Siap Belanja Bayar Pakai QR Code? Inovasi Teranyar Era Fintech

11.18.00 wawaraji 0 Comments



Hidup di era digital memberikan kita pilihan untuk terus update perkembangan termasuk inovasi teknologi finansial atau Financial Technology (Fintech) yang memudahkan aktivitas keseharian. Pilihan, saya bilang, karena faktanya masih banyak kok orang yang memilih tidak menjadi bagian dari dunia digital termasuk fintech. Mulai tidak bermedsos, juga tidak memiliki berbagai fasilitas yang erat kaitannya dengan gaya hidup mobilitas tinggi terkait transaksi keuangan. Misal, ada kok yang memilih tidak punya akun Facebook atau Twitter, atau Instagram. Ada juga yang memilih tidak mau pakai ATM, mobile banking, apalagi aplikasi mobile payment (e-wallet) digital bank dan lainnya.

Meski begitu, tak sedikit juga orang yang melek teknologi, dan ikuti bahkan menjadi pengguna berbagai aplikasi untuk berbagai tujuannya. Kalau saya sih, memilih untuk jadi bagian perkembangan jaman era digital ini. Tidak ada paksaan lebih karena suka dan memang terbukti memudahkan.

Saya pengguna aktif media sosial, dan selalu mencari kepraktisan, kemudahan, juga benefit dari berbagai fasilitas digital. Saya pengguna marketplace, e-commerce, untuk memudahkan saya berbelanja dan bertransaksi. Sekadar cerita, saya semakin aktif menjadi pengguna e-commerce sejak melahirkan. Kondisi anak saya yang lahir prematur, butuh perawatan ekstra, membuat saya sulit bepergian karena memang harus mengawasi anak di rumah dan tidak nyaman ke mana-mana, semua perhatian tercurah untuk anakku. Semantara banyak keperluan bayi yang saya butuhkan. E-commerce menyelamatkan saya, cukup klik, belanja sesuai kebutuhan, bertransaksi melalui internet banking, maka terpenuhilah semua kebutuhan sehari-hari terutama untuk anak.

Makin ke sini, selain kebutuhan belanja yang praktis, setelah pekerjaan saya sangat berhubungan dengan dunia digital, dan sering transaksi terkait transfer pulsa dan uang, saya semakin butuh kemudahan. Pilihan saya masih marketplace dan internet banking. Namun saya merasakan masih ada kendala teknis, masih belum nyaman dengan prosesnya yang panjang, terlalu banyak yang di-klik. 

Berkesempatan mengikuti perkenalan dengan inovasi terbaru mobile payment, saya merasa tercerahkan. Sebelumnya saya sudah mengikuti Gerakan Nasional Non Tunai. Bank Indonesia yang mendorong warga untuk beralih ke transaksi nontunai atau kata lainnya mulai menggunakan e-money, tidak lagi mengisi dompet dengan uang kertas. Rasanya, era digital dengan berbagai inovasi teknologi, penggunaan e-money sangat mungkin. Hanya saja perubahan gaya hidup, kebiasaan, masih menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk peralihan ini.

Saya pun mendapati banyak sekali aplikasi mobile payment tersedia. Sebut saja e-wallet sepertti Uangku, Dompetku, Doku, dan lainnya. Semuanya memudahkan, bagi saya, yang sudah merasakan nikmatnya transfer pulsa dengan Uangku.

Nah, terbukti, orang Indonesia itu kreatif. Anak-anak muda yang bergabung dalam PT Dimo Pay, perusahaan teknologi finansial bidang mobile payment punya inovasi terkini. Dimo menciptakan pilihan solusi pembayaran yang berbeda, bahkan satu-satunya.
Saat yang lain masih berinovasi dengan mobile payment, Dimo menciptakan teknologi yang mendukung nontunai, atau teknologi Quick Response Code (QR Code) yang bisa bersinergi dengan aplikasi mobile payment yang ada.

Dimo sebagai pencipta platform Pay by QR ini sudah bekerjasama dengan e-wallet  Uangku-Smartfren, Simobi-Sinarmas, Dompetku-Indosat dan Zimplepay-El John Digital Finance. Sedangkan merchant yang sudah bekerjasama dengan Dimo untuk menerapkan Pay by QR sudah mencapai lebih dari 300 merchant antara lain HappyFresh, Dompet Dhuafa, Lazada, dan lainnya.



Pengalaman menyenangkan yang pernah saya coba langsung adalah bersedekah melalui Dompet Dhuafa hanya dengan scan QR Code. Berbagi dengan cara praktis.

Pay by QR



Platform Pay by QR yang diciptakan oleh DIMO, dengan tenaga andal anak-anak muda Indonesia, merupakan terobosan yang juga sudah diakui Bank Indonesia.

Brata Rafly, CEO Dimo, berbagi cerita bahwa ia dan timnya sudah dua kali dilibatkan Bank Indonesia dalam berbagai kegiatan edukasi gerakan nontunai, memasyarakatkan e-money kepada khalayak. Brata juga mengklaim, Pay by QR adalah platform pertama yang mengintegrasikan smartphone sebagai alat bayar dan memanfaatkan kode QR saat bertransaksi, di Indonesia yang menjadi bagian dari mobile payment.

Bagaimana caranya? 

Untuk bisa menikmati fasilitas fitur Pay by QR ini, pengguna harus download terlebih dahulu aplikasi e-wallet/mobile payment, misal Uangku. Di aplikasi Uangku tersedia fitur Pay by QR. Pengguna hanya perlu mengaktifkan smartphone, lalu mencari merchant yang sudah bekerjasama atau bisa menerima pembayaran dengan pemindaian kode QR, lalu gunakan smartphone untuk memindai QR Code di merchant tersebut, klik OK, transaksi belanja pun selesai dalam hitungan detik. Transaksi makin nyaman kalau rajin mengisi saldo di e-wallet kita tentunya ya. Nah soal isi saldo ini, lantaran kita menggunakan uang elektronik yang tak terlihat fisiknya, perlu lebih disiplin alokasi dana belanja, jangan sampai bablas loh ya saking praktisnya bertransaksi.



Sementara untuk para merchant, cukup melakukan penagihan dengan QR Code melalui print out pada mesin Electronic Data Capture (EDC) yang sudah ada, monitor komputer, stiker tempel, maupun langsung pada monitor smartphone.

Prinsipnya, fitur Pay by QR ini bisa diterapkan siapa pun, baik pengguna punya atau tidak punya rekening bank, juga oleh merchant dari toko dari brand ternama, UKM, hingga kantin pun bisa menerapkan model transaksi belanja dengan memindai kode QR ini. 

Brata mengatakan kantin konvensional di perkantoran Sinarmas sudah menerapkan Pay by QR. Pada akhirnya, edukasi memang menjadi kunci penting keberhasilan inovasi teknologi ini. Edukasi untuk pengguna juga untuk merchant. Dimo juga masih memproses kerjasama dengan perbankan untuk berkolaborasi mengaplikasikan fitur ini di mobile payment yang sudah ada.




Nantinya, masa depan belanja ada di tangan pengguna, dengan berbekal smartphone dan internet tentunya. Hanya dengan membawa smartphone yang sudah dilengkapi e-wallet dengan fitur Pay by QR, pengguna bisa berbelanja kapan saja, di mana saja, cukup dengan scan QR Code.

Menciptakan cashless society kemudian menjadi agenda penting Dimo bekerjasama dengan berbagai pihak terutama Bank Indonesia. Tanpa masyarakat yang mau beradaptasi, melek internet dan teknologi terkini bertransaksi, inovasi secanggih apa pun akan kesulitan diterapkan. 

Yang pasti Dimo optimistis peluang terbuka lebar untuk masa depan fitur Pay by QR di era mobile payment. Dua tahun berjalan Dimo mencatat 8000 transaksi per detik dan sudah menyediakan pop box di 33 titik untuk memudahkan pengguna mengaplikasikan belanja hanya dengan scan QR Code.

Optimisme Dimo berdasarkan data dan fakta ini bahwa Indonesia punya peluang besar untuk pertumbuhan mobile payment. Melihat bahwa nilai transaksi mobile payment di Indonesia masih rendah dan dipercaya akan bertumbuh, seiring dengan berjalannya edukasi cashless society yang juga dilakukan Dimo bersama Bank Indonesia.


Jadi, sudah siap beradaptasi di era Fintech, berbelanja hanya dengan pemindaian kode QR? Saya sih siap, semoga merchant dan perbankan juga banyak yang siap ya supaya bisa bayar dengan scan QR Code di mana aja, termasuk ojek online misalnya atau bayar tol hanya dengan scan QR Code. Kalau sampai terjadi, bebas deh dari kartu e-money yang makin menumpuk di dompet.









You Might Also Like

0 comments: