Blogger Jadi “Agent of Change” GERMAS, Berani Jawab Tantangan Menkes?

18.25.00 wawaraji 12 Comments


Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS sudah diperkenalkan sejak April 2016, dan diluncurkan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 15 November 2016. 

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) aktif mengkampanyekan gerakan ini. Meski begitu, sebenarnya bukan hanya tugas Kemenkes untuk menyebar pesan Germas dan menularkan gaya hidup sehat. Germas semestinya menjadi gerakan bersama, dibesarkan bersama oleh pemerintah di pusat dan daerah, pihak swasta, perusahaan besar dan kecil, lembaga pendidikan, dan warga biasa. Sosok agen perubahan (agent of change) pada akhirnya sangat dibutuhkan untuk menularkan Germas ini di berbagai kalangan.

Lalu siapa yang menjadi agent of change Germas? Siapa saja bisa, mereka yang peduli kesehatan dan pentingnya menerapkan setidaknya tiga poin utama Germas. Apa saja tiga poin itu?

Aktif bergerak secara teratur alias olahraga teratur setidaknya seminggu tiga kali.

Makan sayur dan buah, seimbangkan makanan harian pastikan ada asupan buah segar dan sayuran.

Periksa kesehatan secara berkala, setidaknya cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, pemeriksaan kesehatan sederhana atau medical check-up lengkap berkala untuk memantau kondisi tubuh kita.

Mencari agent of change untuk mengajak orang lain bergaya hidup sehat bukan perkara mudah. Lihat saja tiga poin tadi, melaksanakannya tidak semudah menuliskannya.

Saya sendiri pun masih belum disiplin olahraga, kalau makan buah dan sayur masih bisa diupayakan apalagi belakangan tensi darah mulai drop dan kolesterol mulai tinggi yang harus mulai diwaspadai asupan makanannya. 

Kalau periksa kesehatan berkala, Alhamdulillah saya sudah mulai rutin menjalankannya. Baik periksa darah ke lab atau sekadar ke klinik terdekat untuk periksa kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Saya memang punya masalah kesehatan tekanan darah rendah dan mulai gampang naik kolesterolnya kalau makanan tidak dijaga. Jadi soal periksa kesehatan berkala, saya sudah menjalankannya karena masih tetap ingin hidup sehat dan produktif.

Nah, aktif bergerak dan makan buah sayur inilah yang terdengar sederhana tapi masih saja sulit menjalankannya.

Untuk mengingatkan lagi pentingnya tiga fokus utama Germas di 2016-2017, Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI mengajak blogger ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga Jumat Pagi di kantor Kemenkes.

Dalam rangka memberi contoh kepada masyarakat secara luas, Kemenkes RI rutin mewujudkan Germas dengan olahraga Jumat pagi, dengan berbagai pilihan olahraganya.
Bagi yang suka jalan cepat dan jogging, area perkantoran Kemenkes menjadi tempat yang sangat representatif untuk olahraga paling sederhana itu. Nah serunya, pegawai dan blogger yang ikut serta di kegiatan olahraga Jumat pagi 13 Januari 2017 lalu, bukan sekadar asal lari atau jalan cepat, tapi sekaligus uji kebugaran.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kartini Rustandi, juga ikut serta di olahraga Jumat pagi, dengan ikut kelompok uji kebugaran.





Caranya, lari atau jalan cepat dengan jarak tempuh 1,6 KM untuk mengukur VO2Max. Nah berapa lama waktu tempuh yang peserta bisa capai dengan berlari atau jalan cepat 1,6 KM. Usai menempuh jarak uji kebugaran dengan lari atau jalan cepat, akan disesuaikan dengan tabel, juga dengan melihat usia dan jenis kelamin. Dari cara ini akan terlihat berapa level kebugaran seseorang.

Saat ditemui usai rangkaian kegiatan olahraga Jumat pagi, Kartini Rustandi mengatakan uji kebugaran ini penting untuk tahu seberapa bugar tubuh kita. Boleh saja tubuh kita sehat tapi sehat belum tentu bugar.

Mendengar penjelasan Kartini Rustandi, juga Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek saat berbincang santai bersama blogger usai berolahraga senam, banyak cara sebenarnya untuk sehat. Kemenkes RI sudah memfasilitasi dengan menghadirkan instruktur senam  setiap Jumat pagi, juga menyediakan sarana latihan fisik lainnya dengan tenis meja, bulutangkis, bahkan gym yang sementara memang hanya diperuntukkan bagi pegawai kementerian.
Olahraga Jumat pagi ini ternyata juga dibuka untuk umum. Bagi karyawan yang bekerja di seputaran kantor Kemenkes bisa bergabung mulai pukul 06:00 – 09:00. 


Menkes Nila Moeloek Ikut Senam Jumat Pagi


Bagaimana menularkan semangat beraktivitas  fisik ini yang menjadi agenda penting. Melibatkan blogger menjadi salah satu cara Kemenkes untuk menyebarluaskan Germas ini. Harapannya, setiap orang yang diajak menjalankan Germas, bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, atau bahkan mengajak orang lain di lingkungannya untuk turut membesarkan Germas.

Dibutuhkan agent of change, kata Nila Moeloek, dan agen perubahan untuk menularkan Germas ini bisa berasal dari berbagai kalangan, termasuk blogger untuk dirinya sendiri, bahkan kalau bisa mengajak orang lain untuk turut menjalankan Germas.

Setidaknya fokus utama Germas: Aktif Bergerak Teratur, Konsumsi Buah Sayur, Cek Kesehatan Berkala, dapat ditularkan oleh para agen perubahan ini.



Selain Kemenkes, Kementerian Keuangan juga sudah mempraktikkan Germas dengan olahraga di Jumat pagi. Setiap lembaga bahkan perusahaan pun bisa membangun kebiasaan sehat mendukung Germas ini dengan caranya masing-masing. Tidak harus olahraga serentak Jumat pagi, bisa juga lakukan hal lain yang tujuannya adalah membudayakan gaya hidup sehat dengan tiga fokus utama tadi.  Syukur kalau bisa lebih dari tiga poin dasar Germas yang menjadi fokus kampanye kesehatan di tahun pertamannya.

Nah, siapkah kita menjadi agen perubahan hidup sehat mendukung Germas? Saya bertanya ke diri sendiri, juga ke blogger yang diharapkan Menkes bisa menjadi salah satu agen perubahan untuk hidup lebih sehat. Berani kah jawab tantangan ini? Bagaimana caranya? Yuk #DukungGERMAS kita pikirkan bersama apalagi dengan fasilitas yang tersedia rasanya ajakan untuk aktif bergerak hidup lebih sehat dan produktif bisa kita wujudkan perlahan tapi pasti. (WAF)







You Might Also Like

12 comments:

kornelius ginting mengatakan...

Sehat belum tentu bugar... Hmm jadi mikir2 mungkin saya selama ini sehat tapi belum tentu bugar...

Harus sering olahraga lagi nich.. Minimal lari pagi.

wawaraji mengatakan...

iyaah jleb juga tuh mas dibilang gitu, sehat belum tentu bugar, ngaku sehat tp gak bugar, harus renang lagi nih olahraga yg paling cucok untukku hehe

Tuty Queen mengatakan...

Aku juga hampir tidak pernah olah raga...benar-benar mulai dari diri sendiri dulu nih dan mudah-mudahan bisa menularkan ke orang lain.

wawaraji mengatakan...

sekalian aja kak Tuty, bareng2 yuk, ikutan bikin rame #bloggersehatbugar

Tika mengatakan...

Terkadang kalau olahraga itu lebih senang ramai-ramai tapi kalau sendiri sudah ribet dengan rutinitas pagi. Kalau ramai pasti dijabanin. Aku juga udah lama tidak olahraga terakhir carefreeday di bunderan HI beberapa minggu lalu. Bisa menjadi resolusi 2017 juga neh lebih mendekat ke gaya hidup sehat.

Ria Handayani mengatakan...

Saya sering jalan kaki ke pasar mba,y ang jaraknya kalau jalan kaki 20 menit, bukan nya ga punya ongkos tapi demi maksain biar ada aktifitas Fisik hehehe

Melinda Niswantari mengatakan...

Mak Jleb bangat itu sehat belum tentu bugar, aah jadi pengen tes kebugaran juga nih Mba Wawa...Tiap jumat ada tes kebugaran juga nda sih mba dsana?

Kalau saya mensiati supaya tetap aktif bergerak dgn cara, naik tangga samapai lantai 3 tiap pagi pas ngantor, pulangnya klo nda di jemput jalan kaki kurang lebih 10 menit dari rumah hehe. Dengan cara ini lumyan nyicil bergerak haha.

Nonamelinda siap jadi "Agent Of Change" :) Semangat Hidup Sehat Mulai dari Sekarang!

Dewi Ratih Purnama mengatakan...

Boleh banget nih yang ngantor sekitar kemenkes ya mba, ikutan senam rutin, jadi ikut bugar

wawaraji mengatakan...

Hayuuk Jumat pagi Rame2 olahraga kementerian udah buka pintu selebarnya kok tinggal dtg aja gak pake undangan

Wawaraji mengatakan...

Kalau tes kebugaran gak selalu ada. Yg pasti ada tiap jumat itu senam. Yuk ah merapat Jumat ada gak ada undangan dtg ajah... Pintu kemenkes selalu terbuka.

wawaraji mengatakan...

Bener bangets

wawaraji mengatakan...

Iyaaa harus dipaksakan ya mbak