ASEAN Car Free Day, Virus CFD dari Indonesia Menular ke Asia Tenggara

12.47.00 wawaraji 5 Comments



Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN kini beranggotakan 10 negara, dengan Kamboja yang terakhir bergabung pada tahun 1999. Indonesia punya andil besar atas pendirian ASEAN pada 8 Agustus 1967. Sejak awal pendirian ASEAN, Indonesia terlibat aktif dengan tokoh Menteri Luar Negeri Adam Malik menjadi bagian penting dalam catatan sejarah.


Jadi ketika pada 5 Agustus 2018, di Jakarta, berlangsung peluncuran ASEAN Car Free Day (ASEAN CFD) tak mengherankan jika Indonesia kembali berkiprah. 

Lagi-lagi, Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan ASEAN. Kali ini terkait dengan upaya promotif kesehatan. Bicara kesehatan banyak pihak semakin fokus pada preventif dan promotif, alih-alih kuratif. Mencegah jauh lebih baik dan efisien daripada mengobati, itu sudah pasti. 

Nah, untuk mewujudkan hidup sehat, para Menteri Kesehatan negara anggota ASEAN sepakat berkomitmen mengajak warga lintas bangsa bergaya hidup sehat. Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau akrab disebut CFD menjadi salah satu caranya. 

www.wawaraji.com


Berikut kutipan rilis resmi ASEAN: 

Para Menteri Kesehatan ASEAN pada pertemuan dua tahunan (ASEAN Health Ministers Meeting/AHMM) pada bulan September 2017 di Brunei Darussalam membahas inisiatif untuk memperkuat komitmen Sektor Kesehatan ASEAN dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan mengatasi ancaman yang utamanya ditimbulkan oleh penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular dan pernapasan, melalui ASEAN Car Free Day. Diharapkan ASEAN Car Free Day juga dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat serta berbagai sektor dan pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan yang terkait, termasuk pengendalian polusi, promosi olahraga, keterlibatan pemuda dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berwawasan kesehatan sangat diperlukan untuk menyehatkan masyarakat. 





Komitmen lintas negara ASEAN ini sejalan dengan program pemerintah kita untuk mengajak warga hidup sehat melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). 

Kembali ke ASEAN CFD, Indonesia bukan hanya jadi tuan rumah atau host country untuk peluncuran ASEAN CFD. Dengan bangga, saya bisa sampaikan, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang menjalankan CFD pada 2002. CFD di Indonesia diadopsi oleh Brunei Darussalam 2-3 tahun terakhir, menyusul Malaysia dan pada 27 Juli 2018 lalu Singapura juga mulai menjalankan CFD versinya. 


www.wawaraji.com 


Peluncuran ASEAN CFD ini menjadi satu lagi catatan sejarah kiprah Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Kegiatan ini sekaligus merayakan hari jadi ASEAN ke-51, berbarengan dengan pemecahan Rekor MURI untuk Tari Poco-Poco Terbesar berlangsung di Jakarta. Ada sekitar 65.000 peserta terlibat dalam pemecahan Rekor MURI Tari Poco-Poco ini.


www.wawaraji.com

Hadir meresmikan ASEAN CFD di Ruang Heritage Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK): Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM (K) , Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK RI dr Sigit Priohutomo, MPH, Secretary General of ASEAN HE Dato Lim Jock Hoi, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes RI Acep Soemantri, SIP, MBA. 


Menularkan “Virus CFD”

Sejak awal kemunculan CFD di Jakarta, saya sebagai warga Tangerang yang tinggal di perbatasan Jakarta, menyambut suka cita. Akhirnya, Jakarta tempat saya mencari nafkah, yang padat kendaraan, bisa bebas lega bernafas satu hari dalam sebulan. Warga Jakarta Raya seperti mendapat rejeki angin segar. Setidaknya sekali dalam sebulan bisa melenggang lega di jalan utama Sudirman-Thamrin, jantung kota Jakarta. 

Di CFD, warga berlari, jalan kaki, bersepeda berkumpul dengan tujuan sama, olahraga. Meski pada praktiknya, makin ke sini makin banyak tukang jualan dan jajanan, yang sebenarnya “merusak” makna olahraga dan hidup sehat. CFD di Jakarta pun akhirnya berlangsung seminggu sekali dan menular ke kota besar lain. 

Ternyata, menularnya "virus CFD" ini tak hanya di dalam negeri. Melalui ASEAN, pemerintah Indonesia juga mempelopori CFD di tingkat Asia Tenggara. 

Menkes RI Nila F Moeloek menyatakan tegas bahwa Indonesia yang pertama menjalankan CFD dan diadopsi negara lain seperti Brunei. 

Perwakilan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Thailand juga mengakui CFD sebagai salah satu contoh aktivitas gaya hidup sehat yang bisa diterapkan di negaranya. Ini disampaikan saat peluncuran ASEAN CFD di Jakarta.

Selain sebagai wadah olahraga, CFD juga bisa menjadi ajang temu budaya. Peluncuran ASEAN CFD ditandai dengan pelaksanaan Tari Poco-poco yang bikin semangat dan mewakili budaya nusantara. 

Ke depan, kata Menkes RI, bisa jadi ASEAN CFD bisa dipadukan dengan tarian lintas bangsa negara anggota ASEAN. Wah, kebayang bakalan seru, ASEAN CFD bukan hanya jadi ajang olahraga tapi pertemuan budaya lintas bangsa Asia Tenggara.

Blogger Indonesia siap dukung? Yuk, kita bisa berkontribusi merekam jejak digital lewat konten positif di blog dan media sosial. 


Foto: Ono 

You Might Also Like

5 comments:

Nur Annisa mengatakan...

bangga Indonesia bisa jadi pelopor car free day di regional ASEAN semoga semakin menginspirasi masyarakat untuk aktif berolahraga :)

Valka mengatakan...

Dengan diluncurkannya ASEAN Car Free Day, aku kok ya jadi kepengen ikutan CFD di negara-negara ASEAN lainnya ya, terutama Thailand. Pengen rasain sensasi CFD di sana gimana wkwk

wawaraji mengatakan...

Ah iya juga ya Valka, pengen perbandingan gitu yaaa CFD Indonesia sm negara lain. Tapi tetep yaa kak Nisa, bangga Indonesia jadi pelopornya.

Choirul Huda mengatakan...

bangga bisa ikut acara ini dan jadi bagian dari gerakan CFD Indonesia
kebetulan, saya sering ikut CFD, soalnya deket rumah, tinggal jalan hehehe

Awan mengatakan...

Bangga sama Indonesia, ternyata Indonesia yang menjadi pelopor CFD untuk ASEAN ya Mba, semoga kehadiran CFD bisa meningkatkan aktivitas fisik sehingga masyarakat bisa lebih sehat.