“Love and O2”, Aksi Filantropi Delia von Rueti untuk Bumi Lebih Hijau

21.54.00 wawaraji 6 Comments


Menyebut nama keluarga von Rueti saya kok merasa tidak asing. Seperti ada sesuatu yang membuat saya penasaran dengan nama ini. “Satu lagi aksi peduli von Rueti” kalimat inilah yang akhirnya muncul dalam pikiran saya, setelah sebelumnya menelusuri ada apa dengan von Rueti?

Ternyata sudah kali kedua saya bertemu keluarga von Rueti dalam kurun waktu tiga tahun. Beda momennya namun ada benang merahnya, kepedulian.

Tergerak dengan rasa peduli itulah yang membuat saya mengiyakan ketika teman baik, Siti Muhibah, mengundang blogger datang ke acara peduli bumi bertajuk Love and O2. Aksi peduli bumi ini gagasan Delia von Rueti, desainer perhiasan Indonesia yang koleksinya sudah mendunia. Inisiatif Delia von Rueti ini mengajak masyarakat melakukan aksi nyata untuk penghijauan. Berangkat dari kecintaannya akan bumi Indonesia, niatnya untuk “giveback to society” di balik nama besarnya di dunia perhiasan. 

Setelah mengikuti media gathering Love and 02 pada 23 November di Grand Hyatt Jakarta, dan menelusuri nama von Rueti, saya semakin yakin aksi peduli ini memang sudah mendarah daging dalam keluarganya.

Ya, keluarga von Rueti, sepengetahuan saya adalah keluarga yang peduli di balik hidupnya yang serba berkecukupan. Rasanya banyak orang mampu di negeri ini, tapi belum tentu semuanya mau melakukan aksi peduli sesama dan peduli alam dengan benar-benar terjun melakukan aksi nyata.

Pada 2013 lalu, saat saya masih bekerja sebagai pewarta, ternyata saya pernah datang memenuhi undangan dengan keluarga von Rueti andil di dalamnya. Waktu itu undangan datang dari HOPE, organisasi nirlaba yang sedang mengkampanyekan Maritage International, sebuah gerakan pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan.
 Saat itu Delia von Rueti tak sendiri. Dia datang bersama putrinya, Sarah von Rueti. Saat itu Sarah berusia 17 dan aktif bersama ibunya mengenalkan I am not an angel but I care. Perempuan muda ini mengajak anak-anak untuk membantu orang lain.



Mengutip tulisan saya sendiri waktu itu:
Sarah von Rueti, merupakan satu dari beberapa perempuan belia yang peduli pada kondisi sosial di sekelilingnya, utamanya masa depan anak-anak dari kalangan tak mampu. Asuhan dari orangtua, terutama ibu yang aktif sebagai seorang filantropi, berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter Sarah yang memiliki kepedulian tinggi.

Bagi Sarah, orangtuanya merupakan sumber inspirasi sekaligus tempatnya belajar berbagi dengan sesama.
 

Sarah tumbuh besar di La Jolla, California dengan gaya hidup premium. Orangtua Sarah memboyongnya pindah ke Bali pada usia lima. Meski hidup berkecukupan, Sarah belajar dari orangtua bahwa setiap orang punya tanggung jawab untuk berbagi terhadap mereka yang tidak mampu.
 

Ia mengaku merasa beruntung bisa hidup layak bersama orangtuanya di Bali, namun tak terlena dan punya kesempatan membantu orang lain.



Siapa Delia?
Tiga tahun berlalu, kemudian saya mendapat kesempatan lagi menulis cerita von Rueti. Kali ini datang dari aksi Delia. Kalau sebelumnya Delia aktif bersama keluarga melakukan aksi peduli sesama,kali ini Delia melakukan aksi cinta bumi lewat konservasi lingkungan.
Delia, dengan kesuksesannya, tak lupa bahwa sebagai pribadi dia punya tanggungjawab sosial bahkan terhadap alam.

Sekilas tentang Delia. Perempuan asal Sumatera Utara ini pernah tinggal di Amerika menjadi bagian dari kalangan sosialita. Delia bersama keluarganya menetap di Bali dengan bisnis perhiasan yang membuatnya keliling dunia. Perhiasan mutiara buatan Delia telah "terbang" ke berbagai negara lewat pameran. Tak sedikit selebriti dunia juga ibu negara yang menyenangi perhiasan buatan Delia. Namun Delia menolak menyebut tokoh dunia pelanggan perhiasannya. Delia hanya mau mengaku, perempuan yang menggunakan perhiasan mutiara buatannya adalah mereka yang berani tampil beda, mereka yang suka ide liar Delia dalam merancang perhiasan.

Lewat pameran di New York dan Paris, Delia memasarkan perhiasan mutiara dari Indonesia. Menurut Delia, perhiasan buatannya pernah dibeli untuk dijadikan sebagai hadiah bagi Michelle Obama. Aktris Hollywood juga menggemari perhiasan mutiara rancangannya. Ia menyebutkan, Sharon Stone juga Lady Gaga sebagai beberapa penggemar perhiasan mutiara buatan desainer Indonesia ini.



Love and O2
Pengalaman tinggal di luar negeri, dengan kebiasaan berbeda, dengan banyak taman terbuka hijau yang bisa dinikmati warga,membuat Delia berpikir dan membandingkan dengan negerinya, Indonesia.

Indonesia kaya dengan hijaunya pohon dan hutan, namun fakta berkata lain. Tak mudah menemukan ruang terbuka hijau atau taman luas yang bisa dinikmati warga. Delia sebenarnya sangat ingin punya taman luas di kota besar tapi apa daya, dia hanya punya lahan di Kalimantan. Dia sumbangkan 2500 hektar lahan pribadinya di Muara Teweh, dekat dengan Bandar Udara Baringin (hanya sekitar 7 km), Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Delia membangun kebun contoh yang harapannya bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan langkah yang sama. Atau setidaknya taman tersebut bisa menggerakkan orang lain untuk turut berkontribusi untuk perawatannya.

“Menanam pohon mudah tapi bagaimana merawatnya itu yang perlu jadi perhatian supaya berkelanjutan,” katanya.

Agar impiannya memiliki Taman Hutan Hujan Tropis yang berkelanjutan, Delia tak habis akal. Dia gunakan kemampuan dan jaringannya, untuk menyebar pesan penghijauan, pesan cinta bumi lewat Tshirt.

Love and O2 dengan gerakan 1 T-shirt for 1 Tree Movement, menjadi langkah Delia von Rueti untuk membuat taman berumur panjang.

Tujuannya bukan hanya menjaga terpeliharanya lahan hutan dan penghijauan tapi menjaga agar populasi flora dan fauna tidak terus berkurang drastis seiring berkurangnya hutan tempat habitat mereka.

Delia mendesain sendiri T-shirt bergambar Orang Utan, flora dan fauna, yang akan dijual kepada publik lewat website dan outlet di Plaza Indonesia. Seratus persen hasil penjualan T-shirt seharga  mulai Rp 100.000 akan disumbangkan untuk membantu penanaman pohon serta pemeliharaan Taman Hutan Hujan Tropis.

Lahan ini akan ditanami pohon dengan jenis kayu keras seperti pohon kayu besi / kayu ulin, meranti, merupakan jenis pepohonan yang dapat tumbuh cepat di hutan tropis Kalimantan Tengah. Selain itu akan ditanami pula dengan buah tanaman keras seperti manggis, nangka, tamarin, flamboyan, ketapang, kemuning.

“Dan walaupun Anda tidak dapat membeli T-shirt ini, potonglah cabang dari sebuah pohon dan tanamlah sehingga tumbuh sebagai pohon kehidupan. Jika saja setiap orang Indonesia berjanji untuk menanam 4 pohon sepanjang hidup mereka, kita akan memiliki 1 miliar pohon untuk masa depan,” katanya.

Area CFD pada 27 November 2016 menjadi langkah kelanjutan dari gerakan Love and O2 ini. Delia didukung selebriti Indonesia seperti Titi DJ, Aming, Teuku Zacky, dan lainnya akan mengajak masyarakat ambil bagian dari aksi ini, membeli Tshirt atau ikut menyemarakkan aksi cinta bumi. 











You Might Also Like

6 comments:

Tati Suherman mengatakan...

Kalau gak ada halangan, saya datang mbak

Dina Mardiana mengatakan...

keren, Mbak, tulisannya. Sekeren usaha dan jerih payah Ibu Delia untuk memberdayakan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola hutan :).

Btw, blognya Mbak sudah berubah ya tampilannya?

wawaraji mengatakan...

Yuk datang mbak Taty,

Mbak Dina, tampilan ini udah beberapa bulan kok, hehehe, ketauan deh SAYA JARANG #updateblog yaah jadi jarang dikunjungi hihihihihi

tutyqueen mengatakan...

mbak Delia keren, mbak Wawa tulisannya keren :)
suer aku suka kalo mbak wawa udah nulis..mengalirr

wawaraji mengatakan...

alhamdulillah....maaacih mbak Tuty...

mutie adnu mengatakan...

Mudah2an kelak ada delia2 yang lain y mba Wardah,,,