Ada yang Bisa Saya Bantu?

23.10.00 wawaraji 12 Comments


“Hai, Apa yang bisa kubantu?”

Pertanyaan macam ini, barangkali sudah mulai jarang disampaikan, ketika memulai suatu pertemuan/percakapan baik dengan kawan lama, apalagi teman baru.

Sebenarnya pertanyaan ini muncul saat aku dalam perjalanan beraktivitas, kalau tak salah perjalananku waktu itu baru memasuki kawasan Senayan, melewati TVRI, menuju Gatot Subroto. Berada dalam kendaraan, dengan suara penyiar Desta-Gina yang jadi backsoundnya, menelusuri jalan raya di bawah rindangnya pepohonan hijau, di sampingku pasangan hidupku dengan setia menemaniku ke mana saja kalau waktunya bisa.

Pikiranku memang kerap menerawang ke mana saja, memaknai apa yang terjadi kemarin, hari ini, atau apa saja yang bisa memunculkan inspirasi. Memaknai setiap peristiwa yang terjadi, sekecil apa pun itu, buatku menyenangkan, untuk lebih memaknai hidup dan tidak membuat nafasku sia-sia termakan emosi/amarah, tapi justru memikirkan apa yang sebenarnya Tuhan mau aku pelajari dari setiap peristiwa yang mau tak mau harus kujalani.

Aku sebenarnya lupa, apa yang menjadi stimulan dari munculnya pertanyaan itu. Yang kuingat, aku sedang memikirkan sesuatu, dari berbagai pertemuan-pertemuan, dari berbagai urusan harian, sampai muncul pertanyaan-pertanyaan ini:

Kenapa yaaa makin banyak orang yang sulit sekali bertanya dengan santun, atau menyapa atau bertanya atau berkata dengan santun, ketika ada orang lain yang membutuhkannya?

Kenapa ya segala sesuatu itu harus serba diperhitungkan? Sebenarnya bisa saja sebuah pertemuan sebuah urusan diawali dengan kata “Ada yang bisa kubantu?”

Kenapa yaa manusia sudah begitunya perhitungan? Ada kah pengalaman buruk yang pernah dialaminya sehingga sebegitunya bersikap? 

Apakah memang sikap melayani membantu sesama untuk kebaikan bersama memang sudah tak lagi penting dan semua jadi serba berjarak, hubungan jadi begitu transaksional?

Entahlah. Tapi dari pengalamanku bertemu beragam tipe manusia. Belajar dari pertemuan-pertemuan. Memahami makna hidupku dengan perjalananku yang berat (menurutku) terutama sejak perpisahan selamanya dengan anakku, aku belajar.

Semua pertanyaan-pertanyaan itu, yang menari-menari di kepalaku, kujawab dengan tulisan sederhana ini, yang kubuat dalam perjalanan dalam kendaraan hari itu. Ini kataku, dan rasanya ingin sekali kubagi dengan pembaca blogku, siapa pun kamu…

Apa yang bisa kubantu?
Yakininilah dengan segenap jiwamu, bahwa apa pun kesibukan kita, selama diawali dengan niat baik, dilakukan dengan cara baik, maka DIA ridha atasmu. Yakinilah berkah melimpah akan datang dengan caraNYA dari segala penjuru dan berbagai cara.

Tapi tunggu dulu, jangan berharap dengan begitu hidupmu akan selalu nyaman. Akan tetap datang kesulitan, tapi yakinilah kemudahan kemudian datang menggantikan. Berapa lama waktunya? Tergantung kehendakNYA atasmu.

Jika ingin DIA berkehendak cepat mengatasi masalahmu, maka berbuatbaiklah kepada sesama. Setahuku, DIA akan senang ketika kita berhasil menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri dan orang lain.

Rasa kasih yang kita pelihara, tanpa memandang bulu, akan memunculkan rasa cinta yang membuat kita semakin tunduk malu kepadaNYA. Membuat kita lebih mampu bersujud dengan sepenuh hati, merindu dan mencinta NYA. Cinta itu lah yang menyelamatkanmu, dalam hidup, kini dan nanti.

Jadi, ada kah yang bisa kubantu? Bukankah meringankan/menyenangkan orang lain menjadi bekal hidup yang membawa berkah tiada putus karena DIA menyukainya.

You Might Also Like

12 comments:

Mira Utami mengatakan...

entah jadi terharu dan nwtesin airmata bacanya, pas banget dalam kondisi sekarang... mungkin ini sebuah refleksi buat saya pribadi dan beruntung bisa baca di ingatkan dengan cara baik seperti ini.

wawaraji mengatakan...

semoga bermanfaaat yaaaaaaaa jangan sedih yah

Ria Rochma mengatakan...

Pertanyaan yang selalu saya ucapkan ketika siswa-siswa saya datang ke kantor BK dan mencari saya. Pertanyaan yang ampuh. Sederhana tp mengena banget :)

mutie adnu mengatakan...

Alhamdulillah masih d percaya jd tmpt curhat mba Wawa,,, kyknya dh senang aja walaupun gk pernah pake solusi cuma pingin di dengar katanya 😂😂

fitzata mengatakan...

makasih udah diingetin ya mba Waa.. aku pun akhir2 ini lagi agak sensi dengan situasi sekitar tapi alhamdulillah karena berada di lingkungan yang baik dan hang out bareng org2 baik kayak mba wawa hidup rasanya jadi lebih bermakna #bukangombal :)

Ria Bilqis mengatakan...

Terima kasih mba Wawa, saya sudah lama tak mengucapkan "ada yang bisa saya bantu" kepada orang-orang di sekitarku.

kornelius ginting mengatakan...

Iya.. pertanyaan sederhana ini semakin kurang terdengar ya...

Dan diingatkan kembali oleh mba wawa..

wawaraji mengatakan...

Cerita dong mbak seberapa ampuh?

wawaraji mengatakan...

Iyaaaah jd "kaya" yaah jd pendengar

wawaraji mengatakan...

Aaaahhh jd malu..kaboooor...love you kak zata

wawaraji mengatakan...

Semoga bermanfaat dan saling mengingatkan

wawaraji mengatakan...

Saling mengingatkan yaaaa..saya jg bs lupa...thanks mas