film anak di layar bioskop, termasuk film Indonesia. Maka ketika film anak muncul dan berkualitas, rasanya seperti anugerah bahkan mood booster. 


Film anak berkualitas bukan hanya bisa mengusir rindu namun membahagiakan. Inilah yang saya rasakan usai menonton film terbaru produksi MNC Pictures, yang pertama kalinya memproduksi film anak berjudul “Koki-Koki Cilik”. 

Rilis saat liburan lebaran dan sekolah, dan tayang 5 Juli 2018 di penghujung waktu jelang masuk kembali ke sekolah, film “Koki Koki Cilik” ibarat mood booster. 

Sejak awal film diputar, penonton dimanjakan dengan suasana liburan kreatif edukatif Cooking Camp ala Koki-Koki Cilik, di area perkemahan yang sejuk dengan pepohonan hijau, udara segar, menyatu dengan alam. Anak-anak peserta Cooking Camp ala Koki-Koki Cilik ini pun begitu antusias “mukim” di hutan perkemahan. Anak-anak menjadi dirinya seutuhnya, bermain sepeda, bergerak leluasa di alam terbuka, berlari-larian bermain dengan teman sebaya, dan tentu saja menjalani hobi mereka memasak, meski ada juga yang hobi sejatinya adalah, makan. 

Membayangkan di dunia nyata ada Cooking Camp seperti ini sungguh menyegarkan pikiran. Film Koki-Koki Cilik seperti sedang membangkitkan kembali semangat. Semangat untuk menggapai cita-cita, menjalani dan menggeluti hobi, berteman dan berkompetisi dengan sehat. Termasuk menginspirasi kegiatan liburan sekolah anak yang menyegarkan dan menyalurkan energi juga bakat anak secara positif. Seandainya Cooking Camp ala Koki-Koki Cilik ini nyata ada, sungguh menjadi wadah edukatif kreatif menyegarkan untuk anak dan orangtua. 

Saya sebagai pengikut garis keras review film non spoiler, tentu tidak akan membahas apa isi film ini. 

Pastinya, selama 1,5 jam menonton film ini di bioskop, saya sumringah. Senyum hingga tawa, sedikit saja haru atau sedih, lebih banyak menyenangkan hati. Alhasil saya merasa segar usai menonton film anak ini. Barangkali karena memang saya begitu menantikan film anak, demi tontonan baik untuk anak zaman now yang perlu mendapat pembelajaran kreatif tentang akhlak, etiket, karakter dan kompetisi sehat. 

Bullying tetap digambarkan film ini namun secukupnya, bukan untuk “mencontohkan” tapi seperti mengingatkan, bahwa akan tetap ada anak yang jahat. Bagaimana menyikapi teman yang energinya negatif lebih terasa digambarkan film ini. Sosok itu adalah Oliver (Patrick Milligan) anak pemilik restoran ternama peserta Cooking Camp, didukung teman-temannya Ben dan Jody yang diperankan kakak beradik Cole Gribble dan Clay Gribble. Oliver melakukan segala cara agar salah satu kandidat terbaik Cooking Camp, Bima (Farras Fatik), tokoh utama film ini, gagal dalam kompetisi memasak. 

Layaknya film, jagoan menang dan yang jahat kalah. Ini terjadi di awal bagian akhir film. Oliver terbukti melakukan kecurangan, mengecewakan chef Grant (Ringgo Agus Rahman) dan tentunya ibunya. Si jahat pulang dan kalah. Bagi saya ini mengajarkan kebaikan kepada anak, jangan takut untuk jujur karena alam semesta akan mendukung dengan menghadirkan teman baik dan kebenaran akan terungkap. Bima yang sudah bersiap pulang akibat tipu daya Oliver, justru melesat hingga final mengalah demi Audrey (Chloe X) sang juara bertahan Cooking Camp. 

Kok mengalah? Ah nonton saja langsung bagaimana keseruan persahabatan tulus Bima dengan Niki, Melly, Key, Kevin, dan Alva. Juga bagaimana kompetisi memasak Bima dan Audrey begitu menyenangkan, memasak menjadi kegiatan yang terasa mudah dan bisa dilakukan siapa saja termasuk anak-anak. Keduanya berhasil memainkan peran sebagai koki cilik. 

Bima yang bermimpi membuka restoran mewujudkan impian bapaknya, juga punya perjalanan bersejarah di Cooking Camp. Pertemuan rahasianya dengan Rama (Morgan Oey), mantan chef ternama yang menjadi cleaning service di Cooking Camp, juga membawa banyak pesan baik untuk anak-anak. 

Semua pesan disampaikan natural dan mengalir oleh sang sutradara Ifa Isfansyah dengan penulis naskah Vera Varidia dan produser kreatif Lukman Sardi. 

Keceriaan anak-anak tergambarkan natural dan selayaknya anak-anak. Konflik utama tentang perjuangan Bima terasa kuat dan utuh, dari awal hingga akhir film. Meski begitu konflik lain dari perjalanan Audrey tersampaikan kuat tanpa mendominasi kisah utama tentang Bima. 

Lalu siapakah pemenang sejati kompetisi memasak di Cooking Camp, apakah Audrey atau Bima? Yuk ke bioskop bareng keluarga. 




Kalau pun mau nonton bareng teman sebaya, bagi usia SD tetap ada pendampingan orang dewasa yaa. Film keluarga ini menjadi pamungkas liburan sekolah yang menyegarkan. Jadi pembangkit semangat jelang masuk sekolah nanti. Bakal jadi cerita seru di sekolah sambil bertanya, “eh kamu suka masak apa?” atau “Eh kamu suka makan apa?” 

Pasalnya, salah satu keseruan lain film ini bikin jadi ingin belajar masak, selain jadi ingin makan enak seperti masakan para koki-koki cilik yang tergambarkan kenikmatannya.

Jadi kapan mau ke bioskop? Mulai 5 Juli 2018 ya! Jangan lupa.



Mudik Sehat Bersama Pengemudi “HEBAT”

Mudik Sehat 


Mudik lebaran selalu menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang menjadi perhatian banyak pihak. Tujuan utamanya tentu silaturahim terutama bagi para perantau yang rindu keluarga di kampung halaman.

Menjadi perhatian banyak pihak karena perihal mudik bukan semata soal perjalanan liburan. Mudik yang dilakukan serentak dalam periode beberapa pekan sebelum dan sesudah lebaran, membutuhkan persiapan.

Berbagai persiapan diperhatikan, mulai urusan infrastruktur seperti jalan raya, moda transportasi, pos keamanan dan kesehatan, hingga kesiapan fisik mental si pemudiknya.

Kalau negara sudah sebegitunya memperhatikan kebutuhan, maka kita selaku pemudik yang diperhatikan juga perlu berkontribusi. Sebisa mungkin persiapan yang baik akan mengurangi berbagai risiko saat mudik, mulai kesehatan hingga keselamatan, sampai akhirnya bisa berbagi bahagia bersama. Petugas yang bertugas bahagia jika semua sehat selamat, dan pemudik tentunya disambut hangat bahagia mereka yang sudah menunggu di kampung tercinta.

Seperti kalimat di sebuah iklan komersial TV yang kira-kira seperti ini bunyinya, “…karena ada yang tidak pulang demi kita pulang… bahagia adalah ketika kita memberi kebahagiaan…” Jadi jangan sia-siakan mereka yang sudah rela bertugas demi kebahagiaan kita pulang kampung. Pun keluarga di kampung yang sudah menunggu bahagia kita pulang sehat selamat.






Mudik Sehat Kelola Stress 


TIPS MUDIK SEHAT

Pada kesempatan “Ngabuburit Sehat Bersama Menkes” di Terminal Kampung Rambutan 5 Juni 2018, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek kembali mengingatkan pemudik melalui lintas komunitas. Harapannya pesan sehat ini menyebar luas melalui komunitas dan kita bisa saling mengingatkan.

Bisa disebut mudik sehat kalau memenuhi 15 poin ini:

1. Siap fisik yang sehat dan prima sebelum mudik;

2. Periksa kondisi kelayakan kendaraan;

3. Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi;

4. Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam;

5. Jangan paksakan mengemudi bila sudah lelah atau mengantuk;

6. Disiplin dan patuh rambu lalu lintas;

7. Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk;

8. Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak;

9. Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara;

10. Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal;

11. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan;

12. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat;

13. Buang sampah pada tempatnya;

14. Tidak buang air kecil/besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia;

15. Bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat.


Sederhana bukan pesannya? Rasanya setiap pemudik bisa menjalankan pesan mudik sehat ini. Langkah kecil misal membuang sampah di tong sampah setiap kali berhenti di rest area misalnya, ini sudah menjadi langkah sehat. Bayangkan ribuan pemudik menjaga kebersihan, penyakit menjauh karena semua pengguna jalan berperilaku bersih dan sehat.

Mudik sehat bisa diwujudkan dengan tidak menyepelekan kebiasaan sederhana seperti yang dituliskan di 15 pesan mudik sehat. Kalau berperilaku sehat sepanjang perjalanan mudik, pulang kampung bahagia dengan fisik sehat bukan jadi sakit atau membawa penyakit.


PENGEMUDI HEBAT

Nah, mudik sehat juga penting dipraktikkan pengemudi. Terutama pengemudi kendaraan umum seperti bus mudik misalnya. Pesan ini disampaikan saat Ngabuburit Sehat yang juga dihadiri drg Kartini Rustandi, MKes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI






Gerakan Mengemudi Sehat perlu ditularkan sepanjang mudik. Kita butuh pengemudi HEBAT yakni 


Hindari berkendara saat kondisi tubuh tidak sehat, mengantuk dan kelelahan

Enyahkan asap rokok dan alkohol terutama jika akan berkendara

Beri pertolongan segera bila terjadi kecelakaan

Ayo makan sehat, minum air putih dan cukup istirahat

Taati peraturan



Pengemudi HEBAT juga menyiapkan kendaraan dalam kondisi terbaik, siap fisik mental dan kendaraan, tahu kapan harus istirahat dengan mengutamakan keselamatan diri. Pastikan juga cukup istirahat sebelum perjalanan mudik sehingga bisa fokus saat berkendara, dan selalu taat aturan siap selamat. 








Selamat Mudik Sehat! Selamat menyambung silaturahim dengan fisik sehat dan hati bahagia.