Hamil Sehat dengan Telaten Merawat Gigi dan Kulit

20.53.00 wawaraji 7 Comments


Kehamilan membawa perubahan hormonal pada perempuan. Setiap perempuan punya perjalanannya masing-masing, tidak pernah ada satu pun cerita sama persis dalam kehamilannya. Bagaimana tubuh merespons kehamilan, perubahan hormonal seperti apa dan bagaimana dampaknya ke fisik dan psikis perempuan, tak pernah ada yang sama. Bagaimana cara baik dan benar merawat tubuh selama hamil juga penting diperhatikan supaya kehamilan sehat dan risiko kehamilan yang bisa saja terjadi dapat terhindari.

Kalau soal cerita kehamilan, saya yang pernah dua kali hamil, perubahan hormonal membawa perubahan yang justru baik untuk kulit misalnya. Barangkali karena impian punya anak yang terwujud membuat saya sangat bahagia. Maklum, butuh perjuangan untuk bisa hamil, menunggu hampir dua tahun dari setiap kehamilan. Ketika hamil, kebahagiaan luar bisa rupanya berdampak pada tubuh saya fisik dan mental.

Soal kulit misalnya, dulu saya bermasalah dengan kulit wajah dengan jerawat yang sangat menganggu. Entah berapa kali ganti dokter kulit untuk merawat jerawat yang sangat meruntuhkan kepercayaan diri saya. Ajaibnya, ketika hamil, saya tidak berjerawat, kulit saya cenderung baik, dan setelah melahirkan pun saya justru tidak lagi mengalami masalah besar di kulit wajah. Masalah fisik lainnya, seperti kelebihan berat badan rasanya lumrah untuk perempuan berpostur besar seperti saya yang mudah sekali gemuk dan sulit turun berat badannya.

Masalah kulit yang umum dialami ibu hamil seperti stretch mark juga tak saya alami. Saya sempat berpikir barangkali karena saya dulunya rajin pakai skincare, memulas lotion pada tubuh, bikin tubuh saya lebih terjaga kelembabannya. Sehingga saat terjadi perubahan kondisi kulit saat hamil, dengan janin semakin membesar, maka guratan kulit selama kehamilan tidak saya alami. Ternyata bukan hanya soal itu, banyak faktor terjadinya stretch mark.

Dari literatur yang saya baca terutama dari situs Bidanku, stretch mark pada ibu hamil terjadi karena faktor hormonal dan sebagian juga karena faktor genetik. Artinya memang ada perempuan yang secara genetik akan lebih besar kemungkinannya mengalami stretch mark. Umumnya bahkan sampai 90 persen perempuan hamil akan mengalami stretch mark tapi memang ada juga yang tidak. Banyak faktornya, salah satunya menjaga pertambahan berat badan selama kehamilan agar tidak berlebihan juga berpengaruh. Sebaiknya jangan berlebihan, dan asupan juga perlu diperhatikan seperti air putih dan vitamin, juga perawatan kulit pun ternyata penting diperhatikan.

Seperti saya katakan sebelumnya, tidak pernah ada kondisi kehamilan yang sama antara satu perempuan dengan yang lainnya. Baik soal masalah kulit yang dialami saat hamil, termasuk soal kesehatan mulut dan gigi.

Nah kalau soal kesehatan mulut dan gigi, saya memang memberikan perhatian lebih. Saya jarang sakit gigi, tapi sering bermasalah dengan gusi. Ini sudah menjadi perhatian saya sejak masa kehamilan 5 tahun lalu. Jika dalam keadaan tidak hamil, gusi kerap bermasalah seperti berdarah saat sikat gigi, perempuan perlu lebih waspada. Peringatan ini saya dapati kembali saat menghadiri Pembukaan Amara Skin & Aesthetic Center RSU Bunda Jakarta.

Opening Amara Skin & Aestethic Center RSU Bunda Jakarta


Klinik yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, kulit dan kelamin, ini sudah beroperasi sejak 2016 dan resmi dibuka 2017. Dengan tenaga medis RSU Bunda yang multispecialist, klinik ini memudahkan pasiennya untuk mengkonfirmasi kondisi kesehatannya. Dari pemeriksaan awal, jika memang diperlukan pemeriksaan spesialis lain, akan lebih mudah bagi Amara Skin & Aesthetic Center untuk segera merujuk ke unit lain di RSU Bunda Jakarta.

Risiko Kehamilan
Perawatan tubuh ibu hamil bukan hanya berdampak pada fisik yang jadi lebih terawat dan bukan semata urusan kecantikan. Ibu hamil yang telaten merawat anggota tubuhnya, dengan cara baik dan benar, ternyata berdampak pada kesehatan dirinya, kehamilannya, dan meminimalisasi risiko kehamilan.

Penjelasan drg Mira Madjid, MPH Sp Perio membuka kembali ingatan saya soal kesehatan mulut dan gigi saat hamil. Bahwa masalah gigi dan mulut yang tidak tertangani dengan baik bisa menimbulkan risiko infeksi pada ibu hamil, yang bisa berdampak infeksi pada janin, kemudian berpengaruh pada kelahiran prematur.

Tanpa sadar, kebiasaan tak sehat seperti tidak rutin membersihkan mulut dan gigi, baik kumur atau pun sikat gigi, berdampak pada kesehatan perempuan.

Perempuan memang harus terawat, bukan perkara kecantikan, tapi soal kesehatan. Jika pada akhirnya perawatan tubuh dengan alasan kesehatan, berdampak pada kecantikan, itu bonusnya.

Urusan kesehatan perempuan kadang memang kerap dipandang sepele, padahal dampaknya luas, apalagi saat hamil.

Seperti dikatakan drg Mira Madjid, ibu hamil misalnya kerap mengalami pembengkakan gusi bahkan pendarahan gusi. Kenapa bisa terjadi? Lagi-lagi ini dampak perubahan hormon pada ibu hamil. Terjadi pelunakan dari jaringan daerah gusi akibat peningkatan hormon saat hamil, kadang timbol benjolan berwarna kemerahan pada gusi, dan gusi berdarah.

Kalau kondisi seperti ini diabaikan, dan menjadi lebih serius, infeksi pada gigi ibu hamil bisa menginfeksi janin dalam kandungan. Pada banyak kasus jika kondisi seperti ini tak tertangani dengan baik dapat berkontribusi terhadap terjadinya berat bayi kurang saat lahir dan kelainan dini termasuk kelahiran prematur.

Langkah sederhana supaya ibu hamil telaten merawat kesehatan mulut dan gigi antara lain:

Sikat gigi teratur dua kali sehari, lakukan dengan cara yang baik dan benar bukan asal sikat gigi.

Jika suka mual kalau sikat gigi, setidaknya berkumurlah dengan air garam hangat. Cara sederhana ini bisa meminimalisasi risiko radang gusi. Karena semasa hamil dengan perubahan hormon pada perempuan membuat gusi cenderung lebih sensitif.

Pemeriksaan gigi rutin, tiga bulan sekali, termasuk saat hamil untuk pembersihan gigi dari penumpukan plak sekaligus memastikan tidak ada risiko radang gusi. Karena kalau gusi mudah berdarah atau sikat gigi seringkali berdarah itu sudah petanda terjadinya radang gusi.

Waspada Radang Gusi 


Lain lagi soal kulit. Perempuan yang kurang telaten merawat kulit, apalagi saat hamil, dengan banyaknya perubahan kondisi akibat perubahan hormonal, juga bisa menimbulkan berbagai risiko masalah kulit seperti kulit berjerawat (umumnya ibu hamil rentan berjerawat karena perubahan hormon). 

Kenapa merawat diri penting? Karena memang ibu hamil terutamanya cenderung mengalami masalah jerawat dan flek saat hamil. Ibu hamil juga cenderung mengalami bercak kulit yang lebih gelap karena hiperpigmentasi akibat perubahan hormonal. Tak heran jika kulit jadi lebih gelap karena ada peningkatan produksi melanin di kulit. Semua masalah ini bisa diatasi dengan perawatan kulit ibu hamil yang aman asal menghindari beberapa bahan kosmetik tadi yang menimbulkan pengelupasan.

Mitos mengenai perempuan tidak boleh pakai perawatan kulit saat hamil menjadi penyebab lain yang membuat perempuan khawatir merawat diri menggunakan skincare tertentu saat hamil.

Dr Rachel

Soal ini, dr Rachel Djuanda SpKK mengatakan memang ada beberapa  bahan kosmetik yang dilarang digunakan yakni kandungan Asam linoleic dan hidrokuinon. Namun kalau untuk perawatan kulit dengan pelembab dengan kandungan AH, DHA, masih aman digunakan ibu hamil.

Soal perawatan kulit bukan hanya semata urusan sepele, kecantikan saja. Masalah kulit pada beberapa kasus, menurut dr Rachel, membutuhkan penanganan dokter spesialis. Artinya, masalah kulit pada perempuan terutama saat hamil bisa dihindari dengan perawatan yang baik dan abaikan mitos yang mengatakan ibu hamil tidak boleh menggunakan produk perawatan kulit. Nah, sebaiknya memang konsultasikan ke dokter kulit jika ingin lebih yakin soal pemilihan produk perawatan wajah.

Di balik semua perawatan fisik ini, yang tujuannya adalah menjaga kesehatan tubuh, menjaga asupan makanan dan minuman tentunya penting bagi ibu hamil termasuk olahraga ringan.

Makanan yang Menunjang Kesehatan Gigi dan Mulut


You Might Also Like

7 comments:

hastari sugesti mengatakan...

Makasih mba wawa.. dapet pengetahuan buat persiapan kehamilan lagi. Semoga kita cpt hamil lagi ya mba waea.. *amin*

Riyardiarisman mengatakan...

Buat para ayah, pas bgt nih sharing artikelnya, biar tahu Dan makin perhatian sama Istri... Hehehe

wawaraji mengatakan...

amiiin Hastari amiiiin...iyaaaah ayah dan calon ayah juga harus aware yaa Aris kasih tau temen2nya

Melinda Niswantari mengatakan...

Setuju deh sama ulasannya mba wawa, saya sudah concern sama gigi dari kecil karena emang giginya bnyak yang lubang :(
scalling juga udah rutin per6/1 tahun sekali.

Gigi sehat makanpun nikmat ya mba hihihi

Risalah Husna mengatakan...

Banyak banget masalah kalau lagi masa kehamilan. kadang aku suka cuek aja. Jerawatan, gatel-gatel, kadang aku diemin aja. Sadar karena pengaruh hormon aja, jadi ngga pernah ke dokter. Padahal sebenernya kita mesti aware juga ya.

zata mengatakan...

meski pun nggak berencana hamil tapi ini tetep penting untuk gw mba wawa, makasih yaa infonya...

wawaraji mengatakan...

Melinda, waah hebat scaling rutin yaa, saya belum nih hadeuh

Eh ada mbak Uci, ih seneng deh dikomentari, hehehehe, iyaaaah aware ajah gak jadi panik yah hehehehe

kak Zata iyaaa, perempuan emang perlu banyak yg dijaga yaaa dirawat, apalagi pas hamil banyak risiko nya ternyatahhhh