Layanan Digital Kebutuhan Muslim, Lahir Batin, Ada di Ebaba


Siklus hidup dari lahir hingga meninggal, akan selalu ada kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan, tentu kembali kepada kemampuan dan kenyamanan kita. Untuk kalangan urban, kalangan modern, yang akrab dengan dunia digital, rasanya sekarang segala kebutuhan bisa didapatkan hanya lewat smartphone. Semua kebutuhan bisa dipenuhi dalam genggaman. Praktis, cepat, aman, nyaman sesuai jamannya, era digital.

Jadi, kemunculan startup dengan berbagai platform, bukan hal baru. Ecommerce semakin bertumbuh, lihat saja saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) lalu, meriah.
Dengan banyaknya ecommerce, tampil dengan terobosan baru tentu menjadi pembedanya. Apa yang beda, itu yang akan menjadi daya tariknya, tidak seragam.

Ketika mengenal EBaba dalam acara syukuran di F Mansion Pondok Indah, Jakarta, saya menemukan perbedaan dan inovasi digital di dunia ecommerce. EBaba menyebut dirinya ecommerce muslim dengan tagline Insya Allah Berkah. Dari sini saja sudah beda, dan rasanya belum ada platform yang memenuhi berbagai kebutuhan muslim dari lahir sampai meninggal, sepanjang siklus hidupnya.

Saya pernah menghadiri peluncuran platform digital modest fashion di Malaysia, senang karena ada inovasi yang memfasilitasi busana muslim untuk berkembang lebih pesat. Sempat berpikir, kapan ya Indonesia bisa punya inovasi digital yang memaksimalkan produk muslim?



Pertanyaan saya terjawab pada bulan Mei 2017, EBaba lahir dengan dukungan angel investor pengusaha muslim, M Fitno (Owner F Corp), dan dikelola dengan manajemen yang memikirkan bagaimana kebutuhan umat muslim bisa terpenuhi, lahir batin, bukan hanya kebutuhan fisik, namun juga rohani. Brand Ambassador yang dipilih pun memiliki perjalanan bermakna menjadi muslim, sebagai muallaf, yakni Sultan Djorghi. 



Kebutuhannya pun terpenuhi di EBaba karena ecommerce ini bukan hanya menjual pakaian dan alat ibadah, tapi juga melayani konsultasi dengan ulama. Selain itu, berbagai kebutuhan muslim dari bayi lahir seperti aqiqah, hingga pernikahan dengan layanan Wedding Organizer, katering halal, dan sebagainya, hingga mencari pemakaman muslim pun tersedia layanananya di EBaba.

EBaba optimistis dengan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, berbagai layanan ini bisa berkembang dan memenuhi kebutuhan dunia muslim. Ecko Rachmad selaku CEO PT Ebaba Muslim Indonesia berharap EBaba bisa membangun komunitas muslim dengan business opportunity yang terus berkembang.

Selain bisa berbelanja berbagai kebutuhan seperti busana muslim, alat ibadah, EBaba juga menjadi direktori untuk muslim karena melalui platform ini termasuk di aplikasi, kita bisa mencari informasi masjid terdekat, waktu pengingat sholat, penunjuk kiblat, restoran halal, dan fitur tanya ustadz secara live. Saat ini ada tiga ustadz yang siap menjawab online berbagai pertanyaan seputar agama. Yakni Andian Parlindungan (Belajar akhlak), Syamsul Arifin Nababan (Tauhid/Mualaf) dan Irwansyah Al Maidany (Fiqih).

Nah, kalau bicara busana muslim, produk yang ditawarkan pun beragam, koleksi desainer ternama pun tersedia. Seperti koleksi Etty Bachir, Annisa Trihapsari, Hengky Kawilarang. EBaba membuka diri dengan berbagai vendor yang ingin bergabung, dengan berbagai fleksibilitasnya.



Ada empat fitur utama yang masih membuka kesempatan kerjasama dengan berbagai pihak, yakni Baba Shop, Baba Serve, Baba Help, Baba Deals. Bagi kita pengguna, semakin banyak layanan yang disediakan, segala kebutuhan komunitas muslim dapat terpenuhi cukup dengan unduh aplikasi, mencari kebutuhan cukup dalam genggaman.

Penasaran? Cari tahu di www.ebaba.co.id dan segera unduh aplikasi Ebaba di Play Store dan telusuri layanan lengkapnya, dan beda. 




Rumah Baru di Kota Bekasi Modern Minimalis Familia Urban



Sandang, pangan, papan, tiga kebutuhan dasar hidup ini wajib terpenuhi. Tak perlu berlebihan, namun setidaknya kebutuhan dasar keluarga seperti rasa aman, tenang, sampai kenyamanan bisa terpenuhi. Dari ketiganya, papan atau rumah, yang memang butuh perjuangan lebih ekstra untuk memenuhinya. Meski begitu, tak perlu patah arang memiliki rumah impian, selama tubuh masih produktif dan diberi usia, kebutuhan hidup perlahan bisa saja terpenuhi.

Kalau bicara rumah impian, setiap keluarga tentunya punya kriteria masing-masing. Soal nyaman misalnya, sangat relatif dan tidak ada tolak ukur pasti. Namun, ketika bicara rumah yang aman, dibangun dengan kematangan, apalagi developer berpengalaman dan serius membangun perumahan, membangun rumah lebih dari sekadar fungsi tapi juga mementingkan estetika, keamanan, kenyamanan lingkungannya, bukan hanya rumahnya, lalu dibanderol dengan harga kompetitif, rasanya menjadi kriteria umum rumah impian.

Impian keluarga inilah yang berusaha diwujudkan perusahaan pengembang Timah Properti, dengan Familia Urban di Kota Bekasi.  Lokasi tepatnya di Mustikasari, Mustikajaya,  berjarak 6 KM atau jarak tempuh 10 menit (dalam kondisi jalan lancar) dari Exit Tol Bekasi Timur.




Sejak soft launch 29 April 2017, hingga 21 Mei 2017, Familia Urban ditawarkan dengan harga termurah Rp 385 Juta (Tipe 36/72), Rp 460 Juta (Tipe 40/72) hingga rumah dua lantai Tipe 60/90 dan Tipe 69/120 dengan harga mulai Rp 678 Juta. Harga ini adalah harga yang disampaikan perwakilan PT Timah Karya Persada Properti (Anak Perusahaan PT Timah Persero Tbk), saat Blogger Gathering di kantor pemasaran di Jl Mandor Demong, Mustikasari, Mustikajaya, Bekasi Timur.




Dari segi  harga, bisa dibilang Familia Urban “berani” memberikan kesempatan kepada keluarga baru atau keluarga urban untuk memiliki rumah tapak, atau landed house. Rasanya, kebanyakan keluarga di Indonesia, masih tetap menginginkan rumah tapak sebagai tempat tinggal untuk membesarkan anak atau memulai kehidupan berkeluarga.
Keberanian ini tak lepas dari kepemilikan aset lahan Timah Properti, yang sudah dimiliki sejak 20 tahun silam. Aset 176 hektar lahan inilah yang memungkinkan Timah Properti fokus membangun rumah idaman keluarga, bahkan berencana membangun Kota Mandiri Familia Urban.




Familia Urban memang bakal memiliki lebih dari 600 unit rumah, dengan tiga cluster yang mengambil nama dari bahasa Sansekerta.  Cluster Gayatri 100 unit yang tersisa 12 unit, padahal pembangunan rumah masih terus berjalan (belum ada rumah contoh). Cluster Ganesha  sebanyak 371 unit, dan Cluster Dharmawangsa sebanyak 188 unit.

Bukan hanya jumlah unit yang tersedia lebih banyak, dari penjelasan Chrishandono Heswadhi, Manager Realty Familia Urban, banyak fakta tentang Familia Urban yang bisa jadi pertimbangan dalam memilih tempat tinggal.

Dalam catatan saya, ada beberapa hal yang jadi perhatian dan bagi saya sebagai konsumen, ada daya tarik beberapa hal ini:

1. Perhatian pada desain
Saya selalu percaya, benda fungsional yang dirancang dengan memperhatikan unsur estetika, yang menyenangkan mata, selalu punya nilai lebih. Dari maket yang saya perhatikan di kantor pemasaran Familia Urban, ada citarasa khas dalam setiap unit rumah. Merancang rumah lebih dari sekadar fungsi.

Saya pun bertanya soal desain. Chrishandono menjawab rumah Familia Urban memang dirancang oleh empat arsitek terbaik se-Asia Pasifik. Gaya rumahnya termasuk modern minimalis.

Bukan hanya merancang rumah dengan desain modern dan memiliki karakter khas, rancangan tata lingkungan perumahan juga diperhatikan seksama. Seperti kabel yang sudah underground. Pembuatan pond yang menjadi cara pengaturan drainase perumahan. Pemilihan bahan bangunan pun diperhatikan, seperti hunian dengan kaca antipecah, batang baja kedap suara, juga dinding berlapis (double) yang menyisakan celah antar unit rumah.

Setiap rumah memiliki lahan di bagian depan dan belakang, yang bisa dimanfaatkan penghuninya untuk penghijauan.




2. Peduli penghijauan (hunian hijau)
Konsep hunian hijau sudah menjadi perhatian Timah Properti dengan Familia Urban sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Penanaman pohon Trembesi menjadi langkah awalnya, untuk nantinya tumbuh pohon rindang sepanjang jalan utama perumahan.

Sebagai bentuk komitmennya, realty ini pun mengawali dengan gerakan penghijauan “1000 Pohon Trembesi untuk Bekasi”.  Penanaman pohon dilakukan dengan melibatkan anak-anak, untuk mengenalkan penghijauan di Bekasi sejak dini.




3. Ramah anak
Dengan lingkungan tertata rapi (kabel underground) sesungguhnya menandakan Familia Urban peduli dengan keamanan dan kenyamanan penghuninya, keluarga dengan anak-anak. Selain itu, faktor keamanan dengan sistem pengamanan satu pintu utama, juga petugas keamanan menjadi cara Timah Properti memikirkan keamanan dan hunian ramah anak.

Seakan memahami, orangtua memiliki kekhawatiran lebih belakangan dengan banyak kasus penculikan anak dan berbagai kejahatan yang mengincar anak-anak.

Rencana pembangunan ke depan, Familia Urban akan dilengkapi fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan lainnya layaknya Kota Mandiri, sehingga penghuni lebih merasa aman beraktivitas di dalam kawasan.

Jika berminat investasi rumah tapak di Kota Bekasi, siapkan saja booking fee, dikenakan Rp 5 Juta untuk Tipe 36-45 dan Rp 10 Juta untuk tipe 60 & 69. Untuk cicilan bulanan mulai dari Rp 3,5 juta dengan periode 15 tahun, dan penawaran lainnya.

Saat mencari rumah baru, biasanya daya listirik menjadi perhatian. Familia Urban menyediakan daya listrik 1300 VA sampai 2200 VA tergantung tipe rumah.

Fasilitas umum terdekat dari kawasan adalah RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, Hermina Grand Wisata, RS Permata Bekasi. Sedangkan untuk sekolah SMUN 5 Tambun Selatan, SMKN 3 Bekasi, SMUN 13 Bekasi dan Universitas Trisakti.

Hampir mal besar di Bekasi seperti Grand Metropolitan, Mall Metropolitan, Blu Plaza, BTC terjangkau dari kawasan perumahan.

Dengan adanya pembangunan LRT, akses transportasi dari dan menuju kawasan Familia Urban, akan semakin maksimal nantinya. Seiring target pembangunan rumah tuntas pada akhir 2017 (untuk cluster Gayatri rumah tipe 36/72), pembangunan akses jalan, dan jalan raya Mustikajaya dan jalan Mandor pun saya perhatikan sudah semakin baik. Maklum, keluarga suami saya tinggal di kawasan sekitar, dan saya bisa melihat perubahan dari akses jalan beberapa tahun lalu, dengan kondisi saat ini yang jauh lebih baik.


Informasi:
Marketing Gallery Familia Urban
081317771171




Wajah Bersih Alami dengan Soeng “Skin Care” Racikan dr Sonya Go


Membersihkan wajah sudah menjadi ritual harian bagi siapa pun, perempuan dan laki-laki. Dari sekadar membasuh wajah dengan air, hingga menggunakan produk pembersih. Bagaimana kebiasaan kita membersihkan wajah, juga pilihan pembersihnya, akan menentukan hasilnya.

Soal produk perawatan kulit, saya termasuk perempuan yang terlalu hati-hati. Selain kulit saya memang sensitif, saya memang cenderung ingin hasilnya maksimal, dan rela membayar lebih mahal untuk perawatan yang lebih baik.

Tentunya ada sebab mengapa saya begitu hati-hati memilih produk perawatan wajah. Saya punya riwayat jerawat yang sangat parah. Bahkan bisa dibilang jerawat sudah menganggu hidup saya semasa remaja hingga dewasa. Perjuangan besar buat saya mengatasi masalah kulit berjerawat. Sejak mampu menafkahi diri mulai semasa kuliah, saya memang cenderung memilih merawat kulit ke spesialis. Atau setidaknya ke perawatan kecantikan dengan basis farmasi atau dokter kulit. Facial pun tak ingin di sembarang tempat, dan lebih memilih ditangani spesialis kulit.

Sudah sejak lama, untuk perawatan kulit wajah, saya percayakan kepada produk berbasis farmasi atau perawatan spesialis kulit. Entah sudah berapa kali saya berganti konsultasi perawatan kulit. Tapi saya ingat, saya mau tak mau harus mengeluarkan uang lebih banyak demi wajah lebih bersih dan bebas jerawat. Saya ingat pernah ke dokter kulit ternama di dekat rumah, lalu di kawasan Radio Dalam Jakarta, juga pernah di Bintaro, semuanya perawatan spesialis.

Saya bukan orang mampu, namun berusaha memampukan agar bisa mengatasi masalah kulit yang sangat menganggu, bahkan mengusik rasa percaya diri. Tak ingin saya gambarkan bagaimana kondisi kulit wajah berjerawat kala itu, karena mengingatnya saja rasanya traumatik.

Singkat cerita, kondisi kulit saya mulai membaik saat hamil dan setelah melahirkan. Ya, hamil dan melahirkan bukan setelah menikah. Kulit saya tidak mengalami masalah, terutama di wajah, saat hamil. Barangkali karena saya begitu bahagia, hilang semua beban pikiran, saking senangnya akhirnya bisa hamil setelah empat tahun menunggu momen indah itu.

Nah, sejak melahirkan saya hampir tidak lagi mengalami masalah kulit wajah. Cukup dengan membersihkan wajah teratur, hilang semua masalah kulit. Senangnya luar biasa, saya bisa berhemat, juga tak perlu mengeluarkan dana kecantikan lagi. Lagipula dananya memang dibutuhkan untuk merawat anak, saat itu. Urusan salon dan perawatan tubuh, bukan jadi prioritas, bahkan sudah dicoret dari daftar prioritas kebutuhan saya.

Waktu berlalu dengan berbagai perjalanannya, meski beberapa kali berganti produk perawatan kulit wajah, perhatian saya selalu sama. Memilih produk perawatan kulit berbasis farmasi, karena hanya itu yang saya yakini cocok untuk kebutuhan saya pribadi. Beberapa kali memilih produk, ternyata memang cocok. Sampai kemudian saya tergoda mencoba produk yang dipromosikan di media sosial. Saya sudah kenal lama dengan produk tersebut, brand luar negeri, namun harganya masih cukup terjangkau meski tak juga bisa dibilang murah. Lagi-lagi, kulit saya tidak menolak, cocok.



Soeng Skin Care by Sonya Go

Sampai akhirnya saya bertemu dengan Soeng Skin Care, saya tergoda. Bagaimana tidak, rangkaian perawatan kulit yang lengkap ini diracik oleh dokter Sonya Go. Pendiri Sonya Natural Holistic Centre (SNHC), dr Sonya Go, dalam perayaan hari jadi ke-25 pusat perawatan tubuh dan kecantikan dengan terapi akupunktur SNHC, mengenalkan Soeng.
Soeng Skin Care diambil dari nama dr Sonya Go (Go Soeng Kia Nio), perempuan asal Semarang yang mengembangkan Holistic Center sejak 1992.


dr Sonya Go (tengah)


Begitu kenal Soeng, yang saya yakini pertama kali adalah ini racikan ahli kecantikan. Hal lainnya adalah bahan-bahan yang digunakan, alami dari ekstrak buah dan tanaman.
Untuk membuktikan seberapa ampuh Soeng membersihkan wajah atau bahkan membuatnya lebih cerah, saya mencobanya lebih dari dua minggu. Menurut informasi yang saya dapat dari bertanya di media sosial Soeng, saya dapati, butuh waktu minimal dua minggu untuk mengetahui hasilnya. Itu pun tergantung kondisi kulit dan jenis perawatan wajahnya.

Dengan membawa pulang satu seri perawatan wajah Soeng dari perayaan hari jadi SNHC di Jakarta beberapa waktu lalu, saya pun membuktikan keampuhan Soeng. Beruntung saya mendapatkan satu paket perawatan wajah, Soeng Cleansing Milk, Soeng Cleansing Wash, Soeng Brightening Serum, Soeng Soothing Toner, Soeng Face Polish. Rangkaian perawatan kulit wajah paling dasar yang memang semestinya dimiliki di rumah. Ada sabun pembersih, penyegar, susu pembersih, pelembab.




Sebenarnya rangkaian perawatan wajah atau Soeng Skin Care Series masih ada beberapa lagi, jika ingin holistik. Tambahannya adalah Soeng Clarifying Cleanser, Soeng Clarifying Serum, Soeng Clarifying Night Cream.

Nahh, kalau night cream, saya memang tidak telaten memakainya. Sebelumnya saya punya night cream namun jarang pakai. Biasanya saya pakai sabun pembersih, day cream atau pelembab, alas bedak atau kadang BB Cream, sudah itu saja.  Bahkan saya tidak memakai bedak wajah, karena memang wajah cenderung berminyak dan bedak hanya akan memicu riwayat lama saya, wajah berjerawat.

Hasilnya?
Pada tahap awal pemakaian, saya merasa wajah agak berminyak, namun memang terasa lembab dan segar. Barangkali saya harus mencoba seri Soeng Clarifying yang memang diperuntukkan kulit berminyak atau untuk mengontrol minyak di kulit wajah.

Namun, manfaat yang saya rasakan adalah wajah bersih dan cerah. Padahal, saat mulai menggunakan skin care lokal ini, saya sedang lelah fisik, karena harus bolak-balik rumah sakit, merawat ibu yang sedang butuh perawatan khusus. Saya kurang istirahat dan mobilitas tinggi yang membuat kelelahan.

Meski begitu, saya perhatikan, wajah saya masih terjaga kebersihan dan kesegarannya. Jujur, ketika bercermin saya merasa wajah saya masih terlihat bersih padahal fisik merasa lusuh. Awalnya saya pikir hanya perasaan saja, namun karena setiap hari saya pakai setidaknya 2-3 seri (sabun pembersih-toner-serum atau sabun-susu pembersih-toner) selama hampir tiga minggu, saya jadi makin percaya hasilnya mulai terasa.

Hanya saja saya memang mengurangi pemakaian serum karena merasa wajah berminyak. Nanti akan saya coba seri Clarifying yang kalau dilihat info produknya, memang untuk wajah berminyak. Cocok untuk kulit saya.

Soeng Serum terbagi dua varian (@soengskincare)


Sesuai pengetahuan perawatan kulit yang pernah saya dapat, sesuai kebutuhan kulit saya, saya juga mengurangi pemakaian susu pembersih yang memicu kulit berminyak. Beberapa kali saya pakai Soeng Cleansing Milk saat membersihkan wajah bermake-up. Susu pembersih membantu mengangkat kotoran wajah terutama mengangkat make-up.

@soengskincare


Tapi, lama kelamaan, saya merasa susu pembersih Soeng juga bisa berfungsi sebagai pelembab, usia mengaplikasikannya setelah pakai sabun pembersih usai mandi, kulit wajah tidak terasa berminyak. Akhirnya, saya pakai Soeng seri sabun pembersih, susu pembersih, toner dan alas bedak merek lain. Wajah bersih segar dan bikin jadi nyaman selfie.






Soal bahan alami Soeng, saya mendapatinya dari keharuman. Meski diracik dokter kulit, aroma Soeng tak berbau kimiawi. Aromanya natural, bahkan cenderung tidak wangi tapi ada aroma khas. Racikan beberapa bahan alami ini rupanya jadi sebabnya.

Sumber: Instagram @soengskincare


Soeng Cleansing Milk: mengandung minyak kacang kedelai untuk mengangkat kotoran dan sisa make up
Soeng Shooting Toner: berbahan dasar lidah buaya dan ekstrak chamomilia rucucita.
Soeng Brightening Serum: terbuat dari buah-buahan untuk melindungi kulit dari radikal bebas
Soeng Face Polish: berbahan dasar lidah buaya.

Nah untuk yang terakhir ini, bentuknya mungil dan berfungsi sebagai pembersih wajah. Uniknya, cukup semprotkan ke wajah, lalu gosok dengan tangan yang bersih hingga muncul busa, lalu cukup bilas pakai kapas. Praktis untuk di bawa keluar rumah atau traveling.

Lebih lengkap tentang Soeng bisa cek infonya di akun Instagram @soengskincare dan jika ingin memesannya bisa beli online melalui www.soengnatural.com
Cek ah, saya penasaran dengan harga paket Soeng Clarifying series. Kalau paket perawatan kulit wajah dasar, harganya mulai Rp 500.000 





Bicara, Berbagi Cerita dan Rasa, Langkah Awal Hindari Depresi


Siapa saja, tanpa kecuali, dari anak-anak hingga usia senja, bisa saja terganggu kesehatan mentalnya. Banyak faktor yang membuat seseorang bisa stres hingga depresi. Tekanan tugas/pekerjaan, kekhawatiran berlebihan, tuntutan berlebihan atas diri baik yang datang dari dalam diri sendiri atau orang lain, kekecewaan, kesedihan, duka cita, apa pun kondisi jiwa dengan berbagai latar dan faktornya, sangat bisa menimbulkan depresi.

Sadar atau tidak sadar, depresi sangat dekat dengan hidup kita. Meski begitu, depresi bisa diatasi juga dihindari. Langkah paling awal adalah kesadaran bahwa penting untuk berbagi cerita dan rasa yang kita alami, dengan bicara.

Memilih teman bicara yang nyaman dan bisa kita percaya memang menjadi kuncinya. Namun yang terpenting adalah menyadari, kadang tak semua rasa yang berkecamuk dalam diri bisa kita hadapi sendirian. Penting untuk kita sadari bahwa kita butuh orang lain, bahkan untuk sekadar mendengarkan ocehan kita. Di sinilah peran bicara yang sangat bisa menyelamatkan kita dari depresi, baik ringan sampai berat. Baik bicara kepada sesama manusia juga “bicara” kepada Tuhan dengan semakin mendekat-Nya dan meminta kekuatan dari Nya. Keduanya perlu dijalankan bersamaan, karena bagaimana pun kita manusia yang punya rasa, butuh teman untuk berbagi rasa.

Mungkin tak mudah bagi sebagian orang yang tak terbiasa bicara tentang dirinya, masalahnya, kepada orang lain. Namun, rasanya kita harus mulai mengubah kebiasaan. Karena jika kita membiarkan diri kita tak bisa membuka diri berbicara dan bercerita kepada orang lain (yang dipercaya), ancaman depresi makin dekat.

Bicara menjadi langkah paling awal, dan bahkan direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia, atau WHO, dengan ajakannya Let’s Talk, untuk mengatasi depresi. Dunia sudah mulai memberikan perhatian lebih kepada depresi. WHO, sudah mengamanatkan untuk mengangkat masalah kesehatan jiwa sejak 2001. Kemudian mengeluarkan modul interfensi mental pada 2012, dan bergerak mulai 2014.

Apa yang dilakukan WHO, kemudian mendorong pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kesehatan dengan menggerakkan kampanye “Depresi: Yuk Curhat”.

Ada Apa dengan Depresi

Mengapa depresi begitu menjadi perhatian institusi kesehatan? Sudah separah itu kah kasus depresi di dunia?



Data menunjukkan, 50 persen anak remaja kesepian dan lebih banyak terjadi pada remaja perempuan. Menurut dr Eka Viora SpKJ yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia, setiap 40 detik ada satu orang bunuh diri yang diawali dari depresi. Depresi juga bisa memicu berbagai penyakit fisik seperti artritis, kanker, diabetes, penyakit jantung, hipertensi, penyakit paru kronik, penyakit saraf.
Dan yang perlu dipahami adalah bahwa depresi merupakan penyakit. 

Kementerian Kesehatan melalui Ditjen P2P telah mengedukasi bahwa depresi merupakan sebuah penyakit yang tidak dapat dianggap sebagai kelemahan karakter. Depresi adalah penyakit dengan gejala rasa sedih berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya disukai, diikuti ketidakmampuan menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari selama setidaknya dua minggu.

Juga perlu dipahami bahwa selain persoalan kekuatan iman, yang bisa sangat berbeda kondisinya pada setiap individu, depresi tak selalu bisa dikaitkan dengan keimanan. Seseorang bisa lebih mudah terkena depresi, meski mungkin secara keimanan sudah dibekali, karena faktor gangguan neurotransmitter.

Gangguan ini yang bisa memperberat kondisi seseorang yang berpotensi terkena depresi. Artinya, di luar faktor keimanan, pada sebagian orang yang mengalami gangguan neurotransmitter, maka peluang terjadinya depresi dari ringan sampai berat sangat bisa terjadi. Begitu berada dalam kondisi pemicu depresi, internal dan eksternal, ketika ada gangguan ini, maka ia bisa terkena depresi.

Itulah sebabnya, sebagian orang dengan gangguan ini, perlu mendapatkan pertolongan dari ahli. Mulai psikolog hingga psikiater yang tugasnya harus memberikan resep obat setelah melalui pemeriksaan hingga penetapan diagnosisnya. Meski begitu, pertolongan ahli ini takkan membuahkan hasil optimal, jika kesadaran tak muncul sendiri dari penderita depresi. Jika kesadaran muncul datang dari orang yang memiliki tanda-tanda depresi, bahwa ia butuh pertolongan, maka akan lebih mudah mengatasinya.

Selain perlu kesadaran dari diri sendiri, kapan kita merasa butuh pertolongan orang lain atau ahli, butuh juga dukungan dari lingkungan terdekat, teman atau keluarga. Itulah sebabkan dorongan untuk “curhat” atau bicara dari berbagai lembaga kesehatan baik nasional maupun internasional, menjadi sangat kuat. Dorongan kuat untuk bicara dengan orang yang dipercaya, berbagi cerita dan rasa, akan membuat kita lebih terdeteksi, seberapa jauh masalah yang kita alami mempengaruhi kesehatan jiwa.

Perlunya bicara dan teman/keluarga yang saling mengingatkan, juga melihat dari sudut pandangnya tentang kondisi mental kita, menjadi penting. Karena dari bicara, kita bisa mendeteksi diri sendiri. Pun ada orang lain yang bisa melihat dari sisinya. Meski memang, kadang kesulitannya adalah orang lain belum tentu bisa memahami, bagaimana harusnya menyikapi rasa kita saat bicara. Kadang memang tak semua orang bisa paham, bahwa ketika kita bicara, kita hanya perlu didengarkan, bukan untuk dikomentari apalagi dihakimi. Memilih teman bicara yang memahami dan membuat kita nyaman, sekali lagi memang menjadi kuncinya.

Namun setidaknya, dengan kita mau terbuka “curhat” tentang apa yang dirasakan, terutama saat sedang sedih, berduka, kecewa, khawatir, maka setidaknya satu langkah sudah dijalani, untuk kita menghindari terjadinya depresi.

Selain mencari teman bicara, penting juga kita mulai memahami tanda depresi. Dari informasi yang saya dapatkan melalui dialog dengan Kemenkes RI, mereka yang mengalami depresi biasanya memiliki beberapa gejala berikut:

Kehilangan energi
Perubahan nafsu makan
Gangguan tidur (bisa berlebihan atau bisa kurang dari biasanya)
Cemas
Menurunnya kemampuan konsentrasi
Ketidakmampuan membuat keputusan
Rasa tidak tenang
Perasaan tidak berguna
Bersalah atau putus asa
Pikiran menyakiti diri sendiri (self harm)
Bunuh diri

Tak semudah itu memang untuk mengenali, apakah diri kita mengalami depresi atau tidak. Karena depresi bisa terjadi dari tingkatan ringan sampai berat. Untuk mengetahuinya memang harus mencari bantuan profesional. Bisa juga dengan mencari informasi melalui aplikasi “Sehat Jiwa” dari Kemenkes RI bekerjasama dengan WHO. 



Aplikasi ini membantu kita untuk Deteksi Dini hingga info kesehatan dan info pelayanan.
Perlu diketahui juga, ketika muncul dalam pikiran perasaan tidak berguna dan muncul keinginan mengakhiri hidup, sebenarnya itu sudah menjadi petanda awal depresi. Perlu waspada jika ada teman atau  bahkan anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, apalagi jika sudah ada upaya melakukan bunuh diri.

Tinggal bersama orang yang mengalami depresi pun butuh mengetahui cara terbaik untuk mengatasinya. Lagi-lagi ajak bicara menjadi langkah pertamanya. Syaratnya tidak menghakimi yang pada akhirnya akan membuat kondisi semakin memburuk. Berikutnya adalah mencarikan bantuan profesional jika merasa sudah waktunya untuk memeriksakan diri, demi mencegah terjadinya depresi lebih berat.

Yang pasti depresi adalah penyakit yang bisa diobati, bisa disembuhkan dengan terapi, konsultasi atau pengobatan antidepresan, atau gabungan keduanya.

Bagaimana dengan Saya?
Mengetahui semua informasi ini melalui dialog kesehatan, membuat saya merasa bersyukur dan beruntung. Dengan berbagai peristiwa dalam hidup, dengan berbagai perjalanannya, yang terberat adalah ketika saya harus berpisah selamanya dengan anak perempuan semata wayang. Masa berduka saya jalani dengan keajaiban. Saya bertahan dengan kekuatan iman. Bersyukur saya tidak mengalami gangguan saraf, sehingga kondisi kesedihan mendalam tidak menganggu kesehatan mental. Meski begitu, apakah saya bebas depresi?

Saya belum bisa menyimpulkan sebelum berkonsultasi dengan ahli. Saya meyakini, depresi bisa terjadi kepada siapa saja, dari ringan yang mungkin sangat samar, tidak mudah dikenali, sampai terberat. Sekali lagi bersyukur saya tidak mengalami depresi berat, karena tidak muncul keinginan menyakiti diri apalagi mengakhiri hidup. Meski kadang muncul rasa rindu teramat kuat yang kadang membawa saya berpikir, saya ingin bertemu anak saya, saya ingin bersamanya. Entah apakah itu bisa disebut sebagai keinginan mengakhiri hidup, sekali lagi, saya belum berani menyimpulkan apa-apa sebelum bicara dengan ahlinya.

Bicara menjadi cara terampuh untuk mengatasi duka. Seperti saya sudah tuliskan di awal, saya bicara lebih intens dengan Tuhan meminta kekuatan-Nya agar saya bisa melanjutkan hidup atas kehendak-Nya.  Namun saya juga punya teman bicara sesama manusia. Pasangan hidup jelas menjadi teman bicara paling memahami kondisi. Selain itu, support group, support system, juga sangat menguatkan.

Tak sengaja, tanpa rencana, saya bertemu lebih intens dengan beberapa teman lama yang bisa diajak bicara memahami rasa. Saya pun beberapa kali dipertemukan dalam lingkaran yang menguatkan.

Teman bicara saya adalah dua perempuan survivor kanker. Kami kadang bertemu di suatu waktu yang diatur bersama, saling bercerita. Kami sama-sama kehilangan, saya kehilangan anak kesayangan, mereka "kehilangan" kesehatan. Kami sama-sama harus menjalani kehendak Tuhan atas kami. Itulah yang menyatukan dan kami berbagi cerita sewaktu-waktu.

Teman bicara memang sangat berarti. Pun saya punya teman bicara di Bandung, sesama teman blogger, Intan Rosmadewi namanya, seorang ibu yang berpisah dengan ayah dari anak-anaknya, istri yang berpisah selamanya dengan suami tersayang. Kami sama-sama kehilangan kesayangan, berbeda ceritanya, namun rasa yang sama. Kami saling bercerita dalam doa dan penguatan iman.

Semua terjadi dengan langkah awal bicara. Karena itulah yang menguatkan kita dengan apa pun kondisi seberat apa pun.

Karena siapa pun akan mengalami perjalanan dalam hidupnya. Entah kini atau nanti. Tuhan maha berkehendak, tentu umat beragama meyakini ini. Maka bersiap dengan segala kondisi dan peristiwa dalam hidup adalah tugas manusia yang hidup.

Saya pun dipertemukan dengan banyak cerita. Tentang ibu yang depresi pasca melahirkan, tentang ibu yang mengalami baby blues, dengan remaja yang kesepian kemudian membuat jiwanya kosong, semua berujung pada depresi. Pada akhirnya semua peristiwa dalam hidup sangat mungkin memicu penyakit depresi ini, disadari atau tidak. Mengenalinya adalah langkah paling sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap kita.

Meski mungkin ketika kita makin paham apa itu depresi, bisa saja menimbulkan kekhawatiran. Seperti saya yang khawatir dengan orangtua yang berusia senja. Karena mereka bisa saja mengalami depresi, dengan berbagai latarnya. Dengan penurunan kondisi fisiknya, hidup usia senja tanpa pasangan, tidak lagi bisa melakukan berbagai hal yang pernah dilakukan selagi muda.

Beryukur orangtua saya masih lengkap, namun yang menjadi kekhawatiran adalah mereka selalu mengeluhkan penyakit yang dirasakan dalam tubuhnya. Semoga mereka masih bisa berbagi rasa, bicara, dan anak-anaknya pun punya waktu bicara. Depresi mungkin saja tidak terjadi, namun dengan memahami bahwa usia senja rentan depresi, saya jadi semakin waspada. 

Semoga kita terhindar dari depresi, dengan bekal pengetahuan tentangnya.



Thermos Koleksi Disney Jadi Teman Baru Keluarga


Thermos, mendengar kata ini, apa yang teringat di kepala Anda? Kalau saya sih langsung teringat dapur ibu di rumah, yang selalu sedia “termos” meski teknologi makin canggih dengan adanya dispenser aneka rupa. Wadah penyimpan air panas yang kerap disebut “termos” selalu siap sedia di dapur tradisional rumah ibu.

Kalau buat ibu muda, dengan anak balita, “termos” jadi teman setia. Penting untuk membuat minuman hangat juga makanan (MPASI). Bisa berguna juga untuk orangtuanya menyeduh teh, susu, kopi atau sereal.

Kata “thermos” sudah menyerap di otak sejak puluhan tahun silam. Padahal, Thermos adalah nama merek, lahir di Jerman dan dikembangkan oleh perusahaan Jepang. Thermos sebagai merek didirikan pada tahun 1904 di Jerman oleh spesialis dari organisasi peneliti kaca vakum yang mengenalkan termos vakum.

Saya pun menyadari ini saat berkesempatan bertemu langsung dengan perwakilan Thermos asal Jepang, di Jakarta, awal Mei 2017. Di waktu yang sama, Thermos mengenalkan kembali apa saja yang menjadi keunggulannya, bedanya dengan tumbler sejenis. Thermos juga mengenalkan koleksi terbaru, JNX 500DF Disney’s Junior One Push Tumbler. Koleksi terbaru ini adalah tumbler penyimpan air panas dan air dingin dengan kapasitas 500 ML berkarakter Mickey Mouse dan Minni Mouse. Karena peruntukan khususnya adalah untuk ibu dengan anak balita, dua pilihan warna biru dan pink, dianggap mewakili.



Meski Thermos koleksi Disney ini menyasar ibu dengan balita atau anak-anak, saya sebagai orang dewasa juga merasa mendapat manfaat dari  tumbler dengan teknologi hampa udara ini. 

Kalau saya bilang, Thermos termasuk koleksi Disney terbarunya ini, sangat cocok atau “must have item” untuk orang bermobilitas tinggi, juga jadi teman baru dalam keluarga yang dinamis.  Jadi, sesibuk apa pun aktivitasnya, sesering apa pun melakukan perjalanan, sepanjang waktu berapa pun meninggalkan rumah, kebutuhan minuman/makanan hangat bisa tetap terpenuhi dengan tumbler Thermos ini.

Saya misalnya, meski tak bisa minum kopi, saya gemar minum teh panas setiap pagi atau kapan pun saat butuh rileks. Karena saya punya keluhan penyakit maag, saya harus makan sering meski sedikit, menjaga agar perut tidak kosong atau telat makan. Biasanya sereal selalu jadi pilihan asupan saya untuk jaga makan. Baik saat sarapan maupun saat sibuk dan tak sempat makan besar.



Nah, tumbler Thermos ini bisa penuhi kebutuhan saya yang ingin praktis tapi enggak asal-asalan. Kalau tumbler berisi air panas tetap bisa jaga suhu, saya jadi bisa bikin sendiri teh hangat, sereal, susu kapan pun di mana pun. Lebih higienis karena air dimasak sendiri di rumah dan bisa dipastikan kualitasnya. Biasanya saya masak air galon untuk kebutuhan minum di rumah, saking susah percaya dengan kualitas air sekarang.

Penasaran, saya coba buktikan kemampuan Thermos Disney ini. Saya isi tumbler dengan air mendidih sekitar pukul 12. Sepanjang siang ke sore, saya tuang beberapa kali ke gelas, untuk minum air putih hangat, sereal, dan teh saat sore hari. Hingga pukul 19:00 air dalam tumbler Thermos masih panas, dan masih harus dicampur air putih suhu normal supaya tidak kepanasan. 

Jika butuh air panas dalam waktu sekitar 6-8 jam, untuk bepergian, atau menemani aktivitas harian di luar rumah, tumbler Thermos bisa jadi teman setia keluarga kita. 

Bedanya Tumbler Thermos

Bukan perkara baru bagi Thermos yang berhasil membangun “branding” lebih dari 70 tahun. Sudah terbukti, merek tumbler air panas dan air dingin ini berhasil menjaga kualitas produknya, dan tetap melekat di hati penggunanya.

Lalu apa sih bedanya tumbler Thermos? Teknologi insulation vacuum atau vakum isolasi dalam setiap produk Thermos jadi kekuatannya. Kuat menahan panas atau dingin selama enam jam, dengan suhu di antara 70 derajat Celcius untuk air panas.

Jadi, kalau Thermos dibongkar, ada ruang hampa udara di dalam produknya, yang fungsinya untuk mengatur suhu air. Kalau menyimpan air panas, maka air itu tidak akan cepat dingin. Kalau menyimpan air dingin, tingkat dinginnya masih bisa dirasakan lebih lama.

Ruang Hampa Udara, Teknologi Vakum Isolasi


Untuk persiapan mudik lebaran, saya pikir, tumbler Thermos bakal cocok jadi teman mudik. Bisa bikin makanan dan minuman ringan, sepanjang perjalanan mudik. Tentunya, variannya menyesuaikan kebutuhan termasuk kapasitasnya.

Kalau Thermos Disney cocok untuk ibu dengan balita atau untuk anak-anak, orang dewasa bisa pilih dari 57 jenis tumbler yang tersedia di pasaran Indonesia. Tahun 2016, Thermos merilis 30 jenis tumbler di Indonesia, dan bertambah koleksinya 27 pada 2017, sehingga total ada 57 macam tumbler Thermos.

Jangan bayangkan Thermos besar di dapur ya. Tumbler Thermos yang jumlahnya puluhan ini dirancang modern dan tampilannya bikin ingin koleksi. Peruntukkannya pun beragam, ada yang cocok untuk sport addict, traveler, mobile person, pekerja kantoran atau anak-anak (ada tumbler yang sepaket dengan sedotan).

Thermos bukan hanya terkenal di Indonesia tapi sudah tersebar di 120 negara. Negara lain seperti Amerika, Malaysia, Singapura, China, Korea, juga kenal Thermos, selain Jepang tentunya. Koleksi di setiap negara tak selalu sama. Jadi, kalau kebetulan sedang berada di negara lain, sempatkan mampir ke supermarket dan cek saja  koleksi Thermos. Bisa jadi, ada koleksi di Amerika yang tak ditemui Indonesia. 

Kalau lihat aneka koleksi Thermos dan berbagai peruntukkannya, jadi penasaran ingin punya 1-3 tumbler Thermos beda ukuran. Ada juga produk Thermos yang fungsinya untuk wadah makanan hangat atau sup hangat, atau saya kepikiran bubur akan tetap hangat kalau disimpan di wadah Thermos jenis food jar.

Soal ukuran, tumbler Thermos tersedia dari ukuran 350 ML dengan harga mulai Rp 300.000 – Rp 800.000. Khusus koleksi Disney harganya Rp 448.000.

Masih penasaran apa sih kelebihan Thermos, saya rangkum ya:
1. Teknologi vakum isolasi yang dirancang agar bisa menyimpan air panas atau air dingin dalam jangka waktu lebih lama, enam jam.
2. Terbuat dari stainless steel yang aman digunakan dan ringan di bawa ke mana saja, cocok untuk keluarga/pribadi bermobilitas tinggi.
3. Anti bocor, seperti koleksi Thermos Disney dirancang dengan mulut tumbler yang membuatnya tak mudah tumpah saat menuangkan air, dan desain yang mengunci tutup tumbler, sehingga mencegah bocor saat tumbler dibawa seharian.
4. Mudah dibersihkan, cukup cuci dengan sabun dan air hangat, boleh pakai sikat untuk mencucinya.
5. Tahan banting, meski terjatuh tidak mudah lecet.
6. Ringan karena ketebalan Thermos juga dikurangi satu persen, sehingga 30 persen lebih ringan dari produk sejenis.

Thermos yang ingin selalu dikenal sebagai “Your Everyday Companion” tersedia di Food Hall atau hypermarket lain. Kalau tertarik koleksi, saran dari Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Trading Indonesia, miliki must have item Thermos berkapasitas 350 ML seharga Rp 352.000 dan 500 ML seharga Rp 396.000.


Ingin lihat koleksi lainnya? Berikut saya bagi fotonya, yuk koleksi.