Menjadi Ibu, Bersiap untuk Perjalanan “Extraordinary” dari Hamil Hingga Menyusui

23.43.00 wawaraji 0 Comments


Setiap perempuan dilahirkan untuk bersiap dengan perjalanan menakjubkan, menjadi ibu. Apa dan bagaimana pun perjalanannya, yang pasti akan berbeda dan takkan persis sama, perempuan pasti menjadi ibu. Bahkan ketika pun perempuan belum hamil, melahirkan, menyusui, merawat anaknya sendiri, dia sudah menjadi ibu, dengan naluri keibuannya menjadi pengasuh dan pengasih untuk orang lain di sekitarnya. Terlebih lagi perempuan yang dititipkan amanah menjadi ibu dari anak yang dikandung, dilahirkan dan disusui sampai tumbuh dan berkembang optimal.

Saya selalu percaya, perempuan dilahirkan untuk selalu siap menjalani berbagai tantangan dalam siklus hidupnya. Sejak kecil, remaja, dewasa hingga berusia matang, siklus hidup perempuan membentuk dirinya menjadi sosok kuat menjalankan satu peran besar dalam hidupnya, menjadi ibu.

Demi mempersiapkan perempuan menjadi ibu, banyak hal yang memang harus perempuan perhatikan.  Dari urusan kebiasaan, perawatan fisik, sikap mental, sampai urusan nutrisi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Namun seperti saya katakan di awal, setiap perempuan punya perjalanan masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Menyeimbangkan dan mempersiapkan segalanya agar bisa menjadi ibu optimal dengan perjalanan “extraordinary”, menjadi urusan penting perempuan. Berbekal pendapat/nasehat orang tua, juga diperkaya dengan pengetahuan dan wawasan yang perlu terus perempuan tambah dari lingkarannya, support systemnya.

Selalu ada hal yang harus diperhatikan lebih jeli oleh kalangan perempuan di berbagai siklus hidupnya. Misalnya saja, saat mulai haid, sebaiknya perempuan resik merawat diri. Perawatan area reproduksi yang baik dengan kebiasaan baik, sejak muda, akan mempengaruhi kesehatan reproduksinya di kemudian hari. Lalu ketika mulai dewasa apalagi tumbuh lebih matang dan mulai bersiap memikirkan berumahtangga, apalagi semakin mendekati pernikahan, banyak lagi yang dipersiapkan, fisik mental. Pun ketika menikah dan berencana punya anak, semakin kompleks lagi persiapannya. Perempuan mau tak mau harus memahami kondisi tubuhnya, kebutuhan fisiknya, lebih peka dengan dirinya, dan harus cerdas menjaga dirinya, karena dari rahim perempuan lah akan lahir (atas izinNYA), generasi baru yang kualitasnya bergantung dari seberapa siap perempuan menjadi ibu.

Sungguh tak mudah menjadi ibu. Tantangannya tak bisa dianggap sepele. Barangkali secara naluriah, bisa saja, bahkan sangat bisa, semua perempuan menjadi ibu, diawali dari menjadi istri lalu bertumbuh secara alami menjadi ibu. Namun, menjadi ibu dengan kualitas seperti apa, baik dari segi kesehatan fisik yang pastinya berdampak pada anak, pun secara mental yang berdampak pada psikis dan kemampuan anak, akan kembali kepada kemampuan perempuan mempersiapkan dirinya dengan baik.

Tantangan menjadi ibu semakin besar, apalagi jika mengalami berbagai hal di luar perkiraan. Bisa saja saat hamil, melahirkan, menyusui, merawat anak. Semua siklus hidup ibu ini bisa sangat unik, berbeda, dan masing-masing ada tantangannya. Hanya dengan kesiapan ibu, support system yang baik, dan wawasan yang terus bertambah dan ditambah, perempuan bisa setidaknya menjawab tantangan lebih baik lagi.
Perjuangan dan perjalanan “Extraordinary” menjadi ibu saya yakini akan dialami setiap perempuan. Bagaimana pun kondisi dan situasinya.

Rupanya apa yang saya yakini ini, juga tertuang dalam hasil studi. Ketika apa yang saya yakini itu dikuatkan oleh riset yang melibatkan sembilan kelompok ibu (ibu rumah tangga, profesional, pekerja, wirausaha), saya jadi punya pembenaran.

Adalah Fonterra Brands Indonesia dengan Anmum lewat studi  2017 bertajuk “Tantangan yang Dialami Ibu Hamil dan Menyusui Indonesia”  membeberkan faktanya. Studi ini menyebutkan ibu pada umumnya mengalami tantangan fisik dan psikis di masa kehamilan dan menyusui. Andriani Ganeswari, Corporate Communications Manager Fonterra Brands Indonesia menyampaikan hasil studi ini. 




Fonterra lewat studi ini membuktikan bahwa ibu hamil mengalami tantangan umum seperti morning sickness dan kelelahan. Tantangan lainnya adalah kesehatan mental seperti kecemasan, stres, gejala depresi, perubahan mood bahkan sampai masa menyusui, dan bahkan baby blues juga post partum depression.

Studi ini juga mengungkap fakta bahwa kaum ibu sangat membutuhkan support system, berharap suami dan anggota keluarga proaktif memberikan dukungan, termasuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk ibu dalam menangani perubahan fisik dan psikis.

Dengan berbagai tantangan menjadi ibu, terutama saat hamil, melahirkan, menyusui, sudah semestinya perempuan mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan. Menjadi perempuan cerdas yang mampu membawa, menjaga, memelihara diri adalah langkah awalnya. Untuk kemudian perempuan jadi paham bagaimana seharusnya dia mempersiapkan dirinya fisik mental, demi kebaikan di masa depan.

Fakta perjalanan “Extraordinary” menjadi ibu inilah yang juga ingin disampaikan Anmum Indonesia. Bukan lantas “menakuti” perempuan untuk nantinya mengalami perjalanan penuh tantangan besar. Justru Anmum Indonesia lewat kampanye terbarunya “Celebrate The Extraordinary” menjadi pengingat dan penyemangat, juga memotivasi perempuan, calon ibu dengan semua lingkaran pendukungnya. Perempuan tetap harus merayakan perjalanan luarbiasanya menjadi ibu, takkan bisa tergambarkan bagaimana menakjubkannya menjadi ibu. Kisah perjalanan dua ibu yang diangkat oleh Anmum Indonesia saat peluncuran kampanye “Celebrate The Extraordinary” sudah sangat mewakili.



Pesannya jelas, bahwa menjadi ibu butuh perjuangan dan umumnya ibu akan berjuang maksimal untuk anaknya. Maka rayakanlah perjalanan “extraordinary” dengan mempersiapkan segalanya lebih baik, dengan pengetahuan yang lebih matang.

Dalam temu media dan blogger di Jakarta, sekaligus merayakan Pekan ASI Dunia, Anmum Indonesia, membantu mempersiapkan perempuan menjadi ibu. Banyak kisah dan pengetahuan medis diberikan, membuka wawasan dan memberikan inspirasi.


Bersama ibu "Extraordinary" Cynthia Lamusu dan Febria Silaen dari Mothers On Mission

Hadir Cynthia Lamusu bersama suami Surya Saputra, yang kita tahu perjalanannya luar biasa menjadi orangtua. Program anak dengan bayi tabung, lalu melahirkan anak kembar prematur. Sungguh saya bisa memahami tantangan besar pasangan selebriti ini.

Bagaimana berjuang memberikan ASI, dan pada akhirnya tak bisa Cynthia berikan kepada anak laki-lakinya karena kondisi. Bagaimana harus mencari dan memberikan donor ASI sebagai langkah terbaik untuk anak. Juga bagaimana merawat bayi prematur yang membutuhkan perhatian ekstra dan tak biasa. Saya bisa merasakan tantangannya, karena saya dan suami pun mengalami kondisi hampir sama, melahirkan anak prematur yang akhirnya membutuhkan donor ASI. Bagaimana kami berjuang memastikan bayi minum ASI yang baik, berkualitas baik, dan bagaimana menjaga nutrisi ibu terpenuhi demi anak yang masih sangat bergantung pada nutrisi ibunya yang diberikan dari ASI.Perjuangan yang berat namun membahagiakan, saya sangat bisa merasakan apa yang diceritakan Cynthia dalam sesi bincang-bincang bersama blogger.



Lain lagi kisah Maria Leonnyta Sastra Wijaya, ibu pejuang ASI. ASI perahnya berlimpah dan memenuhi lemari es/freezer di rumahnya. Namun bukan berarti semua didapatkan tanpa perjuangan. Kekuatan pikiran dan kemauan kuat ibu demi memberikan terbaik untuk anaknya, menjadi cerita dari perjalanan Maria.

Cerita mereka makin menguatkan pesan bahwa berjuang memberikan yang terbaik untuk anak, berbekal pengetahuan yang baik, adalah tantangan terbesar ibu. Tanpa support system yang baik, tantangan bisa saja dilampaui namun penuh dengan perjuangan luar biasa. Kalau support system berjalan baik, maka ringanlah langkah ibu, dan hasilnya saya yakin akan lebih optimal. Misal ASI lebih lancar, ibu sehat fisik dan psikis, sehingga menurunkan kebahagian, ketenangan, kebaikan untuk si kecil.

Kehadiran para ibu hebat memang melengkapi kampanye “Celebrate The Extraordinary” dari Anmum Indonesia ini. Namun tak lengkap jika mombloggers berkumpul tanpa mencerna informasi dari pakar. Hadir Dr dr Ali Sungkar SpOG (K) Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasehat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia DKI Jakarta.




Catatan penting dari dr Ali buat saya adalah, 1000 hari pertama anak adalah masa sangat penting, dan kembali kepada ibu yang melahirkannya. Seribu hari pertama bukan hanya dimulai saat hamil apalagi lahir, tapi sudah bisa dipersiapkan sebelum hamil.

Nutrisi yang baik untuk calon ibu, saat menjalankan program hamil, lalu berlanjut jaga nutrisi saat hamil, sampai melahirkan, pun saat menyusui akan berdampak pada masa depan anak. Salah satu kebutuhan nutrisi ibu hamil bisa didapati dari susu. Anmum Materna mengandung nutrisi makro dan mikro dengan Ganglioside (GA) dan DHA. 




Tercukupinya nutrisi ibu sejak menjadi calon ibu, menjadi urusan penting. Anmum Indonesia melihat kebutuhan ini dengan inovasi susu bernutrisi untuk mendukung masa kehamilan dan menyusui, memberi pesan bahwa nutrisi penting jadi perhatian ibu dalam perjalanan “motherhood” nya. Dukungan yang diberikan Anmum dilengkapi dengan hadirnya susu kehamilan (Anmum Materna) dan susu saat menyusui (Anmum Lacta) dengan rasa cokelat yang manisnya pas dilidah.




Semoga dengan berbagai dukungan dari lingkarannya, support system, semakin banyak ibu bahkan calon ibu yang bisa mengoptimalkan kesehatan dirinya. Tentunya ibu sehat dengan nutrisi baik, akan berdampak baik untuk janin dalam kandungan, juga bayi yang mendapatkan ASI untuk tumbuh kembang optimal.

Selamat merayakan perjalanan ibu yang “Extraordinary”!

You Might Also Like

0 comments: