Lintas Komunitas Blogger Berbagi di Panti Yayasan Amal Wanita Ciputat

08.08.00 wawaraji 5 Comments


Setiap pribadi bisa, bahkan sangat bisa, meringankan tangan untuk membantu sesama. Sikap peduli sangat bisa dimunculkan dalam diri, lalu bergerak mandiri, melakukan sesuatu yang berarti untuk orang lain. Setiap individu bisa melakukan perbuatan baik, sendiri, sebagai bentuk peduli.

Jika setiap orang berbagi ke satu orang atau banyak orang, bisa dibayangkan tak ada orang miskin atau orang lapar di negeri kita.

Berbagi memang bisa dilakukan siapa saja, membawa dirinya sendiri atau bersama-sama. Meski begitu, saya meyakini, perbuatan membantu sesama, akan lebih besar dampaknya dan pengaruhnya jika dilakukan bersama, dengan semangat kolaborasi.

Inilah yang terjadi dalam BloggerCare ISBxBCC yakni kolaborasi lintas komunitas blogger (Indonesian Social Blogpreneur dan BloggerCrony Community) pada 12 Juni 2017.


Gerakan kolaborasi #BloggerCare yang bermaksud menggalang dana untuk panti asuhan Yayasan Amal Mulia, Ciputat, sudah berlangsung sejak 3 Juni 2017.  Dua komunitas blogger menyebar eflyer di akun Instagram, yang kemudian direspons blogger, dengan turut menyebarkan informasi gerakan sosial komunitas blogger ini.

Pesan pun menyebar, bahwa lintas komunitas blogger sedang menggalang dana untuk membantu panti asuhan memenuhi berbagai kebutuhannya. Informasi yang didapatkan penggagas ISB, Ani Berta, menyebutkan bahwa panti sangat membutuhkan dana untuk perbaikan rumah tinggal. Maka itulah yang mendasari blogger untuk saling bantu, saling menyebar pesan lewat media sosial, untuk menggalang dana.



Blogger solid dan peduli, itulah kesan yang saya tangkap dalam waktu 10 hari menggalang dana. Hingga 10 Juni 2017 terkumpul total dana Rp 10.075.000. Alhamdulillah tiada terkira kami ucapkan kepada seluruh donatur, blogger dan nonblogger, yang peduli dan percaya #BloggerCare kali ini.

Ini bukan #BloggerCare pertama, sebelumnya lintas komunitas blogger juga pernah menggalang dana untuk bencana banjir Garut. Bala bantuan berupa materi, barang yang diperlukan korban bencana, datang terus menerus tiada putus, dan berhasil kami salurkan langsung ke posko-posko darurat bencana di Garut.

Sungguh, buat saya, blogger punya kekuatan dahsyat apalagi jika soal berbagi di media sosial dan bahkan berbagi rejeki.


Panti Asuhan
Kali ini, kami memilih panti asuhan, karena memang meyakini mereka butuh bantuan. Panti asuhan yang dikelola Yayasan Amal Mulia berbasis keluarga. Adalah sebuah keluarga yang turun temurun merawat panti, mengasuh anak yatim piatu dan dhuafa, dari lingkungan sekitarnya hingga anak-anak lintas kota, yang butuh asuhan dan melanjutkan hidup yang lebih baik.

Ibu Upik, generasi penerus Yayasan, anak dari pendiri Yayasan, mengatakan sudah banyak alumni panti yang berhasil dalam hidupnya, mandiri dan berdaya bahkan tetap peduli rumah tinggal yang pernah menjadi tempatnya bernaung. Bahkan ada lulusan panti yang sudah seusinya, lebih dari 50 tahun, karena memang ibu Upik tumbuh besar bersama anak-anak panti, yang diasuh orangtuanya.

Ibu Upik (kedua dari kanan sisi depan)


Keberhasilan Yayasan dan anak panti yang diasuhnya, menyebar ke kota lain, sehingga semakin bermunculan anak-anak yang ingin mengubah hidupnya lebih baik, dengan segala keterbatasan keluarganya di daerah. Yayasan Amal Mulia menerima dengan tulus dan sekarang ini Yayasan mengasuh 35 anak panti, sebagian darinya adalah yatim piatu.
Anak-anak disekolahkan hingga SMA, kalau ada yang cemerlang prestasinya, akan dibantu Yayasan untuk dicarikan donatur untuk melanjutkan kuliah.

Sungguh mulia apa yang dilakukan para perempuan yang mengelola Yayasan Amal Wanita ini. Bantuan memang terus berdatangan, namun saya meyakini kebutuhan harian untuk seluruh penghuni rumah lebih dari 30 orang tentu bukan perkara mudah.

Menyambangi langsung panti asuhan saat buka puasa bersama lintas komunitas blogger, membuat saya merasa belum berbuat apa-apa. Mengintip dari jendela kaca, ruangan tidur anak-anak panti,kasur tingkat yang berjejer, dalam ruangan besar, sungguh menyentuh hati. Membayangkan bagaimana anak-anak itu tidur bersama, di satu ruangan, dengan kasur bertingkat, jangankan bicara privasi, mereka harus berbesar hati lapang dada menjalani kehidupan yang sudah menyelamatkannya dari kesusahan.

Maka membantu mereka adalah tanggungjawab pribadi dan sosial kita. Dengan apa apun yang kita mampu bahkan sekadar waktu pun untuk datang dan menyebarkan pesan tersirat dari panti.

Membekali Mandiri
Sekitar 20 blogger hadir di panti pada 12 Juni 2017 untuk buka puasa bersama dan menyalurkan langsung bantuan dari para donatur.

Kami datang bukan sekadar menyerahkan bantuan, atau buka puasa bersama anak panti. Kami datang dengan niatan berbagi pengetahuan kami, membekali anak panti untuk berdaya dan mandiri dengan soft skills.

Berkat bantuan berbagai pihak, acara berlangsung dengan baik dan semua kebutuhan terpenuhi. Untuk makanan, dari takjil sampai makanan utama, dan bahkan bingkisan untuk anak-anak juga hadiah tersedia, semua berkat kebaikan para sponsor dan donatur.

@rolaslunchbox photo by @sattoraji


Kami ucapkan terima kasih untuk Rolas Lunch Box (@rolaslunchbox) untuk nasi bakar hidangan buka puasanya. Juga takjil es kacang hijau dari Gula Jawa (@gula_jawa_sweet), takjil kurma dari @gerai.humaira dan brownies Dapur Ukhti (@dapurukhti) milik Devi.

@gula_jawa_sweet photo by +Satto Raji 


Hadiah-hadiah dari Tiffany Kenanga Hijab, Agung Han, dan penyanyi (idol) Windy Ghemary yang datang bukan hanya berbagi kisah hidupnya yang inspiratif, tapi juga membagikan bingkisan, bersedekah, dan suaranya yang indah menghibur kami semua.

@tiffanykenangahijab photo by +Satto Raji








Terima kasih tak terhingga juga untuk para pemateri yang membagi waktu, tenaga, keahliannya bahkan hadiah.  Penulis buku Wylvera bukan hanya berbagi ilmu menulis tapi juga membagi buku. 

Photo by @wawaraji


Blogger Zata Ligouw pun berbagi dan memotivasi anak-anak untuk menulis dan menyerap manfaat dari keterampilan menulis. 

Photo by @wawaraji


Yang juga seru adalah workshop membuat praline kurma bersama Chef & Food Stylist Asykur (@asykur_foodstylist) yang berkenan mengajarkan membuat praline ke anak panti. Harapannya, mereka bisa berkreasi membuat cokelat, bisa untuk konsumsi pribadi atau membuka peluang usaha rumahan nantinya.



Photo by +Satto Raji 




Sumbangan kurma dari blogger Windah memungkinkan workshop ini berlangsung dengan sukacita. Terima kasih juga donatur yang menyumbang sembako, blogger Ety Budiharjo, serta blogger Alfan Renata dengan berbagai bantuannya termasuk susu kotak untuk anak-anak panti.

Semua acara berlangsung penuh semangat kebersamaan, terima kasih untuk MC Blogger Agatha Mey yang memandu seluruh kegiatan kali ini.



Barakallah. Masih banyak lagi  bantuan lain dari teman-teman blogger yang mohon maaf tidak disebutkan satu per satu. Pastinya bantuan dana sungguh luar bisa dan membuat pengelola panti senyum merekah. Maka biarlah Allah SWT yang menghitung pahala, kita serahkan semua sedekah harta dan lainnya, menjadi ladang amal dan bekal kita menambah lagi satu kebaikan di bumi. Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan dengan caraNYA yang terbaik, mengabulkan semua doa para donatur, aamiin.







PROFIL PANTI ASUHAN YAYASAN AMAL WANITA
Panti Asuhan Amal Wanita yang dipimpin oleh Drs. H. Haidar RS berada di bawah naungan Yayasan Amal Wanita Jakarta yang beralamat di Jl. RE Martadinata No. 37 RT05/04 Ciputat dengan No telepon 7402208 dan Sekretariat Yayasan Amal Wanita Jl. Wijaya Timur Dalam VI Rt 05/02 No. 32 Kel. Petogogan Kec. Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan No telp 021 7402208/7429657.

Panti Asuhan Amal Wanita didirikan oleh Hj. Raimah Raib dan Hj. O. Loekman sejak tahun 1964, dan sampai sekarang masih tetap eksis untuk menjalankan misi sosialnya sebagaimana tujuan awal didirikan panti ini. Hingga sekarang, anak asuh yang telah menamatkan pendidikannya di panti berjumlah 700 orang lebih.
Panti Asuhan Amal Wanita yang bergerak di bidang sosial penyantunan anak-anak yatim piatu, terlantar dan tidak mampu yang tinggal di asrama ini pernah menjadi panti binaan WIC pada tahun 1976 sampai 1998.

Anak asuh mendapatkan pendidikan formal di luar asrama, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, yang seluruh biayanya menjadi tanggung jawab panti/yayasan. Adapun pendidikan non formal/ketrampilan diberikan di panti seperti menjahit, beternak, berkebun dan mengetik/komputer. Di samping itu anak asuh juga mendapatkan bimbingan kedisiplinan organisasi, keagamaan, seperti shalat berjamaah, mengaji, berceramah , qiraah, latihan pidato dan lain-lain.



You Might Also Like

5 comments:

Mira Utami mengatakan...

Suka banget sama kegiatan berbagi seperri ini, apalagi ada mba windy yang menghibur mereka semua. Semoga bisa sering-sering mengadakan acara seperti ini

Mira Utami mengatakan...

Suka banget sama kegiatan berbagi seperri ini, apalagi ada mba windy yang menghibur mereka semua. Semoga bisa sering-sering mengadakan acara seperti ini

wardah fajri mengatakan...

Aaamiiin senangnya kalau BloggerCare banyak pendukung....hayuk mbak kita gerakkan bareng, sendirian bisa tapi gak sebesar dampaknya kalau bersama.

Mutia Faridah mengatakan...

Subhanallah Baca postingannya aja ikut kecipratan semangat serta bahagianya bisa ikut berbagi dengan mereka. Apalagi kalau bisa ikut berpartisipasi, pasti seneng banget. Ramadhan jadi lebih ya Bu dengan kegiatan seperti ini :)

zata mengatakan...

semoga jadi event tahunan para blogger ya mba Wa.. seneng banget kemaren terlibat di acara ini, alhamdulillah. Makasih BCC dan ISB!