Yakin, Rela Nonton AADC2?

04.59.00 wawaraji 6 Comments


Rabu, 4 Mei 2016, tepat sepekan sejak film sekuel Ada Apa Dengan Cinta 2 rilis di bioskop seluruh Indonesia, bahkan di negara lain (saya dengar ada sekumpulan pertemanan yang sengaja nonton bareng di Malaysia dan negara lain), saya bersama suami akhirnya menikmati film produksi Mirles Film ini. 

Sepekan memenuhi layar bioskop di Jakarta, terdengar kabar, AADC2 sudah meraih penonton 1 juta. Oke, jadi makin penasaran seperti apa sih film yang berjarak 14 tahun dari seri perdananya. 

Suami saya sudah mengantisipasi, harus ke bioskop sejak siang agar bisa dapat jadwal nonton yang pas waktunya, tak kesorean apalagi kemalaman. Namun saya menampik firasat suami ini dengan sengaja mampir ke sana sini sebelum akhirnya tiba di bioskop pukul 16:00 di kawasan Bintaro. Benar saja, tiket nonton untuk jadwal pemutaran film pukul 17:00 ludes. 



Beruntung kami pemegang XXI Movie Card (bukan promo), yang kami dapat cuma-cuma beserta isinya Rp 150.000 karena kami pengguna Agya (bukan promo juga). Meski harus top up lantaran saldo sudah terpakai, kami rela membayar untuk nonton film Indonesia. Lantaran pemegang Movie Card punya akses khusus, kami gak harus antri bareng penonton lain. 
Hasilnya, kami bisa nonton AADC2 untuk jadwal pemutaran pukul 21:15 di sebuah mal ternama di Bintaro. Sengaja kami pilih mal ini karena lebih dekat dari rumah. Masuk studio pukul 21:15, maka kami perhitungkan selesai pukul 23:00 bahkan lebih. 

Ya, harus rela antri untuk bisa dapat tiket nonton AADC2, itu pasti. Namun yang lebih fenomenal lagi, rela menunggu dua jam untuk bisa nonton film yang disutradarai Riri Reza ini. 

Jadi, jangan datang ke bioskop tanpa memegang tiket di tangan, dengan waktu pas-pasan. Baiknya, datang lebih siang ke bioskop, supaya lebih leluasa memilih jadwal nonton dan memilih kursi yang lebih nyaman (enggak nyaman kan kalau terpaksa duduk di deretan paling depat berhadapan langsung dengan layar?). Juga enggak nyaman dapat kursi di tengah-tengah remaja yang datang segerombolan atau bahkan berduaan, yang kadang masih belum paham etiket menonton di bioskop yang adalah ranah publik. Belajar dari pengalaman teman yang terganggu dengan oknum remaja, saya dan suami pun pilih kursi paling atas, bebas gangguan.

Soal rela menunggu jam tayang bioskop, rasanya bukan hanya saya yang mengalami kejadian ini. Beruntung banyak café di kawasan Bintaro, yang bikin dua jam bukan waktu menunggu lama. Apalagi harus ada tugas yang dikerjakan. Ya sudahlah, tak apa, anggap saja kencan bareng mantan pacar. 

Pukul 20:00 kami bergegas menuju mal, dan masih sempat makan di kaki lima rasa bintang lima (ini beneran bukan promo salah satu restoran). 
Dua jam menunggu, untuk menyaksikan hampir dua jam durasi film AADC2 saya merasa terhibur, dan memang ada kenangan membekas saat dan usai menontonnya.

Sebenarnya saya tak ingat, kapan persisnya saya menonton AADC perdana dan bersama siapa. Rasanya sih bareng teman, bukan mantan. 

Saya juga agak lupa keseluruhan cerita AADC pertama. Tapi saya ingat betul penokohan yang kuat pada Cinta dan Rangga. Saya malah lupa bahwa ada satu teman Cinta bernama Alya, yang dikisahkan meninggal karena kecelakaan di AADC2. Ada beberapa cerita yang hilang dari ingatan, tapi saya masih ingat AADC pertama punya kesan di masa dewasa muda.

Kenangan yang membekas terhadap film rupanya bisa menjadi pengikat masa kini dan masa lalu. AADC2 menjadi bukti bagaimana sebuah film punya dampak personal kepada penontonnya. Ketika dimunculkan kembali, orang berbondong-bondong ingin menikmatinya, rela antri dan mau bayar membeli tiket bioskop.

AADC2 juga adalah film berdampak bagi saya. Belum saya temui ada kegiatan nobar yang difasilitasi sponsor untuk menyaksikan film AADC2. Bahkan untuk sebuah film asing yang punya nama besar dan kenangan masa lalu saja, saya sebut deh Star Wars, banyak sekali tawaran nobar gratis. Artinya, untuk AADC2 penonton Indonesia mau membeli tiket dan rela antri.

Sampai di sini, saya salut kepada Mira Lesmana sang produser, Riri Reza sebagai sutradara yang mampu menjaga emosi para pemain dan penontonnya. Juga para pemain film yang tumbuh besar berawal dari film ini. Saya cermati, semua pemeran film AADC semakin berkembang dan makin tenar dari tahun ke tahun. Siapa tak kenal Dian Sastrowardoyo (Cinta), Nicholas Saputra (Rangga), Titi Kamal (Maura), Sissy Priscilia (Milly), Adinia Wirasti (Karmen), Dennis Adhiswara (Mamet), Christian Sugiono dengan tambahan tokoh Trian yang diperankan Ario Bayu.



Lebih salut lagi, saya baca berita, AADC2 sudah mencapai dua juta penonton dalam delapan hari penayangan film. Luar biasa. Saat saya konfirmasi ke Mira Lesmana, dia pun mengiyakan ditambah ikon senyuman.

Usai menulis ini di waktu subuh, saya iseng cari ilustrasi gambar di  website resmi AADC 2. Saya temukan tampilan website yang beda, kekinian, dan segar juga informatif. Ah, jadi makin cinta kreativitas orang Indonesia dan kru Mira Lesmana tentunya. 

Nah, saya temukan pertanyaan, kalau penonton rela beli tiket, rela antri, demi menyaksikan kelanjutan gejolak asmara Rangga dan Cinta, mereka rela juga enggak ya membeli merchandise keren ini. Kalau rela beli merchandise film asing yang sedang “bertarung” di bioskop dalam negeri, kenapa enggak rela beli ini? (sekali lagi bukan promo). #DukungFilmIndonesia



Tunggu ya tulisan selanjutnya terinspirasi dari AADC2: 
AADC2: Gejolak Cinta Berbalut Indahnya Seni (Puisi) dan Jogja



You Might Also Like

6 comments:

kornelius ginting mengatakan...

Hebat juga ya AADC mampu bersaing dengan film impor meskipun para pemilik studio lebih memprioritaskan utk film impor ..

Semoga film lokal yg lain mampu sepeeti AADC ya mba Wawa.. :)

Ety Budiharjo mengatakan...

klu aadc1 sbg bangkitnya film Indonesua maka aadc2 bukti klu film Indonesia bisa bagus ko...

R Windhu mengatakan...

Luar biasa, AADC masih tetap dinanti dan dipilih penonton film Indonesia. Ini pertanda film Indonesia semestinya harus jadi raja di negeri sendiri.Bukan tergusur oleh faktor bisnis sehingga harus diturunkan kalau film luar datang :). Btw, kok di tulisannya banyak tulisan 'bukan promo', ya?

wawaraji mengatakan...

hahaha karena memang bukan promo....

Alex Suban mengatakan...

Saya menunggu AADC3. Semoga teman nonton AADC3 sama dengan waktu nonton AADC2

wawaraji mengatakan...

eh ada om Alex Suban...amiiiiiin...salam sm teman nonton AADC2 yaaaa