AADC2: Gejolak Cinta Berbalut Indahnya Seni (Puisi) dan Jogja

02.31.00 wawaraji 13 Comments

dok. official website AADC2


Menikmati nostalgia, tentang gejolak asmara dan sebuah kota. Barangkali itulah kesan saya keseluruhan dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Terlepas dari beberapa pertanyaan iseng yang muncul sekilas dari adegan dan dialognya, juga lepas dari titipan sponsor yang muncul berulang kali di beberapa adegan.

Soal “titipan sponsor” di film, saya masih bisa memaklumi dan menilainya dalam batas wajar, tidak berlebihan dan ditampilkan natural. Pasalnya, saya pernah menyaksikan tiga film Indonesia lainnya (dalam delapan bulan terakhir) yang terlalu “hardsell” istilahnya, entah karena sponsor yang memaksakan kehendak atau tim kreatif yang kurang lihai memainkan “titipan”.

Kalau soal pertanyaan iseng, salah satunya, "Rangga yang tinggal di NYC aja ikut pemilu, siapakah presiden pilihan Rangga dan Cinta?" atau mau pertanyaan iseng lainnya? "Berapa kali kah Cinta memoleskan lipstik (sponsor) dan warna apa saja?" Satu lagi deh, "Sudah cukupkah Cinta minum air putih dalam sehari?" kalau yang terakhir ini contoh baik, mengingatkan kita berkali-kali ada gelas berisi air putih di beberapa adegan, sekali muncul air mineral kemasan (sponsor).


dok. Official Website AADC2

Kembali ke AADC2, bagi yang bernostalgia masa dewasa muda dari film AADC pertama barangkali bisa paham, karena ada memori terekam dari kemunculan cerita Rangga dan Cinta era itu. Tentang film Indonesia yang kala itu sedang bertumbuh dan tentang kisah asmara remaja yang ringan saja isinya, namun mengena.



Bagi warga di luar Jawa Tengah, yang pernah traveling atau berwisata ke Yogyakarta, juga mungkin bisa paham soal nostalgia. Saya jadi ingat pengalaman membekas tur perpisahan SMP ke Yogyakarta yang membuat Kota Gudeg ini punya kesan mendalam. Beberapa kali kembali ke Yogyakarta selalu pulang membawa kesan. Terakhir ke Jogja bertemu teman-teman blogger di sana, saya pun bernostalgia dengan kota ini. Bahkan teman di Jogja pun menyebut tempat tinggalnya sebagai kota nostalgia. Memutuskan menginap di Greenhost, pun menjadi nostalgia tersendiri bagi saya pribadi. Saat itulah, kami, rombongan pejalan dari Jakarta bertemu dengan Mira Lesmana,Titi Kamal, dan kru Mirles Film yang ternyata sedang syuting AADC2.

Greenhost Hotel Jogja, salah satu lokasi syuting AADC2 Dok. Wardah Fajri


Gejolak Asmara
AADC2 bercerita tentang gejolak asmara dari sejoli yang belum merasa tuntas dengan perasaannya. Saya tak membaca synopsis juga tidak mencari tahu soal film ini sebelum menonton. Saya ingin mendapatkan kejutan saja, pikir saya, dengan langsung ke bioskop, beli tiket, duduk manis menikmati karya sineas Indonesia disamping suami yang setia.
Saya memang menemukan kejutan, dari kisah Rangga, dengan segala kemisteriusannya. Sikapnya yang dingin, tak banyak bicara, menyimpan rahasia. Rahasia tentang hubungan buruk dengan dua perempuan, ibunya dan cinta pertamanya. Rahasia yang terkuak di sudut jalanan Jogja.

Gejolak rasa dan asmara terasa kuat, setidaknya bagi saya, yang duduk manis di kursi bioskop. Tak sulit mengikuti alur cerita AADC2. Film ini memang sangat ringan, cukup nikmati saja dan tergolong film drama yang tidak membosankan, setidaknya suami saya tidak tertidur dan tuntas melek hingga film selesai.

Saya terhibur juga mendapatkan kejutan manis pada bait puisi yang mewakili perasaan dan pikiran Rangga, adegan yang berhubungan dengan dunia seni seperti pertunjukkan boneka dan pameran seni, juga indahnya blusukan dan alam Jogja yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya.


dok. Official Website AADC2

Soal cerita, tidak ada kejutan dramatis hingga akhir cerita yang mengambil setting di New York City. Namun gejolak asmara yang terpendam lama dan tak tergantikan, begitu terasa dari perjalanan sehari semalam Rangga dan Cinta menjelajahi Jogja. Rangga seperti sedang mencari cara dan celah, untuk memberi  waktu bagi Cinta memikirkan kembali perasaannya. Meski sejak awal, Cinta seperti tak terbantahkan keputusannya untuk mengakhiri asmaranya dengan Rangga demi pertunangannya dengan Trian.

Benar saja, Cinta luluh dan perasaannya terhadap Rangga tak tergantikan, tak termakan waktu, 14 tahun lamanya. Konflik diri pun terasa kuat sampai bangku pentonton, setidaknya bagi saya pribadi. Meski saya tak menemukan klimaksnya. Semua mengalir saja apa adanya.

Tentang Puisi
Bagi saya AADC2 tetap punya kesan, terutama tentang seni dan sastra, tentang puisi dan kota Jogja yang merepresentasikan seni. Kebiasaan saya dan suami usai nonton film Indonesia, kami membahasnya hingga sedetil-detilnya. Untuk AADC2, kami sepakat, dan berterima kasih kepada Mira Lesmana, Riri Reza dan tim kreatif lainnya, telah mengenalkan kembali keindahan puisi, seni dan sastra kepada anak muda.

Kami berpikir, barangkali hanya sebagian kecil saja anak muda masa kini yang menyukai puisi. AADC2 setidaknya membawa dunia seni puisi dan kesenian lainnya dengan cara kekinian, melalui kisah cinta ringan yang bisa diterima siapa saja.
Sekali lagi saya berterima kasih kepada orang-orang kreatif di balik film AADC2, terkait kebangkitan puisi di kalangan muda ini.


Dok. Official Website AADC2


Gejolak Cinta
Cerita cinta juga bukan hanya terjadi pada Rangga dan Cinta. Saya pun menemukan cinta dalam persahabatan empat perempuan yang sudah melewati berbagai siklus kehidupan. Persahabatan yang bisa kita temui dalam kehidupan nyata.


Dok. Official Website AADC2


Cinta lainnya saya dapati dari pergolakan perasaan Rangga dan ibunya. Rangga berlibur ke Indonesia menuju tujuan utama di Jogja untuk mengobati hatinya. Memperbaiki hubungannya, dengan Cinta dan ibunya. Mempertemukan sebuah keluarga, di Jogja.

AADC2 bercerita tentang gejolak cinta, dari sejoli, dari seorang pria dewasa yang menemukan kembali keluarganya, dari persahabatan, juga dari hubungan yang retak karena kekuatan cinta di masa lalu.

Cerita yang dekat dengan keseharian kita. Bedanya, cerita cinta di AADC2 lebih sempurna dengan balutan puisi, nostalgia kota yang tergambar sempurna, ditambah lagi setting alam Jogja yang melengkapi cerita film. Saya sudah cukup bangga pernah singgah di Kalibiru, saat belum banyak orang tahu. Ternyata masih banyak tempat menarik di Jogja yang perlu dijadwalkan penjelajahannya. Untuk akhirnya nanti kembali bernostalgia.

Selamat menonton AADC2 untuk pertama kali, kedua atau bahkan ketiga, apa pun motifnya dan kesan setelahnya. 

Setidaknya saya salut dengan penonton film Indonesia, AADC2 sudah berhasil menembus rekor. Dalam delapan hari penayangannya di bioskop seluruh Indonesia, sudah dua juta penonton menyaksikannya. Sejak tayang serentak 28 April 2016 di Indonesia, Malaysia, Brunei, hingga 4 Mei 2016 (saat saya nonton) saya dengar kabar AADC2 sudah melampaui rekor 1 juta penonton untuk film nasional. Ada penambahan jumlah penonton yang signifikan dalam hitungan hari. Salut untuk kolaborasi produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Reza yang berhasil membangun emosi di film ini, baik antar pemeran juga antara film dan penontonnya. #DukungFilmIndonesia



Kelanjutan dari artikel sebelumnya Yakin, Rela Nonton AADC2?


You Might Also Like

13 comments:

Witri prasetyo aji mengatakan...

Baru semalem nontonnya...

@zataligouw mengatakan...

mba Wawaaa, aku sebelumnya nggak begitu pengen nonton film ini, tapi kok abis baca artikel ini malah pengen nonton dan jalan2 ke Jogja, yah? *loh?!*

Tri Sapta mengatakan...

Jadi tambah ingin nonton. Melihat sentuhan Mira Lesmana dalam menterjemahkan cinta.

Tri Sapta mengatakan...

Jadi tambah ingin nonton. Melihat sentuhan Mira Lesmana dalam menterjemahkan cinta.

Dian Anthie mengatakan...

Kepengen nonton tapi belum kesampaian, tulisan Mba Wawa bikin dian tambah penasaran apa lagi lihat buku puisi Aku, hehehehe tambah penasaran bagaimana Rangga mengungkapkan rasa lewat bait demi bait puisinya. Dian juga suka banget Puisi karya Chairil Anwar 😄

Dian Anthie mengatakan...

Kepengen nonton tapi belum kesampaian, tulisan Mba Wawa bikin dian tambah penasaran apa lagi lihat buku puisi Aku, hehehehe tambah penasaran bagaimana Rangga mengungkapkan rasa lewat bait demi bait puisinya. Dian juga suka banget Puisi karya Chairil Anwar 😄

wawaraji mengatakan...

mau nonton lagi gak? hehehe

wawaraji mengatakan...

eh masa blom nonton kirain udah kentjan sm mantan pacar bapaknya anak2 hahaha...yuk traveling ke jogja...bukan liburan kyk Cinta tp traveling spt Rangga hahhaha

wawaraji mengatakan...

hayuk nonton kt bantu kejar jd 3jt penonton biar tambah fenomenal hahaha

wawaraji mengatakan...

penyuka puisi dan perjalanan pasti nostalgia. aku pun pernah bikin puisi dlm perjalanan kereta..kalau Rangga saat d bandara hehehe #bikinpenasaran

wawaraji mengatakan...

penyuka puisi dan perjalanan pasti nostalgia. aku pun pernah bikin puisi dlm perjalanan kereta..kalau Rangga saat d bandara hehehe #bikinpenasaran

Mira Utami mengatakan...

Baru nonton semalam sama Ibu... sengaja gak ama suami nontonnya, pas pulang malah saya bilang jangan nonton, kuatny karakter pemainnya dan alur perasaan filmnya bisa membawa penontonya jadi bahaya, gerak gerik Rangga itu suami banget cuma mas Rangga ituu superr cakepp ..hehehe

wawaraji mengatakan...

baru baca lagi nih hahaha. waduh gmn rasanya nonton sm ibu ya mbak, seru juga tuh